Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
Kau memberiku secercah harapan— menanyakan hal-hal yang kusuka, lalu perlahan menerobos batas yang kubuat, dengan menyodorkan dunia kecil yang juga kau tahu kucintai. Kita berbincang tentang hidup, tentang hari-hari yang kita jalani, seolah waktu berhenti sejenak untuk menikmati hangatnya kebersamaan. Namun setelahnya kau tinggalkan serpihan patah yang tak mampu kusambung kembali— sebab dengan lancang kau telah melangkahi batas yang kusebut: teman.
0
Mar 12
Mar 12, 2026 at 1:20 AM UTC
Breadcrumbing
Kau memberiku secercah harapan— menanyakan hal-hal yang kusuka, lalu perlahan menerobos batas yang kubuat, dengan menyodorkan dunia kecil yang juga kau tahu kucintai. Kita berbincang tentang hidup, tentang hari-hari yang kita jalani, seolah waktu berhenti sejenak untuk menikmati hangatnya kebersamaan. Namun setelahnya kau tinggalkan serpihan patah yang tak mampu kusambung kembali— sebab dengan lancang kau telah melangkahi batas yang kusebut: teman.
Terima kasih sebab kehadiran mu pernah menjadi hal yang kutunggu. sampai akhirnya aku menyerah dengan segala bentuk patah yang yang mungkin kau sebut trauma atau apapun itu namanya. Akibat ulahmu, akhirnya aku menemukan patah baru yang lebih besar dari yang pernah kupunya sebelumnya.
novitahutami
Written by
Mar 12
Mar 12, 2026 at 1:20 AM UTC
Request permission to use this poem