Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"dibalut" poems
Bagaimana bisa, Berjalan diselimuti keresahan, Dibalut dengan beludru kekhawatiran yang cukup tebal, Bagaimana bisa, Berjalan dengan kaki beralaskan keserakahan, Dan kaus kaki kemunafikan sebagai pelindungnya, Bagaimana bisa, Melanjutkan hidup Dengan perjalanan penuh asap kebohongan? Tentu kau bisa terus berjalan, Tentu kau bisa terus hidup, Walau harus memikul Ketidaknyamanan dalam perjalanan, Namun, Siapa peduli? Peduli dengan ketidaknyamananmu, Kau bilang? Mereka bahkan tidak sadar, Mata mereka, Buta akan kesengsaraanmu Kecuali, Dengan kekalahanmu
0
Jan 1, 2021
Jan 1, 2021 at 4:22 PM UTC
Nahas
dibalang diam dibalang hari dibalang senja dibalang malam dibalang; huss dibalang tck tck tck dibalang  jiwa dibalang garis ia dibalang abang-ia dibalang itam dibalang murka dibalang arah dibalut sikut diingkari DADA dibelai jumpa leburnya pada abu serapah /semoga. (kah ia?)
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 9:52 PM UTC
toak
Nanti, jika 2 Januari sudah sampai di ujung langit tepuk pundakku Jika sebagian nadi masih dingin tepuk lagi sampai terbangun Rasanya apa yang berbelit harus dititipkan padanya dengan kaleng kotak berisi tiga beras putih Masing-masing dibalut kertas pertanyaan dan pernyataan menyalahkan Ntah marah kepada Rabb-mu, atau apapun yang berdiri disekelilingnya Lebih memalukan lagi ia telah menjadi orang lain Nanti, jika langit 2 Januari sudah berubah kuning kemerahan, usap punggungku Ia cuma perlu tenang yang menenangkan.
0
Jan 1, 2019
Jan 1, 2019 at 7:57 PM UTC
2 januari