"kencang" poems
Hati sedih nan gelisah
Tak tau apa yang harus diperbuat
Kaki bagai lari ke ujung dunia
Peluh terasa lengket bercucuran
Seakan hanya mengikuti jejak
Tak tau arah yang benar
Mata sayup ingin terpejam
Terhalang Guntur yang menggelegar
Menggelegarkan nadi meretakan hati
Serpih-serpih peluh yang menjadi-jadi
Seakan lari menggapai dunia
Melawan angin yang amat kencang
Sambil berpegang kawat besi tembaga
Berjalan di atas angin yang bergoyang
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:01 AM UTC
waktu itu kita jalan keluar malam-malam
awalnya sedikit hangat didalam ruangan yang temaram
lalu kita melangkah keluar, dan dinginnya malam buat semuanya menjadi suram
sepertinya angin kencang menjalar dengan kejam
malam menjadi bisu, sambil berjalan pun kita berdua diam
lalu kamu menunjuk-nunjuk bangunan dengan lampu-lampu dan dinding kayu
sepertinya hangat disitu, kalau tidak salah kamu bilang begitu
saya setuju
dengan kamu saya selalu setuju
dijalanan kecil kita melangkah kesitu buru-buru
didalam sana udara dingin sudah tidak terasa lagi
dengan hati yang riang saya pilih coklat panas dari menu yang kamu beri
kata orang coklat bisa menghasilkan hormon endorfin
bisa membuat hari yang sedang bermuram durja menjadi tersenyum kembali
lalu saat itu coklat panas sudah ada didepan saya
saya sentuh pinggiran gelasnya
hangat
saya minum perlahan-lahan
sedikit demi sedikit, tanpa tergesa-gesa
sengaja
karena tidak terlalu besar ukurannya
kalau cepat habis bagaimana?
lama kelamaan habis, semuanya juga akan habis
saya ingin gelas kosong bekas coklat panas ini tidak digubris
tapi akhirnya pelayan itu datang dan mengambilnya sambil tersenyum manis
kehangatan kembali terkikis dan menipis
kita kembali berdiri dan keluar menelusuri malam yang dingin
kembali bergelut dengan angin
ingin saya bawa satu gelas coklat panas itu lagi
tapi dia akan membeku seiring berjalannya waktu, mungkin
tanpa suara, saya tahu kamu mendengar
tanpa cahaya, saya tahu kamu melihat
tanpa kata, saya tahu kamu mengerti
maka, terimakasih untuk ‘coklat panas’ nya.
mungkin bisa kita seduh kembali suatu saat nanti
Jakarta, 27 Desember 2012
(puisi ini bukan tentang apa-apa. puisi ini tidak berarti apa-apa. puisi ini tidak ada yang mengerti selain saya dan satu orang lagi. puisi ini tentang sebuah Rahasia)
Feb 13, 2013
Feb 13, 2013 at 12:59 AM UTC
Cinta bukan melulu soal siapa yang lebih dulu. Yang telah lama singgah bisa jadi sama rapuhnya dengan yang sekedar lalu-lalang.
Cinta bukan melulu soal detak jantung yang berdegup kencang, bukan melulu soal pupil yang melebar. Yang telah kehilangan nafasnya bisa jadi yang semenjak dahulu telah menyimpan asa.
Cinta bukan melulu soal hukum tawar-menawar. Saat sudah kehabisan apa yang ditawarkan, terkadang cinta dengan naifnya tetap menyambut dengan tangan terbuka. Persetan dengan hukum ekonomi, yang memberi kurang bisa jadi telah memberi seluruh yang mereka miliki.
Cinta bukan melulu soal mengabaikan ketidaksempurnaan. Justru cinta menerima seutuhnya, segala kesempurnaan maupun ketidaksempurnaan. Setiap gores dan luka, bukalah mata dan terimalah mereka dengan utuh. Yang terlihat baik bisa jadi membuatmu menutup mata atas keburukan mereka.
Cinta bukan melulu soal apa yang terlihat, karena bisa jadi indera kita dibuatnya luluh lantak di hadapannya.
Apr 6, 2016
Apr 6, 2016 at 11:13 AM UTC
*absolutely scandalous the way you are..
you treat me mercilessly for feeling cheerful ..
so cruel attitude you are ..
thou silent throughout my sense of my disappointment to smile ..
truly evil your touch ..
you whip my heartbeat pounding and carefree ..
indeed bear your concern ..
you fill up my weak with politely invincible ..
really sneaky way you are ..
you stole my heart a dozen years ago to freeze and harden ..
indeed savage your sincerity ..
you satisfy and pamper me until i could not walk on the mainland ..
because you are the villain of heart of mine..!*
┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈
sang penjahat hati..!
sungguh keji caramu..
engkau perlakukan perasaanku tanpa ampun untuk ceria..
sungguh kejam sikapmu..
engkau bungkam seluruh rasaku kecewaku hingga tersenyum..
sungguh jahat sentuhanmu..
engkau cambuk detak jantungku berdegup kencang dan riang..
sungguh tega perhatianmu..
engkau jejali lemahku dengan santunmu hingga tak terkalahkan..
sungguh licik caramu..
engkau curi hatiku belasan tahun lalu hingga membeku dan membatu..
sungguh biadab ketulusanmu..
engkau puasi dan manjakan asaku hingga tak sanggup kupijak daratan..
karena enkau adalah sang penjahat hatiku..!
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 12:30 AM UTC
Palembang, 14 Desember 2013
siapakah aku? yang bercahaya dikala senja tiba
berlari mengepakkan kedua tangan, mencoba menggenggam udara
mengijinkan peluh muncul membasahi seluruh tubuhku
hingga mentari tepat di atas kepala aku berdoa, tuk menjadi cahaya bintang saat malam tiba
siapakah aku? yang terus berlari kencang menapaki kerikil tajam
tak peduli walau menembus hujan melawan badai
ketika mentari sudah malu menampakkan cahayanya
aku berdoa
meminta, jikalau cahaya bintangku redup, mentari senantiasa menggantikan di pagi berikutnya
siapakah aku? yang kehilangan cahaya senja
berjalan menunduk, kecewa
meski mentari bersinar seperti yang ku harapkan
aku masih kan meminta cahayaku dikembalikan
tak ingin membuka mata jika pagi berwajah gelap
siapakah aku? yang tak lagi bersinar di langit malam
tak lagi menjadi bintang
kehilangan sinar senja
tak lagi bebas berlari di bawah mentari
tak lagi bernyawa
siapakah aku?
Dec 14, 2013
Dec 14, 2013 at 8:01 PM UTC
kamu...
seperti kamar yang kamu tinggali...
seperti ruangan yang menjadi sejarah kita...
terbuka, tanpa sekat, tanpa jendela....
kamu dingin
tapi dalam pelukmu aku merasa hangat...
angin kencang atau hujan gerimis....
mana kamu peduli...
kamu bilang, "asal kamu disini, semua menjadi hangat"
kenapa kita berbeda?
kenapa ruanganmu lebih besar?
bukankah kita saudara?
bukankah aku adik terbaikmu?
lalu, kenapa aku tidak ingat masa kecilku disini?
ya, lagipula...
semua itu hanya mimpi...
Apr 23, 2015
Apr 23, 2015 at 10:40 PM UTC
*take me to your serenity..
so you feel joy in the deserted ..
give me a privilege and a name ..
in order to reign in your heart and in it excite plump body ..
can't run and hide from the conscience ..
could not bear the will of passion flame ..
the soul has long been frozen and can't be extinguished to felt ..
i want to give a bear hug to a small shoulder and crushing the faithfully ..
creeps passionate embrace your body with longing coals ..
kissing your thin lips deeply until it burn your desire..
**** your tongue wild until unsatisfied romance ..
licking strong passion in your chest until bubbling subsided ..
shake your wild fantasy to spoiling you with endless fondling ..
your night is ocean impression that never fade..
wading and paddling memories together ..
beautiful, warm and whole in your arms..*
┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈
hadirkan aku dalam heningmu
agar tenang engkau dalam sepi..
beri aku sebuah gelar dan nama..
agar dapat kubertahta dalam hatimu dan berkuasa dalam tubuhmu..
tak dapat nurani untuk berlari sembunyi..
tak sanggup kodrati diri memikul rasa..
lama jiwa itu membeku dan padam hingga tak sempat merasa..
inginku peluk hingga remuk pundak kecil kesetiaanmu..
mendekap gigil gairah tubuhmu dengan bara kerinduan..
melumat tuntas gelisah bibir tipismu hingga bergetar lunglai..
menghisap liar asmara lidahmu hingga terpuasi..
merengguk hasrat peluhmu yang berjatuhan hingga terpulasi..
menggagahi kencang gairah didadamu hingga membuncah surut..
menyetubuhi manjamu dengan cumbuan tak berkesudahan..
malammu adalah samudra kesan tak berpudar..
mengarungi kenangan dan mengayuh kebersamaan..
indah, hangat dan luruh dalam dekapan..
Dec 26, 2013
Dec 26, 2013 at 7:11 PM UTC
kau masih melukiskan jingga di kepala
bertanya pada sudut jalan yang tak pernah sepi
“seperti apa senja di kota?”
ya seperti ini
tak dingin oleh kabut
tak terasa oleh waktu
kau akan sibuk menyeberang jalan
sebelahmu akan mati kejang – kejang
dan mereka masih akan meliput gedung
metromini memainkan dendang dengan kencang
selagi pengamen berteriak minta makan
“dan kamu?”
mataku ini akan merah berair
“kenapa?”
apa beda aku dengan senja di kota?
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 9:54 AM UTC
Andai aku seindah mu
Rasa hati ku kan bahagia
Lekuk senyum ku tak seindah mu
Oh, sungguh berbeda antara kita
Namun, ku tak peduli
Semua akan hilang terbawa angin
Yang akan tercipta rasa cinta, terus membuat ku bermimpi
Merpati terbang melayang
Indah tak kan hancur sedikitpun
Rusa berlari kencang
Akankah menggapai kebahagiaan?
Luapan cinta tak tergapai
Dalam hati ku berkata
Inikah takdir hidup ku?
Creates by Aridea Purple
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 8:33 AM UTC
bukan dentuman rasa
yang membuat ini indah
hatiku tidak berdegup kencang didekatmu
perutku tidak melahirkan kupu-kupu
dalam pelukanmu
semuanya setenang lautan, kini
meski orang bilang
sepi sama dengan bosan
tapi air beriak tanda tak dalam, sayang
dan tak ada yang pergi jauh
melewati arung jeram
aku mencintaimu dalam kesunyian
aku harap kau merasakan hal yang sama, juga
Feb 2, 2014
Feb 2, 2014 at 11:30 AM UTC
Jakarta, 22 Mei 2008
Ku tuliskan apa yang ku rasakan
Jantungku berdebar kencang
Nadiku bergetar kuat
Darah ku mengalir deras
Ku gambarkan apa yang kurasakan
Aku teriak keras
Aku mengacak semua
Aku menangis kencang
Ragaku tegang
Mataku kantuk
Suasana seram
Begitu malam gelap
Larut sudah ku tonton
Cerita hantu bertaruh nyawa
Ya, meski hanya sebuah cerita
Namun ini karya mereka
Yang harus dihargai
Ada pun senang melihatnya
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 8:40 AM UTC
Masih kubayangkan seperti apa jadinya aku apabila suatu saat aku benar-benar bisa memiliki dia. Mencintai dia begitu dekat. Sedekat tarikan napas dari setiap udara segar yang aku hirup di pagi hari. Masuk ke dalam paru-paru. Kemudian bercumbu di sana.
Benar apabila aku memang sangat ingin bisa memiliki, segala hal yang mungkin tidak pernah bisa aku miliki.
Begitu naif apabila kita sedang belajar mencintai seseorang.
O wajahnya. O matanya. O hidungnya. O pipinya. O bibirnya. O rambutnya yang panjang tergerai jatuh di bahunya. Begitu jelas, hingga mimpi seperti realita.
Dia begitu jelas terlihat. Dia begitu nyata, bahkan kurasakan sesuatu berdetak begitu cepat dan kencang, seperti angin yang menyibak rambutnya.
Senyumnya membuat segala yang hancur menyatu kembali, tetapi tidak, tidak untuk setiap kali.
Aku masih mencintainya, begitulah cinta yang semestinya aku akan katakan apabila memang dia benar ada di sini. Tetapi dia tidak di sini. Dan aku tidak bisa mengatakan bahwa aku mencintainya.
Dia begitu dekat, tetapi juga begitu jauh. Dia jauh dari mataku. Dan dia begitu jauh untuk bisa merasakan perasaanku padanya.
Mar 23, 2021
Mar 23, 2021 at 5:57 AM UTC
Palembang, 20 Januari 2013
Rasanya kalau sudah bicara denag-Nya,
Seperti menempelkan goresan luka di hati dengan hansaplas
Pedih, tapi lekas sembuh
Tak berdarah, tak berbekas
Rasanya kalau selesai mengadu pada-Nya,
Seperti membersihkan darah yang menetes dari ujung jari
Perih, dan darah kan berhenti
Luka tertutup kembali
Rasanya kalau belum menghadap-Nya,
Seperti menunggu pengumuman juara kelas di sekolah
Detak jantung berirama kencang
Perut mual bak naik Halilintar
Malah tangis memecah
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 10:02 AM UTC
Pukul 02.30
Aku terdiam tanpa berbahasa
Memikirkan sejuta hal yang seharusnya kulakukan
Aku terbiasa bermimpi
Namun kini aku tak mampu
Pukul 02.30
Andai waktu adalah lomba
Maka aku selalu kalah
Lagi-lagi aku tidak dapat terpejam
Pukul 02.30
Aku dan semua lamunanku
Terhenti sejenak oleh suara dengkuran disebelahku
atau mungkin suara angin sejuk dari mesin diatasku
Pukul 02.30
Aku ingin berlari ke dalam lautan
Menantang ombak berderu kencang
Lalu terhempas oleh bayang-bayang
Pukul 02.30
Aku berurai air mata
Berusaha mengartikan rasa
Pencarian yang tak berujung
Pukul 02.30
Katanya Tuhan itu Mahakuasa
Maka aku percaya jawaban itu ada
Dan kupejamkan mataku
Harap semua ini sirna
-wonderwall-
Aug 12, 2019
Aug 12, 2019 at 3:53 PM UTC
Keretanya melaju sangat kencang.
Sampai-sampai, ia lupa cara untuk bernafas.
Matanya tertuju pada kesunyian yang tampak di luar jendela.
Otaknya terus menerus melontarkan tanya, apakah ia bisa bertahan dilajunya kereta ini?
Apa ia bisa untuk berdiri dan berjalan kemanapun yang ia mau?
Apa bisa? Kalau hatinya mati, ia takkan kesepian lagi?
Tetap saja, ia tak tahu bagaimana cara menjawab pertanyannya sendiri.
Dan,
keretanya takkan pernah berhenti.
Apr 13, 2021
Apr 13, 2021 at 8:19 AM UTC
Aku terdiam
Dalam hati kuberteriak namamu kencang
Melawan rindu yang tak dapat terucap
Memendam rasa yang tak dapat terungkap
Menggantung asa yang tak dapat terbalas
Nov 25, 2017
Nov 25, 2017 at 5:30 AM UTC
berhenti sebentar
amati tangga kehidupan
beberapa melesat kencang
beberapa berleha-leha
beberapa meronta terpenjara
bersandiwara mencengkram erat muslihat
beberapa berhenti berkoar
betah hanya memandang 1 arah
acuh membangun bata perbatasan
agar ujungnya jiwa tak lagi rapuh
kulihat semuanya budak
diantara kerumunan manusia
golongan batasnya
pendapatan pengeluaran
semua saling bertukar jerit
"memangnya kau siapa?"
Jul 21, 2019
Jul 21, 2019 at 9:52 PM UTC
Bodohnya aku
Mendatangi rumah sakit untuk berobat
Namun hanya tawa kencang ketika aku mengatakan keluhan
Bodoh
Bodoh
Kemarin dia membawa pisau tajam
Dan menghunuskan tepat di dadaku
Mengatakan "Aku mencintai sahabatmu."
Tepat di situ aku sakit
Feb 20, 2017
Feb 20, 2017 at 6:51 PM UTC
Dunia berputar cepat
Saat kanan kiriku sudah berlari kencang
Aku hanya menetap
Tenang, semua ada waktunya
Aku hanya menarik nafas
Dan berjalan cepat
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 1:05 AM UTC
Aku terbakar dalam diam
Dengan detak jantung kencang
Dan kekuatan menghilang
Kesunyian di dalam diriku ini
Tak mempunyai ketenangan
Ia memberontak, membising,
Menjatuhkan serpihan kaca
Dengan tangan lantang
Aku mencoba berteriak
Tapi tenggorokanku menolak,
Seolah dicekik oleh tangan hitam
Yang mengingat mimpi buruk malam.
Oct 25, 2018
Oct 25, 2018 at 9:12 PM UTC
Saat dunia menuntutmu, yuk duduk sebentar.
Mungkin kamu lelah dengan tuntutan orang tua mu yang bercita-cita supaya kamu mendapatkan nilai tinggi, atau beban tanggung jawab yang memberatkan pundakmu, atau tuntutan duniawi yang selalu membuatmu resah dengan masa depan, atau melihat kanan kiri ke mereka yang sudah berlari kencang di depan.
Mungkin kamu takut, apa yang akan terjadi di masa akan datang? Apa kamu akan lulus tepat waktu? Apa kamu akan mendapat kerjaan? Apa kamu akan mendapat pasangan?
Sudah, kamu sudah berusaha keras.
Yuk, duduk dulu. Sini bersinggah denganku sambil minum kopi hangat dan menikmati malam yang dekat.
Saat mentari tiba, ayok kita mencoba lagi bersama.
Oct 24, 2018
Oct 24, 2018 at 10:30 AM UTC
pukul 02.04
aku terdiam tanpa berbahasa
memikirkan sejuta hal yang seharusnya kulakukan
aku terbiasa bermimpi
namun kini aku tak mampu
pukul 02.11
andai waktu adalah lomba
maka aku selalu kalah
lagi-lagi aku tidak dapat terpejam
pukul 02.19
aku dan semua lamunanku
terhenti sejenak oleh suara dengkuran disebelahku
atau mungkin suara angin sejuk dari mesin diatasku
pukul 02.22
aku ingin berlari ke dalam lautan
menantang ombak berderu kencang
lalu terhempas dan menghilang
pukul 02.30
aku menahan air mata
berusaha mengartikan rasa
pencarian yang tak berujung
katanya tuhan itu mahakuasa
maka aku percaya jawaban itu ada
dan kupejamkan mataku
harap semua ini sirna
Dec 12, 2020
Dec 12, 2020 at 3:07 PM UTC
Aku menciptakan bingkisan berbentuk hati,
membungkusnya dalam rusuk rapat melengkung
agar tidak ada celah sedikitpun untuk kesedihan itu terlihat padamu.
Puisi-puisi kita pernah menjadi hadiah untuk duka dan luka yang samar-samar,
lalu air mata adalah bentuk kebahagiaan itu sendiri.
Kita adalah kado untuk perayaan perpisahan di tiap hidup seseorang.
Awal kita adalah degup jantung kencang yang membuat rasa penasaran,
sebelum akhirnya napas kita tersengal-sengal.
Jan 31, 2021
Jan 31, 2021 at 1:59 AM UTC