Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"tanganmu" poems
Palembang, 25 Desember 2011 For my beautiful Mom: Mama, kamu cantik Tanganmu melentik indah saat mencuci baju kami Mama, kamu sungguh cantik Badanmu bagus melenggok saat memasak untuk kami Mama, kamu benar-banar cantik Sekalipun kamu sedang terlelap di tidurmu Mama, kamulah harta tak ternilai bagi kami Harta wajib yang harus kami bawa kemanapun kami melangkah Kamulah semangat pagi kami tuk menghadapi dunia Kamulah alasan kami bertahan hidup sampai sekarang Harapan kami adalah tuk membahagiakanmu selamanya Pikir kami kata Terima Kasih takkan pernah cukup tuk membalas kasih mu Mama, kamu cantik setiap hari Di mata kami kamulah hal yang terindah yang kami punya Di dunia ini tak ada pahlawan seikhlas dirimu Kamu terus bertahan meskipun kadang air mata menyertaimu Kamu terus menebarkan senyummu di waktu kami resah Mama, kamu tegar setegar batu karang Mama, kamu bersinar mengalahkan sinar Matahari Mama, kamu sejuk sesejuk embun di pagi hari Mama, kamu sehangat dekapanmu pada kami Mama, kami mencintaimu Mama, terima kasih atas cintamu selama ini Terima kasih atas pengorbanan mu kepada kami Maafkan kami yang pernah membuatmu menangis Maaf atas tingkah kami yang menjengkelkan hatimu Kami percaya dan tahu bahwa kamu tahu betapa kami mencintaimu, Mama
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:41 AM UTC
Mama I
Selasa, 15 Juni 2010 Ku ingin s'lamanya Mendengar indahnya suaramu Melihat rupawan wajahmu Ku ingin sekali saja Menyentuh hangat tubuhmu Menggenggam erat tanganmu Memeluk erat tubuhmu Mencium pipimu Kakak... Ku ingin s'lamanya Mengagumi dirimu Mencintai ragamu Memiliki jiwamu Created by. Aridea .P
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:46 AM UTC
Ku Ingin S'lamanya
seluruh hidup, kau akan berdengung menyanyikan lagu selamat tidur ke telinga ini, dan di tempat tidur mati ini akan menjadi semua saksi.. suatu hari ku kan memuat sebuah memoar di dalam genggaman tanganmu..diiringi sebuah melodi terputus-putus dan bergetar.. mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..seperti sebuah daging yang diangkat dari sinar matahari mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..dan tulisan berakhir tanpa sebuah resolusi..sebuah revolusi sebuah kesudahan perlahan, meleleh, melebur melalui ruang dan waktu ke dalam diri lagi..kebutuhan sebuah realita akan menjadi hampa.. mereka berteriak kepada kehampaan “oh wahai kosmos, oh cahaya suci!”.. ia akhirnya belajar dari sebuah bayangan tidak hanya pada kegelapan dan kepada mereka yang tidak percaya pada sebuah proses, kelak akan menjadi akar yang busuk di dalam sebuah kandungan.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:47 AM UTC
Revolusi dalam Kandungan
Palembang. 24 Desember 2011 Ku panggil namamu Kamu ucapkan Selamat Tinggal! Aku raih tanganmu Kamu terus berjalan melepaskan genggamanku Aku menghampirimu di bangku taman Kamu beranjak pergi tanpa sepatah kata Ku bawakan buku favorit mu di perpustakaan Kamu malah membeli buku yang sama Kamu bagaikan kenyataan di masa depan Sungguh tak sanggup aku tuk menebakmu Tak mampu aku memenuhi semua kebutuhanmu Kamu pun tak pernah angkat bicara Apa mau mu? Aku terjatuh, kamu diam saja Apa yang ada di pikiranmu? Aku bicara, kamu memalingkan wajah Aku sakit, kamu tak tahu Aku menjauh, kamu mengejarku Aku menghilang, kamu mencariku Oh sayang, aku tak tahu apa mau mu
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 7:47 AM UTC
Apa Mau Mu
sekali kau berbicara jujur mereka akan mematahkan hati mu. jangan pernah melihat mata mereka, karena akan membuat perasaanmu tercabikcabik ku rekomendasikan kau tuk jaga jarak, karena sekali kau dapat, kau hilang kontrol. jangan pernah jatuh cinta, simpan di lubang kesepianmu yang dalam ambillah pengalaman bahwa bertindak depresi adalah konyol. jangan pernah berbicara jujur. jangan pernah. karena seseorang yang kau cintai akan berbuat yang sama kepadamu. kalau mereka melepas tanganmu, dan menjatuhkan mu, dan kau jatuh… kau hanya berakhir untuk berpura-pura kepada semua orang bahwa semua tidak pernah terjadi apa-apa.. kau tahu….kadang.. tawa tersedih adalah yang terkeras.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 7:19 AM UTC
Hidup yang sama saja
Temukan aku, cari aku Hancurkan aku, remukkan aku Caci diriku hinakan jiwaku Buat aku berlutut menangis di hadapanmu Hempaskan tubuhku rebahkan kepalaku Lakukanlah, hancurkan diriku. Tapi ketika saatnya tiba Ulurkan tanganmu, raihlah kepalaku Berjongkoklah, sentuh pipiku Elus rambutku hapus air mataku Tundukkan kepalamu, dekatkan ke telingaku Bisikkan padaku sebuah kata dari dalam hatimu Hembuskan padaku sebuah harapan Lantunkan lagu itu, lagu kehidupan Tatap mataku, ajak aku berdiri Pandang wajahku, yakinkan aku Genggamlah tanganku sementara kau mulai melangkah Peluk erat jariku dengan jemari lentikmu Berikan hangat tubuhmu, genggam erat tanganku Ayunkan kakimu, berlarilah Bawa aku bersamamu, beri aku jalan Menolehlah sesekali ke belakang Aku akan tetap berada di sana Memandangi jemarimu memeluk jemariku
0
Aug 27, 2017
Aug 27, 2017 at 2:11 AM UTC
Kau, Rasa Sakit Sekaligus Obatku
Justru inilah yang tak pernah bisa ku pahami; kamu mengenal aku seperti belakang tanganmu sendiri kamu itu selalu memiliki pilihan untuk jadi bahagiaku di siang dan malam atau buatku tenggelam dan tersesak dalam dinginnya diam namun pilihan kedua selalu menjadi pilihan favorit mu pun kamu tau bahwa dulu itu menjadi alasanku tinggalkanmu
0
Aug 2, 2015
Aug 2, 2015 at 9:45 PM UTC
Diam
melihat matamu kerap kau basahi bibir pipi kamu kemerahan tatkala aku sahut namamu redup hari itu tenang kamu kelihatan indah, indah seperti hari biasa cuma hari ini aku rasa lain hati aku berbisik tangan lembut ini yang menyamankan yang sentiasa ada tatkala aku gusar gelisah aku tentang kamu cuma satu --andai aku tidak layak untuk kamu tanpa segan perlahan kau dekati aku sambil itu kau belai tangan aku, seperti meletak harapan "--aku tahu, fikiran kamu dalam tentang aku. namun sayang ingatan kamu tentang aku adalah salah. apalah rasa ini, andai tiada yang ikhlas untuk memegangnya? telah aku pilih kamu untuk jadi ratu maka, jangan kau gentar pimpin aku akan selalu tanganmu" dia itu adalah bijaksana sentiasa tahu dan selalu tahu resah aku yang tiada habis lalu Tuhan pinta aku mahu dia sentiasa selamat -f 1048pm oct 2nd
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 10:48 AM UTC
Untitled
melihat kamu meluru laju dan melambai biarpun jauh, hatimu aku baca lantas aku bilang maaf pantas dan cepat aku meluah jelas setiap rasa aku khabarkan sayangku, hakikat dunia tiada siapa mahu sunyi namun aku harus gagahi jua rasa ini andai ada hari kita tidak bersua seperti ini lagi dalam tidur aku sentiasa ku rasa dakapmu dan dalam setiap hariku, sentiasa indah dengan wujud imaginasi aku tentang kamu sayang, bukan kah amaran dunia pada kita sudah jelas? tentang rindu yang tak bersahutan cerita perasan yang sentiasa dan selamanya tak pasti dan sentiasa aku pinta kamu untuk terus percaya aku lalu lembut tanganmu menyapa aku meminta aku berhenti entah kenapa dalam diam dan biacaraku berhenti aku rasa nyaman dalam dakapmu mungkin ada pekara yang patutnya aku diamkan --mungkin ragu aku adalah sama resah hatinya mungkin. ? -f 1030pm oct 2nd
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 10:08 AM UTC
keliru
Bapak ... pada senja kali ini , entah mengapa aku ingin saja mengenangmu kemarin ,aku melihat kau begitu parau ,gelegar suara tawa yg tdk lagi seriang dulu Wajah keriput sudah tdk semulus dulu sewaktu muda . Bahkan aku tidak pernah ingat kapan terakhir kali aku mencium keningmu .. mencium tanganmu Ya rabb , maafkan
0
Mar 16, 2015
Mar 16, 2015 at 5:16 AM UTC
Untitled
Oh, Lihatlah! Kamu bersama pasangan barumu! Berjalan diantara kerumunan sambil memegang tanganmu! Menggengam tangan kecilmu dan juga hatimu! Oh, Indahnya! Kamu tersenyum bersama pasangan barumu! Meninggalkan semua yang ada dipikiranmu! Mencubit pipimu jika ia mau! Oh, Astaga! Aku masih mencintaimu! Tapi kita berdua tau bahwa aku tidak akan pernah bisa kembali kepadamu! Buanglah perasaanmu jauh-jauh! Oh, Sungguh! Janganlah kembali kepadaku! Karena kita berdua tau, bahwa aku sudah tidak pantas bersamamu!
0
Dec 19, 2018
Dec 19, 2018 at 9:20 AM UTC
Oh, Lihatlah!
Pertama kalinya kugenggam tanganmu Satu kembang api dipantik dari ulu hatiku Seribu lainnya menyusul saat jemari kita saling bertaut Menghiasi langit malam dengan pendar menggoda Hitam pekat dibasuh percik api warna-warni Kusaksikan dengan jelas saat kutatap wajahmu lekat-lekat Kala itu tak satupun kata berhasil kita ucapkan Namum dalam hati, tiap detik kulayangkan ribuan doa dan segala mantra : "Tuhan sang empunya dunia ini, hendaklah hentikan waktu sejenak untuk hambamu ini. Atau panjangkanlah malam sebelum mentari terbit nanti. Terima kasih Engkau turunkan bidadari, tepat disebelah hambamu ini". Rambutmu bagaikan ombak musim panas Bergulung-gulung indah harum manis bergairah Namun dadaku layaknya laut dikala badai Gemuruh layaknya seribu ksatria berkuda Inginku berteriak sekencang-kencangnya Gemanya terdengar sampai kampung Ayah-Ibuku Jikalau nun jauh di belahan dunia sana Seseorang berhasil menginjakkan kakinya di bulan Inginku umumkan pada dunia Malam itu akulah manusia pertama yang berhasil menggenggam bulan Akulah pungguk yang melawan seluruh hukum gravitasi Akulah pungguk yang tak lagi merindukan bulan Kalau saja bisa, saat itu juga Ingin kutuliskan berlembar-lembar puisi cinta Ingin kupetik gitar dan bersenandung mesra Karena bisikan lembutmu melantunkan hasrat hidup Tatapan sayumu membiaskan mimpi-mimpiku Senyuman indahmu melukiskan harapan-harapanku Mimpi dan harapan seorang lelaki biasa Menghabiskan hidup dengannya, tuan putriku ratuku, malaikatku, wanitaku yang istimewa
0
Jun 4, 2018
Jun 4, 2018 at 12:31 PM UTC
Kugenggam Tanganmu
Pertama kalinya kugenggam tanganmu Satu kembang api dipantik dari ulu hatiku Seribu lainnya menyusul saat jemari kita saling bertaut Menghiasi langit malam dengan pendar menggoda Hitam pekat dibasuh percik api warna-warni Kusaksikan dengan jelas saat kutatap wajahmu lekat-lekat Kala itu tak satupun kata berhasil kita ucapkan Namum dalam hati, tiap detik kulayangkan ribuan doa dan segala mantra : "Tuhan sang empunya dunia ini, hendaklah hentikan waktu sejenak untuk hambamu ini. Atau panjangkanlah malam sebelum mentari terbit nanti. Terima kasih Engkau turunkan bidadari, tepat disebelah hambamu ini". Rambutmu bagaikan ombak musim panas Bergulung-gulung indah harum manis bergairah Namun dadaku layaknya laut dikala badai Gemuruh layaknya seribu ksatria berkuda Inginku berteriak sekencang-kencangnya Gemanya terdengar sampai kampung Ayah-Ibuku Jikalau nun jauh di belahan dunia sana Seseorang berhasil menginjakkan kakinya di bulan Inginku umumkan pada dunia Malam itu akulah manusia pertama yang berhasil menggenggam bulan Akulah pungguk yang melawan seluruh hukum gravitasi Akulah pungguk yang tak lagi merindukan bulan Kalau saja bisa, saat itu juga Ingin kutuliskan berlembar-lembar puisi cinta Ingin kupetik gitar dan bersenandung mesra Karena bisikan lembutmu melantunkan hasrat hidup Tatapan sayumu membiaskan mimpi-mimpiku Senyuman indahmu melukiskan harapan-harapanku Mimpi dan harapan seorang lelaki biasa Menghabiskan hidup dengannya, tuan putriku ratuku, malaikatku, wanitaku yang istimewa
Continue reading...
30
Kau duduk dalam diam Segaris senyum kau tebar Aku yang lemah menyerah kalah Membakar omong kosong Menciptakan bara apiku Aku terpaku, pertama kalinya bagiku Suara renyah bergairah Menggelitik daun telinga Mendarat indah di relung hati Tak perduli yang kau katakan Aku hanya ingin mendengarkan Ingin rasanya kugenggam tanganmu Menculikmu dengan gagah berani Layaknya ksatria dan kau sang putri Menyibak rambut ombakmu Kusematkan bunga Yang kita petik bersama Namun... Aku bukanlah ksatria Dan kau sendirilah pemilik kastil itu Tak ada bunga mekar yang bisa kupetik hari itu Namun di lain hari kuharap kita bertemu lagi
0
Sep 29, 2017
Sep 29, 2017 at 4:58 AM UTC
Pertama Kalinya
kekasih, sebelum takdir melenyapkan tubuhku dan takbirku menjadi sesuatu yang senyap ajari aku mencintaimu: ajari lidahku menyebut namamu ajari mataku melihat parasmu ajari telingaku mendengar suaramu ajari tanganku memegang tanganmu ajari kakiku melangkah padamu sekali lagi agar aku, kekasih, yang cuma hamba sahaya ini bisa merdeka merdeka adalah berada di haribaan cintamu sepanjang waktu
0
Oct 1, 2017
Oct 1, 2017 at 8:32 AM UTC
ajari aku
Tulisan tanganmu Surat darimu Membuat ku terbangun dari mimpi indah yang panjang Kutarik simetris bibir ini Tak sanggup Ketika kucoba menampakkan raut bahagia Tak bisa Hati ini terus menjerit Menangisi segalanya Menerjang batas logika Emosi seorang wanita
0
Jan 5, 2017
Jan 5, 2017 at 3:00 PM UTC
RASA
Kau yang menyibak beliung demi pelangi Mengulurkan tanganmu ke dalam gelap Mengumpan senyum pada bara arang Memberi warna pada langit abu-abu Kau yang mengusik tirai gelap selimut jiwaku Merentangkan tangan pada amuk badai Meneteskan cahaya pada awan kabut Mengurai jerat muak dan kecewa Mungkin esok pagi Kau akan membenciku Selagi malam Ingatlah aku dalam-dalam
0
Jan 4, 2018
Jan 4, 2018 at 2:39 AM UTC
Esok Kau Benci
Dik, tidak ada yang salah dari 6 tahun yang berlalu Harapan dan batasan-batasan yang kau buat sendiri melalui ketikan pada ponselmu Tidak ada yang bisa melawan garis-garis pada telapak tanganmu Jangan tunggu yang tidak menemui ayahmu Berhentilah memikirkan sepeda biru yang pernah kita bahas Tidak ada yang salah pada garis tanganmu Jilatlah, Ia kumpulan garis-garis yang membentukmu 26 April '20 _BA
0
Apr 26, 2020
Apr 26, 2020 at 6:51 AM UTC
Menjilat Tangan Sendiri