#iloveuimsorry
Kau memberiku secercah harapan—
menanyakan hal-hal yang kusuka,
lalu perlahan
menerobos batas yang kubuat,
dengan menyodorkan dunia kecil
yang juga kau tahu kucintai.
Kita berbincang tentang hidup,
tentang hari-hari yang kita jalani,
seolah waktu berhenti sejenak
untuk menikmati hangatnya kebersamaan.
Namun setelahnya
kau tinggalkan serpihan patah
yang tak mampu kusambung kembali—
sebab dengan lancang
kau telah melangkahi batas
yang kusebut: teman.
Mar 12
Mar 12, 2026 at 1:20 AM UTC
Entah sudah hari keberapa
aku meragukan rasa yang tertuju padamu.
Ragu itu menghampiri malam-malam sunyiku,
ketika namamu kembali singgah di pikiranku—
apakah kau juga menyimpan
sepercik suka untukku?
Aku tak menanyakan cinta,
sebab aku tak benar-benar mengerti
seperti apa wujudnya.
Namun aku memahami satu hal:
rasa suka
yang membuat degup jantung
tak lagi berjalan tenang.
Entah mengapa, malam tadi
rasa itu terasa sukar dijelaskan.
Ia perlahan larut
dalam bayang sikapmu.
Meski begitu,
aku masih merindukan kita yang dulu—
ketika tawa hadir tanpa canggung,
dan gengsi belum sempat
menyelinap di antara kita.
Mar 12
Mar 12, 2026 at 12:47 AM UTC