Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"lewati" poems
mana mungkin rindu aku terasa jika diungkap dengan bait bahasa sayang dakaplah aku rasakan rindu aku kerna mana bisa ayat dan kata curah rasa ini andai kau rasa perit dan pahit ini, lepaskan lah. biar aku bebas terokai dunia tanpa rasa sekat dalam raga aku penat -menunggu sesuatu yang tidak pasti dalam hal ini, adalah kamu jalan yang dahulu kita lewati tengah malam kini kian sunyi dulu, ada sahaja tawa kita kedengaran entah bukan aku tidak cuba untuk berhenti ada fikiran tentang kamu tapi bagai aku tersekat sayang andai kau rindu andai kau rasa perit dan pahit ini lepaskan lah aku agar aku bebas teroka dunia
0
May 10, 2016
May 10, 2016 at 10:12 AM UTC
ada apa pada rindu pt2
Jakarta, Minggu, 13 Mei 2007 Dulu sebelum aku dan kawanku merasakan dunia Ku lewati dulu masa-masaku yang suram dan kelam Namun... setelah Tuhan menegurku Ku tinggalkan semua kebiasaan burukku Aku dan kawan-kawanku Tersentak akan suara adzan itu Kami pun mencoba menjadi orang yang beriman Kami pun terus melewatinya Sampai... kami telah menemukan rasa dunia Kami telah menjadi orang yang berkarya dan beriman Namun... kami pun tak pernah melupakan masa dulu Yang penuh kesengsaraan Semua... itu kami ungkapkan dalam sebuah lagu Yang berisi tentang suka-duka yang kami lewati dulu Semoga... cara kami ingin berbagi cerita Akan sukses dan dapat di terima semua orang
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:48 AM UTC
Kisah Ku
Jadi, bukan puisi atau lantunan ayat yang ingin ku tuliskan. Hanya hal biasa yang mungkin kau lupa eksistesinya. Kamu lupa berterima kasih dengan segala sesuatu yang kamu lewati. Kamu pernah berjanji ingin berubah (apaan anjing omdo). Kamu pernah mengingkari dan selalu aku yang memaafkan. Kukatakan itu wajar. Tapi melebihi batas wajar itu, kamu terus acuh dan acuh. Brengsek. Cacian saja sudah puas aku lontarkan? Aku butuh lebih dari ini, bukan hanya kata-kata pedas yang kamu butuhkan. Kamu butuh mati. Kamu butuh mati rasa.
0
Feb 19, 2017
Feb 19, 2017 at 1:00 PM UTC
T a h
Dalam diam kau mencari sosokku Dekat namun tak tergapai Aku ingin menyentuhmu Namun kau hanyalah sebatas suara bagiku Aku menatap wajahmu Sorot tajam diasah sepi Dalam kesendirianmu kau mencari sosokku Namun aku hanyalah sebatas kenangan bagimu Hujan yang memancing air matamu Daun gugur yang menemani ratapanmu Aku ingin kau melihatku Kau ingin aku menyentuhmu Aku ingin kau tersenyum untukku Kau ingin aku tertawa untukmu Waktu akan menghampiri Tanpa bisa diingkari Aku menemani dirimu Walau hanya suara Kau memberikan hangatmu Sedih dan duka Lalui, tidur dan lewati Suatu hari nanti katakan padaku Dengan suara lembutmu Aku yang larut dalam air mata Gemerlap berkaca-kaca   Semburat jingga langit sore Gelap langit malam sewarna abu Menjadi tinta dalam hatiku Mengukir dengan indah hari-hari itu Saat kau bersama denganku
0
Dec 5, 2017
Dec 5, 2017 at 8:40 AM UTC
Suaramu Tinta Dalam Hatiku
Sejak kecil mereka aku kasihi dengan sangat Tak boleh ada  masalah dan persoalan yang didapat Aku memberi yang dibutuhkan Walau kadang agak dipaksakan Melalui hari-hari sekolah kalian ku bimbing Melalui waktu-waktu susah kau ku bina Mengarungi saat-saat penting kau kutemani Tak ada saat dimana kau kutinggalkan Masuk masa perkuliahan kau dapatkan dimana kau ingin melanjutkan pendidikanmu Walau seakan mustahil tapi Tuhan memberi itulah yang aku ingatkan Masa perkuliahan kau jalani juga gadisku Pergaulan yang susah kau lewati Kau dapati teman-teman sendiri Yang memenuhi hari-hari yang dilewati Kau dapati juga seorang jaka Yang kau suka karena berbeda Pandai dan dapat dipercaya Kau kenalkan dia sebagai pacar
0
May 2, 2017
May 2, 2017 at 12:08 AM UTC
Semua ada waktunya (3)
Banyak hari telah kita lewati bersama Aku mengamatimu cukup dalam, entah dengan kamu Dari mulai caramu membuka mata setelah bangun dari tidur, Caramu memperhatikanku ketika sedang berbicara, Caramu tertawa ketika aku mengatakan sesuatu konyol, Dan hal-hal lain yang kuanggap obat dari segala masalahku. Aku tahu, kita dekat bukan dalam hal lumrah dalam sepasang manusia yang saling memiliki rasa cinta. Aku hanya mengagumi. Menjadi pengagummu adalah pilihanku. Mencintaimu dim-diam hanya sebatas itu kuasaku. Tak meminta apa-apa darimu Bahkan ketika rindu meminta temu. Maaf jika aku menjadi pengagummu yang mungkin membuatmu merasa bersalah akan hal itu, Tapi tak apa. Asalkan kau baik-baik saja, akupun begitu Terimakasih pada waktu yang telah memberikan kenangan cukup indah tentan aku yang bersamamu kala itu.
0
Jun 10, 2017
Jun 10, 2017 at 3:45 AM UTC
Dirimu
Katanya aku berani suatu masa pernah kuikuti bela diri tetapi dibilang seperti lelaki sedikit sulit untuk merelakan ucapan lewati kuping kiri padahal seringkali harus kulakukan segalanya sendiri kadang pernah berandai punyai saudara atau saudari Ya, aku tahu itu cuma mimpi Kusyukuri saja dan nikmati Katanya lagi pasti semuanya dituruti tidak seperti yg dipikiri terkadang kucicipi sunyi namun ada yang lebih sepi toh nantipun disana* juga sendiri bila boleh meminta..jangan pernah pergi, pelangi bila jujur tak bisa ku sendiri ajariku tuk lebih dewasa lagì dengan warnamu ku pelajari bahwa hidup miliki arti
0
Nov 6, 2019
Nov 6, 2019 at 9:47 AM UTC
Kepada diri
Mana mungkin aku marah Pada jalan-jalan yang memang telah kita lewati Untuk gunung-gunung dingin yang ditawarkan Sepatumu sudah sesuai, jaketmu sudah lengkap Mana mungkin aku mengeluh Pada jalan-jalan lain yang ada di hadapan Untuk lalu lalang siapapun yang akan datang menjemputmu, atau aku Tas mu sudah tersandang, bajumu sudah cantik Kita berangkat, tapi kali ini stasiunnya berbeda Sengaja, kataku Penutup jendela bus yang kutumpangi dibiarkan menutup, kau juga sama Kata penulisku untuk sesuatu, Kabar-kabar baik katanya Mana mungkin aku tak mengikutinya, besok kita bangun, sepagi mungkin Apakah kita berhenti di stasiun yg sama? BA 31 Mei 2022 18:19 WIB
0
May 31, 2022
May 31, 2022 at 7:20 AM UTC
Beberapa mungkin
Jalan itu, jalan yang kita lewati bersama Bercerita dan menikmati waktu yang ada Menikmati waktu dengan canda dan tawa Munafik jika hati ini tidak senang dibuatnya Masih jelas di ingatan Dia yang paling ku nantikan Namun itu semua khayalan Khayalan ku tentang kita yang berada di satu jalan
0
Feb 18, 2021
Feb 18, 2021 at 9:42 PM UTC
Teringat
Lari dan lompatlah setinggi yang kau bisa, agar kau jatuh di tempat yang layak kau perjuangkan. Bahkan jika bumi menarikmu dengan gravitasinya, jangan ragu melawan, teruslah melompat. Selama harapan masih bersemayam di dada, tak ada yang terlalu sepele untuk diperjuangkan. Terlebih, jika itu membawa kebaikan, maka berlarilah, melompatlah dengan keyakinan. Lewati batas, tantang ketinggian, namun ingat, kita manusia, tak selamanya di ketinggian. Karena itu, jangan lupakan daratan, tempat di mana kaki berpijak, dan diri menemukan keseimbangan.
0
Mar 27, 2025
Mar 27, 2025 at 2:23 PM UTC
Melompati Ketinggian
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
0
Mar 23, 2022
Mar 23, 2022 at 1:01 PM UTC
buka mata mu!!!
aku memang beda tidak seperti laki-laki yang sebelumnya kau temui aku... tidak pernah yang namanya setengah hidupku tidak pernah yang namanya setengah aku puas telah mencoba segala hal dengan tidak setengah setengah aku di ajari untuk menyelam bukan mengapung disaat ini aku membebaskan mu dengan sebebas bebasnya manusia aku membebaskan mu untuk memilih disaat aku sakit hati kau tau? itu sakit yang bukan setengah-setengah aku pernah di posisi yang serupa seperti ini mungkin sekarang aku bisa lebih menerima hal tersebut, pendewasaan mungkin? setidaknya kau tau, bagai mana perasaan laki-laki yang tidak setengah-setengah ini pecah bagai beling, dan ku injak beling tersebut sampai aku merasakan hal seperti ini lagi, bagai bunga lily aku kembali mekar.... disaat kau kembali... setidaknya kamu tahu, aku memaafkanmu tidak setengah dan tidak akan membiarkan mu sakit kembali, akibat berkelana terlalu jauh... kamu rapuh... tuhan masih baik menunjukan sesuatu itu padaku bukan kepadamu... mungkin kalo tuhan melihatkan padamu... hal yang kurasakan, akan kau rasakan juga... aku belajar untuk tidak ikut campur lagi soal hubungan barumu mungkin nanti... kamu akan sadar dan tergampar akan realita yang besar memar... bagai terkena tinju biru... bagai lebam terpukul amarah batin aku disini, berlatih menjadi laki-laki untuk bisa menerima kekuranganmu, mungkin nanti tatapan ku masih seperti pertama kita bertemu, harapan yang dulu kita bual-bualkan akan ku realisasikan, hati-hati dijalan, aku menunggu di rumah... menunggumu pulang dengan sejuta cerita yang telah kau lewati...
Continue reading...
34