Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Kau duduk dalam diam Segaris senyum kau tebar Aku yang lemah menyerah kalah Membakar omong kosong Menciptakan bara apiku Aku terpaku, pertama kalinya bagiku Suara renyah bergairah Menggelitik daun telinga Mendarat indah di relung hati Tak perduli yang kau katakan Aku hanya ingin mendengarkan Ingin rasanya kugenggam tanganmu Menculikmu dengan gagah berani Layaknya ksatria dan kau sang putri Menyibak rambut ombakmu Kusematkan bunga Yang kita petik bersama Namun... Aku bukanlah ksatria Dan kau sendirilah pemilik kastil itu Tak ada bunga mekar yang bisa kupetik hari itu Namun di lain hari kuharap kita bertemu lagi
0
Sep 29, 2017
Sep 29, 2017 at 4:58 AM UTC
Pertama Kalinya
Kau duduk dalam diam Segaris senyum kau tebar Aku yang lemah menyerah kalah Membakar omong kosong Menciptakan bara apiku Aku terpaku, pertama kalinya bagiku Suara renyah bergairah Menggelitik daun telinga Mendarat indah di relung hati Tak perduli yang kau katakan Aku hanya ingin mendengarkan Ingin rasanya kugenggam tanganmu Menculikmu dengan gagah berani Layaknya ksatria dan kau sang putri Menyibak rambut ombakmu Kusematkan bunga Yang kita petik bersama Namun... Aku bukanlah ksatria Dan kau sendirilah pemilik kastil itu Tak ada bunga mekar yang bisa kupetik hari itu Namun di lain hari kuharap kita bertemu lagi
29/09/17
ga
Written by
Sep 29, 2017
Sep 29, 2017 at 4:58 AM UTC
Request permission to use this poem