Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"umur" poems
Palembang, Sabtu 8 Januari 2011 Please ... Dont! Jangan buat hidupku rumit lagi, Cinta Cukup! Sudah cukup aku mengenal mu Sekarang aku mau sendiri dulu Yang aku mau hanya memiliki 1000 Sahabat Soal jodoh, tunggulah hingga umur ku 23 Please ... Aku mohon ... Ku lelah memikirkannya terus Aku lelah tuk berlagak sok sempurna Kau kan tahu bahwa aku manusia terbodoh sedunia Tolonglah, cinta Jangan bikin rumit lagi hati ku Sudah cukup yang kemarin Di mana karena ikatan Aku berubah menjadi orang lain Cinta, bila kali ini kau bersungguh Sampaikan pada Tuhan Bahwa aku ingin kembali menjalin cinta Jika Dia memudahkan jalannya
0
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 2:30 AM UTC
Berkata Pada Cinta
Palembang, Sabtu 2 Oktober 2010 Hari ini terjadi lagi Kakak ku yang indah bertambah usia Kini ia berbeda dari 29 tahun kemarin Yang mana masih muda dan polosnya Tak bisa ku berikan apa-apa Kecuali doa yang tak henti ku panjatkan Supaya kakak ku panjang umur Sehat selalu dan cepat menikah Pesanku untuknya, adalah Teruslah ciptakan lirik indah Karena ku suka saat kau berkata Dalam bentuk nada yang indah Pesanku kan ku sampaikan Melalui sinyal-sinyal batin kita Semoga Allah SWT melindunginya Dan biarkan ia hidup bahagia Created By. Aridea Purple To Arlonsy M.
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:43 PM UTC
Doa Untuk Kakak
Desember bersambut hujan, menderas berlukiskan mendung. Sejuk menusuk tulang, yah hujan desember memang tak main - main dan tak tanggung - tanggung, serius. Memelukmu dingin bertubi - tubi. Belajar dari 'hujan desember' Pengorbanan seperti apa yang akan kau ukir untuk membuka pintu kemenangan dakwah ? Setergenang jalan setapak kah, dengan guyuran hujan ? Atau, sesemangat hujan desember kah ? Dengan turunnya susul menyusul melembabkan tanah tahun depan, menyusun rencana agar tanah tak mengering dan gugurlah dedaunan karena cuaca tak menentu .. Segemuruh deras hujan kah ? Berirama dan memberi isyarat bahwa lagi - lagi akan menggenang walau ada saja suara sumbang "aah, hujan turun lagi, sampai kapan " Dan entah akan kembali kah ia, dengan desember yang sama atau justru tertelan waktu dan mati .. Maka, prestasi apa yang telah terukir setahun ini dan rencana - rencana apa yang telah tersusun rapi untuk mendobrak peradaban kelam ini ? Mengembalikan peradaban gemilang "KHILAFAH ISLAMIYAH" .. Mengubur Demokrasi Kapitalisme Sekularisme dan tak bergairah lagi untuk bangkit .. Jangan sampai waktu tak menggenapkan umur . Jangan sampai terlanjur gigit jari, menyesal. Dan, jangan pernah bosan untuk tetap menyeru walau terus dihujat . Demi terterapkannya syari'at islam dan hidup sejahtera dalam naungannya .. Maka, jangan lupa sedekapkan kedua tangan dan berdoalah akan kemenangan islam dipercepat .. Karena hidup adalah IBADAH, AMANAH, dan MUHASABAH .. Allahumma Shayyiban Naafi'an ..
0
Feb 23, 2015
Feb 23, 2015 at 4:51 AM UTC
Be Rain
Desember bersambut hujan, menderas berlukiskan mendung. Sejuk menusuk tulang, yah hujan desember memang tak main - main dan tak tanggung - tanggung, serius. Memelukmu dingin bertubi - tubi. Belajar dari 'hujan desember' Pengorbanan seperti apa yang akan kau ukir untuk membuka pintu kemenangan dakwah ? Setergenang jalan setapak kah, dengan guyuran hujan ? Atau, sesemangat hujan desember kah ? Dengan turunnya susul menyusul melembabkan tanah tahun depan, menyusun rencana agar tanah tak mengering dan gugurlah dedaunan karena cuaca tak menentu .. Segemuruh deras hujan kah ? Berirama dan memberi isyarat bahwa lagi - lagi akan menggenang walau ada saja suara sumbang "aah, hujan turun lagi, sampai kapan " Dan entah akan kembali kah ia, dengan desember yang sama atau justru tertelan waktu dan mati .. Maka, prestasi apa yang telah terukir setahun ini dan rencana - rencana apa yang telah tersusun rapi untuk mendobrak peradaban kelam ini ? Mengembalikan peradaban gemilang "KHILAFAH ISLAMIYAH" .. Mengubur Demokrasi Kapitalisme Sekularisme dan tak bergairah lagi untuk bangkit .. Jangan sampai waktu tak menggenapkan umur . Jangan sampai terlanjur gigit jari, menyesal. Dan, jangan pernah bosan untuk tetap menyeru walau terus dihujat . Demi terterapkannya syari'at islam dan hidup sejahtera dalam naungannya .. Maka, jangan lupa sedekapkan kedua tangan dan berdoalah akan kemenangan islam dipercepat .. Karena hidup adalah IBADAH, AMANAH, dan MUHASABAH .. Allahumma Shayyiban Naafi'an ..
Continue reading...
17
Jumat, 13 Agustus 2010 Sekarang aku makin dewasa Bapak... Mamak... Aku... Anakmu kini 15 tahun Ya Allah Terima Kasih atas Rahmat-Mu Bapak, maaf bila esok ku tak berguna Mamak, maaf bila esok ku gagal Ya Allah, ampuni Hamba Semakin dewasa, semakin ku berdosa Tak sanggup aku melawan rasa itu Aku telah bercinta... Bercinta dengan nya Ku tahu dia tak pernah di sini Tuhan... Tuntunlah aku pada-Mu Aku merasa hina di hadapan-Mu Aku merasa hina di belakang orang tua ku Ampuni Hamba Ya Allah... Ku tahu t'lah berdosa Oh Tuhan, Aku bercinta dengannya di dalam khayal Creates by. Aridea .P
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:38 AM UTC
#>Umur;>Dosa#
Selamat ulangtahun anakku Sudah dewasa kau kini.... Bertambah2lah kau bijak Pandai2lah kau bergaul Biarlah ucap dan lakumu baik Orang akan memperhitungkan engkau Selamat ulangtahun anakku Dewasa bukanlah jumlah umur Bukan pula besar tubuh Apalagi tinggi badanmu Rendahkanlah hati Berbagi dan peduli yang lain Itulah dewasa yang sesungguhnya Selamat ulangtahun anakku Terbanglah tinggi setinggi citamu Lepaskalah segala belenggu yang mencekam dan menahanmu Untuk maju dan maju Menapak dikesuksesan yang menunggu Selamat ulangtahun anakku Ingin kuucapkan kata2 ini Sampai usiaku tinggi Menggapai Sang Khalik
0
Mar 22, 2017
Mar 22, 2017 at 9:32 PM UTC
Ulang tahun
Kerap kali kita bertanya, Tuhan, apakah angka adalah pengukur semua? Waktu, umur, nominal saldo, nilai, Jarak, kecepatan, durasi, ***** Apakah angka pengukur semua? Bagaimana dengan kenikmatan, kebahagiaan? Apakah angka mampu, Mengukur segala nikmat dan bahagia, Yang kita jumpai setiap harinya Lalu, bagaimana dengan ketepatan? Apakah waktu yang tepat untukku, Tentu tepat untuk orang lain? Kembali aku menoleh ke cermin Kadang aku berlari, Namun orang lain terhenti, Resah aku dibuat, Lalu aku ikut berhenti Orang lain mulai berlari, Aku masih nyaman di sini, Resah aku dibuat, Aku pun masih berhenti Bagaimana cara kerja nasib, Tuhan? Apakah hidup ini memang sebuah perlombaan? Mengapa aku selalu dituntut stigma, Bahwa yang paling cepat adalah yang paling bahagia
0
Sep 1, 2020
Sep 1, 2020 at 11:48 AM UTC
Pesan untuk sahabatku.
Umur berpihak dengan raga menahan gejolak membara jiwa umur menggengam hati dan berdoa "tuhan, jangan kau membuatnya buta mengejar idealisme, terkekang fatamorgana. kembalikanlah ia, ke mana hidup menuruti realita." umur makin takut melihatnya mendobrak dinding bata batasnya dengan dunia "Tiada guna, di luar sana kau hanya akan binasa, ku hanya memiliki cinta dan ku tak ingin kau kecewa..." "Bukan cinta bila tangisan membanjiri mata, bukan kasih jika wilayah ditempa membatasi ruang bermuara semua perilaku hina padaku tertimpa ku terima dengan hati leluasa tanpanya ku tak akan bermetamorfosa jangan kau berlara-lara melihat juangku yang remaja kekacauan ini indah membuatku merasakan untuk kali pertama hidup tiada kesempatan kedua."
0
Nov 4, 2019
Nov 4, 2019 at 12:12 PM UTC
Indah, Kacau
ada yang lain di bibirmu yang mekar ketika melihat sesuatu yang indah bukan— bukan kita. ada yang lain di matamu yang memanja nyawa-nyawa lainnya seperti melihat kenyataan yang cantik sekali bukan— bukan kita. ada yang lain dari langkahmu yang luar biasa kuatnya seperti anak umur 5 tahun yang mengejar lenglayangan di ujung lapang—gembira. ada yang lain dariku kosong sekali linu nya masih ada namun ada yang tak kunjung kembali kita yang katamu sungguh berantakan.
0
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 11:53 AM UTC
Yang Katamu Sungguh Berantakan.
Menuju Maret, pagi-pagi matahari meninggi sambil menyeduh minuman penolak kantuk. Sesekali ia aduk minuman di gelas melawan arah jarum jam. Katanya agar berbeda, Padahal sedari dulu ia sudah berbeda. Pagi-pagi matahari cepat meninggi Mungkin membawa kabar dari Bapak menyertakan terimakasih. 'Terimakasih' suara bapak dari ponsel genggam buatan negara berkelopak mata monolid. Menuju Maret hati yang disini berduka. Menolak umur ditambah dengan satu angka, Belum lagi kalau dia ingat suara pintu pagar besi yang dimainkan anak-anak tetangga. Rindu katanya, Ia belum pulang, sebagian jiwanya sedang bermain pasir di masa lalu. Tapi ia malah lari mengejar lagi. 'Sudah cukup, aku mau ikut' katanya Sekarang ia siap, menuju Maret dan segala kebaikan di dalam dan setelahnya. B_Art 07-Feb-2019
0
Feb 6, 2019
Feb 6, 2019 at 10:36 PM UTC
Khatam
Setelah lihat status temanku, aku tersadar . Begini tulisan di status nya "Karena takdir tak selalu sesuai rencana, itulah mengapa di setiap do'a ada semoga." Semoga panjang umur, semoga sehat selalu, semoga cepat sembuh, semoga bahagia, dan semoga yang lainnya. Kita semua itu berharap pada satu hal, yaitu berharap agar sesuatu yang kita inginkan bisa terwujud sesuai rencana. Terlepas dari adanya takdir yang sudah mengatur semuanya menjadi sedemikian rupa. Semoga kata semoga yang dipanjatkan bisa terwujud tanpa ada kendala di perjalanan nya. Semoga bahagia.
0
Aug 7, 2019
Aug 7, 2019 at 10:27 AM UTC
self reminder
Terang bulan, padahal ini tertulis di pukul enam yang masih berembun setelah fajar Ntah bagaimana yang muncul adalah terang bulan. Bukan mengenai kisah anak-anak yang dipaksa meminta-minta, menjual kerupuk tiga ribuan. Hari ini terang bulan muncul lebih awal, dua belas jam lebih awal. Siapa yang tau isi kepala yang ditutupi rambut hitam orang-orang? Seperti apa terang bulan yang ada di dalam pikirannya? Terang bulan diisi dengan ketakutan-ketakutan bertambahnya angka pada umur. Merasa ada yang salah dengan putaran waktu, Ia belum siap ternyata. Sementara hari tidak menunggu apapun, bahkan detiknya. Terang bulan tidak benar-benar ada, ia hanya muncul saat orang-orang sedang bahagia yang serupa. Selebihnya adalah sabit di ujung bulan yang kadang muncul sekadarnya. B_A 11 Maret 2020
0
Mar 10, 2020
Mar 10, 2020 at 8:11 PM UTC
Bukan Terang Bulan
Hidup dalam "zaman" baru yang terasa di dalam sangkar, Terperangkap seperti binatang buas, Hampir dua tahun umur dibazir untuk menatap nasib, Imaginasi permulaan tahun baru kian terpudar, Halus di udara menjejas kehidupan, Manusia masih mengharap agar "kamu" terhapus.
0
Jul 20, 2021
Jul 20, 2021 at 11:14 AM UTC
Covid-19