Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Mestinya kita paham dengan pergantian warna lampu di persimpangan jalan. Sebagian tergesah-gesah ketika kuning menyala, sebagian lagi pasrah menunggu. Ntah bagaimana caranya hidup tanpa tapi, Ntah bagaimana cara bernafas tanpa eluh mengeluh. Menjadi seperlima abad adalah keharusan katamu, 'aku akan bersyukur jika mendapat itu' Hari ini kita dapat semua, lebih dari yang kau bataskan agar bersyukur Kita telah ingkar, nafas bercampur ketidaksyukuran Menjadi bertambah adalah kebingungan Sebab apa yang menjadi musabab tak pernah kami sendiri tau. Mestinya kita paham. 13 Januari 2019
0
Jan 13, 2020
Jan 13, 2020 at 10:19 AM UTC
Abu-abu
Mestinya kita paham dengan pergantian warna lampu di persimpangan jalan. Sebagian tergesah-gesah ketika kuning menyala, sebagian lagi pasrah menunggu. Ntah bagaimana caranya hidup tanpa tapi, Ntah bagaimana cara bernafas tanpa eluh mengeluh. Menjadi seperlima abad adalah keharusan katamu, 'aku akan bersyukur jika mendapat itu' Hari ini kita dapat semua, lebih dari yang kau bataskan agar bersyukur Kita telah ingkar, nafas bercampur ketidaksyukuran Menjadi bertambah adalah kebingungan Sebab apa yang menjadi musabab tak pernah kami sendiri tau. Mestinya kita paham. 13 Januari 2019
Written by
22/M/Medan
Jan 13, 2020
Jan 13, 2020 at 10:19 AM UTC
Request permission to use this poem