Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Kopi dan Kue menemani masaku kala itu. Orang-orang ramai di sekitarku, berbincang, tertawa, menyatu dengan riuhnya kota. Dan entah bagaimana, Aku kembali ke tempat ini tidak sepenuhnya sama, tapi cukup untuk diingat. Rasanya seperti memegang dua waktu sekaligus: masa dulu dan sekarang, sama-sama dekat, tapi tak lagi benar-benar sama. Aku duduk di sana, melihat sekitar, mendengar suara yang terasa asing namun cukup akrab. Mungkin Kamu juga pernah, kembali ke tempat yang sama, lalu sadar yang berubah bukan cuma suasana, tapi cara Kita merasakannya. Dan pada akhirnya, Kita tidak benar-benar mencari tempat itu lagi, Kita hanya ingin merasakan diri Kita yang dulu meski sebentar, syahdu di kala itu.
0
Mar 23
Mar 23, 2026 at 10:10 AM UTC
Syahdu Kala Itu
Kopi dan Kue menemani masaku kala itu. Orang-orang ramai di sekitarku, berbincang, tertawa, menyatu dengan riuhnya kota. Dan entah bagaimana, Aku kembali ke tempat ini tidak sepenuhnya sama, tapi cukup untuk diingat. Rasanya seperti memegang dua waktu sekaligus: masa dulu dan sekarang, sama-sama dekat, tapi tak lagi benar-benar sama. Aku duduk di sana, melihat sekitar, mendengar suara yang terasa asing namun cukup akrab. Mungkin Kamu juga pernah, kembali ke tempat yang sama, lalu sadar yang berubah bukan cuma suasana, tapi cara Kita merasakannya. Dan pada akhirnya, Kita tidak benar-benar mencari tempat itu lagi, Kita hanya ingin merasakan diri Kita yang dulu meski sebentar, syahdu di kala itu.
rb_mld
Written by
27/M/ID
Mar 23
Mar 23, 2026 at 10:10 AM UTC
Request permission to use this poem