Kau memberiku secercah harapan—
menanyakan hal-hal yang kusuka,
lalu perlahan
menerobos batas yang kubuat,
dengan menyodorkan dunia kecil
yang juga kau tahu kucintai.
Kita berbincang tentang hidup,
tentang hari-hari yang kita jalani,
seolah waktu berhenti sejenak
untuk menikmati hangatnya kebersamaan.
Namun setelahnya
kau tinggalkan serpihan patah
yang tak mampu kusambung kembali—
sebab dengan lancang
kau telah melangkahi batas
yang kusebut: teman.
Mar 12
Mar 12, 2026 at 1:20 AM UTC
Kau memberiku secercah harapan—
menanyakan hal-hal yang kusuka,
lalu perlahan
menerobos batas yang kubuat,
dengan menyodorkan dunia kecil
yang juga kau tahu kucintai.
Kita berbincang tentang hidup,
tentang hari-hari yang kita jalani,
seolah waktu berhenti sejenak
untuk menikmati hangatnya kebersamaan.
Namun setelahnya
kau tinggalkan serpihan patah
yang tak mampu kusambung kembali—
sebab dengan lancang
kau telah melangkahi batas
yang kusebut: teman.
Terima kasih sebab kehadiran mu pernah menjadi hal yang kutunggu. sampai akhirnya aku menyerah dengan segala bentuk patah yang yang mungkin kau sebut trauma atau apapun itu namanya.
Akibat ulahmu, akhirnya aku menemukan patah baru yang lebih besar dari yang pernah kupunya sebelumnya.
