Submit your work, meet writers and drop the ads. Become a member
 
May 2018 · 193
Happy Birthday
Aridea P May 2018
Happy Birthday to me!
Apr 2018 · 228
AKU SANG PENGHIBUR
Apr 2018 · 244
Mati Rasa
Aridea P Apr 2018
Semalam aku terjun dari ketinggian 13.000 kaki dari permukaan laut
Menembus awan dan menantang angin
Lalu aku terjatuh ke dalam samudera, jatuh sangat keras
Aku menangis, tapi mati rasa

Pagi ini aku menyelami segitiga bermuda
Tak tahu arah
Tersesat
Aku menangis, tapi tak bersuara
im broken my own heart, i was lost and I regret what i've done last night
Jun 2017 · 369
You Are The STAR
Aridea P Jun 2017
You are the STAR.
I can only see you from far.
I can only call you from deep inside.
I can only feel you in my heart.
I can only admire you...
But
I can't have you in my life.
Dedicated to my 2017 lover, BP.
May 2017 · 961
All I Ask
Aridea P May 2017
Dia yang memberikan irama obrolan begitu hangat di penghujung fajar,
Aku terlarut di dalamnya
Aku meminta lagi irama itu di fajar selanjutnya

Aku adalah oasis yang membantu melepaskan dahaganya,
kala ia berkelana di gurun nan tandus
Namun setelah segar kembali ia menyumbat mata air dengan pasir
Lalu ia berkelana kembali
Tuk mencari oasis selanjutnya, tuk menyumbat yang lain-lainnya

Dia lalu kembali ke jalan berkerikil menuju rumahnya
Dikala ia harus memilih di antara menyimpan kucing yang ia temukan di dalam sebuah peti emas di pinggir jalan
Atau dia akan pergi dengan peti emas dan meninggalkan kucing itu tak bertuan
Mar 2017 · 1.7k
Untitled #4
Aridea P Mar 2017
Palembang, 27 Maret 2017

Hari ini aku tak ingin berhenti menulis
Bagiku menulis itu sangat berarti
Aku bisa mencurahkan isi pikiranku tanpa aku harus berucap
Ucapanku terkadang tak didengar orang, kau tahu?
AH, bukan!
Ucapanku bahkan tak pernah didengar orang
Aku hanya batu, yang hanya dilangkahi orang setiap kali berjalan

Hari ini mentari bersembunyi di balik awan mendung
Namun panas teriknya masih bisa ku rasakan dikulitku
Aku hanya bisa berteduh di bawah atap kamarku
Padahal jiwa ini ingin sekali menari di bawah mentari
Padahal kaki ini ingin sekali tenggelam di pasir pantai yang kasar
Ingin sekali rasanya membawa diri ini ke air laut biru nan luas
Aku ingin sekali mengapung di air garam yang bening
Namun yang kulakukan hanya mengetik tulisan tak berarti

Hujan mulai turun
Apa daya aku hanya bisa menunggu
Aku terkurung di dalam dunia sendiri
AKu belum berani tuk berkelana sendiri
Mar 2017 · 1.8k
Dear Me, Sang Penikmat Kopi
Aridea P Mar 2017
Palembang 27 Maret 2017

Untuk diriku sang penikmat kopi

Aku telah bangun saat fajar masih terlelap
Kemudian aku membuka jendela agar embun menatapku
Ku biarkan tamu pagi nan sejuk menyapu rambutku yang pirang
Seketika itu aku teringat tuk menyeruput kopi di gelas favoritku
Segelas Capuccinno hangat di tanganku sekarang
Mulai ku teguk sambil ku pejamkan mata
Ku rasakan manisnya krimer di lidahku
Mengingatkanku pada kamu
Pemanis di dalam hidupku

Aku hendak bekerja seperti biasanya
Kini mentari menantangku untuk menakhlukkannya
Ku pasang perisaiku dengan lengkap
Kemudian ku berpikir tuk mendapatkan segelas Caramel Frappe tuk menyejukkan hari ini

Tak terasa mentari kini telah lelah tuk bersinar
Sehingga membuat dunia kian gelap
Aku seduh Black Coffee tanpa gula
Tak ku hiraukan rasa pahitnya ketika menyentuh lidahku
Lebih pahit mana dengan kenyataan aku hidup tanpa cintamu?
Aridea P Mar 2017
Palembang, 27 Maret 2017

Aku lupa bagaimana rasanya jatuh cinta
Jatuh cinta pada seorang Pria
Mar 2017 · 971
Untitled #3
Aridea P Mar 2017
Palembang, 27 Maret 2017

aku pernah bermimpi tentangmu
kamu menggenggam erat tanganku
menuntunku ke tempat yang belum pernah ku tuju
sesaat kau hilangkan semua perasaan sesak dihatiku
kita bergandengan berdua, ya, di dalam mimpiku
kamu begitu tampan sehingga ku tak bisa berpaling memandangmu
kamu seorang yang belum pernah ku temui sebelumnya
kamu yang membuatku teringat kembali rasanya jatuh cinta
kamu menghargai setiap aksiku
kamu memandangiku bak perhiasan yang berharga
kamu jua lah yang membuatku berharap ketika ku kembali ke dunia nyata
Mar 2017 · 858
Mencari Jawaban
Aridea P Mar 2017
Palembang, 27 Maret 2017

aku menyendiri,
bukan karena ku tak memiliki teman
tetapi aku mundur perlahan dari pertemanan

aku mengunci diri di kamar,
bukan karena aku tak memiliki tempat tuk dituju
tetapi aku berharap kelak ada yang menemukanku

aku menenggelamkan jiwa ke relung alam sadar paling dalam,
bukan untuk berlari dari kenyataan
tetapi untuk menemukan jawaban
Dec 2016 · 533
Untitled
Aridea P Dec 2016
Palembang, 2 Juni 2013

Bukankah hidup itu sulit?
Sulit untuk melupakan,
sulit tuk memaafkan

Bukankah hidup itu sulit?
Sulit untuk memulai,
Sulit tuk menilai
Jan 2016 · 2.7k
Halo
Aridea P Jan 2016
(Palembang, 28 Oktober 2015)

Halo,
Halo??
Aku bilang, Halo
Lihat aku!
Aku sedang berkemas.
Kemas hati yang telah meleleh karena kata-katamu.
Berantakan,
Berceceran di lantai hingga menghalangi perasaan ini tuk hilang.

Halo~~~
Aku cukup gagal memperbarui hati yang pernah bahagia.
Hati yang pernah merona-rona ketika dekat denganmu.
Hati yang selalu merindu ketika jauh darimu.
Coba lihat hatiku sekarang ini!
Rusak,
Parah~ !!
Tak bisa ku perbaiki.

Halo lagi,
Tanggung jawab atau kau akan aku lupakan selamanya!
Tak percaya lagi denganmu.
Halo, ini yang terakhir kali.
Aku pergi tanpa membawa hati.
Apr 2015 · 3.1k
Dear Mama
Aridea P Apr 2015
Palembang, 26 April 2015

Dear Mama,
Aku ingin bercerita
Aku seperti orang buta, Mama
Aku tidak bisa melihat mana hal yang baik, mana hal yang buruk
Aku tidak bisa membedakan di antara keduanya, Mama

Mama Sayang,
Aku ingin bercerita
Aku seperti orang lumpuh, Mama
Aku tidak bisa menyelesaikan masalahku sendiri
Bahkan aku memilih berdiam diri daripada menghadapinya

Mamaku yang Cantik,
Aku ingin bercerita
Aku seperti orang tuli
Aku sedikitpun aku tidak menghiraukan dunia sekitar
Aku terlalu sibuk memikirkan diriku sendiri

Mama,
Aku ingin bercerita
Aku pembuat onar di sini, aku ingin pulang ke pelukanmu
Aku ingin jadi anak baik
Seperti saat masih di dalam pengasuhanmu

Mama, aku rindu Mama
Feb 2015 · 3.0k
jodoh seperti Ayah
Aridea P Feb 2015
Ya Tuhan
Berikanlah aku jodoh seperti Ayahku
Yang mencintaiku meskipun tahu putrinya banyak kekurangan
Yang selalu mendoakan yang terbaik dan tak mengijinkan hati putrinya terluka

Ya Tuhan
Ijinkan aku memilih pasangan seumur hidupku, yaitu seperti Ayahku
Yang tak pernah melukai hatiku dan memanjakanku bagai Putri

Ya Tuhan
Pertemukanlah aku dengan jodohku yang seperti Ayahku
Yang akan melindungiku dari bahaya apapun
Yang takkan melukaiku dengan ucapan kasar

Ya Tuhan
Aku membutuhkannya sekarang
Feb 2015 · 3.3k
Hatiku
Aridea P Feb 2015
(Palembang, 9 Februari 2015)

Hatiku ini rapuh, kamu tau?
Aku sendiri pun tak mampu menyentuhnya dengan perkataan
Aku selalu membungkusnya dengan kebahagiaan

Hatiku ini istimewa, kamu mengerti?
Aku menjaganya agar selalu bersih dan suci
Aku menyimpannya untukku bagi dengan orang-orang yang sedih

Dimana hatimu?
Kamu berlagak semua baik saja dan meninggalkan hatiku terluka
Kau menorehkan  pecahan beling di hatiku dan menganggapnya tak terluka

Dimana akalmu saat ini?
Kamu membuat hatiku sedih, hatiku tak mampu berikan kebahagiaan bagi orang lain
Kamu tak punya hati hanya memikirkan dirimu sendiri

Hatiku ini bukan barang yang bisa kamu banting saat kamu marah
Hatiku ini bukan pisau tumpul yang kamu tusukan ke dalam tanah
Hatiku ini hanyalah air yang masih dibutuhkan orang lain
Hatiku ini hanyalah udara yang tak terlihat namun memberikan kehidupan
Hatiku ini bukanlah gabus yang bisa kau cabik-cabik, hanya untuk membuat hatimu senang

Hatiku hanyalah hati yang bisa mati
Jan 2015 · 1.7k
dear music
Aridea P Jan 2015
Dear Music

Thanks for being here with me
In everytime I feel sad,
In anytime I cry

Thanks for cheers me up
You brings joyful in my life
You bring back my smiles
Yoy are the only thing I reach when I'm sad

Thanks for fixed my shattered heart
You complete the missing piece of mine
You hold tight my soul
You won't let my heart hurts
You won't let my tears out

Thanks for the harmony you have
I forget all my problems when you plays
I am drowning in your symphony
I dont want to leave
I feel safe and sound around you
You calm me down

Dear Music
Thanks being around me
When nobody here
When my soul needs mates
You pull out my sadness
And only brings happiness


(Palembang, 12 Januari 2015)
Jan 2015 · 1.2k
dear life
Aridea P Jan 2015
Dear Life

Why you gonna be so rude?
I cannot feel happiness
Cause everytime I get too happy
Anything bad happens
It makes my heart hurts
It makes my eyes cries
It makes my soul weaks
It makes my feet shakes
It makes my brain stops

Why you gonna be so rude?
You make me afraid to loving someone
Cause everytime I love someone
Anything bad happens
It makes situation worse
It makes my world empty
It makes my space lonely
It makes my room tiny
It makes my imagination flies

Why you gonna be so rude?
You are like Dementors
You kiss my happiness
Only left bad memories
You make my life colds
You make my life dies
You made my smile gone
You made my future grey

(Palembang, 12 Januari 2015)
Jan 2015 · 957
dear eyes
Aridea P Jan 2015
Dear Eyes

If you sad
And feels like want to cry
Dont keep it inside
Just let it out

Dont hold your tears
Just cry out

(Palembang, 12 Januari 2015)
Jan 2015 · 2.7k
Dear Heart
Aridea P Jan 2015
Dear Heart.
Janganlah kamu terlalu berharap
Cinta itu bukan harapan tetapi kepastian
Jangan pula kamu terlalu menyimpan rasa
Rasa itu bisa saja tak tepat bahkan salah
Bersikaplah seperti akal, yang mengalah
Tidak mengharap pada kebahagiaan cinta
Tetapi senantiasa waspada jikalau terluka
Akal menjagamu, Heart
Dari sakitnya dilukai cinta
Dari perih kejamnya perasaan

Dear Heart, jiwa ini tahu kau mencintainya
Tetapi akal ini yang paling tahu mana yang tepat
Jangan gegabah, Heart
Jangan terlalu senang dulu, kau bisa saja salah
Kau bisa saja terluka
Kau bisa saja jatuh
Akal akan terus melindungimu

Dear Heart,
Simpan saja rasamu untuknya
Jangan sekali-kali kamu membongkarnya
Maka akal akan bertindak
Ia akan berbohong untuk melindungimu
Ia akan menutupi kebenaranmu
Itulah yang akan dilakukan akal untuk melindungimu, Heart

(Palembang, 12 Januari 2015)
Jan 2015 · 2.6k
Inikah Cinta?
Aridea P Jan 2015
Palembang, 11 Januari 2015

Aku jatuh cinta lagi

Benarkah ini cinta?
Mengapa rasanya begitu berbeda?
Tak ada rasa takut saat aku menatap matanya
Tak ada rasa sungkan untuk menyentuh kulitnya
Dan aku sangat menyukai bau tubuhnya

Aku suka bersandar di punggungnya
Menyandarkan keningku di tengkuknya
Memainkan jemariku menyentuh punggungnya
Mencium aroma parfumnya

Aku suka berjalan di belakangnya, menunduk
Memandangi langkah kakinya ketika berjalan
Sangat lebar dari langkah kakiku
Aku tak mampu menyusulnya
Di saat seperti itu aku membutuhkan tangannya
Tuk menggenggam tanganku
Menuntunku tuk berada di sampingnya
Agar aku tidak tertinggal

Apa benar aku mencintainya?
Tapi tunggu dulu
Apa itu cinta?
Bagaimana rasanya mencintai seseorang?
Apa yang akan aku lakukan ketika mencintai seseorang?
Inikah cinta?
Oct 2014 · 2.0k
Hati Ini
Aridea P Oct 2014
Inderalaya, 30 September 2014

Hati ini tlah tua
Tlah bertahan lama meski diterpa topan
Tetap kokoh walau diterjang karang
Masih bernyawa setelah diterkam cakar

Hati ini rapuh di dalam
Tak berwujud, tak berasa, tak berupa
Tak bernyanyi, tak bersuara, diam
Kosong, hampa, berbaur senyap


Hati ini lelah
Berjalan berjuta-juta kilometer langkah
Menyimpan berbagai rasa dunia
AKhirnya terluka dalam asa

Hati ini menangis
Tak mampu menahan lagi
Tak sanggup bertahan untuk sedetik
Mengisakkan sunyi
Aridea P Oct 2014
Inderalaya, 30 September 2014

Rasanya ingin saja aku menutup mata ini, tertidur
Menuai mimpi yang selalu bahagia ceritanya, terhibur
Hati tak ingin terbangun namun mataku berkata lain, terlanjur
Semangat hati tuk melanjutkan tidur pun haidr, dan
Bangunkan aku saat September berakhir
Aug 2014 · 2.6k
Aku Ingin
Aridea P Aug 2014
Palembang, 31 Agustus 2014

Aku ingin segera menjadi dewasa
Supaya aku bisa menikmati hidup lebih leluasa
Minum kopi sambil mengobrol tentang politik dan penguasa
Duduk di café menulis novel dan mengambar sketsa

Aku ingin segera wisuda
Memiliki pekerjaan sendiri yang aku damba
Memiliki apartemen sendiri dengan konsep yang aku suka
Membeli semua buku yang ku anggap menarik dan membuat sendiri ruang baca

Aku ingin segera mengakhiri masa kesendirianku
Ku harap aku bisa memilih sendiri pasanganku
Seseorang yang selalu setia di saat apapun
Seseorang yang bisa ku ajak “gila-gilaan” sepajang waktu

Aku ingin segera mengandung
Memiliki anak-anak yang manis yang akan ku panggil “sayang”
Memanjakan mereka seperti aku dimanjakan bunda
Membahagiakan orangtuaku dengan kehadiran mereka

Aku ingin

Aku ingin mati dikelilingi orang-orang yang ku cinta
Aug 2014 · 3.8k
Berdansa Lagu Sedih
Aridea P Aug 2014
Inderalaya, 27 Agustus 2014

Seorang gadis kebingungan di antara kerumunan orang dewasa yang asyik menikmati pesta dansa yang diadakan penguasanya
Matanya biru terang, namun jauh di lubuk hatinya, ia begitu kelam
Seorang yatim yang ditinggalkan ibundanya tuk melayani pria yang bukan pasangannya
Gadis itu terpaku, hanya sendiri di tengah-tengah manusia lain berdansa berpasangan
Namun dia hanya sendirian

Musik telah terlalu lama menyeberangi gendang telinganya
Otot-otot di kepalanya mulai berontak tuk membuat gadis itu pergi meninggalkan tempat ia berada
Namun ia hanya  diam, matanya memancar sorot sangat kebingungan
Pikirannya terbang jauh menelusuri kenangan saat ia masih balita dibawa Ayahnya pergi ke taman paling indah di negaranya
Dentuman keras kaki-kaki manusia yang masih berdansa tanpa lelah dan tanpa jeda
Menyadarkan sekali lagi bahwa gadis itu masih sendirian

Kaki gadis itu serasa tak mampu lagi tuk melangkah
Maka ia mulai membuat gerakan tak berarti pada kedua tangannya. ke kanan dan ke kiri, mengitari tubuhnya
Semakin lama gerakan tangannya semakin cepat dan kini gadis itu menari pada akhirnya
Sekali lagi, ia menari sendiri, berputar-putar bagai roda yang diputar pedal sepeda
Kini semakin cepat gadis itu berputar-putar
Semakin cepat
Semakin cepat
Semakin makin cepat
Gadis itu menutup matanya, ia bahkan dapat merasakan detakan jantungnya
Ia memutar makin cepat dan sangat cepat
Sampai akhirnya di antara putaran yang cepat itu, ia berteriak
AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA­AAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH­HHHHHHHHHHHH

Ia kemudian terjatuh di pelukan Ayahnya
Sang Ayah yang telah lama pergi meninggalkannya
Sang Ayah kini kembali, namun tiada satupun manusia di sana menyadari kehadirannya
Pesta dansa terhenti dan semua pasang mata tertuju pada pemandangan tak biasa di tengah-tengah mereka
Sang Gadis sedang berdansa dengan Ayahnya

Suasana menjadi hening, hentak kaki manusia yang sedang berdansa kini benar-benar sunyi
Oh kelamnya hidup ini
Aug 2014 · 2.3k
Di Ujung Perapian
Aridea P Aug 2014
Inderalaya, 27 Agustus 2014

Aku putus asa di tengah-tengah hiruk-pikuk kehidupan
Di saat aku sedang sibuk menyemangati orang lain untuk bertahan
Tepat di saat aku berceramah agar mereka terselamatkan
Aku  membela orang lain padahal aku sendiri seorang tahanan
Aku sendiri tak mampu untuk mengembalikan kehidupan, hanya berangan
Melewati waktu tanpa batas yang membuat aku tersesat di jalan
Dengan berani ku telusuri labirin tak berujung di hari tak berawan
Aku mampu menjadi lentera orang lain, di jalan gelap di ujung perapian
Namun aku tetaplah lilin yang tak berapi, angin meniup api dan angan
Aku masih tetap menjadi tahanan yang ingin terbakar di ujung perapian
Jan 2014 · 590
When You Fell Down
Aridea P Jan 2014
Palembang,19 Januari 2014

Life is so short
Life is so hard
So when you fell down
Do not ever give up
Trying hard to stand again
If you believe in Allah SWT
You will got it easily
Life must goes on and on
And on
Struggle for a better life

"Be strong, me"
Jan 2014 · 1.6k
Rasanya
Aridea P Jan 2014
Palembang, 20 Januari 2013

Rasanya kalau sudah bicara denag-Nya,
Seperti menempelkan goresan luka di hati dengan hansaplas
Pedih, tapi lekas sembuh
Tak berdarah, tak berbekas

Rasanya kalau selesai mengadu pada-Nya,
Seperti membersihkan darah yang menetes dari ujung jari
Perih, dan darah kan berhenti
Luka tertutup kembali

Rasanya kalau belum menghadap-Nya,
Seperti menunggu pengumuman juara kelas di sekolah
Detak jantung berirama kencang
Perut mual bak naik Halilintar
Malah tangis memecah
Jan 2014 · 3.6k
Aku Hanyalah Aku
Aridea P Jan 2014
Ayahku adalah Cahaya
Yang menerangiku dalam perjalanan di dunia
Menuntunku tuk memilih arah yang tepat
Menyayangiku sepanjang doanya
Memelukku dari jauh dalam sholatnya
Menciumku melalui ayat-ayat suci yang dibacanya

Ibuku adalah Udara
Yang memberikanku kehidupan ini
Yang menyentuhku dengan hati
Menyayangiku sepanjang kuku yang akan selalu tumbuh
Merangkulku dengan hati dan pikirannya
Merawatku sepenuh hati dan segenap raganya

Adik-adikku adalah Air
Yang menyejukkan dengan senyuman mereka
Motivasiku tuk meraih impian mereka
Alasanku bekerja keras tuk membangun bahtera
Dengan mereka aku sangat bahagia
Dengan suara mereka aku kuat
.
.
.
Namun aku hanyalah Aku
Yang tak mampu memiliki mereka seutuhnya
Yang tak miliki cukup banyak waktu tuk mengenal mereka
Yang jarang bersua dan menanam rindu pada mereka
Aku hanyalah pejuang di Samudera Seberang

Aku hanyalah Aku
Yang memiliki perasaan dan pikiran
Tuk memilih jalan hidupku sendiri
Yang membutuhkan seorang teman
Teman sejati yang sejak dulu kun anti
Teman yang benar-benar tean
Yang ada di sampingku saat susah senang
Selamanya …
Jan 2014 · 3.9k
Mimpi Di Kala Senja
Aridea P Jan 2014
Palembang, 11 Januari 2014

Ini kisahku
Kisah mengharu biru
Tentang aku yang tak berkawan
Di pulau perantauan

Ini ceritaku
Cerita yang terekam waktu
Tentang seorang anak Hawa
Yang mati tapi bernyawa

Alarm berbunyi, memecah sunyi
Aku diam di sini, sendiri
Mencoba tuk menutup mata, tapi selalu terjaga
Menerawang masa depan, melukiskan kehidupan

Terdengar Ayam bernyanyi, berirama seni
Aku masih merenungi, siapa jati diri?
Mencoba tuk menutup mata lagi, meski ku pun tak yakin
Ku coba sekali lagi, berharap mulai bermimpi

Esok hari penting, tak ingin ku langkahi
Kemarin hari sendu, birkan berlalu
Sekarang hari biasa, cobalah terbiasa
Kenangan akan tercipta, berawal dari mimpi di kala senja
Jan 2014 · 7.6k
Apa Yang Sukar?
Aridea P Jan 2014
Palembang, 14 Januari 2014

Apa yang susah?
Menguasai diri sendiri memang susah
Melakukan ini tapi takut, takut salah
Tapi tidak dilakukan akan menyesal, juga salah

Apa yang mudah?
Memerintah orang memang mudahnya
Menyuruh orang melakukan kehendaknya
Entah siapa yang untung dan rugi di antaranya

Apa yang gampang?
Menghakimi orang juga gampang
Tak peduli tampang
Mau presiden, mau pejabat, mau gembel asal hati senang

Apa yang gampil?
Menasehati orang juga gampil
Tinggal ucapkan kalimat kecil
Berlagak bak orang yang terbiasa nan terampil

Apa yang sukar?
Menyadarkan orang itu yang sukar
Meski hati sudah dongkol dan mulai terbakar
Apa daya orang itu tak sadar-sadar

#miris
Jan 2014 · 607
I Lose My Faith
Aridea P Jan 2014
I lose my faith.
When I see the world is larger than I imagine.
Live in this world so wild.
And never thought about good things but lies.
Pretending to be a good person is really we are.
And even the right thing truly done by us.
I could run from the reality behind.
But I couldn't hide from tomorrow will comes.
Acting so wrong to a person.
An apology is just not enough.
Only an anger left in hearts.

I lose my faith.
When I grew up and found how strange life is.
Good people, bad people seems no different.
Cheat and lie has never been failed.
Boys, girls, no this is not about gender.
Expensive, cheap, no this is not about the price.
Good, wrong, bad, this is about the truth.

I shouldn't have lose my faith.
If I don't want to live so wrong.
I shouldn't have never ever lose my faith.
If I still alive, I'll always remember that I live in the strangest world on planet.
God will never leave me alone.
Jan 2014 · 905
For My Grandma
Aridea P Jan 2014
Palembang, 29 September 2010


Thanks Grand Ma for taking care of me
Thanks for the time you've spent just for me
Thanks for many advises you said
Thanks for everything in my short 15th/18th years
I Love You Grand Ma

And sorry for what I've done wrong
Sorry I made mistakes many time
Sorry I'm still a little girl in the room
Sorry for hard to say I Love You
Sorry for hurt that you've got
Cause I just don't know what to do

Wish, I could give you the bestest
To make you proud and smile for me
We know nothing is impossible
And I believing my self, Someday
I'll give you everything you need
Love Ya Grand Ma...

(Now you are not around anymore
You are the shining star above
Your body so fragile now
But your soul is lives in our hearts
Sorry for made you cry
Sorry if your husband, your children and your grandchildren made you sad before you leave
Sorry is the last thing that we could do
But we'll never stop to say "I LOVE YOU"

Rest In Peace Nana
Jan 2014 · 506
Why
Aridea P Jan 2014
Why
Jakarta, Senin 20 Oktober 2008


I am trying to forget you
But I couldn’t
You’re always in my heart

That is special thing, that’s my love

How can I have you in my life?
No, I couldn't.
How can I think about you?
Why you always here?
Why you’re not go away?
Go so far away!
From my life
Why?? Why??


(edited Thursday, January 2nd 2014)
Jan 2014 · 643
I Say Mom
Aridea P Jan 2014
Palembang, Senin 4 Oktober 2010

Mom, I know you know that I love you
Although I never say that in front of you
But I believe you feel the same with me
That we both are never be apart
We are always be together, Forever
Until the end of time, And the age is die
Jan 2014 · 32.7k
Can't Live Without You
Aridea P Jan 2014
Palembang, Senin 4 Oktober 2010

Oh, Shane...
How beautiful voice you have!
I always want to hear it one more time
I admire you from the start

When you sing a love song
I feel you touch my heart inside
When you say word by word
You makes me adore you too much

I want to take a rest
I can't close my eyes
Cause I always thinking of you

What a lovely smile you have!
You're beautiful everytime I see
You are great the way you are
Don't know, will I forget you?
I hope not.
Cause I can't live without your voice.



(edited Thursday, January 2nd 2014)
Dec 2013 · 2.8k
Curahan Hati
Aridea P Dec 2013
Palembang, 30 Desember 2013

Ini terjadi lagi,
tuk yang kesekian kali
Jiwaku terbentur batu, keras sekali
Retak, hampir pecah berapi
Gesekan kemarahan dan penyelesaian hati
Menjadi mayat tak berhati
Tak mampu berfikir lagi
Menahan diri tuk bertahan dalam raga ini
Meski kaki ini tak mampu berdiri
Nafas ini tak mampu berhembus lagi
Hanya satu yang aku yakini
Keajaiban yang benar ada di dunia ini
Rencana indah Tuhan yang lain
Yang tak pernah bisa dihindari
Hidup tidak selalu buruk atau baik
Perubahan kecil sangatlah berarti
Tuk hidupku yang sunyi


Aku memang sendiri
Tapi ku tak ingin sembunyi
Apapun yang kan terjadi akan ku hadapi
aku yang memilih aku yang jalani
Ini bukanlah janji
Ini adalah curahan hati
Keinginan yang tak mampu ku raih
Namun ku jua tak lelah berlari
Meraih keingnan di hidup ini
Jika kalian membaca ini
Tolong, hargai dan temani
Aku di sini sendiri ...
Dec 2013 · 3.5k
Siapakah Aku?
Aridea P Dec 2013
Palembang, 14 Desember 2013


siapakah aku? yang bercahaya dikala senja tiba
berlari mengepakkan kedua tangan, mencoba menggenggam udara
mengijinkan peluh muncul membasahi seluruh tubuhku
hingga mentari tepat di atas kepala aku berdoa, tuk menjadi cahaya bintang saat malam tiba


siapakah aku? yang terus berlari kencang menapaki kerikil tajam
tak peduli walau menembus hujan melawan badai
ketika mentari sudah malu menampakkan cahayanya
aku berdoa
meminta, jikalau cahaya bintangku redup, mentari senantiasa menggantikan di pagi berikutnya


siapakah aku? yang kehilangan cahaya senja
berjalan menunduk, kecewa
meski mentari bersinar seperti yang ku harapkan
aku masih kan meminta cahayaku dikembalikan
tak ingin membuka mata jika pagi berwajah gelap


siapakah aku? yang tak lagi bersinar di langit malam
tak lagi menjadi bintang
kehilangan sinar senja
tak lagi bebas berlari di bawah mentari
tak lagi bernyawa

siapakah aku?
Nov 2013 · 1.8k
indraku
Aridea P Nov 2013
Palembang, 24 November 2013


Suara itu
Suara yang tak terdengar, suara yang membeku
Menyentuh dalam kalbu
Miris, suara itu

Bau itu
Bau yang tak tercium,  bau yang melebur
Menyayat hatiku
Kasihan bau itu

Pandangan itu
Pandangan yang terpaku, hanya diam membisu
Mengabaikanku
Tak menoleh sedikitpun

Sentuhan itu
Senyuhan palsu, yang tak tersentuh
Memukulku, di sini
Di arah sini, dekat hatiku

Pikiran ini
Pikiranku, yang tak berujung
Memikirkanmu
Membuat aku ragu
Nov 2013 · 3.3k
Musim Ini
Aridea P Nov 2013
Semusim ini ku jalani dengan bebas
Hingga suatu hari di musim berikutnya aku tersesat
Menanggung sakitnya duri kehidupan akibat perbuatanku sendiri
Di saat begitu siapa yang ada bersamaku di jalanan sepi?
Kalian bisa lihat sendiri betapa kehilangannya diriku
Kehilangan akal sehatku
Kalian tidak mengerti, kalian tidak mau mengerti
Aku memang terlalu rumit

Musim ini aku ditemani sepi
Melanglang buana sendiri
Mencoba tuk temukan ketenangan yang pernah aku miliki
Aku duduk lama di tepi sungai dan menatap ke air seraya lirih
Menggoyangkan kaki-kakiku yg beralas sepatu usang
Merasakan angin sore menusuk hingga ke telapak kaki
Aku menunggu mentari jatuh di ufuk barat
Kemudian pulang berjalan kaki berharap pamrih
Hari ini aku masih sendiri
Musim masih lama berakhir
Jun 2013 · 1.5k
ingatlah aku
Aridea P Jun 2013
Bangunkan aku, aku pemulung yang tak punya rumah
Tapi aku masih punya hati tuk merasa
Usirlah aku, aku mengotori ruang ini
Bagaimanapun, aku masih punya hati

Tinggalkan aku, jika tak ada lagi yg mau menungguku di belakang sini
Jangan kejar aku, jika ada kesempatan tuk ku berlari

Kenanglah aku, seseorang yang berbuat malu
Ingatlah aku, sebagai seseorang yang pernah kamu tahu
May 2013 · 2.4k
KLIK
Aridea P May 2013
Aku menulis
Menulis lagi hal yang semu
Makna yang tak pasti
Aku berpikir keras,
kata demi kata ku ketik
Klik, Klik, Klik
Berharap kelak tulisanku terpajang indah di tembok lorong

Aku tidak melihat ke depan,
ataupun ke belakang
Aku hanya fokus pada layar yang ada di depanku
Memandang, membaca, memahami
Mengimajinasikan visual hidupku ke dalam kata
Terus
Klik, Klik,
klik
Aku berusaha tak terputus,
terus mengetik

Tiada orang lain yang ada dipikiranku
Tidak diiidiii, ibuku, bahkan kawanku
Hanya berpikir, huruf apalagi yang harus ku tulis setelah huruf ini?
Klik,
klik,
klik,
Aku mulai melambat
Namun ku tak pernah menyerah
Tak ingin kutinggal

Kini pikiranku buntu
Di saat aku mulai meninggalkan layarku
Sejenak imajinasiku berbicara
"You can not be changed... But you can make a change."
.
.
.
Tak ada lagi Klik, Klik, Klik

Aku hanya memikirkannya
Dan semua selesai
Hanya dengan satu KLIK
Apr 2013 · 849
Will Never Be Mine
Aridea P Apr 2013
Palembang, 19 April 2012

A long ago ...
I see beautiful person on screen
Friendly smile, hazel green eyed
As I saw you since that day, I want to see you any longer
Everyday, I see you, with or without turn on the screen
I paced back and forth and smiling
It was felt like I lose my brain
I can't think anything, anyone but you
I went home from school to turn on the screen, to see you
You are the shadow whom I hug when night fall
And you are the first thought in the morning when I woke
Happily I declared to the world, that I am falling for you


Right now ...
I wanna cry, remember those faces
Face of you and her are spinning around my head
I can't forget that smiles for the rest of my life
As I paced back and forth all this time, I couldn't understood
How can I falling for you?
You are someone I don't know anything about
You are like a strangers came to my life, forcibly grabbed my heart, without you knowing it
How dare I save this love only for you? Without sharing with others?


In another day I could see
She look so beautiful in White, pink roses are in her hands
As you looking in her eyes so deep, she smiling on you
People thinking that you both are matching bride, and hoping all best for you both
Somewhere far far away I only can see the bride standing in front of you
She thank God for a man she had now


For forever and all the questions
When can I claim you as mine?
When can I say that I'm exist because of you?
When can I say that I'm where you belong?
When can I listen the vow you made for me?
When can I stop this hurt feelings?
I wanna cry but I couldn't
I wanna smile but I'm so hurt
I wanna laugh but it's so painful
I stop doing anything, I'm not focus
Too busy with this feelings
Apr 2013 · 2.8k
Jika Kamu
Aridea P Apr 2013
Palembang, 14 April 2013

Jika kamu tidak menyukaiku,
tolong agar bagaimanapun tuk mencintaiku
Jika kamu tidak menginginkanku di sini,
maka rindukan aku
Jika kamu ingin melupakanku,
maka ingatlah aku selalu
Jika kamu tidak ingin mengetahui tentang diriku,
maka pikirkanlah aku
Jika kamu berharap tidak pernah mengenalku,
maka ijinkanlah aku hadir di mimpimu
Jika kamu menginginkanku tiada,
maka hiduplah bersamaku
Jika kamu sangat amat membenciku,
Aku akan sangat lebih mencintaimu


I Love You, Someone
Mar 2013 · 1.3k
Kamu Tahu?
Aridea P Mar 2013
Palembang, 17 Maret 2013

Kamu tahu?
Bagiku, kamu itu Orang Asing

Orang Asing pertama yang aku kenal
Orang Asing pertama yang aku kagumi
Orang Asing pertama yang aku cintai
Orang Asing pertama yang aku sayangi
Orang Asing pertama yang aku tangisi
Orang Asing pertama yang aku gilai


Kamu tahu?
Hahaha
Sepertinya tidak
Aridea P Mar 2013
Palembang, 16 Maret 2013


Serasa aku kembali ke masa lalu
Membaca pesanmu, dan menerka bentuk wajahmu
Kamu kembali lagi
Menyirami kebun senyumku yang mekar kini
Membuatku ingin terus terjaga
Tuk menunggu pesan darimu lagi

Kini aku di sini lagi
Mengagumimu, untuk alasan yang tak pasti
Membanggakanmu, betapa kau peduli padaku
Aku hanya bayangan bagimu
Kamu hanya bayangan bagiku
Interaksi yang membuat kita jadi nyata

Aku mencintaimu,
untuk alasan yang tak masuk akal
Aku sungguh mencintaimu,
melebihi rasa yang kau berikan padaku
Aku sangat mencintaimu,
namun ku tak berharap memilikimu
Aku mencintaimu,
seperti dia mencintaimu


Dulu aku masih lugu
Menyatakan cinta padamu
Dan kau menertawakanku
hahahaha
Aku pun juga begitu

Lantas aku merasa malu,
Aku memutuskan komunikasi denganmu
Mencoba tuk berhenti mencintaimu
Berhenti mengagumimu
Ya, meski hanya beberapa bulan
Aku tak sanggup lama-lama mengacuhkanmu

"Thanks, we're friends again."
Itu kata pertama yang kamu ucapkan padaku
Setelah aku memutuskan untuk kembali mengagumimu
Mencintaimu adalah hal yang selalu membuatku rindu

Aku selalu malu jika mendapatkan pesan darimu
Aku takut selalu salah jika membalas pesanmu
Tapi ku coba apa adanya dihadapanmu
Terima kasih kamu mau menjadi temanku

Andai aku bisa mengerti perasaan ini
Aku ingin sekali saja mencintaimu, yaitu kali ini
Aku tak ingin berlama-lama mengagumimu
Itu hanya akan membawa dukaku di kemudian hari
Aku beruntung bisa mencintai orang sepertimu
Kamu tahu? Tak sedetikpun aku tidak memikirkan kamu

Andai aku bisa mengerti perasaan ini
Feb 2013 · 890
Rapuh
Aridea P Feb 2013
Palembang, 6 Februari 2013

Aku ini pohon muda yang ditebang
Roboh

Aku ini kursi rotan yang patah
Rapuh

Aku ini daun hijau yang jatuh
Gugur

Aku ini aku yang Rapuh
Tak tersentuh
Feb 2013 · 956
Terabaikan
Aridea P Feb 2013
Palembang, 6 Februari 2013

Aku bagai jeruk yang diperas hingga kering sarinya
Tak berguna
Terbuang

Aku bagai pensil yang diserut kayunya
Hanya berguna di saat tajam
Menghilang

Aku bagai es yang mencair di atas tanah
Terserap
Tak Tampak

Aku adalah orang yang terabaikan
Tak dianggap
Tak pernah ada
Oct 2012 · 3.4k
Cermin Tarsah
Aridea P Oct 2012
Palembang, 21 Oktober 2012

Aku berjalan,
menyusuri lorong gelap dan dingin
Menatap lurus pada satu tujuan
Pintu berukiran abstrak
Tanpa kunci aku bisa masuk dengan mudahnya
Tanpa kode aku lolos dari tes keamanan

Aku terus berjalan,
menapaki lantai yang lembap
Menuju suatu benda tinggi besar yang datar

Aku berhenti.

Berdiam diri cukup lama
Terpaku tanpa mampu berkata

Aku berdiri di depan cermin
Aku melihat diriku
Lihat Dia!
Dialah aku yang haus akan cinta
Dialah aku yang menadah kasih sayang
Aku berlutut dan meminta
Bawa dia ke sini Tuhan
Ke hatiku

Aku masih terdiam terpaku
Menyaksikan apa yang ada di hadapanku
Berpikir, betapa bodohnya aku
Aku berbalik tanpa berkata sepatah pun
Dan pergi meninggalkan aku yang masih terperangkap di cermin itu

Masih bisa kuubah, ucapku pada diriku
Takkan ku biarkan penderitaan menyentuh hidupku,
sedikitpun
Aku akan berbalik dan melupakan semua
Melanjutkan perjalanan hingga tugasku usai
Oct 2012 · 2.6k
Maaf Sekali Lagi
Aridea P Oct 2012
Palembang, 21 Oktober 2012

Maaf kalo aku masih cengeng
Maaf kalo aku belum bisa mengontrol emosi
Tapi aku bener-bener ga kuat
Di kala hati ingin berhadapan dengan dia
Jemariku tak kuasa tuk menari di atas keyboard
Mengetik namanya, melihat fotonya
Menahan rasa malu yang ku bangun sendiri
Menahan rasa kembali ingin mencintai
Melawan pikiran yang berusaha tuk melupakan dia

Tetapi aku mengikuti rasa yang sangat ingin
Keinginan yang mustahil
Keinginan yang seharusnya tak ada di hati
Keinginan yang seharusnya aku sudahi
Keinginan yang sudah sepantasnya tuk mati
Tetapi, malah semakin kuat setiap hari

Aku menangis lagi,
dan itu sering
Maaf sekali lagi
Oct 2012 · 2.9k
Rasa 2
Aridea P Oct 2012
Palembang, 21 Oktober 2012

Kini aku menulis dari sudut kiri
Memalingkan mukaku dari hadapanmu
Tak ingin terlihat olehmu

Di sini, aku membaca sembunyi-sembunyi
Menahan kedip,
Tak ingin melewatkan membaca namamu

Di sini dingin,
hujan baru saja turun
Membasahi jalanan yang terlalu lama kering
Aku tak ingin pergi keluar
Hanya ingin di sini
Merasakan rasa ini lagi
Rasa seperti ini
Sekarang ini,
saat aku menulis ini

Rasa yang sulit tuk diungkapkan
Lebih sulit dari berjalan di atas bara
Lebih sulit dari mengingat namamu
Sangat sulit daripada menulis namamu
Sangat amat sulit daripada menyebut namamu

Rasa,
yang tak akan pernah berhenti membuatku menulis
Rasa,
yang tak mampu ku ucapkan sendiri
Rasa ini
Rasa yang sulit tuk dimengerti
Rasa yang tak akan pernah hilang
Rasa yang sulit tuk tak dibahas

Terima kasih tlah membuatku menulis dari kiri
Next page