Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"usahaku" poems
Malam itu hujan, Entah Tuhan ingin membuatku semakin sedih karena suasana yang mendukung, Atau Tuhan tidak ingin semua mengetahui kalau aku menangis. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu membuat aku bertanya, Apakah kamu benar-benar orang yang pernah aku sayang dahulu? Apakah kamu benar-benar orang yang selama ini aku perjuangkan? Karena malam itu ketika hujan, Aku seperti tidak mengenal dirimu. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu tidak lebih hanya membuat aku merasa sakit, Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita baik-baik saja? Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita tidak bertemu kata perpisahan? Tapi tidak dengan malam itu ketika hujan, Kamu bersikap seperti orang asing yang tidak aku kenal, Kamu mendorongku untuk pergi dari kehidupanmu, Kamu itu siapa? Aku yakinkan diriku sekali lagi, Apa kamu benar-benar orang yang selama ini aku sayang? Malam itu hujan, Aku tidak bisa berkutik kecuali meneteskan air mata, Semudah itu untukmu? Ketika selama ini aku bertahan dengan alasan yang mengharuskan diriku untuk pergi, Semudah itu untukmu? Ketika aku harus menahan rindu setiap malam, Bertanya-tanya apakah dirimu baik saja di sana, Semudah itu untukmu? Tapi aku tidak menyalahkan malam itu ketika hujan, Kepergianmu malam itu membuat aku sadar, Kenapa aku terlalu takut untuk pergi sebelumnya, Sedangkan kamu bisa melakukan dengan semudah itu? Pergilah, aku merelakanmu. Pergilah, bawa hujan di malam itu sebagai simbol akhir dari segalanya, Pergilah, jangan pernah kau menoleh ke belakang untuk melihatku, Aku yakin akan baik-baik saja, Walau kini aku masih menangis bersama hujan.
0
Jul 17, 2017
Jul 17, 2017 at 4:38 PM UTC
Hari di mana kau memutuskan untuk pergi.
Malam itu hujan, Entah Tuhan ingin membuatku semakin sedih karena suasana yang mendukung, Atau Tuhan tidak ingin semua mengetahui kalau aku menangis. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu membuat aku bertanya, Apakah kamu benar-benar orang yang pernah aku sayang dahulu? Apakah kamu benar-benar orang yang selama ini aku perjuangkan? Karena malam itu ketika hujan, Aku seperti tidak mengenal dirimu. Malam itu hujan, Ketika semua perkataan yang keluar dari mulutmu tidak lebih hanya membuat aku merasa sakit, Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita baik-baik saja? Apakah benar ini balasan dari semua usahaku untuk membuat kita tidak bertemu kata perpisahan? Tapi tidak dengan malam itu ketika hujan, Kamu bersikap seperti orang asing yang tidak aku kenal, Kamu mendorongku untuk pergi dari kehidupanmu, Kamu itu siapa? Aku yakinkan diriku sekali lagi, Apa kamu benar-benar orang yang selama ini aku sayang? Malam itu hujan, Aku tidak bisa berkutik kecuali meneteskan air mata, Semudah itu untukmu? Ketika selama ini aku bertahan dengan alasan yang mengharuskan diriku untuk pergi, Semudah itu untukmu? Ketika aku harus menahan rindu setiap malam, Bertanya-tanya apakah dirimu baik saja di sana, Semudah itu untukmu? Tapi aku tidak menyalahkan malam itu ketika hujan, Kepergianmu malam itu membuat aku sadar, Kenapa aku terlalu takut untuk pergi sebelumnya, Sedangkan kamu bisa melakukan dengan semudah itu? Pergilah, aku merelakanmu. Pergilah, bawa hujan di malam itu sebagai simbol akhir dari segalanya, Pergilah, jangan pernah kau menoleh ke belakang untuk melihatku, Aku yakin akan baik-baik saja, Walau kini aku masih menangis bersama hujan.
Continue reading...
36
Hari ini aku ingin bercerita Bagaimana sebuah rasa berubah menjadi sebuah asa Saat itu.. Aku melihatmu Berjalan, tapi tetap pada bayangan yang sama Bagaimana bisa? Kau sudah melewati beberapa cahaya Yang bahkan berbeda beda Aku penasaran Rasa untuk membawamu dari bayangan itu muncul Aku berharap usahaku berhasil Sebuah rasa yang berubah menjadi asa Lagi. Aku bermimpi Agar kau tak berhubungan lagi dengan bayangan lalu mu Aku bertindak. Membantumu Lagi, asa itu berasal dari rasa yang sama. Rasa untuk membantumu bangkit dari bayangan itu. Namun, lambat laun rasa itu berubah Berubah menjadi asa untuk kita memiliki bayangan yang sama Ketika waktunya tiba, ku kira aku berhasil Ternyata... sangat jauh dari kata itu Kau lebih memilih menghentikan usahaku, tindakanku Dengan alasan “aku butuh jeda” Baik. Ku turuti maumu aku bahkan masih berpikur positif. Tapi semakin larut, kau tak juga kembali Oh. Dan kusadari, Kau pergi, bersama bayangan itu lagi Kau menjauhi ku dan mendekati bayangan itu, lagi Sungguh aku tak sanggup mencernanya Rasa itu. Asa itu. Bahkan kau tak pernah menganggapnya, kan? Sungguh, apakah kau mengerti maksud dari segala cerita tentang rasaku? Tentang asaku? Kau pergi tanpa mengucapkab selamat tinggal. Bukan. Setidaknya kau bisa memujiku Memuji atas rasa dan asa ku. Sekali lagi, karena rasa ini, asa ku muncul kembali Ya, sebuah asa. Asa untuk melenyapkan segala rasaku padamu Baik itu rasa penasaran, ingin menolong, atau rasa ingin memiliki bayangan bersama mu
0
May 19, 2019
May 19, 2019 at 1:23 PM UTC
Rasa dengan reaksi asa
Hari ini aku ingin bercerita Bagaimana sebuah rasa berubah menjadi sebuah asa Saat itu.. Aku melihatmu Berjalan, tapi tetap pada bayangan yang sama Bagaimana bisa? Kau sudah melewati beberapa cahaya Yang bahkan berbeda beda Aku penasaran Rasa untuk membawamu dari bayangan itu muncul Aku berharap usahaku berhasil Sebuah rasa yang berubah menjadi asa Lagi. Aku bermimpi Agar kau tak berhubungan lagi dengan bayangan lalu mu Aku bertindak. Membantumu Lagi, asa itu berasal dari rasa yang sama. Rasa untuk membantumu bangkit dari bayangan itu. Namun, lambat laun rasa itu berubah Berubah menjadi asa untuk kita memiliki bayangan yang sama Ketika waktunya tiba, ku kira aku berhasil Ternyata... sangat jauh dari kata itu Kau lebih memilih menghentikan usahaku, tindakanku Dengan alasan “aku butuh jeda” Baik. Ku turuti maumu aku bahkan masih berpikur positif. Tapi semakin larut, kau tak juga kembali Oh. Dan kusadari, Kau pergi, bersama bayangan itu lagi Kau menjauhi ku dan mendekati bayangan itu, lagi Sungguh aku tak sanggup mencernanya Rasa itu. Asa itu. Bahkan kau tak pernah menganggapnya, kan? Sungguh, apakah kau mengerti maksud dari segala cerita tentang rasaku? Tentang asaku? Kau pergi tanpa mengucapkab selamat tinggal. Bukan. Setidaknya kau bisa memujiku Memuji atas rasa dan asa ku. Sekali lagi, karena rasa ini, asa ku muncul kembali Ya, sebuah asa. Asa untuk melenyapkan segala rasaku padamu Baik itu rasa penasaran, ingin menolong, atau rasa ingin memiliki bayangan bersama mu
Continue reading...
40
Dia hanyalah angin sejuk yang dengan cepat berlalu dikehidupanku, Tetapi aku, terlalu egois Aku menginginkan angin sejuk itu terus menemaniku, Aku berusaha untuk membawanya, Berusaha menyimpannya, Sekuat tenaga Namun usahaku hanyalah sia-sia Dia hanyalah angin sejuk yang hanya sesekali menghampiriku, menemaniku Tetapi aku malah hanyut dalam kesejukannya, Sampai rasanya aku tak sanggup jika tidak menghirup dan merasakannya.
0
Sep 2, 2017
Sep 2, 2017 at 7:01 AM UTC
Dia, si Angin Sejuk