"sekeping" poems
Sukarkah sekeping hati seorang wanita itu di fahami?
Is it too difficult
To understand a woman's heart?
Just her piece of heart
Hati wanita
A woman's heart
Kadangkala keras membatu
Sometimes too hard
Bak kerikil di jalanan
Just as hard as the stones
in the streets
Sekeuat ketulan ais di Antartika
as tough as an iceberg in Antartica..
Hati wanita
A woman's heart
Kadangkala dingin membeku
Sometimes as cold as ice
Kadangkala luka merah berdarah
Sometimes as red as it bleeds
Kadangkala duka bungkam dan lara
Sometimes too sad, almost grieving
Kadangkala tenang putih suci bak salju
Sometimes too calm, too pure
as white as the snow
Kadangkalanya selembut bulu pelepah
Sometimes as soft the feathers
Hati wanita
A woman's heart
Damai yang dicari
Always Searching for a peaceful soul
Langit tinggi ingin di gapai
Searching in the sky so high
Terbang jauh mencecah awan..
Flying up in the blue blue sky
Bahagia yang didamba...
Every woman seeks happiness
Hanya tersemat di dalam hati
Yet locking the desires at heart
Tersimpan seribu rahsia wanita
misteri.......
A woman's heart like an untold tales
the safest place where secrets and mysteries are sealed..
Selamanya di hati seorang bernama wanita
tightly sealed in a woman's heart forever.....
May 7, 2014
May 7, 2014 at 1:35 PM UTC
Bagi anda sekalian
Yang meranggas merana
Di pintu sesal, sesegukan,
Saya menjual mawar merah meradang;
Khusus ditanam untuk menebus dosa-dosa.
Hanya dengan seisak air mata dan kepalsuan
Anda bisa mendapatkan:
1. Sekuntum bunga jelita
2. Semaksiat dusta terulang
3. Seampun tangis di ujung mata
Silahkan memilih salah satu yang
Paling ingin di sia-siakan.
Semoga memuaskan.
Feb 8, 2016
Feb 8, 2016 at 8:49 AM UTC
Ada hal yang terlalu indah.
Tak bisa di jamah,
Pembicaraan dengan mu yang mengusik kalbu ,
Menambah candu pada irama suaramu.
Singkat , penuh arti.
Kau yang terlalu pemalu,
Aku yang begitu terpaku.
Ingin bercakap hingga lupa waktu.
Namun gengsi masih terbelenggu.
Diam-diam menatap ,
Diam-diam bergejolak,
Matapun saling menatap,
Garis senyum mulai terkuak.
Kita sama-sama saling
Saling tahu,
Saling ingin,
Dan tak saling mengungkapkan,.
Sore yang mnjadi saksi mata,
Pada pembicaraan di meja kedua,
akan sekeping hati yang kian pasrah,
Rasa Ketidakpastian yang ditelan mentah,
Menjadi tema pembicaraan yang kian membetah.
Sejatinya, harapan kian menggersang,
Mengikis hati tanpa bak diiris pedang,
Dan semakin rasa ini mendalam,
Semakin menumbuh renjana dalam diam.
-Tan
May 30, 2020
May 30, 2020 at 6:15 AM UTC
aku ingin lebih banyak lagi,
lebih banyak menangis
menangis oleh sekeping lagu yang melintas,
komidi gambar dengan alur sederhana,
buku dengan pancawarna cerita
aku ingin lebih banyak lagi,
mencecap segala rasa yang tak sempat kuarungi
bukankah,
seniman begitu hebat?
Aug 15, 2022
Aug 15, 2022 at 12:08 AM UTC