Hello PoetryVoting

Vote

Voting-Boards

Home

HomeFollowingInboxNotifications

Read

ReadLiftedFeedsListsHeartedHistoryMy WritingNew poem

Explore

ExploreOrbitsWordsTagsClassics
Log in
0
Stars
0
Embers
0
Alerts
0
Inbox

Vote

Voting-Boards

Home

HomeFollowingInboxNotifications

Read

ReadLiftedFeedsListsHeartedHistoryMy WritingNew poem

Explore

ExploreOrbitsWordsTagsClassics
Log in
0
Stars
0
Embers
0
Alerts
0
Inbox

Ranah Hampa

by OnDark

Tak perlu pergi ke tengah hutan belantara tak bertuan Atau tempat semak belukar tumbuh dengan liarnya Alam bawah laut dimana air udaranya Untuk merasa kesepian Coba bercokol di tempatmu berpijak Satu bulan dan ribuan bintang bertabur layaknya salju di musim dingin Satu surya dan semburat awan yang bergerak pelan serta tenang Angin tak lagi mampu menemani Satu persatu hilang Orang, cinta, mimpi, juga impian Betapa inginnya terbangun dari alam bawah sadar yang panjang Namun takdir tidak dapat diubah Layaknya kesepianmu yang tidak berubah.
Request permission to use this poem
Written by
OnDark
17 / F / Indonesia
For You?
Written by
OnDark
17 / F / Indonesia
Published
Jun 2, 2018
Time
1m
Notes

—lalu tersadar jikalau tiap jiwa di bentala ini ditakdirkan dengan sunyi yang berbeda.

Tags
#indonesia#sunyi#hampa#sepi#kesepian#takdir
Permission

Request to use this poem

Tell OnDark how you would like to use it. We review requests before forwarding them.

AboutBlogSupportFAQPrivacyTermsContact
© 2009-2026 Hello Poetry/v27.0 [production] by @eliotyork
Explore
Hello PoetryVoting
Write