Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"benci" poems
*Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku Aku lari ke pantai, kemudian teriakku Sepi… Sepi dan sendiri aku benci. Aku ingin bingar. Aku mau di pasar. Bosan aku dengan penat, dan enyah saja kau, pekat! Seperti berjelaga jika aku sendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramai Biar mengaduh sampai gaduh Ahh.. ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih Kenapa tak goyangkan saja loncengnya? Biar terderah, atau… aku harus lari ke hutan belok ke pantai?*
0
Jun 9, 2013
Jun 9, 2013 at 4:43 AM UTC
Puisi Rangga
Palembang, Kamis 6 Januari 2011 Hari ini aku seneng banget Aku sedang dekat dengan seseorang Dan aku tak yakin menyebutnya cinta Karena aku tuk saat ini tak percaya dengan cinta Cinta memang indah sih Tapi aku sedang tidak beruntung saat aku dengan mantan Aku sekarang bisa merasakan dua belas rasa cinta Sayang, kangen, senang, kecewa, cemas, marah, perih, sedih, menyesal, bimbang, benci, dan lain-lain Oleh karena iti aku tak sanggup bertemu cinta Lebih baik tunggu saja hingga aku siap Tapi bila aku mendapatkan satu kesempatan lagi Aku berjanji tuk mengambilnya Tak akan ku sia-siakan kesempatan itu Sungguh aku berjanji Aku tak sanggup untuk bercerita tentang nya Karena ku takut rasa itu akan berubah Dan yang ku rasa akan berbeda Pasti itu akan menyakiti hatiku Sangat Dan yang manusia tahu Mereka tidak mau tersakiti Apalagi oleh cinta :)
0
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 2:06 AM UTC
12 Rasa Cinta
***Jika kau tanya siapa aku Bagaimana harus kujawab?*** *Tiada hari tanpa kukenakan kedok tebal ini Menebar senyum, canda, berpesta Aku meraung sambil tertawa Riasan mata dan bibir dengan berbagai opsi warna Jangan! Jangan terlalu pucat juga jangan terlalu mencolok Nanti orang tidak senang Kau kan harus memuaskan setiap mata Jangan lupa pasang tameng itu tanggal demi tanggal Jika tak lalai kalungkan secercah pamor dan aga Bagaimana jika terlalu pucat? Ah ya orang  tidak suka Cakap nista kan menghardik Memekik Menghamun Siapa monyet abu kucam menjijikkan didepanku? Namun jika terlalu mencolok Jua hinaan berkunjung ada Biar ku beritahu Mereka tak suka kau lebih darinya Aku benci dunia Aku berantakan Kecurian Namaku hilang dimakan cacian Bagaikan karang tertutup berjebah rumput lautan Aku mahkota yang hilang Ah! Omong kosong semua! Enyah kau kepala cemar Umbi harus kembali didekat akar Aku berkenan rujuk atas jasadku Biar aku melalak tinggal abu Aku enggan gemang Aku punya Sembilan nyawa Jika kau tanya siapa aku Aku namaku Jangan berani-berani hina nama itu! Marcapada boleh berlimpah belang dan muka dua Aku  jijik serupa dengan dunia*
0
May 11, 2016
May 11, 2016 at 8:54 AM UTC
Jika Kau Tanya Siapa Aku
Mencinta layaknya sejati Saling benci meski tak dari hati Datang dan pergi tanpa mengucap janji Sadar tak pernah pergi, Percaya kan selalu kembali Muncul tanpa pertanda, Pergi tanpa kata Saling temani dalam sepi, Berbicara tanpa suara Mengerti dan pahami, Layaknya sakit milik bersama Ada saat butuh, Hilang saat rindu Satu yang tak pernah jadi milikku, kamu.
0
Jan 6, 2014
Jan 6, 2014 at 12:41 AM UTC
Kamu
Aku benci bila tutur bicara mu kurang jelas. Aku lalu bagaikan Si Pungguk merayu malam melabuhkan tirai. Putus asa rindukan purnama. Kerana terkandung butir kecil harapan dalam setiap bait yang kau coretkan. Yang telah kau utuskan. Padaku. Hening pagi pun tidak dinanti lagi. Izinkan ku teroka awan di sana Mungkin sayapku bukan untuk langit ini Mungkin persinggahanku bukan di lembah ini Jangan bimbang duhai cinta Senja berlabuh, aku sudah tiada.
0
Oct 11, 2013
Oct 11, 2013 at 8:52 AM UTC
Pungguk
Rasanya tubuhku seperti ditikam jutaan kali Ragaku,perlahan mati Rasaku hancur tak bertepi Dan kau si bajingan,yang ku dambakan Yang selalu ku beri pujian Yang detik ini masih pertahankan Tapi malah membunuh ku secara perlahan Aku benci hadirmu yang selalu membayangi diri Disaat ku mulai melangkah kan kaki Sejauh mungkin, melupakan kau Dan rasa kita yang perlahan mati Tolong,untuk kali ini Jadilah bajingan yang sedikit punya rasa baik hati Bantu sedikit aku memulihkan raga ini Bantu aku sedikit percaya diri Bahwa kau memang sudah sepantasnya tak di sisi Pergilah jauh dan tak perlu lagi kau kembali disini Rasaku sudah mati Sejak kau memilih berlalu pergi Aku benci Tapi aku mencintai
0
Jun 9, 2019
Jun 9, 2019 at 11:09 AM UTC
Kau si bajingan yang ku cintai
jika sebuah botol berisi api harus dilemparkan ke wajah-wajah anonimus sebagai bentuk pembelaan terhadap kaum-kaum marjinal. akan kuisi botol ini berisi bunga dan kulemparkan kepada dirimu sebagai bentuk pembelaan diriku terhadap benih-benih benci dirimu kepadaku.
0
Mar 29, 2012
Mar 29, 2012 at 7:16 AM UTC
Botol Bunga
Aku membencimu, karena kau buatku benci akan diri. Ya, benci tidak bukan adalah rasa yang buruk. Tetap saja kubenci. Aku benci Untuk semua indera kesepian yang kerap kau tebar, oh hanya untukku. Atas semua rasa ketidakbisaan yang tentu diberi tanpa sadarmu. Kepada semua cita keserupaan yang dengan sederhana menyeret sendu. Dalam semua ragam roman yang buatku mati kutu. Lalu yang terpenting... dengan semua daya tarikmu. Tidak, kau keliru. Aku tidak memujimu, sudah jelas tertera; aku membencimu. Ugh, kau buatku sesak sampai kepayang Tersengal-sengal, girang.
0
Jan 19, 2015
Jan 19, 2015 at 9:41 AM UTC
Roman Kepunyaanmu
Aku selalu suka caramu menceritakan dunia, dengan barisan kata yang asing, membuatku harus memutar otakku yang rendah kapasitasnya ini. Aku selalu suka caramu bahagia, bahkan kamu tidak tersenyum ketika bahagia. Hebatnya kamu, bahagiamu bisa sampai ku rasa tanpa senyumanmu yang hadir. Aku selalu suka caramu bersedih, kamu selalu kehabisan kata. Melampiaskannya dengan hal yang bisa mematikanmu, namun pada akhirnya kamu juga butuh pelukanku. Aku selalu suka caramu marah, kamu selalu terdiam. Sampai pada akhirnya kata maaf terucap, karena kamu takut aku akan terganggu dengan marahmu. Aku selalu suka caramu optimis, membanggakan dirimu sendiri sampai lupa kalau di dunia ini ada orang sehebat Pak Habibie. Aku selalu suka caramu pesimis, tidak henti menyalahkan diri sendiri, tapi tidak memakan waktu lama. Setelah itu kamu bangkit lagi. Tapi satu yang tidak aku suka, caramu yang selalu mematikan rasa. Kamu tidak pernah membiarkan rasa-rasa dalam dirimu menyala. Kamu benci rasa. Sama seperti aku membenci diriku sendiri. Tapi tidak apa, Nanti kita sama-sama belajar untuk merasa lagi, ya? Namun, akan lebih baik jika pada akhirnya kita yang bisa saling menumbuhkan rasa.
0
Feb 26, 2020
Feb 26, 2020 at 2:16 PM UTC
02.16
Carilah di antara benci dan cinta Di sela-sela malam menuju pagi Di belakang tirai megah pentas kehidupan Akan kau dapati diriku Kumpulkan semua amarah dan kecewa Ambil jari kelingkingku, tautkan milikmu Sembari ucapkan omong kosong dan ilusi Akan kau dapati diriku Berbaringlah di lantai, pejamkan matamu Sibaklah kemelut seribu bayangan hitam Terbanglah bersama awan lara bersayapkan derita Akan kau dapati mimpiku
0
Mar 19, 2018
Mar 19, 2018 at 12:12 AM UTC
Segenggam Rasa Malam
nak sayang tiada daya nak benci tiada guna tapi musuh itu jangan dicari biar sahaja begini senangkan hati masing-masing senang
0
Oct 11, 2013
Oct 11, 2013 at 8:55 AM UTC
biar
Someone has cut off my hands, not that it caused any pain. Look upon me, a proud man’s daughter, enjoy then what remains. My eyes will stare into your soul. My lips bear the trace of smile. My portrait has lent immortality to this woman who never had child.. I was both a wife and a lover, this painting was made for my swain, But he had both a wife and a mistress. In Florence he couldn’t remain. In me you will see light and darkness. Sadness is there in my eyes. My family has made me an older man’s bride; my circumstance breeds my disguise.
0
Feb 2, 2019
Feb 2, 2019 at 5:49 PM UTC
Ginevra de Benci
masa lalu.. aku rindu akan masa lalu tapi maaf aku juga benci masa lalu. wahai masa lalu, aku sudah memaafkan mu sejak lama, tapi untuk menerima mu kembali aku butuh waktu lama. karna aku benci perubahan, aku tidak suka melihat kebelakang lagi, sekali lagi maaf. jangan menyesal, ini bukan kesalahan mu, hanya saja hukum karma sedang berlangsung.
0
Nov 15, 2018
Nov 15, 2018 at 11:56 PM UTC
masa lalu
Rindu ini terlalu besar, kadang memberontak, tak tertahan. Aku berusaha, aku yakin aku sungguh berusaha. Namun hingga kini, suara tawamu masih mengalun merdu di telingaku. Bayangmu mengikuti hariku, Selalu, tanpa jeda. Melupakanmu merupakan hal yang rumit. Memori indah terselubung dibalik kata benci.
0
Jun 24, 2019
Jun 24, 2019 at 4:36 AM UTC
Selalu
di ruang 3x3 meter kusesap lagi secangir kopi yang sudah tak lagi hangat masam terkecap, pahit tersisa buih-buih krema berjejer rapi di ujung mulut cangkir menggetarkan diri menciptakan nada detak jantung yang semakin tinggi dan mengundang semut-semut emosi pada ujung jemariku didekap dibekap kebencian bersarang pada ekor jiwaku yang semerawut semakin hari, semakin menjadi-jadi amarah yang tak terbendung perkara hati bukanlah sebatas ruang bukan juga sekedar sudut yang bisa disinggahi, diacak-acak, lalu ditinggal begitu saja tanpa dibereskan ibumu saja marah kalau kamarmu berantakan debaran  demi debaran candu pada cairan pekat ini terkadang mengundang rasa kantuk bagai lorong tanpa ujung pikiranku melayang masuk ke masa lampau amarah dan kebencian mengombangambingku belum reda kesalku kutuk bertaburan dari bibirku ada rangkaian rencana cela yang menari-nari di kepalaku apa warasku pergi? apa warasku pergi? apa warasku pergi? benci ini tak perlu lagi disiram terjebak realita semu, mantra-mantra sukar dipahami tetapi nyata efeknya betapa sulitnya meracik ramuan ketenangan jiwa kalau kamu jahat, lalu aku balas jahat apa bedanya kamu dan aku? aku tidak mau sepertimu bukan pilhan pasif, dengan sadarku warasku ada aku pemenang petak umpetnya!
0
Jul 3, 2019
Jul 3, 2019 at 12:56 PM UTC
W A R A S
Kau yang menyibak beliung demi pelangi Mengulurkan tanganmu ke dalam gelap Mengumpan senyum pada bara arang Memberi warna pada langit abu-abu Kau yang mengusik tirai gelap selimut jiwaku Merentangkan tangan pada amuk badai Meneteskan cahaya pada awan kabut Mengurai jerat muak dan kecewa Mungkin esok pagi Kau akan membenciku Selagi malam Ingatlah aku dalam-dalam
0
Jan 4, 2018
Jan 4, 2018 at 2:39 AM UTC
Esok Kau Benci
bakar saja paru-parumu. hantam saja semua, biar jatuh berhamburan sampai koyak. tendang sekeliling deretan batu bata yang tersusun rapi sampai kakimu ngilu. aku telah kebal pada tatapan tajammu. telingaku tuli dari raungamu yang menderu. ketukan bunyi lidah tak bermakna kian lesap mengganggu. biar bergelut dengan bingungmu. aku benci caramu menyatakan perang.
0
Jul 11, 2019
Jul 11, 2019 at 11:56 AM UTC
marah.
Bandung begitu kelabu, dadaku kosong rentang fokus kabur entah kemana ada kacau yang meruang di tubuhku tersisip kicau yang kian gaduh kepalaku terus menerus menimbang mempertanyakan perkara ranah juang bolak balik singgah pada keraguan lalu sebentar mampir pada keyakinan ia, aku, terpicu keras sekali kilas balik membeludak dalam benak beririsan dengan manisnya kenyataan yang juga selalu menjagaku erat aku benci terpicu seperti ini, guru geografi pernah ajarkan ketika panas bertemu dingin, terjadilah puting beliung ada puting beliung yang meruang di tubuhku lalu hembusan nafas mengembalikan sadarku cepat-cepat harus kukerdilkan imajinasi ya Bapa di Sorga, bebaskan aku dari kekang gelisah aku hanya ingin melepaskan apa yang perlu dilepaskan aku lelah mengunci diri dalam kegelapan
0
Mar 2, 2020
Mar 2, 2020 at 1:44 PM UTC
Residu Rasa
Aku mengikuti intuisi jiwaku intuisi jiwaku, kemana masa depan membawaku? sejenak kuberpikir kita hanya menari di bumi ini hanya untuk sementara. aku tahu impian ini cukup besar, maka perkecil ekspetasi akan hal itu tentang menjadi ayah yang baik rumah yang luas dan nyaman, kacamata coklat gagang yang patah, itu tidak bertahan selamanya. Aku keras seperti batu tebing, aku melihat daun yang layu hingga mekar mudah percaya dan naif tentang banyak hal, banyak hal yang kutentang tetapi aku hanya diam dan lebih banyak mendengarkan. dihantui perasaan kehilangan berlebihan dan perasaan bersalah tentang banyak hal, dan aku benci film romance yang berkendara di tepi pantai, anak kecil yang nakal, berita hoax, kedai kopi yang memutar lagu terlalu keras, sate yang belum matang, semut, dan wanita yang menari di tempat umum, tabel - tabel membuatku bingung, drama tentang pria ideal juga membuatku muak, Netanyahu keparat dan pembunuh. 2025 reydmh
0
May 3, 2025
May 3, 2025 at 11:03 AM UTC
Dari kekacauan sampai {KEDAMAIAN}
Hal terindah yang akan kau kesali Sakit terperih yang akan kau rindui Tragedi yang akan kau ulangi Irama merdu yang akan kau benci Buku suci yang akan kau nistai Dosa besar yang akan kau tekuni Logika yang akan kau tinggali Emosi yang akan kau hamburi
0
Mar 9, 2020
Mar 9, 2020 at 2:26 PM UTC
Apa itu Cinta?
tubuhku milikmu jiwaku milikmu mataku tidak bersinar lagi aku benci cinta ini asli tetapi 1+1 tidak bisa menjadi 1 cinta ini dosa aku kotor dibuat olehnya tetapi aku cinta, bukan dengannya tetapi dengan perasaan palsu ini.
0
Oct 31, 2017
Oct 31, 2017 at 11:32 AM UTC
cinta
Mungkin benar adanya, menantang ketidaktahuan telah dengan pasti menggiring kesadaran pada sebuah langkah menuju keberanian bersikap. Yang karenanya juga, telah turut menjadikan hati begitu lapang di ruang yang begitu sempit, menempatkan intuisi dalam usaha menyeimbangkan ego dan benci, menuntun arah pikiran menuju muara kebijaksanaan. Sebuah pertanyaan akan kegelisahan, berhak untuk ditelusuri muasal kebenarannya. Semua berhak akan hal itu. Untuk sebuah dinding yang membatasi penglihatan indrawi, merobohkannya adalah kepatutan. Untuk sebuah ketidaktahuan yang memenjarakan, manusia yang berjuang atas akal pikirannya sendiri—berhak untuk terbebas dari kungkungannya. Meminjam dari Aristoteles, terbang menuju keselarasan ide serta realitas yang tidak terbatas! Jangan biarkan gelap menguasai malam. Usaha demi setitik cahaya harus selalu terpatri dalam diri. Melekatkan sikap keraguan-raguan pada pikiran adalah sebuah keharusan. Hanya itu bahan bakar yang paling mungkin, untuk menyalakan setitik cahaya yang dimimpikan. Biarlah menjadi berbeda, biarlah diasingkan. Karena bagi mereka yang merindukan merdeka, beranjak dari ketidaktahuan adalah sebuah keniscayaan!
0
Feb 22, 2021
Feb 22, 2021 at 10:24 AM UTC
MENANTANG KETIDAKTAHUAN
TANDUS Ketika kamu sudah mulai terbiasa, apa yang bisa memaksa? Segala bentuk, bahkan segala hal yang buruk rupa Yang kau benci pada mulanya Sekarang kau menikmatinya, bukan? Apa yang tumbuh di dalam sana? Di tanah yang mati kelihatannya. Yang tak pernah berharap ada biji yang tumbuh disana Tak ada buah yang diinginkan Hanya tanah tandus tanpa harapan Betapa hebatnya waktu, bermain diatas hati manusia. Mencoret, daan sekenanya menghapus tanpa mengizinkanku untuk memilih. Kenapa tanah itu tak terus tandus saja? Entah dari mana datangnya biji emas itu. Yang hanya menimbulkan keserakahan dan kedengkian hati manusia. Cuma aku sekarang disini. Diatas tanah subur yang dulunya tandus Ditengah bunga bunga yang sedang merekah. Jadi gagak hitam yang mematuki biji emas. Antara berusaha mengukir emas dengan paruh tuanya Atau berpikir emaslah sisa hidupnya. Dua-duanya mustahil. Tanah yang tandus itu sendiri, tak juga bergeming dari bubungan harapan. Menanyakan ketulusan, dimanakah letaknya?
0
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:26 AM UTC
Tandus
KAMU MENGAKU CINTA AKU-Oklasasadu, yang seisi ruh berdiri melamun. Oklasasadu, yang biasanya menaruh tangan kananmu di telinga kiriku. Oklasasadu, pendek pun kali luas menguap berbisa tubuh bukan lagi ruh. Oklasasadu, mana guna jika mungkin tersisa iri, ruh ini sebagai bukti, HANYA tuhan YANG MEMBENCIKU. Tadi adalah mimpi, saat Oklasasadu terdapat sapa. Keluar masuk tanpa rasa, Oklasasadu di saat masa yang hening lagi menyapa dia. Melihat Oklasasadu sepertinya berubah mentega diantara saya. Setahuku Oklasasadu hanya benci padanya. Dia pikir Oklasasadu tidak pernah sadar, adanya dia berulah saja. Bangun siang di tengah malam, ada Oklasasadu berbunyi (a ku la mu nan mu) diulang hingga benar-benar tenang dalam dirinya. Him. Membunuh dengan halusnya empati.
0
Apr 9, 2020
Apr 9, 2020 at 12:00 PM UTC
OKLASASADU, BANGUN SIANG DI TENGAH MALAM