Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"pemanis" poems
Palembang 27 Maret 2017 Untuk diriku sang penikmat kopi Aku telah bangun saat fajar masih terlelap Kemudian aku membuka jendela agar embun menatapku Ku biarkan tamu pagi nan sejuk menyapu rambutku yang pirang Seketika itu aku teringat tuk menyeruput kopi di gelas favoritku Segelas Capuccinno hangat di tanganku sekarang Mulai ku teguk sambil ku pejamkan mata Ku rasakan manisnya krimer di lidahku Mengingatkanku pada kamu Pemanis di dalam hidupku Aku hendak bekerja seperti biasanya Kini mentari menantangku untuk menakhlukkannya Ku pasang perisaiku dengan lengkap Kemudian ku berpikir tuk mendapatkan segelas Caramel Frappe tuk menyejukkan hari ini Tak terasa mentari kini telah lelah tuk bersinar Sehingga membuat dunia kian gelap Aku seduh Black Coffee tanpa gula Tak ku hiraukan rasa pahitnya ketika menyentuh lidahku Lebih pahit mana dengan kenyataan aku hidup tanpa cintamu?
0
Mar 27, 2017
Mar 27, 2017 at 12:49 AM UTC
Dear Me, Sang Penikmat Kopi
Dalam tidurku Masih kucumbu bayang-bayangmu Yang takk sopan datang bertamu tanpa beritahu dahulu Pesona hitammu menghantui pikiranku  Rasa ingin menggenggam, mencium dan merasakan(mu) Walau hanya bayang semu Kali ini aku tidak ingin memikirkan apapun Tidak juga tentang(mu) Untuk apa memikirkan hal mustahil dimiliki Kini setapak dua tapak terjajahi  Selalu menjadi penenang hanya kopi  Pahit,  Tapi aku lebih suka yang demikian, Tanpa pemanis,  Sebab 50% kemanisan hidupku  Dibawa pergi bersama bayangan(mu) yang semu.
0
Oct 2, 2020
Oct 2, 2020 at 10:11 AM UTC
Fatamorgana Candu Kopi