Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
#iloveuimsorry
Kau memberiku secercah harapan— menanyakan hal-hal yang kusuka, lalu perlahan menerobos batas yang kubuat, dengan menyodorkan dunia kecil yang juga kau tahu kucintai. Kita berbincang tentang hidup, tentang hari-hari yang kita jalani, seolah waktu berhenti sejenak untuk menikmati hangatnya kebersamaan. Namun setelahnya kau tinggalkan serpihan patah yang tak mampu kusambung kembali— sebab dengan lancang kau telah melangkahi batas yang kusebut: teman.
0
Mar 12
Mar 12, 2026 at 1:20 AM UTC
Breadcrumbing
Entah sudah hari keberapa aku meragukan rasa yang tertuju padamu. Ragu itu menghampiri malam-malam sunyiku, ketika namamu kembali singgah di pikiranku— apakah kau juga menyimpan sepercik suka untukku? Aku tak menanyakan cinta, sebab aku tak benar-benar mengerti seperti apa wujudnya. Namun aku memahami satu hal: rasa suka yang membuat degup jantung tak lagi berjalan tenang. Entah mengapa, malam tadi rasa itu terasa sukar dijelaskan. Ia perlahan larut dalam bayang sikapmu. Meski begitu, aku masih merindukan kita yang dulu— ketika tawa hadir tanpa canggung, dan gengsi belum sempat menyelinap di antara kita.
0
Mar 12
Mar 12, 2026 at 12:47 AM UTC
Malam tak Berbintang