Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
andikaputra
andikaputra
21/M/Indonesia a writer, filmmaker, and cinephile.
dibalang diam dibalang hari dibalang senja dibalang malam dibalang; huss dibalang tck tck tck dibalang  jiwa dibalang garis ia dibalang abang-ia dibalang itam dibalang murka dibalang arah dibalut sikut diingkari DADA dibelai jumpa leburnya pada abu serapah /semoga. (kah ia?)
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 9:52 PM UTC
toak
paper & pencil & glass & radio & television & books & motocycle & laptop & LP & number & pedals & clock & a key & windows & doors & people & a kid & a women & shadows & bones & shoes & guitar & rain & wind & the sun & the club & wheels & noises & picture & red & hat & a tie & handband & roads & sunglasses & lips & crying & Harley Davidson & comic books & movies & theater & music & a old man, with his own words/ in a silent room.
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 9:48 PM UTC
Simpuls
Suzu/ on people shore behind white nickle & leather punch a polka wars into hell's bottom & Reagan called you a liar at the stage & your woman sleeping on the day of funeral/ never ever show the black clothes & wallpaper & books & radio & paperback & tv & abstract machine, on your desks called you a ghost & we never talked about any treatment for ***** & in the rain I let people angry above the stigma behind a blonde wearing red coat/ black cat's diamond.
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 4:04 PM UTC
Moonlight Repertoire
Matanya yang kalap di kotak menghampas debur debu dari atap ke puncak dahan. Menutup temaram lampion. Berusaha menampik getar di dada yang telanjang. Itu-kini sampai kesekian lintas kelokan. Terlewati. Enam uang logam terbuai lendir lintah saat kududuki kursi tak ubahnya senjakala & engkau sadar. Berdiam & terus bungkam menunggu henti nyanyian puan nun sumbang berkaca daku yang terpasung, itu di abu letupan yang mencandu hujam asam & melulu jadi bisu-kita. Di renda setengah tertutup/ semua orang sudah tahu. Perihal hening yang memang tak pernah membuah harap. Hilangnya alkisah kemuning pala kambing yang enggan memerah. Walau bertumpu akan cita dalam almanak musnah-karam / tiada henti di jaga oleh wajah-wajah muram; di garis vertikal di persegi dua dimensi/ hitam pun segitiga/ jajar genjang & semut kita mengerubung oval. Seraya penonton menyilang dua lengan di dada di lingkar rafia sementara ini semakin terasa di Kursi. Meja. Cangkir. Jendela. Cat. Kuas & Tv. Lentera. Buku. Radio. Senter /beringin di jiwa.
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 3:46 PM UTC
menggiling mesin-mesin
Yang jalang meloncat telah tiba & kita merangkak menjauh sutera & kau melihat pada selangkang merebak dedaunan riba. Kini menjalin kepada alang-alang, merayu kepada segala buangan. Yang terbuang kemudian terjerembab ke-Esa-an/ pertolongan/ makian/ gelak ketidak sudian. Semua bajing meloncat-loncat kala malam tiba & aku tidak menemui dirimu menjalin asmara, pada bantal dan kerangka bunga & batok-batok kelapa bersumpah pernah bersimfoni di gedung tua bangka. Katakan semua yang terlihat menemukan artinya, berbalik dan melenggok tiada suka. Aku merusak gelanggang samudera, dan menemukan orang-orang bercumbu di dalamnya. O Gayung merambah kepada sujud-sujud La beruja. Melirik kepada hampa & tau kah, dirimu mencintai duka. Semua manusia kemudian melambat Gedung-gedung berselimut jas pekat /kini duka melihat rembulan siang Merajut benang & diam-diam melempar bebatuan. 3/7/19
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 10:59 AM UTC
Kontempo