Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"pikiran" poems
Palembang, 22 Juni 2011 Api itu hampir merajai waktu Merenggut harta benda tanpa ampun Mangarang tubuh yang sesepuh Duduk pun terdiam di kursi besi butut Kekuatan api bagai Sang Supernova Membumbung tinggi tak ada yang terjaga Meletup-letup bagai haus dan lapar Tinggallah hamparan abu di senja tiba Sebelum fajar menyingsing indah Berisik di tengah jalan sirine mengulang Langkah kaki mondar-mandir yang tentu arah Bergotong royong pun dengan peluh dan baju basah Ku duduk terdiam terpaku Setengah melamun di sebelum senja muncul Ku tersadar pun di tengah padam lampu Dan ku lihat Monalisa tersenyum pada ku Ku duduk bersimpuh di kaki Menunduk dan berharap ini hanya mimpi Dan aku bangkit tuk lihat situasi Ku dengar mayat rapuh bagai tiada arti lagi Tak mampu tumpah air mata Hanya tubuh kaku mati rasa Pikiran yang ingin selalu waspada Mental ini rapuh butuh udara Abu terasa di mana-mana Terinjak, menyatu dengan tanah Menutup mata kini selaalu terjaga Menjaga hari tanpa Supernova 9 Juni penuh cerita Di bawah tangisan dan panikan Wanita memasak dan menjaga anak Pria bahu membahu membangun rumah
0
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:26 AM UTC
Cerita Semi (9 Juni 2011)
Palembang, Selasa 21 Juni 2011 Aku punya mimpi mulia Butuh seribu tahun tuk menggapainya Ku tak serius, hanya mengira Karena ku selalu tak sempurna tuk jalaninya Hingga betisku biru Lututku lecet Bobot tubuhky berlipat Sampai pikiran ku sangat terbebani Hanya dapatkan phobia sesaat Saat api kulihat di mata tepat Mulutku kelu ludahku kering dan aku berkeringat Dan tersadar tak satupun peduli aku di malam pekat Ingat hanya aku tahu semampunya Tak buktikan apa-apa yang telah ku buat Orangpun merendahkan aku bagai tersiksa Tak bisa ku membela sendiri karna tlah telat Sadar-sadar di hari nan senja Bahwa ku makan hanya sisa saja Ku terima karena ku akui aku memang suka Berharap perbaikan akan datang mangubah semua Nama-Nya selalu ku sebut di setiap masa Meski aku dan Dia tahu bahwa aku masih salah Namun salahkah aku masih ingin dicinta? Kepalaku berat bagai hampir tak bernyawa
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:28 AM UTC
Short Story
voice over: narrator Pemberitahuan terakhir disuarakan, keberangkatan pesawat tujuan Frankfurt Airport akan lepas landas tak lama lagi lagi, orang-orang bersiap masuk kabin. Ada satu hal yang terlintas di pikiran Atlas; ia tahu Venus tidak akan datang. Tidak dalam hitungan waktu tiga puluh menit, sepuluh menit, apalagi lima menit. Percuma saja menunggu, Venus benar-benar tidak datang. Perpisahan mereka sudah berlangsung semalam, pertemuan terakhir yang berhasil membuat Atlas berkali-kali memutar ulang seluruh adegan, mendengar suara gelak tawa mantan pacarnya dalam benak khayal, membayangkan senyuman Venus yang ia lukiskan untuknya terakhir kali. Pertemuan terakhir mereka kemarin bahkan tidak terasa seperti perpisahan, namun tetap bagi Atlas terasa begitu janggal. Mungkin karena terlalu tiba-tiba dan cepat, pertemuan terakhir yang merupakan perpisahan, pertemuan terakhir paling bahagia dan paling sedih, yang juga menyudahi hubungan singkat mereka. Sejenak Atlas merasa sendu. Dalam lubuk hatinya masih sesekali berharap Venus meneleponnya, mengatakan bahwa ia akan datang mengucapkan selamat tinggal. Namun, nyatanya ucapan selamat tinggal Venus hanya berupa memori-memori tentangnya; seratus hal yang tertanam sejati di dalam hati Atlas mengenai segala hal tentang kejanggalan perempuan itu, gelak tawanya, senyumanya, aroma tubuhnya, kerlingan matanya, rambut hitam tebalnya, wajah pemikirnya, serta sosoknya yang seringkali membuat dirinya bertanya-tanya; kisah apa saja yang tidak diketahuinya, yang pernah terjadi dalam sejarah hidupnya sehingga membentuk pribadi sepertinya yang begitu terlihat bagai keajaiban seni paling nyata di mata Atlas? Baginya, Venus adalah sebuah takdir dan keajaiban menjadi satu. Dan, ia tidak akan pernah ada niat untuk melupakannya.
0
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:56 AM UTC
daydreaming part 2: tentang perpisahan
voice over: narrator Pemberitahuan terakhir disuarakan, keberangkatan pesawat tujuan Frankfurt Airport akan lepas landas tak lama lagi lagi, orang-orang bersiap masuk kabin. Ada satu hal yang terlintas di pikiran Atlas; ia tahu Venus tidak akan datang. Tidak dalam hitungan waktu tiga puluh menit, sepuluh menit, apalagi lima menit. Percuma saja menunggu, Venus benar-benar tidak datang. Perpisahan mereka sudah berlangsung semalam, pertemuan terakhir yang berhasil membuat Atlas berkali-kali memutar ulang seluruh adegan, mendengar suara gelak tawa mantan pacarnya dalam benak khayal, membayangkan senyuman Venus yang ia lukiskan untuknya terakhir kali. Pertemuan terakhir mereka kemarin bahkan tidak terasa seperti perpisahan, namun tetap bagi Atlas terasa begitu janggal. Mungkin karena terlalu tiba-tiba dan cepat, pertemuan terakhir yang merupakan perpisahan, pertemuan terakhir paling bahagia dan paling sedih, yang juga menyudahi hubungan singkat mereka. Sejenak Atlas merasa sendu. Dalam lubuk hatinya masih sesekali berharap Venus meneleponnya, mengatakan bahwa ia akan datang mengucapkan selamat tinggal. Namun, nyatanya ucapan selamat tinggal Venus hanya berupa memori-memori tentangnya; seratus hal yang tertanam sejati di dalam hati Atlas mengenai segala hal tentang kejanggalan perempuan itu, gelak tawanya, senyumanya, aroma tubuhnya, kerlingan matanya, rambut hitam tebalnya, wajah pemikirnya, serta sosoknya yang seringkali membuat dirinya bertanya-tanya; kisah apa saja yang tidak diketahuinya, yang pernah terjadi dalam sejarah hidupnya sehingga membentuk pribadi sepertinya yang begitu terlihat bagai keajaiban seni paling nyata di mata Atlas? Baginya, Venus adalah sebuah takdir dan keajaiban menjadi satu. Dan, ia tidak akan pernah ada niat untuk melupakannya.
Continue reading...
4
Hidup dengan segala problematikanya sejenak senang sejenak tenang sejenak buram sejenak suram Matahari bawaku cahaya Tapi aku kepanasan Hijab bawaku perlindungan Tapi aku tertutup Pohon bawaku udara Tapi aku tumbangkan untuk wi-fi Ini baik tapi ini buruk. Lalu hadir kerutan ditengah keningku Melengkapi lipatan hitam mata ini Hasil semua akar-akar pikiran Bola matapun sekarang berfilter Kuingat mawar pemberiannya Gambar persembahan mereka Seluruh tumpahan merah muda itu Tapi tetap saja kabut dari belakang datang Ia bersembunyi hanya tuk muncul kembali - - - Mengapa begini? Terlalu banyak tapi Mengindahkan kebingungan Terbawa kelelahan
0
Nov 10, 2014
Nov 10, 2014 at 6:58 AM UTC
Kontradiksi
Gua sama sekali gak maksudbuat ngejelekin, ngejatuhin cowo gua yang sekarang  gua punya cerita yang mungkin lu semua pernah ngadapin dengan kejadia yang sama gua punya cowo, asli gua sayang banget sama dia, gua pengen ngebahagia in dia kayak gua pengen ngebahagian keluarga gua. Tapi, ada banyak hal yang selalu buat gua ragu sama dia. 1. dia gak pernah sms ato nelponin gua duluan alesan tidur. 2. gak pernah bilang sayang sama gua, kecuali waktu nembak 3. kalo di ajakin alesan nya segudang, mungkin penuh kali tu gudang  pasti lu semua punya pikiran kalo dia Cuma mainin gua, ato pun gak sayang sama gua? tapi biarpun dia kayak gitu, gak tau kenapa gua tetep aja sayang. Gua ikut aturan dia, gua ikut apa maunuya dia. Pokoknya semua maunya dia gua jabanin deh  karena ada satu hal di diri dia yang sulit banget gua lupain selama ini adalah KENYAMANAN kalo dideket dia. Padahal yah, gua punya seseorang yang jelas.jelas sayang sa,ma gua, bias ngasih apa aja yang gua mau, yang bias ngebahagia in gua dengan semua hal yang dia punya, dia adalah mantan gua yang pacaran sama gua 2 tahun lebih. gua udah banyak ngelewatin hari sama dia, susah maupun senang, dia mungkin satu.satu cowo yang paling ngerti siapa gua. cowo yang paling care sama gua, pokok nya cowo yang paling sempurna deh dia  meskipun kayak gitu tetep aja gua gak bisa boongin ati mgua sendiri, pacaran sama dia tapi inget orang lain buat apa coba? lagian gua harus nurut apa kata orang tua gua gak boleh pacaran sama dia, toh gua gak bias ngelawan. *buat kamu cowo yang jadi pacar aku : please donk sayang, jangan cuek sama aku. jangan suka banyak alesan, aku tuh sayang banget sama kamu. coba deh kamu yang ngertiin aku sekali.kali jangan akunya terus donk  *buat kamu cowo yang aku sakitin : maapin aku udah nyakitin kaamu, semoga diluar sana kamu bakal ketemu cewe yang syang banget sama kamu. maapin aku  #sekarang gua Cuma pengen satu hal yaitu lepas dari kedua.duanya. gua mau orang baaru, tapi gua takut tuk memulai itu semua  sangat.sangat btakut
0
Apr 19, 2012
Apr 19, 2012 at 5:16 AM UTC
curhatan gua
Gua sama sekali gak maksudbuat ngejelekin, ngejatuhin cowo gua yang sekarang  gua punya cerita yang mungkin lu semua pernah ngadapin dengan kejadia yang sama gua punya cowo, asli gua sayang banget sama dia, gua pengen ngebahagia in dia kayak gua pengen ngebahagian keluarga gua. Tapi, ada banyak hal yang selalu buat gua ragu sama dia. 1. dia gak pernah sms ato nelponin gua duluan alesan tidur. 2. gak pernah bilang sayang sama gua, kecuali waktu nembak 3. kalo di ajakin alesan nya segudang, mungkin penuh kali tu gudang  pasti lu semua punya pikiran kalo dia Cuma mainin gua, ato pun gak sayang sama gua? tapi biarpun dia kayak gitu, gak tau kenapa gua tetep aja sayang. Gua ikut aturan dia, gua ikut apa maunuya dia. Pokoknya semua maunya dia gua jabanin deh  karena ada satu hal di diri dia yang sulit banget gua lupain selama ini adalah KENYAMANAN kalo dideket dia. Padahal yah, gua punya seseorang yang jelas.jelas sayang sa,ma gua, bias ngasih apa aja yang gua mau, yang bias ngebahagia in gua dengan semua hal yang dia punya, dia adalah mantan gua yang pacaran sama gua 2 tahun lebih. gua udah banyak ngelewatin hari sama dia, susah maupun senang, dia mungkin satu.satu cowo yang paling ngerti siapa gua. cowo yang paling care sama gua, pokok nya cowo yang paling sempurna deh dia  meskipun kayak gitu tetep aja gua gak bisa boongin ati mgua sendiri, pacaran sama dia tapi inget orang lain buat apa coba? lagian gua harus nurut apa kata orang tua gua gak boleh pacaran sama dia, toh gua gak bias ngelawan. *buat kamu cowo yang jadi pacar aku : please donk sayang, jangan cuek sama aku. jangan suka banyak alesan, aku tuh sayang banget sama kamu. coba deh kamu yang ngertiin aku sekali.kali jangan akunya terus donk  *buat kamu cowo yang aku sakitin : maapin aku udah nyakitin kaamu, semoga diluar sana kamu bakal ketemu cewe yang syang banget sama kamu. maapin aku  #sekarang gua Cuma pengen satu hal yaitu lepas dari kedua.duanya. gua mau orang baaru, tapi gua takut tuk memulai itu semua  sangat.sangat btakut
Continue reading...
22
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
0
Jan 18, 2014
Jan 18, 2014 at 2:37 AM UTC
Dunia, Seni, Koruptor
"Dunia ini terlalu indah untuk dilukis, Sayang," Begitu katanya "Dunia ini juga terlalu luas untuk dipahami, Sayang," Begitu pula katanya Aku tetap tak mengerti Mengapa masih ada orang yang merasa dunia ini Terlalu sempit untuk diketahui Terlalu sulit untuk dijelajahi Apakah jendela cakrawala mereka saja yang sempit? Atau nyali mereka saja yang tak bisa berdiri sendiri? Hanya berani menguntit ditemani mata menyipit? Barangkali pikiran mereka juga hanya bisa mengintip? "Dunia ini dipenuhi orang aneh, Sayangku," Ujarnya kemudian Secangkir teh diteguknya perlahan "Dunia ini juga dipenuhi orang berotak kosong, kamu tahu itu," Kukatakan dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini dihuni benak-benak yang melayang liar di balik masing-masing bahu Yang tak bisa diam walau hanya menunggu waktu Menunggu pikiran gila lainnya merayap masuk ke dalam kepalanya Membuat secarik kertas dan sebuah pulpen meleleh di tangannya Melantunkan kalimat-kalimat indah menjadi sebuah sajak Menyulapnya menjadi sebuah mahakarya yang terus menanjak Kukatakan sekali lagi dalam hati bahwa aku tahu Tentu saja kami berdua tahu Bumi ini juga dihuni benak-benak licik yang tak punya dinding malu Yang meraup beribu untung tak kenal waktu Diam-diam aku bertanya juga Di manakah jiwa-jiwa kotor itu bisa membeli dinding malu? Mengapa mentalnya tak beda jauh dengan mental para benalu? Orang-orang aneh itu masih terus menunggu waktu Orang-orang berotak kosong itu malah berlari meninggalkan waktu Orang-orang aneh itu terus menciptakan karya Orang-orang berotak kosong itu malah dibicarakan di berita pagi dan dunia maya Orang-orang aneh itu terus menumbuhkan bunga di atas nama bangsa Orang-orang berotak kosong itu malah menumbuhkan duri di bawah nama bangsa Seperti yang saat ini banyak terjadi, Seniman dan Koruptor.
Continue reading...
39
Palembang, 19 Juni 2012 Apa yang salah pada diriku? Membuka lembaran lama, mengenangmu Menangis lagi, mengingat kamu Membayangkan wajahmu Mengingat raut senyum indahmu Apa yang salah pada diriku? Mencuri bagian hidupmu Menyimpannya di memoriku Apa yang salah pada diriku? Bergerak pun enggan Berjalan pun aku tak mampu Pikiran ini tak terfokus Karena tergenangi kenangan yang lalu Apa yang salah pada diriku? Menunduk bersandar dagu pada lutut Berdoa, meminta pada-Nya Apa yang salah pada diriku? Berucap pun aku tak sanggup Hanya bisa mendengar lagu, dan aku ingat kamu Untuk berbaring lagi punggungku hampir runtuh Duduk pun tak bisa lagi Apa yang salah pada diriku? Melototi layar putih Hanya ada putih Apa yang salah pada diriku? Mata ini tak mau tertutup, tak bisa tidur Terjaga siang dan malam Aku bernafas seakan tak ada lagi udara Aku melihat seakan tak ada lagi hal yang nyata
0
Jun 18, 2012
Jun 18, 2012 at 3:36 PM UTC
Apa Yang Salah Pada Diriku?
Ayahku adalah Cahaya Yang menerangiku dalam perjalanan di dunia Menuntunku tuk memilih arah yang tepat Menyayangiku sepanjang doanya Memelukku dari jauh dalam sholatnya Menciumku melalui ayat-ayat suci yang dibacanya Ibuku adalah Udara Yang memberikanku kehidupan ini Yang menyentuhku dengan hati Menyayangiku sepanjang kuku yang akan selalu tumbuh Merangkulku dengan hati dan pikirannya Merawatku sepenuh hati dan segenap raganya Adik-adikku adalah Air Yang menyejukkan dengan senyuman mereka Motivasiku tuk meraih impian mereka Alasanku bekerja keras tuk membangun bahtera Dengan mereka aku sangat bahagia Dengan suara mereka aku kuat . . . Namun aku hanyalah Aku Yang tak mampu memiliki mereka seutuhnya Yang tak miliki cukup banyak waktu tuk mengenal mereka Yang jarang bersua dan menanam rindu pada mereka Aku hanyalah pejuang di Samudera Seberang Aku hanyalah Aku Yang memiliki perasaan dan pikiran Tuk memilih jalan hidupku sendiri Yang membutuhkan seorang teman Teman sejati yang sejak dulu kun anti Teman yang benar-benar tean Yang ada di sampingku saat susah senang Selamanya …
0
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 9:53 AM UTC
Aku Hanyalah Aku
Awal malam lewat sarapan     Lewat pagi mengawal diri Kata bujang tiada harapan     Namun cinta cuma mencuri Kayak ikan, sambal ditumis     Tebang kaktus tetap berduri Sakit hati, pria berkumis     Minah KL mana peduli
0
Feb 2, 2023
Feb 2, 2023 at 5:19 PM UTC
Pikiran Subuh
Hidup ku ini bukanlah permainan! Yang bisa dimulai dan dihentikan kapan pun Perasaan ku juga bukanlah medan perang! Yang terus saja tertindas Kau buat lemah! Kau buat aku tak berdaya Hati ku ini adalah emas Yang apabila hilang, aku akan jatuh miskin Miskin iman karena kehilangan arah Miskin materi karena pikiran ku tak jalan Aku ini bukanlah babu! Yang selalu menuruti apa mau mu Aku ini hanyalah pekerja lepas Yang tak mau terkekang manghadapi mu Aku ini hanyalah pasien rawat jalan Meski sakit parah tapi tetap berjuan untuk hidup Kau kira aku ini apa? Kau membuat ku menjadi korban terparah Aku pecundang di antara manusia Mengapa kau tidak pergi saja dari hidup ku? Hey, aku ini bukan papan catur 'tuk dipandangi Aku juga bukan sarung tinju tuk menuruti mu Lepaskan aku! Ku mohon lepaskan aku Aku tak ingin lagi menangisi hidup ku Ku ingin berhenti mengasihani hidup ku Tolong, damaikanlah hidup ku
0
Dec 30, 2011
Dec 30, 2011 at 11:52 AM UTC
Ini Suara Hati Ku
Palembang, 28 Juni 2012 Haruskah kita percaya pada mimpi? Jika sebelum tidur malam tak bersahabat Arah kanan atau kiri tak berlaku lagi Dan mata yang tertutup tak benar-benar tidur Haruskah kita tersenyum ketika bangun di pagi hari? Mengingat mimpi semalam yang amat indah Yang membawa harapan Menjadi pikiran hingga malam selanjutnya Haruskah kita menggapai mimpi itu? Mimpi yang samar dan semu Mimpi, pembawa harapan palsu Apakah “Raihlah Mimpimu” masih berlaku?
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:05 PM UTC
Mimpi Itu
Palembang, 21 Oktober 2012 Maaf kalo aku masih cengeng Maaf kalo aku belum bisa mengontrol emosi Tapi aku bener-bener ga kuat Di kala hati ingin berhadapan dengan dia Jemariku tak kuasa tuk menari di atas keyboard Mengetik namanya, melihat fotonya Menahan rasa malu yang ku bangun sendiri Menahan rasa kembali ingin mencintai Melawan pikiran yang berusaha tuk melupakan dia Tetapi aku mengikuti rasa yang sangat ingin Keinginan yang mustahil Keinginan yang seharusnya tak ada di hati Keinginan yang seharusnya aku sudahi Keinginan yang sudah sepantasnya tuk mati Tetapi, malah semakin kuat setiap hari Aku menangis lagi, dan itu sering Maaf sekali lagi
0
Oct 21, 2012
Oct 21, 2012 at 6:35 AM UTC
Maaf Sekali Lagi
ia telah berusaha menjadi sesuatu yang berguna bagi orang-orang terdekatnya ia membasuh kepalanya yang penuh dengan keringat dan menuangkannya di sebuah mangkuk, dan ia menyuruh orang yang ia sayangi untuk meminumnya ia meminum air kebahagiaan, sebuah benda cair yang sangat ia tunggu. ia kembali pergi untuk melakukan tugasnya menemukan logika dan akal pikiran. ia akhirnya temukan di tengah lautan. ia lepaskan jangkarnya kedalam air. ia melompat dari perahu kecilnya, menyelam ke dalam lautan jiwa. dari jauh ia temukan sebuah cahaya kecil. cahaya tersebut tersenyum. ia yang bersemangat berenang semakin cepat. hingga akhirnya ia temukan logika dan akal pikirannya hanya sebuah…. cinta.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:41 AM UTC
Selami Logika
Cinta Mungkin adalah hal yang paling sakral di kehidupan Terjadi ketika 2 insan bertemu Saling menerangi sesama Rindu Mungkin adalah hal yang paling ajaib di kehidupan Terjadi ketika dirimu terlintas di benakku Turbulensi yang bergejolak di hati dan pikiran Doa Adalah saat ketika keajaiban akan terjadi Ketika kuucapkan namamu yang begitu indah di doaku Agar didengar oleh Allah SWT Dirimu Sebuah anugerah yang sangat dijaga Begitu sucinya dirimu untuk dilihat Seolah-olah menggugurkan segala bintang Diriku.. Lelaki yang mendambakanmu Seperti kerumunan semut yang berciuman dan yang mencubit Pada waktu satu anak kecil yang menggigit-gigit kuku jari Rindu adalah bulu matamu, bergulung-gulung layaknya ombak Perempuan ciptaan cahaya Perempuan semua anggrek kesayangan Kau layaknya labuhan terjauh, pekat, tidak berujung Bolehkah aku berlayar disana?
0
Nov 11, 2017
Nov 11, 2017 at 8:33 AM UTC
Seseorang.
Mendengarmu berceloteh, Daun telingaku kian mengecil, Menciut sesak dalam lubangnya, Hingga tiada bunyi menggugah pikiran. Memandangmu beserta materimu, Kelopak mataku tak kuasa terbuka, Ku paksa terbelalak, menatap tajam, Sampai pandanganku kosong hampa. Menghadiri kelas mata kuliahmu, Detik jarum jam seakan tertidur tuk berdetak, Ruangan seakan penuh dengan jeritan jiwa, Tinggallah hasrat untuk kembali pulang. Wahai bapak dosenku, Adakah engkau menawarkan air di panasnya hati, Akankah kau menabur harum bunga di otak yang usang, Atau apakah rasa jemu takkan terganti?.
0
Mar 14, 2015
Mar 14, 2015 at 3:10 AM UTC
To : Mr. Dozzen
Palembang, 24 November 2013 Suara itu Suara yang tak terdengar, suara yang membeku Menyentuh dalam kalbu Miris, suara itu Bau itu Bau yang tak tercium, bau yang melebur Menyayat hatiku Kasihan bau itu Pandangan itu Pandangan yang terpaku, hanya diam membisu Mengabaikanku Tak menoleh sedikitpun Sentuhan itu Senyuhan palsu, yang tak tersentuh Memukulku, di sini Di arah sini, dekat hatiku Pikiran ini Pikiranku, yang tak berujung Memikirkanmu Membuat aku ragu
0
Nov 24, 2013
Nov 24, 2013 at 10:15 AM UTC
indraku
debu di kaca berbingkai kayu rapuh buat rayap tak berselera makan buatnya tak berselera mengintai wanita sunyi di pekarangan berpagar besi mendung buat ia tak berselera bermain buat ia terdiam di rumah seharian di tingkap pandangnya wanita kecil bermain tawa di tingkap rancangnya pikiran abu akan wanita usia fajar di tingkap ia pandang luapan dahaga pada satu raga sepi di pekarangan berhias rumput pulang ayah datang bawa bidan
0
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 9:55 AM UTC
tingkap
Aku butuh kau Ingin ku merengkuhmu Ingin ku membelai wajahmu Ingin ku menggenggam jemarimu Ingin ku mencium keningmu Merasakan hangat tubuhmu Nafasmu Senyummu Denyut nadimu Kehadiranmu menjadi narkotika untukku Ketergantunganku akan hadirnya dirimu Membuat pikiran ini kacau balau Sakau Hangat tubuhku untukmu Kupersembahkan nyanyian rindu untukmu
0
Jan 26, 2017
Jan 26, 2017 at 5:34 AM UTC
Narkotika ku
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
satu lagi kisah singkat yang sempat terbuang
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Continue reading...
1
"Dulu aku pernah merasa kalau dicintai dan diterima saja sudah cukup, ternyata sisanya hati dan pikiran jadi babak belur" Dia tertawa sangat puas, "Lalu? Kapan kamu sadar ternyata manusia punya tiga wajah?"
0
Jun 5, 2021
Jun 5, 2021 at 12:19 PM UTC
Mitsumen
Andaikata aku adalah seekor burung Terbang membentangi praja Menapaki ribuan ruang impian Melekang langit senja nan dekat Tak akan kulakukan Andaikata aku adalah seekor burung Yang tentu ialah Aku rindu dengan potret otentikku Kedua kaki, kedua tangan, akal dan pikiran Andaikata aku adalah manusia Menyandang kedua sayap putih bak malaikat Tanpa lelah, tanpa sakit, tanpa keluh Peran satria menjaga fisik juga hati Angan jauh sebab manusia itu aku Andaikata aku berjaya nanti Ada di puncak emas dengan berlian sebagai udaraku Seraya senyum lagak hormat Akankah aku merindu sosokku yang sederhana kala itu?
0
Jun 4, 2018
Jun 4, 2018 at 12:01 PM UTC
Realitas Bunga Tidur
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
0
May 19, 2018
May 19, 2018 at 9:51 PM UTC
Self Love
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
Continue reading...
24