Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"jawabku" poems
31 Oktober 2016 Dini hari, Jakarta-Surabaya, Pukul 00.45 30 menit yang lalu, kau bertanya kepadaku, "apa yang membuatmu bahagia?" secangkir kopi, malam dan hujan jawabku lalu kau mengernyitkan kedua alismu dan bertanya, "kenapa? kopi itu pahit, malam itu sendu dan hujan hanya membawa pilu" "Karena aku menyukai kejujuran pada kopi, Ia jujur akan dirinya. ia yang pahit rasanya. ia yang hitam parasnya. tanpa bersandiwara. tapi itulah hal yang mencandu darinya. Karena aku menyukai kesederhanaan malam, Ia tak perlu harus bersinar, ia cukup indah dengan bintang di dalamnya tanpa dengki ingin menjadi siang. Karena aku menyukai keikhlasan hujan, Ia tetap ikhlas menjatuhkan dirinya meski banyak yang memaki dirinya dan berharap ia tak pernah datang." kau termenung kembali, dahimu berkerut memikirkan sesuatu "apakah hanya itu?" tuturmu lagi dan aku hanya tersenyum, "aku hanya ingin menjadikan diriku seperti mereka, tidak berlebih pun tidak mengapa, hanya ingin menjadi dan merasakan kejujuran seperti kopi, kesederhanaan seperti malam dan keihklasan seperti hujan." kau tersenyum mengejek "Kau terlalu naif" tandasmu dan aku hanya tergelak, seperti itulah aku, jawabku pada akhirnya, kau turut tergelak jua bersamaku menutup pembicaraan dini hari kita kala itu.
0
Oct 30, 2016
Oct 30, 2016 at 2:05 PM UTC
Jakarta - Surabaya
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
0
May 19, 2018
May 19, 2018 at 9:51 PM UTC
Self Love
Berikut adalah percakapan antara aku dan aku; Aku bertanya, apa itu self love ? Mencintai diri sendiri jawabku. Bagaimana bentuknya ? Mencintai dan menjaga diri sendiri. Bagaimana spesifiknya kalau boleh tahu ? Merawat diri sendiri baik dari tubuh, pikiran, dan hati. Bisa beri detail lebih jelas mengenai merawat tubuh, pikiran, dan hati ? Tentu saja. Dari tubuh, Jika engkau ingin mempercantik dirimu tetapi benar benar untuk dirimu. Bukan hanya sekedar konsumsi publik semata agar engkau dianggap kualitas super hanya dari fisik. Maka, lakukanlah. Dari pikiran, Oke ini level dua. Sulit. Kau harus pandai mengolah semua pikiran negatifmu. Cobalah ubah menjadi sebaliknya, rasa takut kau ubah sebagai rasa penasaran menghadapi suatu hal, singkirkanlah logis yang terlalu mengedepankan ego sejenak, ajak pikiranmu tenang lalu coba bawa ia ke tempat yang luas. Dari hati, Sulit. Karena mungkin sejatinya sifat tiap kamu kamu itu terefleksi dari sini. Tinggal pilih, mau babak belur mencoba lebih baik atau nyaman di tempat kotor ? Kalau ini caraku. Cobalah untuk selalu berbuat kebaikan, banyak orang yang akan sering berkata kamu nanti terlalu naif, munafik. Halah, persetan dengan itu semua. Jalani hidupmu sendiri sendiri, senang itu tergantung kita bukan orang lain. Kita yang putuskan mau senang apa tidak. Coba lihat, karena apa ? Ego mereka sulit diolah, atau bahkan sudah diracuni oleh ego sendiri ? Apapun itu, aku turut berduka untuk mereka. Intinya berbuat baik, tidak hanya kepada makhluk hidup saja. Alam jangan dilupakan. Kau itu sama sama ciptaan-Nya, bukankah kalau saling sayang kita akan selalu tenang ?
Continue reading...
24
Selamat pagi bu.... Selamat pagi jawabku Perjalananku segera dimulai menembus fajar yang masih galau Lewat mana bu.... Biasa saja pak jawabku Jalan raya yang masih sepi Tetapi aku sudah duduk sendiri Macet bu.... Biasa pak jawabku Tiada ada jalan yang lancar Tiada hari yang tak sukar Lampu merah bu.... Iya pak panjang pula jawabku Berhentilah walau hanya sebentar Melemaskan kaki dan mata yang nanar Sudah sampai bu.... Terimakasih pak jawabku Ku mulai pekerjaan hari ini Dengan harapan dan asa yang baru
0
Oct 31, 2017
Oct 31, 2017 at 11:18 PM UTC
Supirku
Aku ingin jadi anak kecilmu. Menyusup di antara pagimu, menjadi sibukmu, di malam hari sebelum lelap. Menyusup di ember jemuran, di kuda-kudaan, di bak mandi, di kaus kaki bayi, begitu mungil sampai aku muat untuk selalu ada di mana-manamu. Tanya aku tentang apa yang paling kumau, jawabku satu dan akan selalu: Aku ingin lahir dari jalan tengahmu, besar sebagai anak kecilmu.
0
Mar 5, 2023
Mar 5, 2023 at 12:54 PM UTC
Senandika Soesalit