Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"koma" poems
Terbangun aku di kamar mimpi, dulunya kau ada di sisi, kini sepi, mata dan minda tempat ku jelajah, menerokai diri mu tanpa lelah, kembara kita tiada henti, kerna, tiap kali kita bersua, kucupan dan senyuman manis menghiasi pipi, ku susun aksara ini, untuk mereka tahu, bertapa indahnya kau di mata ku cereka tiada noktah atau koma, kerna di sini, kau kekal selamanya. Bila kau tiada, Jumantara ku gelita Malam ku sunyi tanpa suara, renjana pada roh ku kian lemah. ku berharap kita bersua lagi, dengan renjana sama dengan ku, kau bagaikan sahmura, menghiasi kamar mimpi, dengan ukiran kirana di bibir, kerna Gian aku kepada sanubari mu, tiada henti
0
Jun 16, 2022
Jun 16, 2022 at 3:27 AM UTC
Kamar Mimpi
Tujuh lapis langit, Tiga lapis bumi, Petualang mengembara, Jauh dari tanah, Menjelajah samudera, Rindu pada darat, Ku lepaskan pada laguna, Hujan di libas badai, Sanubari hati ini Impikan haruman cindai, Oh Juwita, Tiap detik pasti rindu, Lafas tiada noktah ataupun koma, Hanya ombak dan bayu berlagu, Awan berarak syahdu, Bintang malam menjadi arah, Ku harap, Aku tidak sesat ke jalan yang salah.
0
Jul 1, 2023
Jul 1, 2023 at 2:56 AM UTC
Juwita
katamu, aku hanya butuh percaya. katamu, aku tak perlu menyita waktuku dengan adanya kamu di tiap detikku. katamu, aku pun sudah fasih memahami isi kepalamu. dan, ya, aku memilih untuk percaya. nyatanya, tidak semudah bak sang matahari yang rela menyembunyikan teriknya sepanjang malam untuk memikat sang bulan. kamu hanya tidak tahu seberapa dalam lukaku, kemarin. kamu hanya tidak tahu seberapa besar rasa sakitku, hingga saat ini. entah bagaimana, entah karena apa, terbesit oleh pikirmu untuk melakukan itu. apa ini karenaku? atau memang suratan takdir untukku? bagaimana dengan semua katamu? bagaimana dengan semua percayaku? semukah?
0
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:12 PM UTC
koma
Jantung semesta. Ku sebut ia jantung semesta. Pengatur detak jantung antara hidup dan mati. Manusia penguasa rasa. Yang datangnya ditunggu dan hilangnya dibenci. Masih dalam keadaan koma di ruang ICU
0
Apr 30, 2020
Apr 30, 2020 at 7:05 PM UTC
JANTUNG SEMESTA
Mine drukne indvolde afskyr deres beholder. Gennem nervebanen sendes stødende gnister af had. Hvor vil de overbevise og kalder på den sødmede gift hvor vil de have dens spreden af koma lignende afkom. Først ubehagen, så oppustet smerte der brister som en ballon og brændsel med selvantændelige kræfter. Den springer og opkast omsluger horisonten af mennesker, klipper, udviskede farver. Ujævne striber af rød er udfyldte billeder der drypper en anelse ro på mine øjne, det leder det fører ind gennem nervebanens flod. To mørke eller fire i hvert fald én gør døsig gør modig gør opgivenhed udholdenhed. De dage der kommer er vel taget imod i skrigen og styrke og tomhedens sod. Selskrevne ord fordamper salt. Efterladt, afsluttet, genfortalt i latterlige evig kedsomhed der udfylder fyldte *** af bevidsthed hvor pladsmanglens rod eliminerer sig selv. Usammenhængende lort skaber lyrik gør intet som helst og findes for ingenting. Jeg læner tilbage og betragter et snitteværk en udhugget skulptur. Stærke farver vender tilbage i kindrødt gennem abstrakt maleri og så rammer svien af blomster og fryd på eksperimenter af målrettet kunst. Skammende lys i hvid og i sort. Nøgterne syner synes skarpe for blikket og lukker en port. Brosten for brosten lægges på ny og en fejl af en vej af smil og meditativ.
0
Jul 27, 2015
Jul 27, 2015 at 4:36 PM UTC
Ensomheden
febrilsk stilhed te og treoer i skole og fremlæggelser med 38 i feber, stoffet der omringer min krop gør ondt en syg pige, et sygt samfund, et sygt uddannelsessystem som konsekvens giv mig bare fuld narkose, eller et koma? kunne det ikke gavne lidt med at slappe af, koble fra fatal uvidenhed; dørene lukker giver stress over de fremadrettede adgangskrav slider sig selv ned i et desperat forsøg på at overleve, at drømme av og øv
0
Sep 10, 2015
Sep 10, 2015 at 3:01 PM UTC
syg
Bukan saatnya, kawan, Kau tertunduk dengan tangisan Seakan dunia sudah kiamat. Mungkin hatimu sedang tertusuk Oleh buaian para pemberi harapan Dan setan pembisik di telingamu. Tapi ingat, Ceritamu hanya sebatas koma, Masih ada kalimat panjang Yang menantimu sampai akhir hayat.
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 6:39 AM UTC
Titik
jeg får lyst til at begrave mine negle i dine mørke krøller, svømme rundt i havet som venter på mig i dine brune øjne jeg vil kysse dine læber blå, som en iskold november nat jeg kunne tegne tusind malerier på dine nøgne skuldre af cirkler kreeret af mine fugtige fingerspidser drømme om dine omfavnelser imens du er i en koma af søvn, som var du næsten borte mærke varmen i mit indre, når du hvisker mit navn efterlader ildrøde linjer på dit bryst med skælvende hænder, når du endelig får din vilje kun så du ikke glemmer mig, når du ser dig i spejlet næste morgen, når din seng er kold, fordi jeg listede ud i natten kl 4
0
Sep 11, 2014
Sep 11, 2014 at 3:34 PM UTC
brune øjne
Endnu en aften hvor jeg sidder med glasskår på mine øjenvipper. Jeg tror ikke på tårer. Nuancer af glæde tegnes i dine øjne. Sideeffekter af jalousi og smerte. Du siger, at månen dør og dine stemme splintres - som var det os. Alle vores løgne og billig ***** under beskidte, isblå negle. Dine hænder på mine ribben sender stød igennem min krop og knækker min krogede rygsøjle som var den af vinyl. Jeg kysser din nøgne hals til live. Vores vener lyser natten op. Trætoppene over os; er det eneste, der holder os nede. De siger, at blå øjne er farlige, og jeg lovede ikke at blive afhængig. men det er anderledes nu. Her står vi så. Med kindben lavet af begær som var det ****** Men verden har sit greb om os. Der er ingen EXIT ZER0. Vi er tvunget til at blive stående. I koma. Under trætoppene i oktober-regn. Det er vores eskapisme. Vi har intet andet. Når vi går hjem, kan jeg spejle mig i blank kaffe og drømme. Tankespind af brandsår og stjerneregn. til vi ses igen.
0
Dec 20, 2014
Dec 20, 2014 at 4:04 PM UTC
Sårbart
Kallo ya koma can sama Kowa ya gaza kaiwa sama Iska a wajen tayi sama Yaro da kudi yaje sama Kato ba kudi ya bar sama Kyawun yan mata ne sama Saurayi da kudi shine sama Kai wannan karni ya hau sama Wai kowa a kasa sai yaje sama Shi ko na saman zai can sama Burin talakawa su hau sama Mai kudi haka zai kara sama Sojan baka zai so yayi sama Dan siyasar banga, shi ma sama Yan siyasa, kowa  muje sama Masu mulki burin su suje sama Sun manta Allah ne yayi sama Da abin da yake sama can sama Ya mallaki komai a cikin sama Har ikon da yake kasa da sama In yace komai yayi sama zai sama In yace kowa yayi sama zai sama A cikin ikon sa da ke sama
0
Jan 30, 2022
Jan 30, 2022 at 2:00 AM UTC
Sama, da yin sama na Allah ne
Ahh, judul... Kuliat ia akhir-akhir ini begitu menyebalkan Begitu merangah, berusaha mencolok Aku tidak yakin dia melakukannya dengan tidak sadar Aku tahu dia menginginkan sesuatu Kuasa! Aha, itu sudah pasti kuasa Kuliat ia begitu sombong hanya karena posisinya yang sedikit diatas Memandang rendah kata-kata serumpun yang ada di bawahnya Acuh melihat titik dan koma yang baginya tak ada apa-apanya Hanya karena font yang sedikit tebal dan size yang agak besar Membuat masyarakat kata memilihnya untuk mewakili suara mereka Pun merasa tak sebanding dengan apa yang dimiliki ‘Si Congkak’ itu Kata merasa rendah, titik koma tak berdaya Dan mereka... Kalah atas kedaulatannya sendiri Padahal judul hanya tak sadar Bahwa kuasa yang dimilikinya itu bukan karena dirinya sendiri Ia lahir karena keresahan kata Yang terombang-ambing bagai kapal di ganasnya lautan Menggantung bagai kepompong, terpenjara dalam ketidaksempurnaan Melayang-layang bak daun jatuh ditiup angin, tak tentu arah Mendambakan hidup yang bahagia dan tenteram untuk merdeka Karena ketakutan kata-lah Judul hadir sebagai jawaban Agar kata dilirik pembaca Agar kata digunakan dalam ruang diskusi Agar kata hidup dalam kepala Mengakar kokoh dan menjadi abadi Judul adalah cerminan pemimpin di negeri ini Seperti kacang yang acuh pada kulit, lupa diri Bahwa dirinya ada untuk mendengar keresahan Bukannya malah menjadi dalang kerusuhan Bahwa dirinya ada untuk mengerti suara yang dimarjinalkan Bukannya malah membuang muka, lalu lantas pergi meninggalkan Lihatlah ibu yang telah melahirkan Yang terpinggirkan mengandung harapan Yang menanti dengan merapal doa disetiap malam Anak baik jadilah baik Wahai kalian yang duduk manis di kursi tahta Bangkitlah! Kata-kata dan rakyat jelata yang dipandang sebelah mata Mendengarlah! Wahai judul "Si Congkak" juga para pemimpin negeri yang berlagak sok kuasa
0
Feb 27, 2021
Feb 27, 2021 at 11:55 AM UTC
JUDULNYA ADALAH JUDUL
Ahh, judul... Kuliat ia akhir-akhir ini begitu menyebalkan Begitu merangah, berusaha mencolok Aku tidak yakin dia melakukannya dengan tidak sadar Aku tahu dia menginginkan sesuatu Kuasa! Aha, itu sudah pasti kuasa Kuliat ia begitu sombong hanya karena posisinya yang sedikit diatas Memandang rendah kata-kata serumpun yang ada di bawahnya Acuh melihat titik dan koma yang baginya tak ada apa-apanya Hanya karena font yang sedikit tebal dan size yang agak besar Membuat masyarakat kata memilihnya untuk mewakili suara mereka Pun merasa tak sebanding dengan apa yang dimiliki ‘Si Congkak’ itu Kata merasa rendah, titik koma tak berdaya Dan mereka... Kalah atas kedaulatannya sendiri Padahal judul hanya tak sadar Bahwa kuasa yang dimilikinya itu bukan karena dirinya sendiri Ia lahir karena keresahan kata Yang terombang-ambing bagai kapal di ganasnya lautan Menggantung bagai kepompong, terpenjara dalam ketidaksempurnaan Melayang-layang bak daun jatuh ditiup angin, tak tentu arah Mendambakan hidup yang bahagia dan tenteram untuk merdeka Karena ketakutan kata-lah Judul hadir sebagai jawaban Agar kata dilirik pembaca Agar kata digunakan dalam ruang diskusi Agar kata hidup dalam kepala Mengakar kokoh dan menjadi abadi Judul adalah cerminan pemimpin di negeri ini Seperti kacang yang acuh pada kulit, lupa diri Bahwa dirinya ada untuk mendengar keresahan Bukannya malah menjadi dalang kerusuhan Bahwa dirinya ada untuk mengerti suara yang dimarjinalkan Bukannya malah membuang muka, lalu lantas pergi meninggalkan Lihatlah ibu yang telah melahirkan Yang terpinggirkan mengandung harapan Yang menanti dengan merapal doa disetiap malam Anak baik jadilah baik Wahai kalian yang duduk manis di kursi tahta Bangkitlah! Kata-kata dan rakyat jelata yang dipandang sebelah mata Mendengarlah! Wahai judul "Si Congkak" juga para pemimpin negeri yang berlagak sok kuasa
Continue reading...
43
Chapters in dust, olden days don'ts we done on a whim from a song I never hear, but I think that song is one of those lies people pretend is true. It's the glue, I'll be there, and love you, until the twelfth of never and make you feel included, like you were one of those then, listening to the cities on the radio, insisting we don't listen to country, no KAAA, local gay DJ, easy rock, no, gimme KOMA fi'ty thousand watts, rockin' top forty across the plains, skipped up the staked plain and looped plumb straight down in a radio metric chaos function, ley line like, on the most ancient trail we know, to the navel of the world, it went from there to Chaco, -- sing any eliyaheyliyah hai hai awatha, tonka go on you know, it's a cricket solo, such a time, your song in the dream, you flew, you know you did, and did not fall, but landed lightly on your feet, not the least bit, curios as to why now… my feet walked that extra mile, my time stretched by about that amount, on many given days.
0
Sep 20, 2023
Sep 20, 2023 at 10:45 PM UTC
Time glare from an abandoned novel
hej siger jeg mens jeg fluks prøver at smutte væk fra mine inderste tanker, der hober sig op i mit hovede, som var de myrer i en tue der var blevet stoppet til af et blad. let for alle andre, men kilotungt for mig. er du vågen? spørger jeg med en undren som kunne synes vemodig men interesseret. søvnen har fanget ham i sine arme, og jeg kan ikke få ham væk. få ham hen til mig. søvnen er et muskelbundt der har ham i et stramt knus. mmm mumler han fra det nederste af halsen, helt nede i maven. som i en koma ligge han, livløs næsten. nøgen, det eneste der dækker er et lagen der er blevet kastet henover, næsten iscenesat
0
Oct 7, 2015
Oct 7, 2015 at 3:10 AM UTC
hej
Daun kuning berjatuhan Angin dingin menghantarkan salam dari Tuhan Aku melihat pepohonan yang menari Semua tampak indah menyejukkan hati Aku hanya diam.. Diam tak tahu harus kemana Kabut putih menutup mataku Mendorongku yang berdiri terpaku Imajinasiku kabur Aku akan jatuh Dan... Dimanakah aku? Diruangan serba putih aku terbangun Menatap dengan pandangan memudar Siapakah kamu? Gadis kecil berlari dan tertawa Berlari menjatuhkan bunga-bunga Membuka pintu diujung ruangan Aku berjalan... Berjalan membuka pintu yang sama Wanita cantik berambut pirang Cantik rupawan mengalahkan Godiva Seorang gadis kecil memeluknya erat Dia... Dia yang selama ini kucari Dia yang selama ini kunanti Aku mencoba... Mencoba untuk menyentuhnya Jari-jarinya yang ramping menepisku Aku berpikir dia membenciku Namun tidak tidak... Dia berkata padaku, "Kembalilah, ini belum saatnya" Kematian bernegosiasi dengan kemungkinan Kemungkinan untuk meraih kehidupan Di alam bawah sadar Aku akan kembali menemukannya -Kediri, 18 Maret 2018
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:22 PM UTC
Koma
All over sudden, life got so real again. One big confusing blur of a summer. The bubble popped. Here I am. Fully aware of my unawareness. It feels incredible to be awake. And it terrifies the living **** out of me. Every nerve of my body tingles. I can feel life in each and every one of them. Life is so present, I almost think I'm in a dream. In a koma. Dead, even. When was the last time I lived, anyways.
0
Aug 3, 2014
Aug 3, 2014 at 2:43 AM UTC
Reality
Sie beobachtet manchmal ihre Mutter rauchen und versuchen, in ein Koma zu trinken und manchmal Sie will das selbe machen Um diesen Schmerz loszuwerden Aber sie weiß es besser
0
Jul 7, 2017
Jul 7, 2017 at 5:55 PM UTC
It hurts so badly