Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Pergi lagi ia keluar rumah, mencari spasi di kerumunan manusia. Dipesannya air penghambat kantuk, Dituangkan pada gelas putih bercorak ayam kuno. Ia ceritakan kesenangannya menemukan tempat itu, diajaknya orang lain mengingat masalalu yang pahit untuk mengangkat bahak yang panjang. Penat benar hatinya... Dipaksanya mereka guyon tapi pikirannya kebingungan. Sesekali lamunan anak mudanya dibaca orang lain. Pura-pura ia ikut tertawa lagi; dan ia menyendiri B_A 30 Januari 2019
0
May 14, 2019
May 14, 2019 at 6:07 PM UTC
+20
Pergi lagi ia keluar rumah, mencari spasi di kerumunan manusia. Dipesannya air penghambat kantuk, Dituangkan pada gelas putih bercorak ayam kuno. Ia ceritakan kesenangannya menemukan tempat itu, diajaknya orang lain mengingat masalalu yang pahit untuk mengangkat bahak yang panjang. Penat benar hatinya... Dipaksanya mereka guyon tapi pikirannya kebingungan. Sesekali lamunan anak mudanya dibaca orang lain. Pura-pura ia ikut tertawa lagi; dan ia menyendiri B_A 30 Januari 2019
Written by
22/M/Medan
May 14, 2019
May 14, 2019 at 6:07 PM UTC
Request permission to use this poem