"badan" poems
*Hamari Sanson Mein Aaj Tak
Woh Heena Ki Khushbhoo Mehak Rahi Hai*
*Labon Pe Naghme Machal Rahe Hain
Nazar Se Masti Jhalak Rahi Hai*
**O’ even today within my breathes
That sweet smell of henna is still lingering
Upon the lips songs are way-warding
And with mischief, the glances are twinkling**
*Woh Mere Nazdeek Aate Aate
Haya Se Ek Din Simat Gaye Thay
Mere Khayalon Mein Aaj Tak
Woh Badan Ki Daali Latak Rahi Hai*
**O’ inching towards me,
One day he shyly gathered himself
Till today, within my thoughts
His body's youthfulness is still swaying**
*Sada Jo Dil Se Nikal Rahi Hai
Woh Sher-o-Naghmon Mein Dhal Rahi Hai
Ke Dil Ke Aangan Mein Jaise
Koi Ghazal Ki Dhaandhar Khanak Rahi Hai*
**O’ this cry coming from within my heart
Finds its way into verses and songs
As if in the courtyard of my heart
Beat of a poem is throbbing**
*Tadap Mere Bekharar Dil Ki
Kabhi To Unpay Asar Kare Gi
Kabhi To Woh Bhi Jaleinge Isme
Jo Aag Dil Mein Dahek Rahi Hai*
**O’ my restless heart's tremor
Will surely affect him one day
Someday, he too will burn
In the fire of my heart which is raging**
— Translated by Jamil Hussain, Sung by Noor Jahan
Oct 28, 2016
Oct 28, 2016 at 10:30 AM UTC
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!
Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.
0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 – 5 Menit
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.
7 – 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.
1 – 4 Jam
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 – 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 – 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
36 – 48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
3 – 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 – 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.
Satu Tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yg mau disombongkan org sebenarnya????
BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN.....
Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini..
Mar 27, 2015
Mar 27, 2015 at 5:20 AM UTC
Gadis itu pulang dengan kepingan jiwanya
Berusaha untuk menahan segala rasa sakit
Semua ia simpan rapat-rapat walau tersirat dari matanya
Ia menghempaskan badan diatas tempat tidur
Sambil sesekali memijat keningnya, berharap rasa sakit tak akan hinggap kesana.
Lalu ia berusaha tak mengingat-ingat semuanya
Berharap entah bagaimana caranya agar ia mematikan perasaannya
Dalam hati ia bertanya "kapan terakhir kali kau bahagia?"
Tak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan itu
Ia hanya menatap langit-langit kamar sambil tersenyum pahit.
"Yah, begitulah realita hidupmu. Tersiksa karena jatuh berkali-kali untuk orang yang salah"
Otaknya berbicara pada hati yang masih kukuh membela perasaan yang ia punya
Ia tak bisa lagi menampik bahwa kepala dan hatinya setelah ini tak akan pernah ada di kubu yang sama
Karena kelalaian hatinya lah ia berada disini sehingga logika menghukum hati itu, menutup pintunya rapat-rapat dan menenggelamkan kuncinya kedalam samudera pemikirannya.
Suara hujan mengiringi gadis itu
Tak terasa satu demi satu tetes air mata mengalir
Ia hanya bisa memejamkan mata dan berkata
"Aku sudah tak punya hati lagi"
Dec 14, 2015
Dec 14, 2015 at 7:09 AM UTC
Ku duduk di sini
Kaki ku membeku karena dingin
Mata ku kantuk karena larut
Malam ku gelap tanpa sinar bulan
Telinga ku sepi, tiada yang terdengar
Bibir ku rapat, tak ada yang terucap
Badan ku lelah serasa ingin roboh
Ingin ku pejamkan mata tuk sementara
Namun terlelap dalam mimpi
Takkan tersesat walau sendiri
Harap ku akan bermimpi lagi
Mimpi yang paling indah dari kemrin
Agar temani di malam sunyi ini
Hingga aku membuka mata esok hari
by.
Aridea Purple
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:35 PM UTC
Cinta dulu ku terindah
Telah hadir di hadapan ku
Dengan lagu indah lirik terdasyat
Wajahnya... Suaranya...
Membuat roboh semua yang ku topang
Badan ku ambruk
Air mata ku bocor
Dan khayal ku meninggi
Lagu di malam ini
Sumpah sangat menyentuh qolbu ku
Ku rindu lagi... Ku tersenyum lagi
Ku menangis lagi... Seperti dulu lagi
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:37 PM UTC
voice over: Atlas
Ketika langit mengubah rupanya menjadi senja sewarna matahari tenggelam, kuajak Venus duduk di kafe tak jauh dari stasiun. Perjalanan hari ini cukup lelah, meskipun pengamatan kami berjalan lancar. Tapi, aku selalu berharap anggota kelompok kami lainnya lebih sering ikut bergerak agar kami tidak selalu pergi berdua. Museum yang kami kunjungi kali ini adalah museum seni, yang kuduga salah satu hal yang amat Venus hargai. Ia penikmat karya seni. Matanya terus memandang takjub karya-karya yang kebanyakan orang tak pahimi apa maknanya, namun Venus menatapnya seolah barang yang dilihatnya ialah nyata. Kau tahu, memandangi seorang perempuan berambut gelombang sepunggung, yang bertinggi badan hanya sehidungmu, rahang tegas, alis yang tebal, memandangi karya-karya seni di hadapannya dengan tatapan antusiasmenya; bukankah ia definisi seni yang sesungguhnya? Yang paling nyata di depan mataku?
Dan, kemudian ia menoleh, tersenyum saat sadar aku memandanginya dari belakang. Ia mengatakan sesuatu, "Atlas, lihat sini! Lukisan yang satu ini benar-benar indah."
Dan, setelah 3 bulan meragukannya, sekarang aku yakin; aku menyukainya, sangat menyukainya, saat kurasakan Venus adalah seni yang lebih indah, terindah.
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:51 AM UTC
Jauh aku datang,
Singgahan sementara,
Ribut pasir di padang gersang,
Menari di sanubari hati,
Cahaya matahari menemani sunyi,
Bulan menghiasi langit yang gelap,
Harapan seperti menanti hujan,
Keras hatiku timbul rekahan,
Badan aku membara keseorangan,
Jarum detik sudah behenti,
Tetapi aku masih berjalan lagi,
Peluh bersilang ganti,
Nafas ku semakin pendek,
Persoalan berhimpun di minda,
Sampai bila, sampai bila.
Namun, getaran tenaga menjadi kudrat terakhir.
Hingga badan aku rebah dan tenaga aku gersang..
Jun 7, 2022
Jun 7, 2022 at 12:10 AM UTC
Mumet i hate you ! Mumet tingkat kecamatan ! Mumet adalah ketika suasana hati sedang tidak bagus + badan yang lelah karena kerja terus-menerus + fikiran tidak fokus + tempat kerja yang jenuh menjerumus + dompet telah kurus + temen berprasangka buruk dan berkata ketus + orang tua banyak menuntut khusus + janji diingkari terus + keinginan terputus + harus menunggu, akhirnya emosi tingkat kedusunan menyebabkan pening d bagian alis kiri yang serius + semua orang tiba2 pergi dengan berbagai jurus = Sehingga merasa sendiri tak terurus... akhirnya sakit tipus, tinggal menunggu waktunya pupus*
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 4:31 AM UTC
Vibrant yellow back
Defiant black streaks
Deceptively cute
Solid almost artificial blue unlike the sky or ocean
Speckled with the night
Assuming an artificial rainbow
Small eyes that radiate innocence
And an equally built body
Your diet is of alkaloids
Psychotropic substances
You use them to protect yourself
Psychedelics have brought you questions you'd rather not answer
I've indulged in the natural poisons
I can see beauty in harm, purpose, necessity
But if I let you be, I know you're no danger to me
Though, I'm a little too late
You're delicate and I am clumsy
You've warned me not to get to close, I’m bound to get hurt
I yield to what yearns to cradle your amphibious nature,
so unique to a monochrome world
Physicality is your weapon
An open wound lets your corrosive membrane transfuse my blood
You flood me
And oh, I moan. Action potential discharged, the sensory impulses to my brain.
You stop feeling slippery in my hand as I begin to rust
Little one, you escape my hands
But I am paralyzed
Thickened blood, what went so wrong
Tender in touch, I didn't hurt you
But your defensive, corrosive skin reflected your inner malintent
Black mamba venom indisputably pierces the skin
Harsh betrayal of curious wonder
Black widow toxin, an unblunted destruction of the dermis
But you came in celebrated color
How am I to trust visual credibility of sinlessness
You're a poison dart frog
When the beauty that once enticed me
Has hardened the sanguine essence that filled me with vitality and awe
Jul 27, 2014
Jul 27, 2014 at 3:05 AM UTC
Malam hari kau berteriak
'tolong'
dari matamu aku tahu kau butuh sesuatu
untuk kau jadikan alasan untuk terus berjuang
Malam hari itu, kau bungkam
kau memaksakan diri untuk tersenyum
tertawa
alunan suara tak pernah berbohong, sayang
matamu yang sayu itu menangis, sayang...
Ada apa?
Malam hari itu aku berpikir
Ada apa?
Ada apa?
Kamu tahu? Kesedihan seseorang yang disayang itu menular bak penyakit yang arogan mengerogoti badan?
Kamu tahu? Aku tertular?
Dan aku bahagia, setidaknya aku masih punya hati untuk merasakan duka bersama.
Aug 7, 2017
Aug 7, 2017 at 1:18 PM UTC
Jo kal mere sath sahmati ke
Rangon ke kalaap sang hansi baant rahe the
Wo hi aaj hansi ka mohra
mujhe bana rahe the
Mujhe apni batane ki sudh kaha
Hansi mujhe aap mein aa rahi
Duniya ke iss
Jane anjane nasheeley baagaan ke beech
astitva jiska khud hi dhuaan hai
Kal gar jo mujhe rota hua tumne dekh liya
Toh mat puchhna matlab uss nazare ka
Wo nazara, jo meri ruh ko sula khud
Ek naatak dikha raha hoga
Iss badan ka.
Nov 29, 2019
Nov 29, 2019 at 10:28 AM UTC
Badan ranjang tidurku rapih sedikit berdebu
Ujung selimut terlipat dan banyak abu
Jendela kamar terbuka seperapat untuk semburan angin masuk
Pintu dibiarkan ternganga sekiranya ada yang mau bertamu
Tamu terakhir hadir seminggu lalu
Berbeda dengan si angin yang rajin keluar masuk
Tamu terakhir pamit untuk tak lagi membesuk
Memang bukan kepergian namanya kalau tak menusuk;
Seruangan bergemuruh menyaksikan kaki jenjangnya melangkah kian jauh
Bukan hanya ruang secara dimensi,
Tapi ruang tubuh ini yang lima menit lalu baru ia isi
Tak sampai esok hari jantung dari ruang tubuh ini seakan memohon untuk berhenti
Telingaku seakan mendengar hati meretih;
Cukup jangan terjadi lagi
Namun si akal bajingan menimpali;
Ya memang ada kalanya manusia harus sendiri
Hari hampir pagi
Biarkan kubakar rokok satu batang lagi.
May 13, 2019
May 13, 2019 at 11:04 AM UTC
Mene tamam umar me dekhi aisi zindgi.
Nanga badan ,bhuka insaan or maili thi chadar kahi .
Maa ne aankho pe aanchal dal kar ye keh diya mujhe .
Khushiya hai udaasi haai ghum bhi hai tu dekhle.
Duniya me tum maa jaisa paoge na fir kahi.
Nk
Feb 5, 2019
Feb 5, 2019 at 12:13 PM UTC
Sukab yang naif dan tidak tahu diri,
aku masih hidup dan terpaksa
melayangkan surat ini kepadamu.
Aku mengelayap, mencari jalan pulang dengan nyawa yang sudah tak menempel di badan. Semenjak air bah tumpah ruah dari atas bukit kapur, nyawaku entah tersangkut di mana.
Mengapa aku masih hidup itu misteri. Mungkin karena cintamu yang sialan itu. Idih, menyatakannya saja membuatku mual dan jijik.
Akibat cintamu, hidupku terselaput kegelapan. Tapi lihatlah, bintang jatuh bertebaran di atas gelombang laut dan bayangannya terpantul-pantul, berbinar dan indah. Aku melihat wajahku dan bola mata yang tampak terang di antara kelegaman malam.
Apakah, akhir-akhir ini, batinmu kalut juga, Sukab?
Pemandangan di samudera membuat manusia menerawang jauh ke masa lalu dan sempurna melemparkan pikiran kepada dekapan kenangan. Persis seperti omong kosong yang kau selalu bicarakan dulu.
Bagaimana tentang akhir hidup? Surga manakah yang sudi menerima kita? Akankah kita kembali atau mengembara lebih jauh lagi? Bisakah kau hitung dan bertaruh dengan dadu tentang nasib?
Aku tidak suka kira-kira,
aku mau jawaban yang pasti.
Jawab aku, Sukab.
Apr 28, 2021
Apr 28, 2021 at 2:57 AM UTC
Hari ini namamu sembunyi, tapi dia belajar merangkak sendiri setelah aku matikan. Pikirmu aku sudah pergi tanpa sesekali berkunjung lagi.
Memang benar ia telah kami asingkan, aku dan pikiranku.
Hari ini namamu sembunyi, sesekali mengintip mengendap melihat dengan kening dinaikkan sedikit, tenang aku sudah pergi. Jangan bersusah membungkukkan badan sepertiga dari tumpukan gorden yang belum disetrika.
Hari ini namamu sembunyi, yang aku matikan hidup lagi dan pulang sendiri tanpa dipaksa pergi.
B_A
05 jan'19
Jan 5, 2019
Jan 5, 2019 at 3:56 AM UTC
Bus eik bast kaho..
Bitaya Tha Jaha paharo pahar...
Gujarti ** tum, jab woha se...
Hum yaad nahi aate.
Bus eik baat kaho...
Barasti hai jab megha tumpe...
Bhige the his megh me hum...
Woo magh tumhe, yaad nahi aate.
Bus eik baat kaho...
Chuta hai jab, wo tumhare badan ko..
Neri unglio ki chuwan, Teri hethei pe...
Tab bhi hum, yaad nahi aate.
Abb eik baat tu sun...
Ka Liya, bitaa diya air gawa diya...
Pahro pahar intazar aur sankaro mauko ko humne...
Roz ladta Hu Mai khud se..
Ki, bhul kar rahunga Mai...
Abb mita diya yaadon kon Teri..
Par dil bada kambhakat hai...
Par ye dil, bada kambhakat hai.......
Suno na, bus eik baat kaho..
Sach me, Keri yaad nahi aata?
Dec 13, 2019
Dec 13, 2019 at 2:56 PM UTC
Tajassus Sai Mai Bahaar Gaya.
Sardi Ka Maisam Sakht Thaa.
Akela Akela Paidaal Gaya.
Badan Bhi Kaap Raha Tha.
Dur Ek Aag Jalnai Dekhi.
Paas Usnai Boliyaa…
Aag Waisai Hi Thi
Bebassi Mai Ussai Chuu Liya
Ruh Jaal Gayi
Badan Tau Aisa Hi Jaalava Tha.
Ek Cheek Nikal Gayi
Wah Sai Bhaag Chala
Phir Sai Ghar Mai Dakhil Hau Gaya.
Par Jalnai Kai Daag Reh Gaya.
May 21, 2021
May 21, 2021 at 2:43 PM UTC
When some man tells you
that you don’t’ belong here
and that you
should go back to where
you came from.
Go!
Take your soul back to Africa,
to Palestinian paradise.
Take it as far
back as
possible!
Go!
and call
upon your ancestral
Goddesses.
Call upon Dhat-Badan,
who is the wild goat,
sure-footedly roaming
craggy territory.
Who, in the middle
of the desert
of disdain
helps you find
an oasis
of respect.
Call upon Lilith,
who read
the devil’s face,
and walked away from him.
Same as she did
from
abandoned Adam,
who was ignorant towards
the devil’s dangers.
Call upon Oya,
whose natural passions,
curse up a storm
That makes men’s world
shake.
Who takes up her
sickle of truth
and cuts off
all rotten crops of corruption.
Take the upper hand,
trust your feet
and dance upon rainbows after a storm!
For that’s
where you
belong!
Sep 10, 2019
Sep 10, 2019 at 3:16 AM UTC
Bas Puchata Tha Yeh Ek Sawaal.
Badan Ban Jata Ek Mashaal.
Na Dai Woh Uska Jawaab.
Bhuj Jaati Hai Woh Aftaab.
Yeh Silsalaa Chalta Raha.
Aur Qayamat Tak Chalta Rahaiga.
Aab Baizaar Hau Gayai Hai Hum.
Zindagi Khuch Nahi hai Siwai Ghum.
Nov 2, 2018
Nov 2, 2018 at 12:18 PM UTC