Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"untukmu" poems
Bila memang AKU BUKAN PILIHAN HATI MU Biar ku pendam CINTA DALAM HATI ku Sungguh, yang akan ku berikan UNTUKMU SELAMANYA Pergilah kau SEJAUH MUNGKIN membawa LAGUKU Ke TEMPAT TERINDAH di SURGAMU RASA SAYANG ini hanya untukmu Dan ku akan menunggu DI SINI UNTUKMU Berharap kau bawa LAGU CINTA yang TERCIPTA UNTUKKU WAKTU YANG DINANTI akankah datang? DEMI WAKTU ku kan berubah Tak akan SEPERTI YANG DULU Yang hanya berkhayal melihat wajahmu Di BAYANG SEMU Sungguh indah kau bagiku TIADA YANG SEPERTI DIRIMU Yang ku kagumi sepanjang waktu Ku rindu SAAT INDAH BERSAMAMU Walau di mimpiku aku mencintaimu Namun, APALAH ARTI CINTA tanpa hadirmu Kumohon IZINKAN AKU Member CIUMAN PERTAMA KU untukmu Karna saat indah itu mungkin TAKKAN TERULANG BERJANJILAH kau tuk selalu menghiasi ku Karena tak satupun SAHABATKU yang indah seperti mu Ku ingin terbang MELAYANG UNTUK TEMUKAN dirimu yang SESUNGGUHNYA Ku sadari memang BUKAN AKU untukmu Tapi, aku hanya ingin kau BERIKAN AKU CINTA Meski sedikit, walau terpaksa Tak lelah SUARA HATI ku memanggilmu Yang ingin menjalani CERITA BERSAMAMU DOA ku panjatkan selalu Memohon tuk bertemu kamu Meskipun kamu punya CINTA YANG LAIN Ku rela melepasmu untuknya Kau TAK PERLU mengaku bahwa kau cinta aku Memang, tak pernah kau cinta aku Yang ku kenang kini adalah Ku bahagia mengenal LAKI-LAKI seperti kamu
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:33 AM UTC
Ungu
Dear Nakama...       Kau tenang saja, mulai sekarang aku tak kan marah, kesal, sedih, cemburu, iri, ataupun jengkel saat kau berhubungan dengan Dia. Aku tak apa-apa. J Dear Nakama...       Sekarang, kau bisa melakukan apa saja sesuka hatimu padanya. Toh, Aku sudah melupakan semua perasaan itu, Aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Jadi, tak ada lagi alasan untuk mu menjauhkan? Dear Nakama...       Aku merindukanmu, Tak ingin melihat kau seperti ini, mengapa kau seperti ini? L Dear Nakama...       Bukankah, kita sudah saling berjanji takkan pernah saling menyakiti,  akan terus menghubungi dan jangan sampai hilang hubungan? Dan sekarang, Aku ingin menagih janji itu... Dear Nakama...       Aku di sini sedang sedih. Tapi semoga, Kau baik-baik saja... Dear Nakama...       Apakah aku tidak boleh mengetahui keadaanmu? Tapi, bukankah itu suatu hal yang wajar di antara hubungan persahabatan? Aku tak mau kehilangan “TEMANKU”, aku tak mau kehilangan “SAHABATKU”, dan Aku tak mau kehilangan “KAKAKKU”...  :’( Dear Nakama...       Selama ini hanya Kau orang yang bisa mengerti Aku, mempercayaiku, dan menyayangiku dengan setulus hati. Akupun Selalu berusaha agar bisa menjadi seperti itu... Dear Nakama...       Setiap hari aku menimbun sedih, menyembunyikan sakit, menampung rindu, menabung kekecewaan, mengumpulkan kegelisahan, dan terus menelan air mata hanya untukmu... Dear Nakama...       Pandanganku kabur, pergerakanku kaku, kakiku lesu, tanganku beku, lidahku kelu, air mata terus jatuh, dan sesaat aku merasa duniaku runtuh ketika mengetahui kau sedang berusaha menjauh... Dear Nakama...       Apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali seperti dulu? Saat-saat di mana Aku belum mengenalnya, saat-saat di mana aku masih menjadi gadis kecil yang polos dan tidak mengenal cinta, saat-saat di mana kita sering berbincang tentang kartun kesukaan kita! Dear Nakama...       Aku minta maaf, jelas-jelas ini salahku. Dan bodohnya lagi, Aku baru menyadarinya sekarang. Maafkan Aku jika Aku melakukan kesalahan yang membuatmu tersakiti. Kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja... Semoga kau berkenan untuk memaafkanku... Sahabatmu : Haruna J
0
Jul 31, 2014
Jul 31, 2014 at 5:52 PM UTC
Dear NAKAMA
Dear Nakama...       Kau tenang saja, mulai sekarang aku tak kan marah, kesal, sedih, cemburu, iri, ataupun jengkel saat kau berhubungan dengan Dia. Aku tak apa-apa. J Dear Nakama...       Sekarang, kau bisa melakukan apa saja sesuka hatimu padanya. Toh, Aku sudah melupakan semua perasaan itu, Aku sudah bisa bangkit dari keterpurukan ini. Jadi, tak ada lagi alasan untuk mu menjauhkan? Dear Nakama...       Aku merindukanmu, Tak ingin melihat kau seperti ini, mengapa kau seperti ini? L Dear Nakama...       Bukankah, kita sudah saling berjanji takkan pernah saling menyakiti,  akan terus menghubungi dan jangan sampai hilang hubungan? Dan sekarang, Aku ingin menagih janji itu... Dear Nakama...       Aku di sini sedang sedih. Tapi semoga, Kau baik-baik saja... Dear Nakama...       Apakah aku tidak boleh mengetahui keadaanmu? Tapi, bukankah itu suatu hal yang wajar di antara hubungan persahabatan? Aku tak mau kehilangan “TEMANKU”, aku tak mau kehilangan “SAHABATKU”, dan Aku tak mau kehilangan “KAKAKKU”...  :’( Dear Nakama...       Selama ini hanya Kau orang yang bisa mengerti Aku, mempercayaiku, dan menyayangiku dengan setulus hati. Akupun Selalu berusaha agar bisa menjadi seperti itu... Dear Nakama...       Setiap hari aku menimbun sedih, menyembunyikan sakit, menampung rindu, menabung kekecewaan, mengumpulkan kegelisahan, dan terus menelan air mata hanya untukmu... Dear Nakama...       Pandanganku kabur, pergerakanku kaku, kakiku lesu, tanganku beku, lidahku kelu, air mata terus jatuh, dan sesaat aku merasa duniaku runtuh ketika mengetahui kau sedang berusaha menjauh... Dear Nakama...       Apa yang harus ku lakukan agar kau mau kembali seperti dulu? Saat-saat di mana Aku belum mengenalnya, saat-saat di mana aku masih menjadi gadis kecil yang polos dan tidak mengenal cinta, saat-saat di mana kita sering berbincang tentang kartun kesukaan kita! Dear Nakama...       Aku minta maaf, jelas-jelas ini salahku. Dan bodohnya lagi, Aku baru menyadarinya sekarang. Maafkan Aku jika Aku melakukan kesalahan yang membuatmu tersakiti. Kesalahan yang di sengaja maupun tidak di sengaja... Semoga kau berkenan untuk memaafkanku... Sahabatmu : Haruna J
Continue reading...
24
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
0
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
sepucuk senja januari
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Continue reading...
10
Untukmu Cinta Sejuta kata tercipta untukmu Segenap jiwa ku serahkan padamu Hingga akhir waktu ku sembahkan hanya untuk mu Meski tak kau terima Cinta dalam hati ku Terhempas begitu saja Bagai dari langit ku jatuh Ingin ku berenang di lautan Arungi samudera bersama ombak Desir pasir melagukan alunan daun Lambaian tangan untuk berselancar Indah cinta mengikat raga Satu aliran nadi di salam darah Mulut mengucap selalu kata cinta Hati pun akan selalu bahagia
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:53 AM UTC
Untukmu Cinta
Jakarta, 10 Mei 2008 Suara gitar mu indah Sayang… Lirikmu pun buat ku menangis Bagaimana aku bisa memeluk mu? Ucap kata cinta untukmu Atau cium kening mu… Dengan penuh rasa cinta Karena kau ciptakan lirik indah Bagai Untukku Selamanya Kau tak perlu tau Sayang… Aku di sini inginkan kamu Sungguh lagumu cerminanmu Meski tak seindah kamu Lirik lagumu luluhkan hati ku Sampai kapanpun ku tetap sayang kamu Tak perlu kau jawab bahwa kau sayang aku Dengar lagumu di sini pun Hati ku s’lalu tersenyum untukmu
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:00 AM UTC
Sayang . . .
Palembang, 28 Juni 2012 Haruskah ku hapus semua fotomu dari folderku? Haruskah ku buang semua gambarmu dari kotakku? Haruskah ku remove kamu dari teman facebookku? Haruskah ku unfollow kamu dari twitterku? Haruskah ku kubur dalam-dalam kertas puisi untukmu? Haruskah ku tutup semua jejaring sosialku? Haruskah ku berjalan ke seluruh dunia, menghafal semua nama negara tuk melupakan namamu? Haruskah ku menyelami seluruh samudera, mengingat semua rupa makhluk laut agar bisa melupakan rupa wajahmu? Haruskah aku menyusuri padang pasir serta pegunungan, berjalan tanpa arah supaya melupakan jalan rumahmu? Haruskah aku terjun dari tebing tertinggi, atau dari jurang terdalam, supaya kepalaku terbentur dan melupakan semua tentangmu? Haruskah? Karena aku sudah tak sanggup lagi di sini Hidup denganmu, dengan kamu
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:06 PM UTC
Haruskah?
dalam soal perasaan dan cinta-cintaan, satu saran dariku ialah   jangan kau gunakan banyak-banyak hatimu    kau tentu boleh merasakan,     asal tidak terlalu dalam.       jangan.       bahkan kalau kau mampu      biarkan orang lain menganggapmu     berhati beku soal itu    biar saja mereka menganggapmu begitu   asal dalam hati kamu tahu, perasaanmu sesungguhnya hal yang paling murni untukmu.
0
May 13, 2016
May 13, 2016 at 8:15 PM UTC
Hal Yang Murni Untukmu
sedikit demi sedikit, aku sudah tidak merasakan kamu di cangkir kopiku setiap pagi. entah rasanya mengapa sangat sangat habar. seakan kamu sudah benar-benar pergi dari sini. tidak ada yang membuat jantung ini seakan sudah tidak berada di tempatnya lagi ketika mataku menangkap sosokmu. aku tahu, nantinya memang kamu akan pergi. mencintai pilihanmu yang lebih sempurna dariku. aku hanya manusia, mi querido. aku bukan dia yang lebih dari manusia normal. dia spesial untukmu. sedangkan aku tidak. oh, tidak. aku tidak pernah kemana-kemana. aku tidak pergi. aku tetap disini dan menunggu. hanya sepertinya kamu saja yang tidak pernah sadar jika aku disini. sudah menerka-nerka. semua ini akan berakhir tidak berbalas. semua ini berakhir sia-sia. tapi apakah kamu tahu? semenjak kamu bersama dia, aku sangat menikmati hobiku merangkai aksara tentangmu. walau kadang maknamu sudah terasa hambar. kamu tahu mengapa? karena tangan ini tidak akan pernah mampu meringkuh wajahmu dan mulut ini akan kaku ketika bertatapan denganmu. aku membiarkan tangan ini menari-nari diatas papan kata dan merangkai karangan tentangmu.
0
Aug 11, 2014
Aug 11, 2014 at 7:09 PM UTC
tidak terucap
Jakarta, Minggu 18 Mei 2008 Dulu diary ku indah Sekarang telah ku ubah Tapi, saat gagal bertemu kau Ku satukan diary yang terpisah Sebagai bukti dariku Yang kan ku berikan untukmu Agar kau tau Seberapa besar cintaku Kasih ku t’lah tercurah Berdetik-detik, berjam-jam Bahkan berhari-hari lamanya Semoga dapat kau terima Meski terluka akhirnya Biar ku pergi saja Lupakan kenangan indah Dan yang paling menyakitkan Tapi, takkan ku biarkan Diary ku berubah indahnya
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:42 AM UTC
Diary
ketika kaki sudah tidak mampu menapak rembulan sudah tidak dapat menyapa sang surya tidak ada yang bisa bertahan selamanya seperti ini semuanya berubah, tidak seperti sedia kala dimana hanya ada aku dan kamu--dan juga kenangan ini secarik puisi untukmu sebuah kisah yang sebentar lagi akan menemukan jati dirinya seutas tali yang sekarang tidak lagi menyambung dan ini adalah perpisahan selamat tinggal, kamu selamat tinggal, aku selamat tinggal, kita.
0
Oct 7, 2014
Oct 7, 2014 at 5:41 AM UTC
selamat tinggal
Hai... Kau mungkin tak akan tahu siapa aku Dan sejujurnya aku tak akan mengenalmu Namun kau dan aku memiliki suatu kesamaan Ia yang kau perjuangkan, yang kau sayangi hingga hatimu sakit Dulu pernah menjalani hari demi hari bersamaku Ia juga pernah ku perjuangkan hingga raga ini tak mampu lagi Ia yang selalu ku sayangi hingga hati ini tak merasa sakitnya Aku hanya ingin menitipkan sebuah pesan untukmu Sebuah pesan kecil yang bisa saja kau abaikan jika kau mau Jangan pernah merasa lelah untuk memperjuangkannya Jangan berhenti menyayanginya walau mungkin ia menyakitimu secara tak sadar Karena jika aku masih mampu dan ia masih membuka hatinya Aku pun tak akan berhenti melakukan kedua hal tersebut Apa yang bisa ku lakukan sekarang adalah menyisipkan namanya disela doa-doaku agar ia bahagia dengan hidupnya Dan agar kau tetap terus menjaganya sebagaimana aku akan menjaganya
0
Jan 3, 2016
Jan 3, 2016 at 8:23 AM UTC
Memo
Aku cemburu pada embun pagi hari yang selalu ada disana untukmu Aku cemburu pada sinar matahari yang leluasa mendekapmu tiap kali kau terbangun dari tidurmu Kadang aku cemburu melihat hal yang membuatmu selalu tersenyum Angin yang berhembus pun tahu untuk siapa rinduku tertuju Namun aku tak ingin banyak bicara tentangmu Aku hanya ingin berada disampingmu
0
Mar 2, 2016
Mar 2, 2016 at 2:19 AM UTC
Merindu
AKHI, JIKA BENAR ENGKAU MENCINTAI ISTRIMU... Ijinkan dia berdakwah... Berkumpul dengan akhwat seperjuangan.... Relakan kepergiannya ke berbagai majelis ilmu... Sekalipun itu mengurangi waktunya, untukmu... Banyak suami salah prioritas... Istrinya boleh bekerja di luar rumah... Bebas beraktivitas jika hasilnya menunjang ekonomi keluarga... Bahkan didukung untuk kuliah pascasarjana... Tapi, minta ijin 2 jam saja dalam seminggu untuk ngaji, TIDAK BOLEH? Jangan egois, wahai saudaraku.. Suami memang punya "hak veto" dalam rumah tangga... Keputusannya adalah kewajiban istri mentaatinya... Larangannya adalah keharusan istri meninggalkannya... Maka, gunakanlah kewenangan itu dalam PRIORITAS YANG BENAR... Dakwah itu wajib, bagi pria juga wanita... Doronglah istri ikut berjuang di jalan dakwah... Sesekali ambil alih kerjaannya di rumah agar dia bisa leluasa bergerak... Sudah pasti ini mengurangi kebersamaanmu dengannya... Tapi, percayalah ini hanya sementara... Kelak ada masa bebas bercengkerama dengan yang tercinta... Di dalam surga, dan kalian berdua akan terus bergembira... ﺍﺩْﺧُﻠُﻮﺍ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ ﺃَﻧﺘُﻢْ ﻭَﺃَﺯْﻭَﺍﺟُﻜُﻢْ ﺗُﺤْﺒَﺮُﻭﻥَ "Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan isteri-isteri kamu digembirakan". (QS. Az-Zukhruf, 43: 70) ‪#‎women‬ and sharia
0
Mar 26, 2015
Mar 26, 2015 at 4:48 AM UTC
Ya Akhi
Jakarta, 10 Juni 2007 Baru kusadari kaulah yang terindah Menghiasi hidupku, mewarnai jiwaku Rasakan hadirmu menghempaskan rindu Bicara tentang apa yang terindah untukku dan untukmu Hadirlah kau selalu menghiasi hidupku Dengan warna-warnimu yang paling terindah untukku Hadirlah kau selalu mewarnai jiwaku Dengan warna-warnimu yang paling indah untukku
0
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:57 PM UTC
Warna - Warni
Sekuntum mawar yang kau berikan Mawar merah dengan segenap tumpahan perasaanmu Hanya sekuntum, tetapi cukup untuk melumpuhkan Cukup untuk melambangkan rasamu Tak ku mengerti, sebenarnya untuk apa kau memuji? Tak ku mengerti, sejujurnya untuk apa kau bermanis-manis? Sungguh, tak ku mengerti untuk apa? Sekuntum mawar yang kau berikan Mewakili perasaan yang membutakan Meskipun rasa dan pikirmu tersampaikan, Hei, tak semua hal memiliki jawaban, bukan?
0
May 10, 2014
May 10, 2014 at 10:55 AM UTC
Jawaban Untukmu
*Ini aku, gambaran hatiku Kusertakan padamu, kusisipkan untukmu* Sejenak aku rebah, luka tanpa daya Aku didera puluhan cabikan Aku kalah dalam perang Perang melawan hatiku Gersang namun hujan Tandus namun ranum Itulah hatiku Malam demi malam kulalui Dengan mata terjaga Hari demi hari kulewati Ditemani gundah gulana *Aku yang hanya menunggu, bagaikan menantang murka laut* Tiang layarku patah dihantam ombak Kain layarku robek diterjang badai Aku terombang-ambing antara suka dan duka Ombak bergulung-gulung menanti di depanku Aku menoleh ke belakang, Menimang untuk merubah haluan Kutak rela
0
Aug 29, 2017
Aug 29, 2017 at 1:47 PM UTC
Gambaran Hatiku
Malam itu hujan, Entah Tuhan ingin membuatku semakin sedih karena suasana yang mendukung, Atau Tuhan tidak ingin semua mengetahui kalau aku menangis. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu membuat aku bertanya, Apakah kamu benar-benar orang yang pernah aku sayang dahulu? Apakah kamu benar-benar orang yang selama ini aku perjuangkan? Karena malam itu ketika hujan, Aku seperti tidak mengenal dirimu. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu tidak lebih hanya membuat aku merasa sakit, Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita baik-baik saja? Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita tidak bertemu kata perpisahan? Tapi tidak dengan malam itu ketika hujan, Kamu bersikap seperti orang asing yang tidak aku kenal, Kamu mendorongku untuk pergi dari kehidupanmu, Kamu itu siapa? Aku yakinkan diriku sekali lagi, Apa kamu benar-benar orang yang selama ini aku sayang? Malam itu hujan, Aku tidak bisa berkutik kecuali meneteskan air mata, Semudah itu untukmu? Ketika selama ini aku bertahan dengan alasan yang mengharuskan diriku untuk pergi, Semudah itu untukmu? Ketika aku harus menahan rindu setiap malam, Bertanya-tanya apakah dirimu baik saja di sana, Semudah itu untukmu? Tapi aku tidak menyalahkan malam itu ketika hujan, Kepergianmu malam itu membuat aku sadar, Kenapa aku terlalu takut untuk pergi sebelumnya, Sedangkan kamu bisa melakukan dengan semudah itu? Pergilah, aku merelakanmu. Pergilah, bawa hujan di malam itu sebagai simbol akhir dari segalanya, Pergilah, jangan pernah kau menoleh ke belakang untuk melihatku, Aku yakin akan baik-baik saja, Walau kini aku masih menangis bersama hujan.
0
Jul 17, 2017
Jul 17, 2017 at 4:38 PM UTC
Hari di mana kau memutuskan untuk pergi.
Malam itu hujan, Entah Tuhan ingin membuatku semakin sedih karena suasana yang mendukung, Atau Tuhan tidak ingin semua mengetahui kalau aku menangis. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu membuat aku bertanya, Apakah kamu benar-benar orang yang pernah aku sayang dahulu? Apakah kamu benar-benar orang yang selama ini aku perjuangkan? Karena malam itu ketika hujan, Aku seperti tidak mengenal dirimu. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu tidak lebih hanya membuat aku merasa sakit, Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita baik-baik saja? Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita tidak bertemu kata perpisahan? Tapi tidak dengan malam itu ketika hujan, Kamu bersikap seperti orang asing yang tidak aku kenal, Kamu mendorongku untuk pergi dari kehidupanmu, Kamu itu siapa? Aku yakinkan diriku sekali lagi, Apa kamu benar-benar orang yang selama ini aku sayang? Malam itu hujan, Aku tidak bisa berkutik kecuali meneteskan air mata, Semudah itu untukmu? Ketika selama ini aku bertahan dengan alasan yang mengharuskan diriku untuk pergi, Semudah itu untukmu? Ketika aku harus menahan rindu setiap malam, Bertanya-tanya apakah dirimu baik saja di sana, Semudah itu untukmu? Tapi aku tidak menyalahkan malam itu ketika hujan, Kepergianmu malam itu membuat aku sadar, Kenapa aku terlalu takut untuk pergi sebelumnya, Sedangkan kamu bisa melakukan dengan semudah itu? Pergilah, aku merelakanmu. Pergilah, bawa hujan di malam itu sebagai simbol akhir dari segalanya, Pergilah, jangan pernah kau menoleh ke belakang untuk melihatku, Aku yakin akan baik-baik saja, Walau kini aku masih menangis bersama hujan.
Continue reading...
36
ingin punya teman, tapi kadang menyebalkan ingin ditemani, tapi sering menjauhi. ingin jadi diri sendiri, tapi mayoritas memandangnya jijik. lantas ia menjadi banyak elemen mencoba cocok pada semua hal memaksakan diri untuk pantas tapi tetap saja, lihat saja ikan dan sapi sama sama milik sang empuNya sama sama Rabb yang menciptakan sama sama Ia yang memberi ruh ikan diletakan di daratan rumput sapi diletakan di laut lepas bagaimana ? mau seruwet apa kamu mengatur jika memang tidak pantas yasudah cari yang disuruhNya pantas untukmu toh, kualitas lebih diminati daripada kuantitas. itu kalo aku gak tau kalo kamu.
0
Dec 7, 2018
Dec 7, 2018 at 9:22 AM UTC
siapa ?
[Untukmu di Langkawi, 26 Jun 2018] Beratus-ratus retakan kaca tidakkan pernah imbang neraca betapa berat hatiku menunggu detik-detik tak berpenghujung beribu-ribu detakan hati takkan pernah akan ku lari biar Bukowski dengan kebuntuan biar Rimbaud dengan ketidaktentuan akan hanya ada dirimu dalam laci yang penuh dengan kepastian. Berbatu-batu kau ke utara begitulah rasa ini terawang-awang di udara.
0
Jun 27, 2018
Jun 27, 2018 at 7:21 AM UTC
Penuh Kepastian
Aku butuh kau Ingin ku merengkuhmu Ingin ku membelai wajahmu Ingin ku menggenggam jemarimu Ingin ku mencium keningmu Merasakan hangat tubuhmu Nafasmu Senyummu Denyut nadimu Kehadiranmu menjadi narkotika untukku Ketergantunganku akan hadirnya dirimu Membuat pikiran ini kacau balau Sakau Hangat tubuhku untukmu Kupersembahkan nyanyian rindu untukmu
0
Jan 26, 2017
Jan 26, 2017 at 5:34 AM UTC
Narkotika ku
Setelah kesekian kalinya, Dia berusaha Di sudut nyala lilin kecil Dia dapat kembali menangis Terisak hingga kelelahan Mengeluarkan semuanya Dan jatuh tertidur Wahai puan, Berapa lama topengmu itu kau gunakan? Tak apa jika kau ingin bersedih, Tak apa jika kau ingin marah, Tak apa jika kau merasa dunia ini tak adil Jangan mengunci dirimu, Terdapat langkah kaki yang ingin menemanimu diluar sana Persilahkan lah Untukmu, Tolong jangan memenjarakan diri sendiri
0
Dec 13, 2018
Dec 13, 2018 at 10:10 AM UTC
Kepada Puan Bertopeng
Pernahkah terlintas dalam pikiranmu, tentang seseorang yang hadir di beranda? Dialah yang menangkap setiap perasaan bimbang dan cemasmu Pernahkah engkau benar-benar merasa takjub, ketika ia mengatakan: "Burung kolibri merah dadu itu kuterbangkan dari hatiku, hanya untukmu. Sungguh." Lalu kaucuri sepasang bintang dari tatapannya yang amat cemerlang. Pernahkah?
0
Apr 19, 2016
Apr 19, 2016 at 11:54 AM UTC
Burung Kolibri Merah Dadu
Dalam diam kau mencari sosokku Dekat namun tak tergapai Aku ingin menyentuhmu Namun kau hanyalah sebatas suara bagiku Aku menatap wajahmu Sorot tajam diasah sepi Dalam kesendirianmu kau mencari sosokku Namun aku hanyalah sebatas kenangan bagimu Hujan yang memancing air matamu Daun gugur yang menemani ratapanmu Aku ingin kau melihatku Kau ingin aku menyentuhmu Aku ingin kau tersenyum untukku Kau ingin aku tertawa untukmu Waktu akan menghampiri Tanpa bisa diingkari Aku menemani dirimu Walau hanya suara Kau memberikan hangatmu Sedih dan duka Lalui, tidur dan lewati Suatu hari nanti katakan padaku Dengan suara lembutmu Aku yang larut dalam air mata Gemerlap berkaca-kaca   Semburat jingga langit sore Gelap langit malam sewarna abu Menjadi tinta dalam hatiku Mengukir dengan indah hari-hari itu Saat kau bersama denganku
0
Dec 5, 2017
Dec 5, 2017 at 8:40 AM UTC
Suaramu Tinta Dalam Hatiku
indahnya kota jogjakarta pada malam itu tidak seberapa indah dengan binar mata dan senyum lekuk bibir mu pada malam itu, bising klakson mobil pada kemacatan malam itu bahkan bukanlah perihal yang menggangu. nyaman, bahkan bagiku semua tenang. teringat jelas bagaimana kita menelusuri kota jogja sambil mendengarkan lagu saat kau menggengam tanganku erat, bagaikan takut kehilangannya. untukmu Tuan, sosok yang selalu memberikan ku kehangatan di malam hari disaat semua bergetar kedinginan. tubuh dan ragamu yang amat ku kasihi, terima kasih sudah memperlihatkan indahnya dunia yang pernah jahat ini. padamu Tuan, aku mengundangmu untuk sejenak meletakan kepala mu dibahuku dan menikmati malam yang indah, berdua.
0
Jan 9, 2019
Jan 9, 2019 at 12:30 PM UTC
Jogjakarta malam itu