Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"daging" poems
seluruh hidup, kau akan berdengung menyanyikan lagu selamat tidur ke telinga ini, dan di tempat tidur mati ini akan menjadi semua saksi.. suatu hari ku kan memuat sebuah memoar di dalam genggaman tanganmu..diiringi sebuah melodi terputus-putus dan bergetar.. mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..seperti sebuah daging yang diangkat dari sinar matahari mereka menemukan cinta dan ketenangan seperti mereka belum pernah mengenalnya..dan tulisan berakhir tanpa sebuah resolusi..sebuah revolusi sebuah kesudahan perlahan, meleleh, melebur melalui ruang dan waktu ke dalam diri lagi..kebutuhan sebuah realita akan menjadi hampa.. mereka berteriak kepada kehampaan “oh wahai kosmos, oh cahaya suci!”.. ia akhirnya belajar dari sebuah bayangan tidak hanya pada kegelapan dan kepada mereka yang tidak percaya pada sebuah proses, kelak akan menjadi akar yang busuk di dalam sebuah kandungan.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 10:47 AM UTC
Revolusi dalam Kandungan
Rumah joglo di tengah sawah. Dengan cahaya remang yang berasal dari pojok ruangan ini. Pemutar piringan hitammu baru selesai kau perbaiki. Ku memilih untuk mendengarkan album Chet Baker Sings dengan vokalnya, seingatku itu milik mendiang kakekmu. Gelas-gelas tinggi sudah kau siapkan, sebotol anggur dari Bordeaux sudah ku buka. Makan malam kita sudah tandas, dua piring penuh berisi daging sapi yang sore tadi ku panggang, hampir matang penuh, bersama hancuran kentang yang sedikit dibubuhi garam dan lada, dengan saus krim jamur. Jasmu sudah kau tanggalkan dan sampirkan di sisi sofa coklat tua itu. Gaun hitamku masih rapih melekat pada tubuhku, namun rambutku, yang hanya sepanjang bahu, sudah ku urai, agar kau bisa menghirup harum bunga sakuranya. Kita menari, pelan, sembari menengguk asam dan manisnya anggur Bordeaux itu. Ku kira Chet Baker telah letih bernyanyi dan bermain trumpet, suaranya perlahan hilang, digantikan oleh suara jangkrik dari luar sana. Aku pun lelah, ku rebahkan tubuhku di sofa coklat itu, menyandarkan kepala di dekat sampiran jasmu, menghirup bau cendana yang hampir hilang. Kau menghampiriku, memelukku erat, menghirup leherku, pipiku, dan mengecup bibirku. Pelan-pelan, satu per satu pakaian kita tanggal, di bawah cahaya temaram, ditemani suara jangkrik, kita melebur, melebur jadi satu. Tanah Ubud, tak pernah gagal membuatku jatuh cinta, sengaja maupun tidak.
0
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:57 PM UTC
Malam Malam, Ubud
Tubuhku berisi daging dan darah yang mengalir; tapi yang kurasakan hanya kehampaan yang mendalam. Aku tidak bisa merasakan sedih, walau kulit tergores dan darah mengucur cepat. Hanya kekosongan yang menggali dan membolongkan dadaku. Aku tidak bisa merasakan manis, walau mulutku dipenuhi makanan penutup lezat. Hanya kepahitan yang menetap di lidahku seperti mengunyah obat tablet mentah. Aku takut. Aku takut menjadi hantu. Aku ingin menjadi manusia lagi. Aku ingin merasakan sesuatu.
0
Oct 30, 2018
Oct 30, 2018 at 1:02 AM UTC
Hampa
satu tangan menutup mata satu tangan menutup telinga belikatku bertahan kaku tiap pijakan pelan, terseok belum leluasa ku berlari terpaan gelombang yang sudah-sudah masih meninggalkan goresan dalam daging dibantu merangkak, tapi dipaksa berlari caramu mengenyahkan biru yang masih menyelubungiku takut pada lidah sangkalan beradu bukankah lancang mencipta imaji semu lalu menggantungnya pada tiang-tiang garam berharap keras, tak begitu meleset pada manusia sadar, tak se-Esa namun jika Bapa memberi siapa yang bisa menutupnya? target apa, begitu mendesakkah? soal pembendaharaan rasa apalagi rancangan telah kuserahkan padaNya aku dungu & tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat Bapa. Tetapi aku tetap didekat Bapa; Ia memegang tangan kananku.
0
Mar 14, 2020
Mar 14, 2020 at 7:48 AM UTC
Seperti Hewan
gak harus senang setiap saat. gak harus senyum setiap saat gak harus terlihat baik setiap saat. kamu sedih? ya terima saja. kamu marah? ya rasakan saja. kamu kecewa? beberapa hal memang patut dipasrahkan. untuk yang bilang 'self-love' harus senang senang terus, aku menentang. apa artinya 'self-love' kalau memang emosi dan keinginan diri ditahan terus menerus hingga lecet lecet saat berusaha keluar dari rantainya. aku cuma takut diakhir nanti saat saking lecetnya, daging daging itu terkelupas, tulang tulang itu patah, takut takut di akhir kamu tidak dapat menahan lagi rasa sakitnya. lalu? menyerah. tidak mau kan? jadi terima saja kalau diri ini sedang kalang kabut, diberi pengertian perlahan agar mengerti. jangan langsung bilang 'JANGAN!' 'SALAH KALAU BEGITU' jika terus terusan begitu, kamu jahat dengan diri sendiri.
0
Oct 10, 2020
Oct 10, 2020 at 4:09 AM UTC
aku sakit, aku gapapa.