Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"berbalik" poems
Palembang, 21 Oktober 2012 Aku berjalan, menyusuri lorong gelap dan dingin Menatap lurus pada satu tujuan Pintu berukiran abstrak Tanpa kunci aku bisa masuk dengan mudahnya Tanpa kode aku lolos dari tes keamanan Aku terus berjalan, menapaki lantai yang lembap Menuju suatu benda tinggi besar yang datar Aku berhenti. Berdiam diri cukup lama Terpaku tanpa mampu berkata Aku berdiri di depan cermin Aku melihat diriku Lihat Dia! Dialah aku yang haus akan cinta Dialah aku yang menadah kasih sayang Aku berlutut dan meminta Bawa dia ke sini Tuhan Ke hatiku Aku masih terdiam terpaku Menyaksikan apa yang ada di hadapanku Berpikir, betapa bodohnya aku Aku berbalik tanpa berkata sepatah pun Dan pergi meninggalkan aku yang masih terperangkap di cermin itu Masih bisa kuubah, ucapku pada diriku Takkan ku biarkan penderitaan menyentuh hidupku, sedikitpun Aku akan berbalik dan melupakan semua Melanjutkan perjalanan hingga tugasku usai
0
Oct 21, 2012
Oct 21, 2012 at 12:49 PM UTC
Cermin Tarsah
aku ini bagai puisi usang bukan? yang kian terlupakan seiring berjalan nya waktu. hingga akhirnya, dianggap telah lenyap dari bumi. tapi sebenarnya, aku tidak benar-benar lenyap, aku hanya sedang menghilang, dan tidak ingin di temukan. bagaimana rasanya kini? setelah aku mencoba tuk sembunyi. adakah kau berbalik mencari? hei, bahkan untuk sekedar melirik pun kau enggan bukan? aku ini seperti tengah berharap kepada batu. karna kamu akan tetap diam, dan tidak akan pernah berubah. apa kau tahu?, puisi yang dulu kau campakkan, kini telah berubah menjadi syair lembut yang mematikan.
0
Nov 23, 2018
Nov 23, 2018 at 3:21 AM UTC
Puisi usang
~a letter for you Kita, Dari daerah melangsir ke kota Dari kota berbalik ke daerah Dan takkan dapat lagi ke kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kendatipun impresi memberontak kita Kota, Kita ingat tentang kota Kota takkan ingat kita Sebab kita tak miliki tahta Lain sebab apa, lain sebab kenapa Apa daya reminisensi meronta Kota, Kita ingat tentang kota Kawanan sutet di kota kita Menari menawan menara kota Dekorasi dari kita, gradasi ufuk dunia Persuasi para penguasa kota Prasasti Suwarnadwipa, pula Visualisasi ragam abiotik Tuhan Yang Esa Kota, Kita ingat tentang kota Hamparan ladang pabrik di kota Riasan pipa asap terus-menerus menyala, gradasi ufuk dunia Luas menggugah animo di daerah Meski honorarium tak seberapa Kita duga cukup tuk besar di kota Manalagi di daerah Kita, Telah lama tak singgah pada kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Kita takkan abaikan memori tentang kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Dari pengagummu di daerah Tuk segenap kenangan kota yang hampa.
0
May 14, 2020
May 14, 2020 at 10:40 AM UTC
KOTA KITA
mungkin nanti kau akan mengerti, mengapa ada sebuah kembali yang terabaikan, ada hati yang tertutup rapat bahkan ketika sudah tau rindumu cukup hebat. sekarang kau hanya perlu mundur meskipun kepalamu penuh lusinan pertanyaan. kau tinggal berbalik pergi membawa rindu yang tidak bisa kau sudahi, melenyapkan harapan yang tak dapat kau penuhi.
0
Jun 11, 2019
Jun 11, 2019 at 5:34 AM UTC
tidak apa apa ya :-)
Lucu sekali Hari ini bisa menjadi sedekat nadi Hari esok berbalik menjadi sejauh matahari Saat ini terlihat peduli Esok nanti tak kenal diri Skenario kita palsu Yg kita lakukan abu-abu Terus begitu
0
Jan 16, 2019
Jan 16, 2019 at 5:15 PM UTC
Funny
Yang jalang meloncat telah tiba & kita merangkak menjauh sutera & kau melihat pada selangkang merebak dedaunan riba. Kini menjalin kepada alang-alang, merayu kepada segala buangan. Yang terbuang kemudian terjerembab ke-Esa-an/ pertolongan/ makian/ gelak ketidak sudian. Semua bajing meloncat-loncat kala malam tiba & aku tidak menemui dirimu menjalin asmara, pada bantal dan kerangka bunga & batok-batok kelapa bersumpah pernah bersimfoni di gedung tua bangka. Katakan semua yang terlihat menemukan artinya, berbalik dan melenggok tiada suka. Aku merusak gelanggang samudera, dan menemukan orang-orang bercumbu di dalamnya. O Gayung merambah kepada sujud-sujud La beruja. Melirik kepada hampa & tau kah, dirimu mencintai duka. Semua manusia kemudian melambat Gedung-gedung berselimut jas pekat /kini duka melihat rembulan siang Merajut benang & diam-diam melempar bebatuan. 3/7/19
0
Jul 6, 2019
Jul 6, 2019 at 10:59 AM UTC
Kontempo
Apakah untuk yang kesekian kalinya aku harus menatap punggung itu berbalik pergi meninggalkanku?
0
Apr 3, 2017
Apr 3, 2017 at 7:47 PM UTC
apakah(?)
Demi apapun yang kau lakukan, selesaikanlah Karena sebagian memang tidak bisa diwakili kata-kata Sekalipun berbalik arah adalah haluan terbaik, datanglah dulu kemari Karena ada yang dingin kemudian beku tanpa dikenangkan Tidak mengapa jika datang yang terakhirmu hanya untuk duduk dan hening panjang Tidak mengapa, dik Karena datangmu adalah perwakilan akhir dari permulaan yang lalu Datangmu adalah jawaban terbaik dari haluan yang dipaksakan _BA_ (31 Juli 2018)
0
Dec 14, 2018
Dec 14, 2018 at 3:16 AM UTC
?