"kemari" poems
JOGJA
“Jogja sedang berusaha menutupi kesedihan karena penyesalannya, buktinya akhir-akhir ini Jogja ramai sekali”
“Untuk apa Jogja bersedih?
Bukankah banyak yang mencintainya selama ini?
Buktinya Jogja bisa dengan mudahnya tebar keramahan kesana-kemari kemudian mendapatkan banyak hati.”
JAKARTA
“Jakarta sudah tidak kuat lagi menahan sakit perasaannya hingga ia menangis, buktinya kemarin hujannya turun deras sekali”
“Untuk apa Jakarta menangis?
Bukankah Jakarta begitu kuat?
Buktinya ia tahan mendengar suara bising dari banyak pasangan kekasih yang melempar janji-janji palsu selama ini.”
BANDUNG
“Bandung bingung menanggapi apa yang terjadi terhadap Jogja dan Jakarta, buktinya ia hanya bisa diam.”
“Tidakkah kau tahu bahwa bandung selalu bersuara?
Tetapi selama ini suaranya tersamarkan oleh suara hujan.
Buktinya suaranya tidak bisa dibuktikan.”
Dec 15, 2017
Dec 15, 2017 at 2:11 PM UTC
Hai! senang sekali kau kemari
Uhh kedua kalinya kau merasuk tanpa permisi
Jangan hanya lewat, kuingin lagi
Alunan rintikmu yang sudah kutunggu sedari tadi
Namun sayang, kau begitu cepat untuk pergi
Jul 12, 2019
Jul 12, 2019 at 3:40 AM UTC
Jemariku menari di atas aksara.
Kemari sayang,
nanti malam aku akan ceritakan pertarungan antara Putri Cina dengan Amir Hamzah,
dan Pangeran Bulan yang tak pernah datang.
Tragedi Sampek yang menjelma kupu-kupu disusul kekasihnya.
memilih abadi dalam dunia baka,
ketimbang hidup 100 tahun bersama lara.
aku akan tutup dongeng malam dengan kisah kita yang abadi dalam dimensi khayal.
"Selamat malam."
May 9, 2019
May 9, 2019 at 2:58 AM UTC
Kau melompat kesana kemari
Kau melompat tanpa tahu perasaan ini
Kau melompat tanpa etika
Kau melompat hilang seketika
Kau bukan jelmaan pangeran
Akan tetapi hadirmu membuat orang terheran
Sekolahku adalah tempatmu
Hijau pohon dan rumput sudah menyatu denganmu
Aku mual dengan serba hijau
Karena sayur hijau bukanlah kesukaanku
Akan tetapi pohon hijau adalah istimewa
Pohon hijau tempat berteduh hati yang merana
Oh kodok..
Mengapa tembok sekolahku juga hijau?
Oh kodok..
Aku semakin sulit menemukanmu
Teyot teblung teyot teblung
Sekolahku hijau nan sejuk
Teyot teblung teyot teblung
Adiwiyata adalah gelar sekolahku
-Kediri, 21 Maret 2018-
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:53 PM UTC
Komedi yang kamu sukai
Haha hihi hangat ironi
Satir paling getir diantara syair-syair
Yang gamang dan anyir
Ayat paling menyayat diantara nubuat-nubuat
Kala nanti kamu dibaiat
Di halaman, mengepul gelembung
Berisi suara, jerit menderit
Masygul berlarat-larat
Sunyi senyap, tak berharap tertangkap
Seloroh yang kerap kau kudap
Tragis, tentu saja
Pantas, hatimu melecur
Panas cerita yang kau ulur
Mampukah dikebiri?
Jangan-jangan kamu puas melacur
Mengangkangi memori yang hancur
Kesana kemari
Menjilat rupa tak terhingga
Menggigil dalam persona mempesona
Tak seperti banyak cerita
Kamu hanya memamah hampa
Tiada terkira
Hingga kamu
Lupa cara bahagia
Oct 9, 2017
Oct 9, 2017 at 11:14 AM UTC
Ketika jenuhku mulai bergemuruh di sisi bahuku
Seakan ingin terangkat dan melepaskan diri..
Tau
Aku sadar
Aku mencobanya berulang kali tapi lepas itu semua
Aku sadar lagi,
- memangnya kenapa jika memang begini, ini aku thats I've to be me, adult not mean we stop to feel stupid like in teenegers but just to count how wise we are-
Jika nanti ada angin yang bertanya lagi
Mungkin aku akan menjawab
" ya tanya saja pada cuaca ini kenapa ia menyuruhmu kemari, saat aku sedang hampa dan ketika pula kau datang, bukankah kau tau itu dan kenapa kau bertanya berulang lagi?" (:
Mar 20, 2018
Mar 20, 2018 at 10:51 AM UTC
Demi apapun yang kau lakukan, selesaikanlah
Karena sebagian memang tidak bisa diwakili kata-kata
Sekalipun berbalik arah adalah haluan terbaik,
datanglah dulu kemari
Karena ada yang dingin kemudian beku tanpa dikenangkan
Tidak mengapa jika datang yang terakhirmu hanya untuk duduk dan hening panjang
Tidak mengapa, dik
Karena datangmu adalah perwakilan akhir dari permulaan yang lalu
Datangmu adalah jawaban terbaik dari haluan yang dipaksakan
_BA_
(31 Juli 2018)
Dec 14, 2018
Dec 14, 2018 at 3:16 AM UTC
RODA BERPUTAR KESANA KEMARI
MENGIKUTI ALUNAN HATI
DAN ENGKAU TETAP DIAM MENATAP
KECERMELANGAN YANG MENGHAMPIRIMU
SEKETIKA MENYEJUKKAN ENGKAU KEMBALI
ALANGKAH BESAR LUAS SAMUDERA RAYA
MENCOBA MENGUTARAKAN INDAHNYA DIRIMU
SAYAP-SAYAP MENAUNGI DIRIMU
DENGAN ENGKAU TERJAGA
BAGAIKAN MAHKOTA YANG TERINDAH
Oct 12, 2018
Oct 12, 2018 at 3:24 PM UTC
dan kau masih saja sama,
masih seperti planet pluto,
yang selalu berlari kesana-kemari,
tanpa arah dan tujuan,
buruknya lagi tak tahu arah pulang.
Nov 16, 2018
Nov 16, 2018 at 12:15 AM UTC
untuk Bumi,
lelah aku dengan rasa percaya;
saat harapan berujung kekecewaan, ketika jemari tangan tak lagi dapat bertautan.
kebas aku dengan rasa lara;
beberapa kenangan yang harus dilupakan, sejuta beban yang menekan.
kemari lah, dekap aku agar tidak menyerah.
mari melangkah dengan jarak aman, seperti halnya bersisian.
aku takkan mengikat, nanti kau justru mangkat.
terima kasih sudah hadir, aku tak lagi mengutuk takdir.
dari Bulan
May 13, 2019
May 13, 2019 at 10:57 PM UTC
¿¿tuhan, KUTUNGGUmu¿ MEMBUNUHKU SEKETIKA.
¿¿tuhan, ANEHNYA ¿¿kau MENYIKSAKU DENGAN CARAmu¿ YANG SANGAT PECUNDANG.
¿¿tuhan, BAJINGAN, KOTORAN DUNIA AKHIRAT, ¿¿kamu.
KEMARI JIKA BERANI. ¿¿kau YANG TAK PUNYA OTAK.
Dec 19, 2019
Dec 19, 2019 at 6:44 AM UTC