Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"terakhir" poems
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
0
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
sepucuk senja januari
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Continue reading...
10
voice over: narrator Pemberitahuan terakhir disuarakan, keberangkatan pesawat tujuan Frankfurt Airport akan lepas landas tak lama lagi lagi, orang-orang bersiap masuk kabin. Ada satu hal yang terlintas di pikiran Atlas; ia tahu Venus tidak akan datang. Tidak dalam hitungan waktu tiga puluh menit, sepuluh menit, apalagi lima menit. Percuma saja menunggu, Venus benar-benar tidak datang. Perpisahan mereka sudah berlangsung semalam, pertemuan terakhir yang berhasil membuat Atlas berkali-kali memutar ulang seluruh adegan, mendengar suara gelak tawa mantan pacarnya dalam benak khayal, membayangkan senyuman Venus yang ia lukiskan untuknya terakhir kali. Pertemuan terakhir mereka kemarin bahkan tidak terasa seperti perpisahan, namun tetap bagi Atlas terasa begitu janggal. Mungkin karena terlalu tiba-tiba dan cepat, pertemuan terakhir yang merupakan perpisahan, pertemuan terakhir paling bahagia dan paling sedih, yang juga menyudahi hubungan singkat mereka. Sejenak Atlas merasa sendu. Dalam lubuk hatinya masih sesekali berharap Venus meneleponnya, mengatakan bahwa ia akan datang mengucapkan selamat tinggal. Namun, nyatanya ucapan selamat tinggal Venus hanya berupa memori-memori tentangnya; seratus hal yang tertanam sejati di dalam hati Atlas mengenai segala hal tentang kejanggalan perempuan itu, gelak tawanya, senyumanya, aroma tubuhnya, kerlingan matanya, rambut hitam tebalnya, wajah pemikirnya, serta sosoknya yang seringkali membuat dirinya bertanya-tanya; kisah apa saja yang tidak diketahuinya, yang pernah terjadi dalam sejarah hidupnya sehingga membentuk pribadi sepertinya yang begitu terlihat bagai keajaiban seni paling nyata di mata Atlas? Baginya, Venus adalah sebuah takdir dan keajaiban menjadi satu. Dan, ia tidak akan pernah ada niat untuk melupakannya.
0
Jan 28, 2017
Jan 28, 2017 at 6:56 AM UTC
daydreaming part 2: tentang perpisahan
voice over: narrator Pemberitahuan terakhir disuarakan, keberangkatan pesawat tujuan Frankfurt Airport akan lepas landas tak lama lagi lagi, orang-orang bersiap masuk kabin. Ada satu hal yang terlintas di pikiran Atlas; ia tahu Venus tidak akan datang. Tidak dalam hitungan waktu tiga puluh menit, sepuluh menit, apalagi lima menit. Percuma saja menunggu, Venus benar-benar tidak datang. Perpisahan mereka sudah berlangsung semalam, pertemuan terakhir yang berhasil membuat Atlas berkali-kali memutar ulang seluruh adegan, mendengar suara gelak tawa mantan pacarnya dalam benak khayal, membayangkan senyuman Venus yang ia lukiskan untuknya terakhir kali. Pertemuan terakhir mereka kemarin bahkan tidak terasa seperti perpisahan, namun tetap bagi Atlas terasa begitu janggal. Mungkin karena terlalu tiba-tiba dan cepat, pertemuan terakhir yang merupakan perpisahan, pertemuan terakhir paling bahagia dan paling sedih, yang juga menyudahi hubungan singkat mereka. Sejenak Atlas merasa sendu. Dalam lubuk hatinya masih sesekali berharap Venus meneleponnya, mengatakan bahwa ia akan datang mengucapkan selamat tinggal. Namun, nyatanya ucapan selamat tinggal Venus hanya berupa memori-memori tentangnya; seratus hal yang tertanam sejati di dalam hati Atlas mengenai segala hal tentang kejanggalan perempuan itu, gelak tawanya, senyumanya, aroma tubuhnya, kerlingan matanya, rambut hitam tebalnya, wajah pemikirnya, serta sosoknya yang seringkali membuat dirinya bertanya-tanya; kisah apa saja yang tidak diketahuinya, yang pernah terjadi dalam sejarah hidupnya sehingga membentuk pribadi sepertinya yang begitu terlihat bagai keajaiban seni paling nyata di mata Atlas? Baginya, Venus adalah sebuah takdir dan keajaiban menjadi satu. Dan, ia tidak akan pernah ada niat untuk melupakannya.
Continue reading...
4
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
0
Mar 5, 2016
Mar 5, 2016 at 7:57 AM UTC
Bidadari Fajar
Jakarta, 1986 Wanita berambut cokelat muda sebahu itu terlihat sedang asyik mengamati asap rokok yang ia keluarkan sebelum membuang puntung rokok ke tanah dan menginjaknya. Jalanan di Jakarta memang selalu ramai tapi tak satupun mobil-mobil yang sedang berlalu-lalang itu akan berhenti dan menghentikan apa yang akan ia lakukan setelah jam menunjukkan pukul lima pagi. Masih terngiang di kepala apa yang orang-orang katakan tentangnya selama ini.. sampah, pelacur memang tidak pantas hidup enak, ingat ya, kau itu cuma pelacur ia memejamkan mata sambil perlahan menghitung berapa kali ia telah mendengarkan cacian setiap pulang. Jam yang berada di tangan kirinya masih menunjukkan pukul lima kurang lima belas menit, ya lima belas menit yang ia gunakan untuk akhirnya mengingat perkataan Abimanyu. Laki-laki terakhir yang memberikan segalanya, harta, kasih sayang, dan waktu tapi ia tak dapat menikmati itu semua walau sudah mencoba beribu kali aku tidak akan pernah berubah menjadi laki-laki yang sudah menyia-nyiakanmu ,kau tahu bahwa seberapapun mahalnya berlian apabila yang memakainya tidak pantas maka akan terlihat murah?, kau terlihat cantik dengan apapun, aku melakukan semua ini karena aku tak sanggup melihatmu sedih, aku akan terus mencintaimu walau kau tak akan pernah bisa membalas perasaanku yang hanya akan selalu ia balas dengan aku sudah tak percaya cinta atau aku sudah tak punya hati hatinya telah membeku dicabik-cabik sejak dulu, sebelum bertemu Abimanyu. Air mata perlahan mengalir dari mata yang tertutup itu, lima menit lagi batinnya sebelum mengusap air mata yang sudah membasah pipi dan meluruskan gaun putih rancangan desainer terkenal yang diberikan sebagai hadiah untuknya tak dipungkiri gaun itu bernilai lebih dari penghasilannya selama satu bulan namun apalah arti uang disini? Ia kembali melirik jam yang sekarang menunjukkan dua menit sebelum pukul lima, diatas jembatan layang itu masih ramai oleh hiruk-pikuk kendaraan.  Tenanglah tak akan ada yang mampu menyelamatkanmu. Jam sudah menunjukkan pukul lima pagi, tanpa berpikir panjang ia melepas pegangannya dari pagar yang menopang tubuh dan terjun bebas tanpa ada perlawanan terhadap gravitasi. Tak semua bidadari hidup bahagia di surga
Continue reading...
6
Gadis itu pulang dengan kepingan jiwanya Berusaha untuk menahan segala rasa sakit Semua ia simpan rapat-rapat walau tersirat dari matanya Ia menghempaskan badan diatas tempat tidur Sambil sesekali memijat keningnya, berharap rasa sakit tak akan hinggap kesana. Lalu ia berusaha tak mengingat-ingat semuanya Berharap entah bagaimana caranya agar ia mematikan perasaannya Dalam hati ia bertanya "kapan terakhir kali kau bahagia?" Tak ada satupun yang bisa menjawab pertanyaan itu Ia hanya menatap langit-langit kamar  sambil tersenyum pahit. "Yah, begitulah realita hidupmu. Tersiksa karena jatuh berkali-kali untuk orang yang salah" Otaknya berbicara pada hati yang masih kukuh membela perasaan yang ia punya Ia tak bisa lagi menampik bahwa kepala dan hatinya setelah ini tak akan pernah ada di kubu yang sama Karena kelalaian hatinya lah ia berada disini sehingga logika menghukum hati itu, menutup pintunya rapat-rapat dan menenggelamkan kuncinya kedalam samudera pemikirannya. Suara hujan mengiringi gadis itu Tak terasa satu demi satu tetes air mata mengalir Ia hanya bisa memejamkan mata dan berkata "Aku sudah tak punya hati lagi"
0
Dec 14, 2015
Dec 14, 2015 at 7:09 AM UTC
Hujan Desember
Sebelum nafasku yang terakhir Ku luar kan kepadamu Engkaulah yang ku tunggu Engkaulah bintangku Dan kamu Aku masih sayang kepadamu Biarlah ini satu rahsia buatmu Adakah ini suatu mimpi Yang selama ini engkau menyelami Menyinari Menghiasi alamku dengan warna cinta pelangi Engkau ada tetap dihatiku walau ku tiada Engkau ada tetap dijiwaku walau bisa Dan ku harap kau maafkanlah segala dosa Sebelum ku pejamkan mata untuk selama-lamanya Dan kamu Aku masih sayang kepadamu Biarlah ini satu mimpi indah bagiku Apabila nadiku berhenti Tamatlah sudah puisiku ini Tapi ini bukanlah satu erti Kuharap engkau kan terus bermimpi Kubina cinta di alam mimpi Bayanganmu ku kan salji Selalu berada sentiasa disisi Selamanya kepadamu Aku.. Aku berjanji.. ©2014 RevoLusi ©2014 Maman Screams
0
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 4:11 AM UTC
Mimpiku Yang Terakhir (My Last Dying Dream)
(Palembang, 28 Oktober 2015) Halo, Halo?? Aku bilang, Halo Lihat aku! Aku sedang berkemas. Kemas hati yang telah meleleh karena kata-katamu. Berantakan, Berceceran di lantai hingga menghalangi perasaan ini tuk hilang. Halo~~~ Aku cukup gagal memperbarui hati yang pernah bahagia. Hati yang pernah merona-rona ketika dekat denganmu. Hati yang selalu merindu ketika jauh darimu. Coba lihat hatiku sekarang ini! Rusak, Parah~ !! Tak bisa ku perbaiki. Halo lagi, Tanggung jawab atau kau akan aku lupakan selamanya! Tak percaya lagi denganmu. Halo, ini yang terakhir kali. Aku pergi tanpa membawa hati.
0
Jan 6, 2016
Jan 6, 2016 at 9:31 AM UTC
Halo
Saat cinta mempersatukan Kau yang indah dengan dia Aku pun terancam sendiri Tak ada harapan lagi Kau bahagia... Aku akan sangt bahagia Karena kau temukan Dewi Cinta yang kau inginkan Semoga bahagia Dan setia dengan mu Ku kan mendendam Bila dia mengkhianati mu Meski vonis yang kejam Ku terima hidup di kandang Yang panas dan pengap Tak bisa hirup udara bebas Ketika vonis ku berakhir Kau akan ku cari Tapi, melihat mu telah bahagia lagi Ku kan mengenang itu untuk terakhir kali By. Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:00 PM UTC
Untuk Terakhir Kali
Saat indah bersamamu Ungkap ku indah amat ku kenang Kuasa Tuhan yang ku hargai Rasa cinta yang terus tercipta Alangkah senang hati ini Yang terhias momen indah Aku dan kamu yang indah berdua Walau kini tak terasa lagi Ingin ku ulangi tuk terakhir kali Nuansa indah penghias hari-hari Alangkah senang hati saat terjadi Takkan ku lupa seumur hidupku Akan ku kenang untuk selamanya
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:24 AM UTC
S.U.K.R.A.Y.A W.I.N.A.T.A
Cinta aku walau mati Masih hidup Dalam tulisan ku Dalam setiap bibit kata cinta Melalui dakwat air mata Dan setiap barisan lara Cinta aku walau sudah lama pergi Masih bernafas Dalam bait bait permata Sulaman nafas cinta pertama Di atas sehelai selendang Yang dulu mengikat erat akal dan nyawa Cinta aku tetap hidup dan bernafas Di atas empat penjuru putih batasan terakhir nyawa cinta ini Yang jasad sudah lama hilang Ditelan masa manusia
0
Jun 9, 2018
Jun 9, 2018 at 12:54 PM UTC
Masih (Still)
Jauh aku datang, Singgahan sementara, Ribut pasir di padang gersang, Menari di sanubari hati, Cahaya matahari menemani sunyi, Bulan menghiasi langit yang gelap, Harapan seperti menanti hujan, Keras hatiku timbul rekahan, Badan aku membara keseorangan, Jarum detik sudah behenti, Tetapi aku masih berjalan lagi, Peluh bersilang ganti, Nafas ku semakin pendek, Persoalan berhimpun di minda, Sampai bila, sampai bila. Namun, getaran tenaga menjadi kudrat terakhir. Hingga badan aku rebah dan tenaga aku gersang..
0
Jun 7, 2022
Jun 7, 2022 at 12:10 AM UTC
Padang Pasir
Aku ingin peluk kakak Sebelum ku sambut tidur Aku ingin kakak di sini Hingga ku terlelap mimpi Aku ingin kakak tetap di sini Aku ingin melihat wajah kakak Saat aku buka mata di pagi hari Aku ingin kakak selalu di sini Memberi ku senyum indah Yang bercahaya menyinari Andai dunia tau aku di sini Ingin kakak selalu temani Hingga nanti aku pergi Selamanya tak akan kembali By. Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:02 PM UTC
Senyum Terakhir
Dia jauh, tetapi dia menciptakan kedekatan Dia sulit untuk dimengerti, tetapi dia mampu memahamiku Dia terlihat dingin, tetapi dia memberikan kehangatan Dia bukan yang pertama, tetapi aku harap dia yang terakhir.
0
Oct 8, 2022
Oct 8, 2022 at 1:37 PM UTC
Dia
Malam sunyi ini Berubah menjadi berarti Karena penguasa hati ku Datang pada ku Tuk persembahan terakhir Lagu paling indah Ku katakan dengan indah Suatu ungkapan yang berarti Bahwa ku akan setia Walau kau harus terganti Sebagai inspirasi hari Dan di masa depan Datang hadir temani hati Takkan terlupa Persembahan terakhir mu Ada senyum, tawa, hembusan nafas, teriakan, alunan yang behitu indah Bagai hati ku dan hidup ku by. Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:56 AM UTC
Persembahan Terakhir
Bapak ... pada senja kali ini , entah mengapa aku ingin saja mengenangmu kemarin ,aku melihat kau begitu parau ,gelegar suara tawa yg tdk lagi seriang dulu Wajah keriput sudah tdk semulus dulu sewaktu muda . Bahkan aku tidak pernah ingat kapan terakhir kali aku mencium keningmu .. mencium tanganmu Ya rabb , maafkan
0
Mar 16, 2015
Mar 16, 2015 at 5:16 AM UTC
Untitled
teruntuk bulan Juli, walaupun aku selalu membenci hujan dan bagaimana air turun dari langit, bagaimana hujan menghancurkan segala hari-hariku dan lembab tanah yang mengganggu, dan yang pada akhirnya bulan Juli, mataharimu bersinar cerah, dan saking teriknya, panasmu menusuk jiwa bagaikan aku tidak siap untuk segalanya, aku jatuh sendirian dan sejujurnya, naif. aku rindu, langit gelap dan aroma basah tanah saat air hujan turun, aku rindu, kamu memegang tangan eratku pada tengah hujan di kota itu teruntuk bulan Juli, maukah kamu untuk terakhir kali menjatuhkan hujan dari langitmu itu? bukan, bukan untuk mengenang hal indah, tidak, tidak, untuk apalagi? hujan di bulan Juli, aku mohon, hanya untuk membasuh semua luka sakit.
0
Jul 11, 2019
Jul 11, 2019 at 12:40 PM UTC
hujan di bulan Juli
Aku akan mengatakannya sekali lagi Pada matahari tengah malam di belahan bumi lain Ada tapi tak pernah kau lihat Siapa di dalam benakmu ketika terdengar kalimat pahit itu Aku akan mengatakannya sekali lagi Hujan di tengah langit cerah biru sekilas awan bergerak pelan Nyata tapi kebencianmu padanya Lagi aku mengatakannya padamu Aku cinta kamu Terakhir kali sebelum melepas yang harusnya bebas Selamat tinggal, cintaku yang konyol.
0
Jun 20, 2018
Jun 20, 2018 at 9:15 AM UTC
Salam Terakhir Untukmu
Lunas sudah selepas kutelusuri segenap frekuensi relatif tak bersisa aksiku menghadang dirimu. Bukan khayal angsa anggunku satelit jiwa kala lampau heranku dibuatnya gamblangnya usaikan cerita. Benarkah kesembronoanku? Dambaku, kau tanya nalarmu. Buram rekamanku namun tak lagi ada inginku berceloteh per kau lempar ke kolong tak beri sela kompromi. Mustahil pudarkan rasaku, hanya pikiranku, luruh binasa. Setakar janjiku, ini kali terakhir aku datang padamu. Makasih ya Kini, aku berhenti mengugat walau tanganku bergetar pelak Tuhan buat yang baik menyeruak kutenang, tak lagi koyak, toh jika baik, kembali dipersatukan kelak. demikianlah. akhirnya kulepas juga genggamanku.
0
May 21, 2019
May 21, 2019 at 5:38 AM UTC
"Apalagi?"
Setiap yang datang pun aku rasa bagaikan yang terakhir yang akan menjadi penutup karangan pendek hidupku Pasti aneh rasa jika ketemu yang satu itu kerana aku tak pernah kecap rasa aneh itu untuk kesemuanya
0
Mar 25, 2015
Mar 25, 2015 at 11:29 AM UTC
Sampai Masa
hari ini— kuputuskan untuk menghapus namamu dari lembar-lembar buku harian itu berhenti membuat puisi tanpa arti tidak ada lagi intuisi di sini dulu— aku pernah memberimu ruang paling indah dalam hatiku sebuah tempat yang tak pernah kuberi pada lelaki manapun sampai kau datang membawa badai membuatnya luluh lantak hingga tak ada lagi tersisa tempat untukmu aku bisa saja membuat ruang lain untukmu tapi aku tau kau tak akan lagi singgah di dalamnya lagi pula, aku sudah terlanjur berdarah dan aku tak mungkin menyembuhkannya hanya dengan berhenti memikirkanmu jadi, kuputuskan untuk berhenti mencintaimu bukan karena kenangan yang perlahan memudar aku hanya berusaha terlepas dari rasa sakit aku bukannya manyerah aku hanya mencoba bangkit dari ketidakmampuan memilikimu fri, 08/12/17; 04.39am//wib
0
Dec 7, 2017
Dec 7, 2017 at 4:40 PM UTC
Puisi Terakhir
benar adanya, bahagia itu sederhana. seperti berlarian di pekarangan monumen nasional sore itu. seakan kita ada di sana untuk yang pertama dan; mungkin untuk yang terakhir kali. kumohon, jangan ada yang berubah. tetap lah menjadi sederhana. seperti kala kau tersenyum setelah melahap makanan kesukaanmu. seperti kala kau bersenandung ketika mendengarkan lagu idola lamamu.
0
Feb 26, 2018
Feb 26, 2018 at 5:39 AM UTC
sederhana
Menurutku ada 3 jenis rasa sakit yang bisa dirasakan manusia Sakit saat kulit mu tergores kaca tajam dan mengeluarkan cairan merah nya yang pekat Sakit saat kamu harus kehilangan sesuatu atau seseorang yang penting dalam hidup mu Dan yang terakhir Sakit saat kau mengorek kenangan yang seharusnya tak lagi muncul, yang harusnya dikubur dalam-dalam. Yang membuat mu menangis setiap waktu sampai-sampai tetesan itu sudah lelah untuk terjatuh dan kamu akan terdiam. Menatap kosong apa yang ada didepan mu, entah itu angin entah itu debu.
0
Jul 7, 2017
Jul 7, 2017 at 4:56 PM UTC
Sakit
Obrolan ceria menyambut pagi Memaksaku menguap untuk terakhir kalinya Suaramu bergetar lembut melalui sambungan telepon Kau menceritakan mimpi semalam Sambil menyanyikan sebuah lagu Tak kau biarkan dunia melihatmu bersedih Walau aku tahu, Semalam tak sedikitpun kau mampu pejamkan mata Derik jangkrik bertukar dengan kicau burung Namun aku tak ingin apapun menukar dirimu Kau adalah malaikat kala mimpi burukku Kau layaknya bintang di siang hariku, Surya pada malam-malamku Kau nyanyikan sebuah lagu cinta Suaramu menghangatkan sejuknya embun Nafasmu menghidupkan diriku Memberi warna pada duniaku Membirukan langitku yang selalu hitam Memerahkan hatiku yang biru Kita akhiri percakapan hari ini Kau menutup panggilan telepon dan melanjutkan harimu Aku meresap sisa-sisa suaramu yang menggema dalam kepalaku Kubawa suara itu dalam doa-doaku Semoga suara itu masih bisa kudengar lagi nanti Semoga masih ada lagu cinta untukku
0
Sep 13, 2018
Sep 13, 2018 at 1:40 AM UTC
Lagu cinta
Jikalau bisa Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?" Tanyakan pada nyanyian malam Yang dilantunkan angin membelai rambutmu Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan Yang mangecap dingin kening dan bibirmu Tanyakan pada rintik hujan Yang menemanimu melewati sore Yang mengajarimu melupakan malam Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang. Rayulah bulan dan bawalah pulang Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu, Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu Namun malam tak perlu bulan Ketika seribu lilin berpendar sendu Samar melampiaskan jingga Menyala atas bara apimu
0
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Kau Memilih Hujan
Lupa kapan terakhir kali tersenyum pada pantulan diri Memuji senyuman tanpa gincu merah Merasa cukup saat jarum berputar ke arah 50 kilogram Atau membuat diri pantas akan segala yang baik Kapan ya, terakhir kali?
0
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 10:14 AM UTC
Menerima (Kamu)
Badan ranjang tidurku rapih sedikit berdebu Ujung selimut terlipat dan banyak abu Jendela kamar terbuka seperapat untuk semburan angin masuk Pintu dibiarkan ternganga sekiranya ada yang mau bertamu Tamu terakhir hadir seminggu lalu Berbeda dengan si angin yang rajin keluar masuk Tamu terakhir pamit untuk tak lagi membesuk Memang bukan kepergian namanya kalau tak menusuk; Seruangan bergemuruh menyaksikan kaki jenjangnya melangkah kian jauh Bukan hanya ruang secara dimensi, Tapi ruang tubuh ini yang lima menit lalu baru ia isi Tak sampai esok hari jantung dari ruang tubuh ini seakan memohon untuk berhenti Telingaku seakan mendengar hati meretih; Cukup jangan terjadi lagi Namun si akal bajingan menimpali; Ya memang ada kalanya manusia harus sendiri Hari hampir pagi Biarkan kubakar rokok satu batang lagi.
0
May 13, 2019
May 13, 2019 at 11:04 AM UTC
Kala Ruang