Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"makhluk" poems
Palembang, 28 Juni 2012 Haruskah ku hapus semua fotomu dari folderku? Haruskah ku buang semua gambarmu dari kotakku? Haruskah ku remove kamu dari teman facebookku? Haruskah ku unfollow kamu dari twitterku? Haruskah ku kubur dalam-dalam kertas puisi untukmu? Haruskah ku tutup semua jejaring sosialku? Haruskah ku berjalan ke seluruh dunia, menghafal semua nama negara tuk melupakan namamu? Haruskah ku menyelami seluruh samudera, mengingat semua rupa makhluk laut agar bisa melupakan rupa wajahmu? Haruskah aku menyusuri padang pasir serta pegunungan, berjalan tanpa arah supaya melupakan jalan rumahmu? Haruskah aku terjun dari tebing tertinggi, atau dari jurang terdalam, supaya kepalaku terbentur dan melupakan semua tentangmu? Haruskah? Karena aku sudah tak sanggup lagi di sini Hidup denganmu, dengan kamu
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:06 PM UTC
Haruskah?
Jakarta, 31 Desember 2009 Dulu aku cinta kamu Kamu satu yang indah bagiku Dirimu yang ku rindu dalam tidur ku Tapi dulu… Hanya dulu… Entah… Ku tak paham rasa ini Alasan ku betapa cinta kamu Tapi, cinta ku memang tanpa alas an Sekarang, baying mu kabur Cahaya mu redup Tak tahu aku kemana mencari Engkau berubah liar… kejam! Tak sudi lagi air mataku Menangisi makhluk seperti mu Tapi memang, aku masih cinta kamu!
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:35 AM UTC
Masih Cinta
Ini aku Gadis remaja yang sedang jatuh cinta Yang jatuh cinta kepada mu Yang bermimpi bisa memiliki mu Aku yang mengenal mu tak sengaja Yang mengagumi mu dengan seribu alasan Yang mengklaim mu sebagai makhluk istimewa Ciptaan Tuhan yang ku harap adalah jawaban Aku yang merasa bodoh di hadapan mu Yang salah tingkah ketika berbicara dengan mu Yang tak tahu harus menjawab apa atas pertanyaan mu Yang selalu gugup bertemu dengan mu Aku di sini.. yang berharap bisa lebih mengenal mu Yang berharap bisa membuat mu jatuh cinta kepada ku
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 9:49 PM UTC
Semua Tentang Aku
ini ceritanya jejak si bucin 'dasar bucin !' 'mau mauan aja, bucin !' 'jangan bucin kenapasih !' salah menyampaikan sayang ? salah menyuarakan cinta ? salah mengekspresikan kasih ? itu semua salah ? terlebih terhadap pasangan sana sini memandang, bucin kenapa ? berlebihan ? ya. demi botol nestle kemarin mungkin berlebihan tapi tidak juga apakah lebih baik pistol dan pisau daripada bunga dan pita ? iya saya juga bingung bucin dianggap remeh seperti benda yang harus dilepeh ada apa si dengan bucin ? makhluk hidup yang mengekspresikan rasanya kan ? ah tidak tau tapi semenjak aku bertemu dia aku tidak apa disebut bucin karena membuat lengkung di bibirnya salah satu pencapaian sudah ya, pokok pikirannya tidak dapat. sudah pusing. hahaha. salam bucin !
0
Dec 1, 2018
Dec 1, 2018 at 7:01 AM UTC
bucin
Ya Langit ini terlalu indah untuk dilihat saja Tanah ini terlalu luas sebagai sebuah pijakan Bisakah aku melihat sisi langit lainnya? Bisakah aku mengenal sudut pijakan lainnya? Aku juga ingin bertemu dengan senja di langit utara Apalagi saat fajar mengintip di langit selatan Aku tidak dari timur Ataupun barat Aku ditengah. Ditengah tengah kebingungan Aku hanya ingin mengenal tanah di sudut barat daya Di sisi tenggara Menyapa tanaman dan makhluk hidup lainnya Salahkah aku? Aku hanya makhluk yang serba ingin tahu Tolong, jelaskan padaku mengapa ini salah Mengapa ini dilarang?! Aku juga ingin menikmati sinar sang surya dari sisi yang berbeda Apakah aku terhukum? Aku bukan peminta Apalagi pengemis Tapi kali ini, bisakah kau jelaskan padaku? Apa? Mengapa?
0
Nov 7, 2018
Nov 7, 2018 at 12:35 PM UTC
Mohonku
aku mencoba memahami setiap isyarat yang terbentuk menerjemahkan tanda- tanda pada tiap tiap elemen yang ada menafsirkan tak semudah itu teoripun wajib diacu belum, aku harus menyelam lebih dalam ini belum cukup untukku aku masih haus akan pengertian bagaimana ini bisa? bagaimana itu bisa? akupun masih terus menggali untuk ku tuai jawaban semua punya maksud dibelakangnya warna, gerak, ujaran, tulisan bahkan titik dan garis aku mencari arti dalam arti mengupas tanda didalam tanda ini tentang makhluk berbahasa aku, bahkan tiap insan punya identitas ada makna yang harus kusampaikan ada arti yang harus dipahami aku memang bukan ahli tapi ku mau pelajari
0
Aug 21, 2017
Aug 21, 2017 at 11:05 AM UTC
BAHASA
ada yang berkata untuk urusi urusanmu sendiri ada juga yang menganjurkan kita saling bantu oiya, kita juga disalahkan karena apapun yang kita pilih semuanya akan selalu berjalan seperti itu oiya sebenarnya disini; tidak ada yang benar benar salah tidak ada yang benar benar betul jika dilihat dari banyak sudut pandang jika memang berkata; biarlah, orang itu sendiri sendiri ya harus konsisten tidak usah memaksakan kehendak suatu makhluk. tuhannya ? tidak usah ditanya. tidak sopan.
0
Jan 29, 2019
Jan 29, 2019 at 3:07 AM UTC
iya juga ya
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
0
May 19, 2018
May 19, 2018 at 9:51 PM UTC
Self Love
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
Continue reading...
24
Ditarik, kami diarahkan membaca apapun yang tidak ada penjelasannya. Dikodratkan harus paham isi kepala makhluk yang hanya sesekali berkata iya dan tidak. Kami terpingkal, Puan. Bagaimana tidak?; Kain yang kau gunting sendiri dan pintal dengan rajut sedari subuh sudah cantik--tapi kau merasa kurang, dan kami adalah penyebabnya katamu. Duduk kami melingkar bersama dengan gelas gelas berisi teh melati, Hangat membaur aroma kebingungan kaum kami. Sekali beberapa menit kami terpingkal lagi, berusaha terus membaca setiap halaman kosong dan beberapa titik saja di sudut kiri kanannya. Tidak ada barang satupun buku yang mengerti keinginan puan. Cemasnya puan ingin dilindungi, Lembutnya puan yang ingin dikasihi, Ah, apalagi tangisan yang tiba-tiba terisak di malam sehabis mimpi. Tersenyum kami menahan tawa dan kantuk, sembari melihat-lihat wajah puan yang tertunduk mengharap ditanya mengenai hari ini. Semenit dua menit kami lihat lekat-lekat wajah puan. Kami bisa tidur malam ini, Jawaban kebingungan lelaki bukan tertulis pada buku-buku; tapi dua bola mata yang senantiasa banyak bercerita setiap ia duduk hening tanpa berbicara. Ah, engkau puan~ Buku pelajaran yang tak ada tamatnya. B_A 10 Mei 2019
0
May 10, 2019
May 10, 2019 at 12:23 AM UTC
Ah, engkau puan~
pasal VI: tentang aku dan kau; sebuah rasa dalam diam. - yang aku percaya, skenario tuhan selalu indah walau tak kelihatan di awal, sebab tentu saja, pemandangan akan lebih nampak anggunnya dari ketinggian. dan ini perkara melihat sesuatu dari direksi yang berbeda, atau bahkan berlawanan. rasa dalam diam. - perihal rasa yang terus saja terpendam, anggap saja aku hanyalah secuil makhluk yang kagum kepadamu, terlepas dari senyummu yang menawan, atau paasmu yang santun, dan hal "wah" yang mereka utarakan lainnya. rasaku apa adanya, tanpa menuntut apapun darimu. - mengingat kau dan aku tak pernah bersua dengan sengaja, kurasa, rasarasa yang kumiliki hanya akan bertepuk sebelah rasa, sekedar sapa, dan berujung tanpa kata. toh nyatanya entah aku yang sanggup bertahan ataukah memang aku yang terlalu bodoh karena masih saja bertahan, hitungan tahun tanpa jawaban terus saja membuatku beradaptasi dengan keadaan. - dan jika dilihat, mungkin hanya usahakulah yang terus membuatku bertahan, melihat segalanya hanya jarak dan jarak yang membuat kita dekat, walau kau masih saja entah purapura tak peduli, atau mungkin memang tak peduli. tapi kuharap kau tak bosan menjadi tempat rasaku bermuara. - menuntut kejelasan? oh, tentu bukan caraku bermain dengan memaksa kehendak. karena dimataku, rasa bukan hanya sekedar hasrat, melainkan suatu hal yang sensitif, terlepas dari rasionalnya akal. takutku kemudian hari, salah rasaku menetap, kemudian menjadikanku lupa arah pulang sebenarnya. - sampai nanti di akhir cerita, kau menjawab segala tanya yang tak kuharap terjawab. rasa mu sedikitbanyak memiliki kesamaan denganku, sama2 dalam diam, memilih berdiam diri dalam kediamannya. hanya saja kau lebih mahir, sedangkan aku memilih nyaman dalam zona amatir. - bahagia? kupikir begitu, mengingat rasa kita sudah samasama berirama, terlepas dari tujuanku yang enggan menjalin hubungan (entah apa alasannya). kukira jawab yang membuatku senang, namun haluan berubah arah. justru jenuh yang kurasa, lelah, dan memilih berpaling di kemudian hari. prdks.
0
Apr 2, 2018
Apr 2, 2018 at 9:10 PM UTC
sajaksajakrasa
pasal VI: tentang aku dan kau; sebuah rasa dalam diam. - yang aku percaya, skenario tuhan selalu indah walau tak kelihatan di awal, sebab tentu saja, pemandangan akan lebih nampak anggunnya dari ketinggian. dan ini perkara melihat sesuatu dari direksi yang berbeda, atau bahkan berlawanan. rasa dalam diam. - perihal rasa yang terus saja terpendam, anggap saja aku hanyalah secuil makhluk yang kagum kepadamu, terlepas dari senyummu yang menawan, atau paasmu yang santun, dan hal "wah" yang mereka utarakan lainnya. rasaku apa adanya, tanpa menuntut apapun darimu. - mengingat kau dan aku tak pernah bersua dengan sengaja, kurasa, rasarasa yang kumiliki hanya akan bertepuk sebelah rasa, sekedar sapa, dan berujung tanpa kata. toh nyatanya entah aku yang sanggup bertahan ataukah memang aku yang terlalu bodoh karena masih saja bertahan, hitungan tahun tanpa jawaban terus saja membuatku beradaptasi dengan keadaan. - dan jika dilihat, mungkin hanya usahakulah yang terus membuatku bertahan, melihat segalanya hanya jarak dan jarak yang membuat kita dekat, walau kau masih saja entah purapura tak peduli, atau mungkin memang tak peduli. tapi kuharap kau tak bosan menjadi tempat rasaku bermuara. - menuntut kejelasan? oh, tentu bukan caraku bermain dengan memaksa kehendak. karena dimataku, rasa bukan hanya sekedar hasrat, melainkan suatu hal yang sensitif, terlepas dari rasionalnya akal. takutku kemudian hari, salah rasaku menetap, kemudian menjadikanku lupa arah pulang sebenarnya. - sampai nanti di akhir cerita, kau menjawab segala tanya yang tak kuharap terjawab. rasa mu sedikitbanyak memiliki kesamaan denganku, sama2 dalam diam, memilih berdiam diri dalam kediamannya. hanya saja kau lebih mahir, sedangkan aku memilih nyaman dalam zona amatir. - bahagia? kupikir begitu, mengingat rasa kita sudah samasama berirama, terlepas dari tujuanku yang enggan menjalin hubungan (entah apa alasannya). kukira jawab yang membuatku senang, namun haluan berubah arah. justru jenuh yang kurasa, lelah, dan memilih berpaling di kemudian hari. prdks.
Continue reading...
9
Tuan, sore ini akasa terlihat kelabu. Semilir anila terasa membeku. Aku berada di antara dua perasaan; sukacita dan dukacita. Sukacita? Ya, karena sebentar lagi graksa datang dengan gagahnya; mengejutkan semua makhluk di bumi. Seperti kedatanganmu. Lalu, dukacita? Ya, graksa yang gagah itu bisa hilang wujudnya dalam sekejap. Kemudian membawa hujan yang meninggalkan wresthi di permukaan bumi. Seperti kepergianmu.
0
Dec 6, 2018
Dec 6, 2018 at 2:52 PM UTC
graksa
Kembali lagi terluka Terluka karena sebuah kata bernama cinta Ini bukan kisah cinta dan rangga Ini kisahku bersama dia yang  ku puja Ku#love #hurt painrang setia apa aku padanya Melirik makhluk lain pun aku tak pernah Kurang setia apa aku padanya Dia marah aku tak pernah bantah Lalu dia buat diriku semena-mena Apa ini yang dia katakan cinta? Apa ini yang dia katakan takkan mendua? Apa ini yang dia katakan menjaga janji kita? Aku hanya bisa menahan Membungkam segala kekecewaan Menyimpan segala kesedihan Menutupi segala penderitaan
0
May 5, 2018
May 5, 2018 at 7:55 AM UTC
Kecewa
Jiwa yang berlalu lalang Dibawah ratusan ataupun ribuan Payung hitam yang mengembang Berlindung dari jeritan nestapa . Hanya tersisa kantuk yang menguap Di sepanjang trotoar jalan ataupun dalam kemacetan dan asap rokok yang mengepul di pinggir halte bus yang ramai tak jelas . Sesekali, seseorang akan menoleh Dari jendela mobil dan berkata "Aku tak melihat apa-apa" Lalu tenggelam dalam sinisnya Diantara bising klakson mobil Ataupun kesibukan siluet kota . Layaknya seperti papan reklame Yang terpampang nyata Dengan warna monokrom "Selamat datang bagi pendatang baru, dan Selamat tinggal."
0
May 9, 2019
May 9, 2019 at 1:38 PM UTC
Sang Makhluk Sosial.
Dewasa di ambil dari kata Dewa & sa Dewa yang berarti: Besar, Makhluk Suci, Penghuni surga, bak Malaikat… Sa yang berarti: Satu, Sama, Menyatu Dewasa adalah seseorang yang DI TUNTUT kesehariannya segala tingkah lakunya mulai dari cara berpikirnya, Cara berbicaranya, sama dengan tingkah laku para Dewa, tingkah laku makhluk supernatural, makhluk suci, mahkluk penghuni surga, malaikat, atau tingkah laku dari Brahman (Tuhan Yang Maha Esa). Pola Pikir yang jernih adalah busur mereka, Dan mulut adalah anak panahnya, memfokuskan suatu tujuan untuk bisa mencapai apa yang di inginkan.
0
Feb 22, 2022
Feb 22, 2022 at 11:10 PM UTC
d e w a s a (0.000.001/1.000.000)