Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"terpejam" poems
Hati sedih nan gelisah Tak tau apa yang harus diperbuat Kaki bagai lari ke ujung dunia Peluh terasa lengket bercucuran Seakan hanya mengikuti jejak Tak tau arah yang benar Mata sayup ingin terpejam Terhalang Guntur yang menggelegar Menggelegarkan nadi meretakan hati Serpih-serpih peluh yang menjadi-jadi Seakan lari menggapai dunia Melawan angin yang amat kencang Sambil berpegang kawat besi tembaga Berjalan di atas angin yang bergoyang
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:01 AM UTC
Hati Ku
Pukul 02.30 Aku terdiam tanpa berbahasa Memikirkan sejuta hal yang seharusnya kulakukan Aku terbiasa bermimpi Namun kini aku tak mampu Pukul 02.30 Andai waktu adalah lomba Maka aku selalu kalah Lagi-lagi aku tidak dapat terpejam Pukul 02.30 Aku dan semua lamunanku Terhenti sejenak oleh suara dengkuran disebelahku atau mungkin suara angin sejuk dari mesin diatasku Pukul 02.30 Aku ingin berlari ke dalam lautan Menantang ombak berderu kencang Lalu terhempas oleh bayang-bayang Pukul 02.30 Aku berurai air mata Berusaha mengartikan rasa Pencarian yang tak berujung Pukul 02.30 Katanya Tuhan itu Mahakuasa Maka aku percaya jawaban itu ada Dan kupejamkan mataku Harap semua ini sirna -wonderwall-
0
Aug 12, 2019
Aug 12, 2019 at 3:53 PM UTC
Pukul 02.30
Bahkan hembusan angin berbahana Dua tiga pasang jiwa bercakap Tertawa pun berteriak Bila mata terpejam tenangnya Alam tak lagi bisu Kau dan aku Mengunci tatapan dan suara Kita adalah bisu Diam dalam kesunyian yang kekal Debaran jantung berdetak sepi Jangankan seulas senyum Mata saja enggan berbicara Lantas satu di antara kita akan sadar Diam juga bagian dari percakapan yang tidak berujung.
0
Jun 1, 2018
Jun 1, 2018 at 12:43 AM UTC
Deru Hati yang Telah Usai
Tentang kopi pekat yang baru mengantar ku pulang dengan mata setengah terpejam Lalu, dirimu yang mulai hilang diantara inginku yang terlalu dipenuhi angan serta kalimat-kalimat basi yang datang pelan dan ringan Dan jarak, Jarak menjelma menjadi tubuh yang menggantikan diriku di lenganmu gadis bermata terang yang bersandar malas di dadamu
0
May 29, 2022
May 29, 2022 at 9:31 AM UTC
Malam Minggu
Ketika hujan menangis Merindukan kemarau panjang Di manakah kita? Di antara tetesan air mata yang terpejam Sore itu kita membeku sedingin sunyi Yang kau hanyutkan dari dekap Menuju resah Meninggalkan harap Terombang-ambing sendiri Lenyap dalam senyap
0
Jun 21, 2018
Jun 21, 2018 at 2:39 AM UTC
Hujan dan Kemarau
pukul 02.04 aku terdiam tanpa berbahasa memikirkan sejuta hal yang seharusnya kulakukan aku terbiasa bermimpi namun kini aku tak mampu pukul 02.11 andai waktu adalah lomba maka aku selalu kalah lagi-lagi aku tidak dapat terpejam pukul 02.19 aku dan semua lamunanku terhenti sejenak oleh suara dengkuran disebelahku atau mungkin suara angin sejuk dari mesin diatasku pukul 02.22 aku ingin berlari ke dalam lautan menantang ombak berderu kencang lalu terhempas dan menghilang pukul 02.30 aku menahan air mata berusaha mengartikan rasa pencarian yang tak berujung katanya tuhan itu mahakuasa maka aku percaya jawaban itu ada dan kupejamkan mataku harap semua ini sirna
0
Dec 12, 2020
Dec 12, 2020 at 3:07 PM UTC
22/10/20
ketika itu langit tidak begitu cerah hanya ada awan kehitaman aku tak mau memperhatikan orang-orang kecuali seseorang, yg berambut lurus, bermata kecil, pakaian berwarna melankolis dgn tangan memegang kuas yang sibuk menari di atas canvas sesekali matanya terpejam seakan sedang berimajinasi ingin mewarnai langit kala itu menjadi lebih berwarna menambahkan pelangi dan aura langit pagi ingin dunia yang diimpikanya itu terjadi sementara aku.. terus memperhatikannya pikiranku terbawa arus olehnya dia dgn dunianya sendiri dan aku pun... mulai merasa ingin menjadi bagian dari dirinya
0
Feb 28, 2020
Feb 28, 2020 at 6:12 PM UTC
Seseorang