Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Mati aku. Tidak ada lagi subuh yang dingin, Manusia hanya dibangunkan alarm pengingat dunia setiap harinya Hatinya lumpuh, sejak berhari lalu Yang ia ingat hanya cara menambah digit angka di mesin penyimpanan Mati aku. Tuhanku pergi jauh Bukan, sebab kita yang bergerak mundur menuju didihan bara api Untuk subuh esok yang terlalu pagi, kami titipkan niat menjemput Tuhan Tetap saja esoknya hanya duniawi, hartaku tak boleh terkikis Dimana surga subuh Tuhan kami? 'buang dengkimu sebelum ngigaumu berhenti, sebab surga subuh datang pada hati yang bersih' 18 Maret 2019 16:11
0
Mar 18, 2019
Mar 18, 2019 at 5:11 AM UTC
Surga dari subuh
Mati aku. Tidak ada lagi subuh yang dingin, Manusia hanya dibangunkan alarm pengingat dunia setiap harinya Hatinya lumpuh, sejak berhari lalu Yang ia ingat hanya cara menambah digit angka di mesin penyimpanan Mati aku. Tuhanku pergi jauh Bukan, sebab kita yang bergerak mundur menuju didihan bara api Untuk subuh esok yang terlalu pagi, kami titipkan niat menjemput Tuhan Tetap saja esoknya hanya duniawi, hartaku tak boleh terkikis Dimana surga subuh Tuhan kami? 'buang dengkimu sebelum ngigaumu berhenti, sebab surga subuh datang pada hati yang bersih' 18 Maret 2019 16:11
Written by
22/M/Medan
Mar 18, 2019
Mar 18, 2019 at 5:11 AM UTC
Request permission to use this poem