#sunyi
Bahkan hembusan angin berbahana
Dua tiga pasang jiwa bercakap
Tertawa pun berteriak
Bila mata terpejam tenangnya
Alam tak lagi bisu
Kau dan aku
Mengunci tatapan dan suara
Kita adalah bisu
Diam dalam kesunyian yang kekal
Debaran jantung berdetak sepi
Jangankan seulas senyum
Mata saja enggan berbicara
Lantas satu di antara kita akan sadar
Diam juga bagian dari percakapan yang tidak berujung.
Jun 1, 2018
Jun 1, 2018 at 12:43 AM UTC
Tak perlu pergi ke tengah hutan belantara tak bertuan
Atau tempat semak belukar tumbuh dengan liarnya
Alam bawah laut dimana air udaranya
Untuk merasa kesepian
Coba bercokol di tempatmu berpijak
Satu bulan dan ribuan bintang bertabur layaknya salju di musim dingin
Satu surya dan semburat awan yang bergerak pelan serta tenang
Angin tak lagi mampu menemani
Satu persatu hilang
Orang, cinta, mimpi, juga impian
Betapa inginnya terbangun dari alam bawah sadar yang panjang
Namun takdir tidak dapat diubah
Layaknya kesepianmu yang tidak berubah.
Jun 2, 2018
Jun 2, 2018 at 3:13 AM UTC
Katanya aku berani
suatu masa pernah kuikuti bela diri
tetapi dibilang seperti lelaki
sedikit sulit untuk merelakan ucapan lewati kuping kiri
padahal seringkali harus kulakukan segalanya sendiri
kadang pernah berandai punyai saudara atau saudari
Ya, aku tahu itu cuma mimpi
Kusyukuri saja dan nikmati
Katanya lagi pasti semuanya dituruti
tidak seperti yg dipikiri
terkadang kucicipi sunyi
namun ada yang lebih sepi
toh nantipun disana* juga sendiri
bila boleh meminta..jangan pernah pergi, pelangi
bila jujur tak bisa ku sendiri
ajariku tuk lebih dewasa lagì
dengan warnamu ku pelajari
bahwa hidup miliki arti
Nov 6, 2019
Nov 6, 2019 at 9:47 AM UTC
Aku ingin kembali ke dalam kesunyian,
Ada ketenangan yang tak pernah membosankan,
Dan juga diriku yang amat sangat tenang.
Tapi, suara di atas sana berbisik,
Aku harus kembali saat waktu sudah menjelang senja,
Menghadapi realita
Penuh drama
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 4:21 AM UTC
Ketika rindu lebih besar dari lelah,
kau biarkan malam memelukmu lebih lama.
Ketika kecewa lebih tajam dari kantuk,
kau temukan sunyi sebagai pelarian.
Bergadang bukan sekadar menunda pagi,
bukan pula kebiasaan tanpa arti.
Kadang ia jadi obat asmara,
kadang ia jadi ruang paling jujur bagi yang terluka.
Di balik layar, tawa dan kata berpendar,
menghidupkan rindu yang tak bisa dipeluk.
Di balik sepi, air mata jatuh tanpa suara,
melepas kecewa yang tak sempat diungkap.
Malam tak pernah bertanya kenapa,
tapi selalu menerima tanpa syarat.
Mar 7, 2025
Mar 7, 2025 at 1:45 PM UTC