"jarak" poems
Waktu adalah sahabatku
Jarak adalah musuhku
Bersamamu adalah saat kesukaanku
Berjarak denganmu adalah keengananku
Terlintas di benak ingin membuat mesin waktu
Melintasi waktu
Teleportasi menuju duniamu
Menghabiskan waktu yang tersisa bersamamu
Berbicara segala hal
Mendengarkan segala hal
Mencintai segala hal tentangmu
Bersenggama selamanya denganmu
Tuhan telah menurunkan malaikat di hidupku
Setiap malam kubisikkan doa-doa ku kepadaNya agar diriku layak
Setiap hal di dirimu membuat segalanya sempurna untuk menjadi layak
Tuhan, jaga malaikat ini untuk tetap disisiku.
Dec 6, 2017
Dec 6, 2017 at 11:56 AM UTC
sekali kau berbicara jujur mereka akan mematahkan hati mu.
jangan pernah melihat mata mereka,
karena akan membuat perasaanmu tercabikcabik
ku rekomendasikan kau tuk jaga jarak,
karena sekali kau dapat, kau hilang kontrol. jangan pernah jatuh cinta,
simpan di lubang kesepianmu
yang dalam
ambillah pengalaman bahwa bertindak depresi adalah konyol.
jangan pernah berbicara jujur.
jangan pernah.
karena seseorang yang kau cintai akan berbuat yang sama kepadamu.
kalau mereka melepas tanganmu,
dan menjatuhkan mu,
dan kau jatuh…
kau hanya berakhir untuk berpura-pura kepada semua orang
bahwa semua tidak pernah terjadi apa-apa..
kau tahu….kadang..
tawa tersedih adalah yang terkeras.
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 7:19 AM UTC
*do i not ever come to you ..?
although only a jiffy night ..?
dark current visible universe embroider ..
when the earth and the moon would not come together ..
don't you know ..?
and why we do not accept each other ..?
though i still want to be together during the yearnings ..?
differences that make us fall in love ..
measurable distance, treated flavor ..
lest you get hurt ..
i'm always right there ..*
┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈
apakah aku pernah tiada datang kepadamu..?
meskipun hanya sekejap malam..?
saat gelap semesta terlihat menyulam..
saat bumi dan rembulan tiada mau bersatu..
tidakkah engkau mengetahui..?
dan kenapa kita tak saling menerima..?
meski aku selama berdegup masih ingin bersama..?
perbedaan yang membuat kita saling jatuh cinta..
jarak yang terukur, rasa yang terobati..
jangan sampai engkau terluka..
aku kan selalu ada..
Dec 29, 2013
Dec 29, 2013 at 3:54 AM UTC
Kadang jarak membuat cinta merekah
Kadang pula membuat lupa
Tentang kepada siapa cinta itu bersandar
Dan apa perasaan itu sendiri
Segalanya itu memiliki batas
Kau membutuhkan jarak untuk saling menghargai
Pun untuk saling rindu
May 31, 2018
May 31, 2018 at 11:18 AM UTC
Tentang kopi pekat
yang baru mengantar ku pulang
dengan mata setengah terpejam
Lalu,
dirimu yang mulai hilang
diantara inginku yang terlalu dipenuhi angan
serta kalimat-kalimat basi
yang datang pelan dan ringan
Dan jarak,
Jarak menjelma menjadi tubuh yang menggantikan
diriku di lenganmu
gadis bermata terang
yang bersandar malas di dadamu
May 29, 2022
May 29, 2022 at 9:31 AM UTC
Malam ini terasa dingin
Sedingin pandangmu terhadap aku
Namun itu kata orang
Tapi aku tak merasa
Yang terpenting atas segalanya
Adalah kamu selalu dalam jarak pandangku
Jika tidak aku mati
Padahal kamu tak memandangku
Walau tak ada yang istimewa
Bagiku kamulah keistimewaan
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 11:32 PM UTC
Bangsa pribumi di era modern
Memaksa batin untuk jadi keren
Sudah lewat aku di zaman batu
Ku langkahkan kaki di zaman baru
Aku tidak tahu cara naik bus
Yang aku tahu adalah kursi bertikus
Oh jarak..
Jarak yang membuatku berpisah
Aku rindu suasana desa yang indah
Oh jarak..
Sampai kapankah aku gelisah
Aku gundah tidak tahu arah
Oh jarak..
Selamatkanlah aku
Selamatkan aku dari rasa putus asa
Aku takut..
Aku takut pada gedung besi berasap
Aku takut pada mesin yang berjalan
Aku takut pada benda panjang beruap
Siapakah aku disini?
Siapapun tolong bantu aku
Siapapun keluarkan aku dari sini
Siapapun tuntunlah aku
Oh Tuhanku..
Berikanlah Petunjuk-Mu
Tidak ada yang lain selain Diri-Mu
Aku disini hanya pencari Ridho-Mu
-Kediri, 19 Maret 2018-
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:39 PM UTC
ada udara dingin menyeruak kedalam sepi yang tak mau beranjak
dan disini,
saya coba melawan rindu yang sulit jinak
sebab diantara kita terbentang jarak
sembari menulis sajak
May 14, 2018
May 14, 2018 at 5:13 AM UTC
Yang bermula dengan suara,
Berakhir juga dengan suara.
Disaat kita harus sepakat bahwa semuanya mesti disudahkan
Sedunia tak henti-hentinya mencekokkanku dengan bayangnya
Karena belum genap 24 jam sejak kesepakatan bahwa semuanya sudah,
Ku dengar suaranya dimana-mana,
Kali ini, lagi-lagi, tanpa rupa
Disaat dunia mendengarnya bercerita tentang gadis manis berduduk seorang diri,
Atau tentang bagaimana akal serta tubuhnya dikupas habis oleh hidup sehingga dia tak punya pilihan selain menerima bahwa ia dan mutlaknya semua manusia adalah tunggal; adalah sendiri; adalah harus menelan, memahami, lalu (jika beruntung) mencintai kesendirian itu sendiri
Atau sekiranya tentang bagaimana ia mengibaratkan air mata bagai tanda suatu yang kuat, yang tak malu, yang berteriak, yang patut diwadahkan jika bisa;
Lalu disimpan, bukan dilihat untuk sekedar menyenangkan diri bahwa kita ditangisi
Namun sebagai tanda bahwa pada dasarnya semua manusia akan berserah diri
Tak ada habisnya menganalisa karya—ataupun jiwa—yang memang dari lahir sudah pamungkas
Karena disaat bongkahan karyasuara itu berisi wejangannya untuk mereka yang mencari
Suara itu bercerita kepadaku tentang hal-hal yang agaknya butuh dua kali hidup dan dua kali mati untuk menemukan inti;
Seperti perempuan
Seperti keyakinan
Seperti kesendirian dalam kehidupan dan kematian
Seperti jarak dan waktu yang superfisial disaat kita sadar akan Tuhan
Dimalam itu,
Dimalam saat aku menyadari bahwa ada hal-hal yang jawabannya tak bisa kucari dalam prosa Sang Nabi atau puisi Jalalludin Rumi,
Ia berkata,
“Tak akan—sampai mati—ku mencampuri urusan akal perasaan dengan keyakinan yang sebetulnya sudah ada sebelum apapun.”
Disaat itu juga aku memutuskan untuk mundur sepuluh langkah,
Karena disaat kalimat itu kelar terlontar,
Adalah bukan suaranya yang kudengar,
Namun Ibunya.
Ibu, sama halnya dengan keyakinan, sudah ada sebelum apapun.
Malam ini aku pamit.
May 10, 2019
May 10, 2019 at 9:17 AM UTC
Kerap kali kita bertanya,
Tuhan, apakah angka adalah pengukur semua?
Waktu, umur, nominal saldo, nilai,
Jarak, kecepatan, durasi, *****
Apakah angka pengukur semua?
Bagaimana dengan kenikmatan, kebahagiaan?
Apakah angka mampu,
Mengukur segala nikmat dan bahagia,
Yang kita jumpai setiap harinya
Lalu, bagaimana dengan ketepatan?
Apakah waktu yang tepat untukku,
Tentu tepat untuk orang lain?
Kembali aku menoleh ke cermin
Kadang aku berlari,
Namun orang lain terhenti,
Resah aku dibuat,
Lalu aku ikut berhenti
Orang lain mulai berlari,
Aku masih nyaman di sini,
Resah aku dibuat,
Aku pun masih berhenti
Bagaimana cara kerja nasib, Tuhan?
Apakah hidup ini memang sebuah perlombaan?
Mengapa aku selalu dituntut stigma,
Bahwa yang paling cepat adalah yang paling bahagia
Sep 1, 2020
Sep 1, 2020 at 11:48 AM UTC
Setiap hari, aku mengintip dirimu dari kaki-kaki langit
Melihat parasmu, yang melumat kewarasanku
Dan akhirnya samudra akan memecah 'kita' menjadi kepingan 'aku' dan 'kamu'
May 29, 2022
May 29, 2022 at 9:29 AM UTC
resah menyambut kala pagi.
terbalut kabut yang menghantui.
aku tersadar,
raga kita terpisah oleh jarak.
menciptakan rindu sebesar jagat, dan ragu seluas semesta.
benarkah kau hanya pergi bersama temanmu, atau malah hilang bersama gadis manis yang menggodamu itu.
benarkah hanya namaku yang tertancap dibenakmu?
aku meragu,
tapi aku cinta kamu.
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:30 PM UTC
Diamku itu
sebentuk kedewasaan
hasil tempaan semesta
Pura-pura rabunku itu
sebentuk kedewasaan
bisikan suruhan semesta
Jarak tubuhku yang sengaja kujauhkan itu
sebentuk kedewasaan
kesadaran yang ditumbuhkan semesta
Mungkin bumi terlalu banyak diputari bulan
mungkin juga ini jawaban doamu
sampai akhirnya membawaku padamu lagi
aku bisa saja menghampiri & menhakimimu
atau memuntahkan segala rasa & pikiran saat itu
Kedewasaanku itu
bukan hanya cerdiknya lidah bertutur manis
kau saksikan sendiri matangku
Memang masih sedikit perih
hantu kenangan buruk yang terpanggil dadakan
Kedewasaanku itu
adalah sebentuk ikhlas
adalah bentuk penepatan janjiku
bahwa tidak akan kuganggu dirimu
Kau tahu tidak?
Mar 1, 2020
Mar 1, 2020 at 8:15 AM UTC
Aku tak bisa mencintaimu dengan lemah.
Yang jorok membenci jarak.
Yang kubisa hanya percaya dan menuliskan puisi sebagai tanda;
Bahwa kata kata adalah tentara yang bergerilya, merambat ke semak-semak.
Membekuk musuh-musuh yang belum berhasil menuju pelukanmu.
Aku tak bisa mencintaimu dengan payah.
Yang aku bisa hanya menuliskanmu di jantung puisi
Membuat namamu berdenyut serindu sekali.
May 14, 2018
May 14, 2018 at 4:50 AM UTC
Ternyata benar,
jarak dan ketidakhadiran fisik adalah alasan mengapa kita menyukai apa yang tidak disukai.
Terkadang paksaan adalah bagian dari hal terindu yang diinginkan manusia;
Bagaimana tidak?
Sejak kapan kau menyukai teh hangat?
Tumis sawi-sawian, bahkan sayur berkuah santan?
Jawabannya sejak kita memiliki jarak dengan ibu.
Saat ketidakmampuan kita untuk melihatnya megiris bawang setiap pagi sehabis subuh
Suaranya yang memekik dari ujung ke ujung.
Kita tidak benar-benar menyukai beberapa hal diatas, kita hanya memaksakan momen agar kita merasa berada pada masa lalu.
Kemudian semakin bertambahnya angka-angka, kita lupa
Jengukan anak-anak adalah vitamin yang ia perlukan
Karena pulang yang sebenar-benarnya adalah saat kita melihat ibu.
B_A
14-15 Mei 2013
May 14, 2019
May 14, 2019 at 6:00 PM UTC
792 kilometer,
sebuah jarak yang tak dekat,
tetapi dapat menyelipkan rasa yang terikat,
berbekal kepercayaan yang kuat,
di samping rasa rindu yang sangat.
Feb 10, 2019
Feb 10, 2019 at 11:19 PM UTC
Deru dan hening turun ke hilir
Ingatan kita hanyut menuju muara
Angin meniupkan wangimu
Rindu menyala di perapian
Melahirkan kehidupan tanpa suara
Sedang awan berdusta tentang hujan
Yang tak seindah dari balik jendela
Namun aku lebih membenci jarak
Yang membangun antara sebelum kita
Nov 22, 2017
Nov 22, 2017 at 12:44 AM UTC
pasal VI: tentang aku dan kau; sebuah rasa dalam diam.
- yang aku percaya, skenario tuhan selalu indah walau tak kelihatan di awal, sebab tentu saja, pemandangan akan lebih nampak anggunnya dari ketinggian. dan ini perkara melihat sesuatu dari direksi yang berbeda, atau bahkan berlawanan. rasa dalam diam.
- perihal rasa yang terus saja terpendam, anggap saja aku hanyalah secuil makhluk yang kagum kepadamu, terlepas dari senyummu yang menawan, atau paasmu yang santun, dan hal "wah" yang mereka utarakan lainnya. rasaku apa adanya, tanpa menuntut apapun darimu.
- mengingat kau dan aku tak pernah bersua dengan sengaja, kurasa, rasarasa yang kumiliki hanya akan bertepuk sebelah rasa, sekedar sapa, dan berujung tanpa kata. toh nyatanya entah aku yang sanggup bertahan ataukah memang aku yang terlalu bodoh karena masih saja bertahan, hitungan tahun tanpa jawaban terus saja membuatku beradaptasi dengan keadaan.
- dan jika dilihat, mungkin hanya usahakulah yang terus membuatku bertahan, melihat segalanya hanya jarak dan jarak yang membuat kita dekat, walau kau masih saja entah purapura tak peduli, atau mungkin memang tak peduli. tapi kuharap kau tak bosan menjadi tempat rasaku bermuara.
- menuntut kejelasan? oh, tentu bukan caraku bermain dengan memaksa kehendak. karena dimataku, rasa bukan hanya sekedar hasrat, melainkan suatu hal yang sensitif, terlepas dari rasionalnya akal. takutku kemudian hari, salah rasaku menetap, kemudian menjadikanku lupa arah pulang sebenarnya.
- sampai nanti di akhir cerita, kau menjawab segala tanya yang tak kuharap terjawab. rasa mu sedikitbanyak memiliki kesamaan denganku, sama2 dalam diam, memilih berdiam diri dalam kediamannya. hanya saja kau lebih mahir, sedangkan aku memilih nyaman dalam zona amatir.
- bahagia? kupikir begitu, mengingat rasa kita sudah samasama berirama, terlepas dari tujuanku yang enggan menjalin hubungan (entah apa alasannya). kukira jawab yang membuatku senang, namun haluan berubah arah. justru jenuh yang kurasa, lelah, dan memilih berpaling di kemudian hari.
prdks.
Apr 2, 2018
Apr 2, 2018 at 9:10 PM UTC
Kenapa-
Tuhan menakdirkan aku dan kamu
tetapi Ia juga menciptakan jarak diantara kita?
Kenapa-
Tuhan menakdirkan aku dan kamu
tetapi Ia juga menanam ego yang kuat
pada masing-masing kita?
Kenapa-
Tuhan menakdirkan kamu dan dia
tetapi Ia membubuh cinta di masing-masing hati kita?
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 1:33 PM UTC
Akankah…
Kita akan terus begini?
Terpisah oleh jarak bermil – mil
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali ke sisi
Seperti saat kita bersama dahulu
Akankah…
Pertemuan pertama kita
Hanya tinggal kenangan?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan melinkupiku dengan sayapmu
Seperti saat kita pertama berjumpa dahulu
Akankah…
Janji kita
Hanya tinggal sebuah janji?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan kita saling mengkaitkan jari
Seperti saat kita berjanji dahulu
Akankah…
Cinta kita
Hanya tinggal sebuah kata?
Walau hanya dalam dunia fatamorgana
Kuingin kau kembali dan berkata
Walau jarak dan ruang memisahkan kita
Aku percaya jika hati t’lah bicara
Takkan ada yang mampu memisahkan kita
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 8:14 AM UTC
Kalau bisa sebenarnya aku ingin mencintaimu dengan sederhana saja
Seperti mendapatimu belum sepenuhnya sadar di sampingku, lalu mengecup lembut keningmu.
Tak peduli waktu yang terus memburu,
jarak yang tak terlipat oleh rindu yang demikian banyaknya.
Namun sayangnya.. hidup tak bisa sesederhana itu
Kalau bisa sebenarnya aku ingin mencintaimu dengan sederhana saja
Bersandar kapanpun yang ku inginkan tak perlu lebih dulu mengundang temaram,
Mendekat kapanpun bibirku rindu di kecup,
Memeluk kapanpun aku rindu detakmu yang cepat.
Namun sayangnya, ingin tak bisa semuanya terpuaskan.
Kalau bisa sebenarnya aku ingin mencintaimu dengan sederhana saja
Siap sedia di sampingmu membisikkan bahwa kamu tak pernah sendirian,
Kamu tak akan ku biarkan gundah tanpa kawan.
Namun sayangnya, kita bukan ikatan pasti.
Maka sayangku, dengan segala kerumitan dan keadaan yang tidak menguntungkan inginku
Aku berusaha tetap mencintaimu
Dengan keberadaanmu yang jarang aku jadi menghargai setiap pertemuan,
Dengan temaram yang menyenangkan aku mencoba berteman dengan gulita.
Dengan ikatan yang tak pernah ada aku berusaha setia
Bukankah itu intinya?
Aku tak akan pernah mencintaimu dengan terpaksa
Kamu tak merantai kaki-kakiku,
Kamu tak menutup mataku,
Aku bisa pergi kapanpun yang aku inginkan.
Namun lihatlah sayang, aku tetap tinggal di sisimu.
Sep 7, 2018
Sep 7, 2018 at 7:46 AM UTC
Andaikan aku dirimu
Akan kulangkahkan kakiku keluar pintu
Melayang seringan bunga kertas
Kan kupenuhi hari-harimu dengan warna indahku
Andaikan aku dirimu
Akan kujelajahi setiap sudut kota
Kutelisik namamu di papan-papan pengumuman
Kucari wajahmu dalam setiap poster iklan
Kan kuceritakan padamu hargamu bagiku
Sambil mengantarmu pulang ke rumah
Andaikan aku dirimu
Aku akan berkawan dengan malam
Kutangisi bintang-bintang jauh yang berpendar lemah
Kemudian kupeluk rembulan dengan erat
Kurayu agar ia mau menyinari jendela kamarmu
Dan sinar lembut sewarna perak menerpa wajahmu
Indah menemani kau yang terlelap
Andaikan aku dirimu
Jikalau nanti kau tak melihat diriku
Aku sedang mencari pulau yang tak dikelilingi air
Biar kuisi dengan lautan kembang api
Agar kau menyaksikan letupan-letupan rindu penuh warna
Merasakan jarak indah yang menyiksa
Jan 31, 2018
Jan 31, 2018 at 10:21 AM UTC
Bukankah kita terlihat begitu jauh?
sementara jarak sudah melipat dirinya begitu lekat, supaya Kau dan Aku
melupakan bahwa semuanya
pernah terjadi dan sudah selesai.
Apa yang diinginkan kata dari Kita berdua?
sepertinya mereka ingin Kau mengeja namaku yang sama sekali sulit diucapkan lidahmu, katamu lidah itu kelu dan kaku. Kau bohong.
Pernahkah Kau menenggelamkan diri
dalam bayangan yang terpantul dari cermin?
seakan mataku mengambang di sana
dan senyumku persis terpahat di bibirmu.
Jawabannya
Aku tahu dan Kau juga tahu.
Mar 7, 2021
Mar 7, 2021 at 7:23 AM UTC
jarak ini amunisi,
yang membuat rindu melesat meledak di dadamu.
sedang tombol 'qwerty' ini seperti belati yang menikam kata kata rindu tajam ke ulu jantungmu.
Aug 30, 2019
Aug 30, 2019 at 1:03 PM UTC