"layak" poems
Teri zulfon k chav mei
chamakta yeh chand sa chehra,
Aab isse jyada mai tujse aur kuch na keh raha.
Sunane ko bahut kuch hai
Par sun ne ko koi nahi.
Mana galti thi meri
Kya mai Maafi k layak hu nahi?
Apr 18, 2017
Apr 18, 2017 at 3:42 PM UTC
Membinasakan, demi bertahan
Menindas, mencerca, demi jadi raja hutan (singa kali..)
Ganas dan bengis, mengingkari kawan seperjuangan
Memang, manusia sekarang banyak yang tak lebih dari binatang!
Aku juga ingin jadi binatang
Binatang semut..
Ulat dimakan ayam
Ayam dimakan elang
Elang dimakan harimau
Semut? Semut tak pernah masuk rantai makanan
Karena ia kedahuluan mati terinjak
Walau begitu
Semut menggemukkan tanah
Tanah gembur tempat tumbuh rumput dan pohon subur
Rumput dan pohon subur jadi pusat rantai makanan
Kalian lihat kan peran semut?
Cakap dan mulia urusannya
Saking jadi pahlawan
Semut tak layak dinamai binatang
Mereka tak pas jadi tandingannya
hehe
Makanya aku ingin jadi semut
Aug 4, 2016
Aug 4, 2016 at 1:18 PM UTC
Waktu adalah sahabatku
Jarak adalah musuhku
Bersamamu adalah saat kesukaanku
Berjarak denganmu adalah keengananku
Terlintas di benak ingin membuat mesin waktu
Melintasi waktu
Teleportasi menuju duniamu
Menghabiskan waktu yang tersisa bersamamu
Berbicara segala hal
Mendengarkan segala hal
Mencintai segala hal tentangmu
Bersenggama selamanya denganmu
Tuhan telah menurunkan malaikat di hidupku
Setiap malam kubisikkan doa-doa ku kepadaNya agar diriku layak
Setiap hal di dirimu membuat segalanya sempurna untuk menjadi layak
Tuhan, jaga malaikat ini untuk tetap disisiku.
Dec 6, 2017
Dec 6, 2017 at 11:56 AM UTC
Seteguk apapun, semua tak akan berakhir
Aku adalah seorang pemabuk yang selalu menguarkan harum arak kemanapun aku pergi. Anggur, dan berbotol-botol ***** telah kutenggak pagi ini. Dan hanya hari ini pula aku ingin bicara, tentang segenggam racun yang kalian semua suntik ke dalam nadi dan pembuluhku.
Topeng
yang dengan bangga kalian pakai
tak ubahnya ketelanjangan
hanya mengumbar malu dan aib
Tawa
yang sesenggukan kalian jeritkan
hanyalah tangis jiwa kalian yang memudar
memutihkan kejujuran dan kebajikan
Oh, beginikah cara kerja dunia
berduri dan berbatu, sama saja
disetiap lajurnya
kemanapun aku pergi, dijejali
mulutku dengan dusta dan hanya dusta
belaka
Menghitamnya jiwaku, seandainya
bagai langit malam
tak ada chandra di ufuknya
Sudah selayaknya aku berkabung atas jiwaku, dimana dia merintih penuh sesal dan tanya. Apakah lalu lalang motor dan diesel itu memusingkan kepala atau hanya sebuah kesibukan belaka. Dan dengan itu pula jiwaku berakhir, terdiam, dalam kematian.
Kukubur dia dengan layak, diantara nisan-nisan lain disekitarku, yang diberi nomor, sesuai urutannya. Jiwaku tersungkur di nomor tujuh. Beruntung sekali!
Kukubur dia, pelan sekali dengan tertidur. Tak berharap bangun lagi di keesokan pagi. Kutaburi bunga-bunga dan prosa yang harum, dan kusiram dengan sebotol Martini dan bir.
Harum. Seharum embun yang kau injak ditepian jalan.
Wangi. Sewangi sukmamu yang kuingat telah pergi.
Aku adalah pemabuk. Yang selalu menenteng sebotol arak, bermabuk di tepian jalan kehidupan. Mengambil jeda diantara kalimat-kalimat mencela dan busuk, yang tergelincir masuk ke dalam telingaku.
Botol-botol inilah sang penawar, berminum pula para nabi terdahulu menyesali umatnya, sedangkan aku?
Menyesali kalian.
Sep 7, 2016
Sep 7, 2016 at 12:30 PM UTC
Upaya faal semesta
Beginilah adanya
Insan di dalamnya
Begitulah hadirnya
Katamu semesta tiada pernah salah
Dan aku percaya padamu, pada semesta
Bahkan ketika waktu terus pergi
Dunia lantas berevolusi
Kalakian musim bersilih
Keyakinanku padamu tak lantas lenyap
Lain halnya dengan waktu, dunia, musim, dan cinta
Katakan
Kau dan aku, apa kita pernah mengkhianati buana?
Sehingga menjadi kami adalah kesulitan berarti
Arkian, cinta ubah wujudnya jadi bersyarat
Insan, iman, susila, keharusan
Sedang cinta terlampau luas layak angkasa
Semesta tak salah, aku percaya
Begitu juga cinta
Nov 10, 2018
Nov 10, 2018 at 8:26 AM UTC
melihat matamu
kerap kau basahi bibir
pipi kamu kemerahan
tatkala aku sahut namamu
redup hari itu
tenang kamu kelihatan
indah,
indah seperti hari biasa
cuma hari ini aku rasa lain
hati aku berbisik
tangan lembut ini yang menyamankan
yang sentiasa ada tatkala aku gusar
gelisah aku tentang kamu cuma satu
--andai aku tidak layak untuk kamu
tanpa segan
perlahan kau dekati aku
sambil itu kau belai tangan aku,
seperti meletak harapan
"--aku tahu, fikiran kamu dalam tentang aku.
namun sayang ingatan kamu tentang aku adalah salah.
apalah rasa ini, andai tiada yang ikhlas untuk memegangnya?
telah aku pilih kamu untuk jadi ratu
maka, jangan kau gentar
pimpin aku akan selalu tanganmu"
dia itu adalah bijaksana
sentiasa tahu
dan selalu tahu resah aku yang tiada habis
lalu Tuhan
pinta aku mahu dia sentiasa selamat
-f 1048pm oct 2nd
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 10:48 AM UTC
aku tidak tahu apakah ini seharusnya menyenangkan bagimu, bagiku atau bagi kita.
Sudah terlalu lelah berusaha mejamah.
Kau tak ada ubahnya dengan buih pinggir pantai. Menggoda untuk dikejar, menghilang ketika ditangkap.
Bukannya kau tak mungkin.
Aku hanya lelah.
dan setelah dipikir ulang, mungkin kau tak begitu layak diperjuangkan.
Jul 23, 2015
Jul 23, 2015 at 2:51 PM UTC
tidak semua yang tak bersajak
tidak layak dipanggil sempurna
karena disetiap penggalan kata nya
ada makna yang selalu disiratkannya
tidak semua yang tak berima
tidak layak dipanggil karya
karena disetiap spasi yang digunakannya
ada hati yang berusaha bicara
Dec 4, 2016
Dec 4, 2016 at 5:34 AM UTC
Nama mu terukir sangat indah
Kebahagiaan yang tiada dua
Kisah kita memang baru sebentar
Namun hatimu ingin beranjak
Tanya hatimu,
Sebelum engkau pergi
Masihkah diriku menghuni didalamnya?
Terlalu rapuh untuk tersandar dan menerima
Diriku memang tidak mendekati sempurna
Aku... Gagal... Membahagiakan mu
Diriku tak pernah berhenti mencoba
Aku... Tidak... Layak
Sebelum kau memilih untuk pergi
Aku tak pernah lelah menanti
Nama mu yang selalu ada di setiap doa
Aku akan merindukanmu
Terima kasih untuk segalanya.
Dec 8, 2017
Dec 8, 2017 at 5:44 AM UTC
memang aku tak pantas
aku bukan yang bisa dimiliki
memiliki pasangan jiwa yang bisa
yang mampu..
selalu kuingat kamu
malam ini yang penuh dengan hati gegana..
aku sekarang percaya
kamu adalah bisa..
berbohong bukanlah pilihanku
hati ini berteriak seolah berkata
..bahwa memang tidak ada yang layak
setelah setahun berlalu sudah kulihat yang ada..
tidak ada dan tidak ada
aku tak mengerti mengapa hati ini terus berteriak..
seolah tidak ingin tidak ada kamu disini
hati memang membutuhkanmu
hati memang tidak bisa menolak
..karena hanya kamu yang mampu berjalan hingga kiamat nanti
dan hanya dirimu yang mampu menyakiti jiwa dan ragaku
takkan ada yang bisa
takkan pernah.
Oct 7, 2016
Oct 7, 2016 at 2:27 PM UTC
mungkin aku gila
semua tidak ada yang sempurna..
bagaimana hati ini bisa berlabuh di kamu?
aku tak ingin mengiginkanmu
lebih dari apapun aku ingin sendiri..
aku tak mau mengulangi kesalahan itu lagi
memang aku harus akui jikalau..
bahwa aku tidak bisa menerima dengan apa adanya
itu bukanlah hal yang buruk
karena aku memang layak..
pantas mendapatkan cinta yang sebenarnya
Feb 14, 2017
Feb 14, 2017 at 10:27 AM UTC
pasal III; tentang berpisah, memisahkan diri, dan sebuah perpisahan.
-sampailah rasa ini di titik paling akhir perjuangannya, dimana setelah semua usaha bermuara, dan nyatanya tak terbalas sesuai ekspektasi. akhirnya, aku (dan kamu) memilih untuk mundur dari pengharapan masingmasing, memilih memisahkan diri, untuk kemudian bersamasama mencari jalan hidup pribadi.
- mungkin saja di satu sisi, ada pihak yang merasa terberatkan, dan tentu saja yang memberatkan, mengingat perihal perpisahan adalah suatu fase, dimana 2 pribadi yang dulunya saling dan berusaha terikat mengikat, kini harus mulai merenggangkan ikatan masingmasing. dan pasti ada yang tak sanggup, dan ada yang terburuburu berpisah. tapi tak apa, aku terbiasa menopang perkara berat ini.
- namun ada kalanya, kau lah yang terberatkan dengan proses ini, jadi mulai sejak dinilah, kumohonmaaf untuk apa yang akan terjadi di kemudian hari, atau mungkin saja esok hari, ketika ku mulai merasa, bahwa perpisahan adalah cara terbaik untuk melanjutkan hubungan ini.
- plot twist; adalah ketika kita masih tetap berusaha saling menyatakan setia dan menjaga keberadaan masingmasing kita, tapi, kita tetap saja terpisahkan, karena sebab masa depan masih terlalu gelap untuk diterawang sekarang, mengingat kodrat yang bernyawa akan mati, yang dekat akan jauh, dan yang jauh, tak penah lagi kembali. maka nanti kemudian masa, jika saja kita memang terpisahkan oleh takdir, maka sekali lagi maafkanku, juga terima kasih, untuk mu, dan untuk hadirmu.
- karena berpisah, bukan sematamata hanya sekedar ego, melainkan sebuah komitmen. semoga kau mengerti, jika kelak kita berpisah, dirimu tetaplah dirimu, kau tetap saja begitu, dan jangan berubah, sebab kisah kita yang berakhir tragis, tak layak mengubah senyummu yang manis.
prdks.
Aug 6, 2017
Aug 6, 2017 at 12:39 PM UTC
Pemerintah Indonesia secara terang-terangan melakukan pemerasan dan perampasan terhadap sumber kekayaaan di tanah Papua. Masyarakat Papua kerap dihalangi dalam menentukan taraf hidupnya, mereka dibenturkan dengan kebijakan yang justru bertentangan dengan kebiasaan hidup masyarakat Papua. Bentuk menghalan-halangi masyarakat Papua untuk bertanggung jawab dan menentukan kehidupannya sendiri merupakan sebuah bentuk penindasan yang ditutupi dengan iming-iming kesejahteraan palsu.
Hal ini hendak menggambarkan campur tangan pemerintah Indonesia dalam mencampuri fitrah ontologi penentuan nasib masyarakat Papua. Hingga kini pemerintah Indonesia melakukan tindakan yang semakin memperlihatkan penindasan terhadap masyarakat Papua. Mereka dituduh makar, ditakuti-takuti, diteror bahkan hingga dibunuh!
Pemerintah Indonesia layak menyandang julukan "si kejam" atas tindakannya selama ini kepada masyarakat Papua. Pemerintah Indonesia yang dengan kekuasaannya melahirkan orang - orang yg terhempas dari kehidupannya sendiri.
Bagaimana bisa masyarakat Papua memulai kehidupan yang bebas, sedangkan mereka adalah hasil dari kekejaman itu sendiri?
Bagaimana mungkin mereka mendukung suatu tindakan yang membawa mereka kepada kehidupan yang terindas?
Jun 18, 2020
Jun 18, 2020 at 1:18 PM UTC
Menuju malam sabtu, lagi lagi aku menghela napas
Melihat caramu menatapku, itu membuatku sakit
Mendengar suara mu saja aku muak
Bagaimana kau melangkah
Bersenandung kala di motor
Menyapa mereka yang kau bilang teman
Memuakkan
Kau tau? Bahkan saat menggenggam tanganku, rasanya seperi kau mencekik hatiku
Sesak
Kau; Tertawa hingga berurai air mata
Aku; Menangis tanpa melepas air mata
Kau lihat kan perbedaannya?
Apa memang aku yang harus bersakit?
Apa aku layak menerima ini?
Apa yang sudah ku lakukan di kehidupan sebelumnya hingga aku mendapatkan rasa seperti ini?
Tolong jawab aku
Jul 7, 2020
Jul 7, 2020 at 1:30 PM UTC
Roi ja reha he kuch dina to
Pata nai ki he jo roi ja reha ha
Kuch nikal gea he mere hath wicho
Kuch kho chukea ha me apnis kismat wicho
Yakeen na kar sakea me apni himmat te
Kiti hundi us time ta aj he nobat na hundi
Sochda si kucj jyada hi ghardea
Tere viah wale din
Roea me sara din
Teri shugraat wale din
Roya me sari raat
tenu kyu peni *** k
Kadar de layak na rahi ***
meri
Manda ha galti c meri
Par tetho wadd ke pyar kita bi ta kisnu
Akha wich he paani
Dil wich he ik chees jahi
Kiwe pawanga mud ke *** tenu
Ehi soch wich nikal jandi raat meri
Feb 27, 2018
Feb 27, 2018 at 9:32 PM UTC
shabdon ka khel iss layak nahi,
ki jang mein utar pao tum.
dekhna hoga, kya ijazat,
ki le lun tumse tumhara ghum?
agar mana paun tumko,
toh sambhal lun khud ko—
par dikkat yahi,
_ki tum mere the hi nahi, kabhi._
Sep 29, 2025
Sep 29, 2025 at 6:33 AM UTC
merasa seperti tidak layak untuk siapapun
merasa kosong hampir setahun
merasa cuma diri saja yang melewati
titik termuak kah ? tidak tau
titik tercapek kah? tidak tau
mungkin masih di dasrar
mungkin akan ada puncak kalut yang lebih tinggi
atau
mungkin ini sudah hampir berakhir
gaada yang tau,
bahkan diri sekalipun
sempat berharap mencoba
mengembalikan keutuhan
kepada orang lain
tapi, gagal.
mau sampai kapan?
Jul 18, 2021
Jul 18, 2021 at 2:47 PM UTC
Rabab baj rahi thi kahi, jaha khuda bhi naach raha tha,
Phir na jaane kaunsi yaad-e-dard baraat leke agayi.
Naghma jo lehrake aayi, banke sur-e-shahen shah,
Wo sur jo nafs se mile, to khud dard banke beh gayi.
Aye mere jaan-o-dil, jamal-e-mah suna teri nazm-e-kamal,
Hum to ro rahe hain, jab se teri lafzon, aasu ban ke beh gayi.
Andaaz mat pucho koi, apna batane layak nahi rahi,
Khair agar puch hi liya hai, to kya batayen, koi andaz hi nahi rahi.
Bata to denge hum, par koi kyun sunega,
Khair agar sun hi liya hai, to sun ke bhi kya samjhega.
Baatein to bohot hain, gar koi sunna chahe to,Par kaun sunne ke liye baitha rahe?
Khair agar baith hi gaya ** to ek be-kafan lash ka,Nazm-e-ashk bhi sun ke jao.
Ro to nahi rahe the hum, wo kam to apna lafz kar raha tha,
Achanak wo rabab yaad agayi, jis pe khuda nach raha tha.
Hum to baithe the, ab khare ** gaye,
Na jaane apna rone ki awaaz, us mehfil ko kharab na karde.
Ab mai chal raha hoon, kahi aur jaa raha hoon,
Kidhar jaa raha hoon, utna nahi pata,
Bas rabab se dur chala jaun,
Nayi mehfil sajane, udhar firse nazm-e-ashk bhi suna na hai.
Oct 27, 2024
Oct 27, 2024 at 11:21 AM UTC
Lari dan lompatlah setinggi yang kau bisa,
agar kau jatuh di tempat yang layak kau perjuangkan.
Bahkan jika bumi menarikmu dengan gravitasinya,
jangan ragu melawan, teruslah melompat.
Selama harapan masih bersemayam di dada,
tak ada yang terlalu sepele untuk diperjuangkan.
Terlebih, jika itu membawa kebaikan,
maka berlarilah, melompatlah dengan keyakinan.
Lewati batas, tantang ketinggian,
namun ingat, kita manusia,
tak selamanya di ketinggian.
Karena itu, jangan lupakan daratan,
tempat di mana kaki berpijak,
dan diri menemukan keseimbangan.
Mar 27, 2025
Mar 27, 2025 at 2:23 PM UTC
Mana le tu suhagraat ger naal
Kiwe bhulegi oh time mere naal da
Manda hanoh kar lu mere nalo jyada pyar tenu
Par ki tu kar sakegi mere jina pyar unu?
Ro reha ha saari raat da
Eh sochke ki ki chal reha hou tere dil wich
Kiwe ** sakdi he tu ger di
Bhenchod ik wari bi na aya taras mere ute
Manda ha bura ha me
Par ki bewafai de bi layak na reha teri
Isto wadiya ta maar ke chali jandi menu
Ah din ta na dekhan penda menu laash banke
Chala jawanga door jaldi hi tere to
Dunia bi na yaad rakhu
Na hi tenu yaad aau
Marr ke dikhau *** tenu
Yaad bi na aau *** tenu
Feb 27, 2018
Feb 27, 2018 at 9:35 PM UTC
aku kembali gagal-
mungkin manusia sepertiku tidak layak merasakan cinta,
bagaimana bisa harapan indah hilang begitu saja?
aku kembali gagal-
layaknya ditampar,
oh tuhan! apakah anda tidak ingin aku memiliki cinta?
aku kembali gagal-
pergilah katanya,
memang sepertinya hamba tidak cukup becus untuk merasakan cinta.
May 7, 2022
May 7, 2022 at 11:02 AM UTC