Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mendarah" poems
Jemariku bergetar saat menuangkan isi hati dan kepalaku kali ini. Entah sudah berapa purnama ku lewatkan tanpa berada di bawah atap yang sama denganmu. Bertukar suara via telepon genggam —yang hanya secuil dibanding dengan waktu duapuluh empat jam— pun ku sudah lupa rasanya. Namun satu hal yang pasti, bagian darimu akan selalu jadi bagian dariku. Akan ku bawa sampai ke ujung waktu. Mungkin aku akan pergi lebih dulu, atau mungkin engkau? Tak ada yang tahu. Semoga Tuhan tetap melindungi, di mana pun kau berada sampai nantinya kita akan bertemu kembali. “Namamu jadi rahasia, dalam diam kan ku bawa; mendarah.” –Mendarah, Nadin Amizah
0
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:56 PM UTC
Surat Tersirat
Kau puisi indah pengisi kekosongan jiwa Tapi kau pinta menukarnya dengan luka yang mendarah deras Luka untuk benakku yang layu Dapatkah kau rasakan perihnya? Hingga kau buat tangisku terkuras Kau sentuh hati ini dengan kebohongan Aku tersesat dalam jerat samudara kepicikan nuranimu Kau ciptakan murka nan segunung lara di pijakan rapuhku
0
Apr 4, 2025
Apr 4, 2025 at 12:02 AM UTC
Luka