"tahun" poems
mau sampai kapan kau begini?
terpenjara dalam sangkar
tersedu, merintih, menangis dalam hati
mau sampai kapan kau begini?
terkubur dalam tanah
sesak, megap, gerah, tapi tak berani berteriak
mau sampai kapan kau begini?
bertopeng ayu nan rupawan
padahal semuanya hanya polesan belaka
mau sampai kapan kau begini?
mulut ditutup kain, mata dibutakan langit
mana dirimu yang katanya menjunjung kebebasan?
mau sampai kapan?
hidup ini takkan sampai seribu tahun
Nov 2, 2013
Nov 2, 2013 at 10:24 AM UTC
Palembang, Selasa 21 Juni 2011
Aku punya mimpi mulia
Butuh seribu tahun tuk menggapainya
Ku tak serius, hanya mengira
Karena ku selalu tak sempurna tuk jalaninya
Hingga betisku biru
Lututku lecet
Bobot tubuhky berlipat
Sampai pikiran ku sangat terbebani
Hanya dapatkan phobia sesaat
Saat api kulihat di mata tepat
Mulutku kelu ludahku kering dan aku berkeringat
Dan tersadar tak satupun peduli aku di malam pekat
Ingat hanya aku tahu semampunya
Tak buktikan apa-apa yang telah ku buat
Orangpun merendahkan aku bagai tersiksa
Tak bisa ku membela sendiri karna tlah telat
Sadar-sadar di hari nan senja
Bahwa ku makan hanya sisa saja
Ku terima karena ku akui aku memang suka
Berharap perbaikan akan datang mangubah semua
Nama-Nya selalu ku sebut di setiap masa
Meski aku dan Dia tahu bahwa aku masih salah
Namun salahkah aku masih ingin dicinta?
Kepalaku berat bagai hampir tak bernyawa
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 9:28 AM UTC
Senja djakarta enam belas januari dua ribu lima belas . di hadapan leptop , aku merangkai kata demi kata untuk menghasilkan sebuah karya yang indah . ku tatapi sekelilingku ... benda mati , sepi, lengang ... andai printer yang disampingku itu berbicara... gunting itu berkata, dan pulpen ini berteriak , akan aku ceritakan sebuah kisah klasik ini di hadapan benda-benda itu . entah apa yang aku rasakan saat ini . abstark sepertinya . aku pernah berangan-angan menikmati teh rosela bersama bapakku didalam dekapan senja hangat mengantarkan mentari itu pulang , dalam dekapan . bapak yang aku rindukan kasih sayangnya melebihi apapun di dunia ini . Maafkan aku mama, aku tidak pernah serindu ini kepada bapakku . tapi percayalah , kedudukanmu dihatiku selalu ku prioritaskan bak malaikat yang selalu menjagaku setiap hari . Mama... bisakah engkau wakilkan rasa ini kepada bapakku , bahwa aku ingin mencium tangannya . kemudian ia tersenyum merasakan hangat cinta anakknya .
rasa apa yg lebih berarti daripada menahan rindu ini , menahan rindu akan sosok bapakku yang genap 8 tahun sudah tidak pernah menyapaku lagi . aku tidak ingin mengingatnya dengan kenangan buruk , tetapi aku akan mencoba menguburnya ,dan ini lah saatnya aku menjadi pribadi yang berubah .
bapak, tahukah engkau pak , aku sudah beranjak dewasa, dr dewasa itu aku menemukan siapa diriku sebenarnya . sadar bahwa aku bukanllah apa-apa tanpamu pak . sadara bahwa aku di dunia ini karena mu dan ibu . maafkan aku yang tidak pernah mendegarkanmu .
Senja ... saksikanlah bahwa aku ingin sekali bapak duduk di pelaminan bersama ibu , dan aku berada tepat di bawah kakiknya . sembah sungkem merestui pernikahanku bersama pria yang dikirimkan ALLAH untukku .
Jan 16, 2015
Jan 16, 2015 at 6:09 AM UTC
Gua sama sekali gak maksudbuat ngejelekin, ngejatuhin cowo gua yang sekarang
gua punya cerita yang mungkin lu semua pernah ngadapin dengan kejadia yang sama
gua punya cowo, asli gua sayang banget sama dia, gua pengen ngebahagia in dia kayak gua pengen ngebahagian keluarga gua. Tapi, ada banyak hal yang selalu buat gua ragu sama dia.
1. dia gak pernah sms ato nelponin gua duluan alesan tidur.
2. gak pernah bilang sayang sama gua, kecuali waktu nembak
3. kalo di ajakin alesan nya segudang, mungkin penuh kali tu gudang
pasti lu semua punya pikiran kalo dia Cuma mainin gua, ato pun gak sayang sama gua?
tapi biarpun dia kayak gitu, gak tau kenapa gua tetep aja sayang. Gua ikut aturan dia, gua ikut apa maunuya dia. Pokoknya semua maunya dia gua jabanin deh
karena ada satu hal di diri dia yang sulit banget gua lupain selama ini adalah KENYAMANAN kalo dideket dia.
Padahal yah, gua punya seseorang yang jelas.jelas sayang sa,ma gua, bias ngasih apa aja yang gua mau, yang bias ngebahagia in gua dengan semua hal yang dia punya, dia adalah mantan gua yang pacaran sama gua 2 tahun lebih.
gua udah banyak ngelewatin hari sama dia, susah maupun senang, dia mungkin satu.satu cowo yang paling ngerti siapa gua.
cowo yang paling care sama gua, pokok nya cowo yang paling sempurna deh dia
meskipun kayak gitu tetep aja gua gak bisa boongin ati mgua sendiri, pacaran sama dia tapi inget orang lain buat apa coba?
lagian gua harus nurut apa kata orang tua gua gak boleh pacaran sama dia, toh gua gak bias ngelawan.
*buat kamu cowo yang jadi pacar aku : please donk sayang, jangan cuek sama aku.
jangan suka banyak alesan, aku tuh sayang banget sama kamu.
coba deh kamu yang ngertiin aku sekali.kali jangan akunya terus donk
*buat kamu cowo yang aku sakitin : maapin aku udah nyakitin kaamu, semoga diluar sana kamu bakal ketemu cewe yang syang banget sama kamu.
maapin aku
#sekarang gua Cuma pengen satu hal yaitu lepas dari kedua.duanya.
gua mau orang baaru, tapi gua takut tuk memulai itu semua
sangat.sangat btakut
Apr 19, 2012
Apr 19, 2012 at 5:16 AM UTC
3 Maret 1924..
Tak banyak уαηg tahu αρα уαηg telah terjadi ∂ι hari itu | dahsyatnya makar & kemunduran umat telah melupakan peristiwa detik2 hancurnya institusi daulah Khilafah sang pemersatu
Hingga derita mendera bertubi silih berganti menimpa muslim ∂ι segala penjuru | teraniaya,terhina,tercabik,tertindas,tersakiti,terjajah,menangis tersedu
Umat уαηg satu tak lagi menyatu | terpecah tersekat oleh nation state buatan sekutu | bak anak ayam kehilangan induk terancam hidupnya sewaktu-waktu
Begitulah wajah muslim hari ini | ketika tiada lagi institusi уαηg melindungi | problematika terjadi tiada henti
Hari ini | tepat 91 tahun umat Islam hidup tanpa institusi Khilafah | saatnya melawan lupa & bergerak mewujudkannya
Khilafah janji Allah tersampaikan melalui lisan mulia Rasulullah SAW | walau banyak уαηg beranggapan utopis kembali mewujudkannya | yakinlah tiada janji уαηg pernah ingkar kecuali janjiNya
Nabi saw bersabda,
"Akan datang kepada kalian masa kenabian,& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Kemudian,Allah akan menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa Kekhilafahan ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah;& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang kepada kalian,masa raja menggigit (raja yang dzalim),& atas kehendak Allah masa itu akan datang.Lalu,Allah menghapusnya,jika Ia berkehendak menghapusnya.
Setelah itu,akan datang masa raja dictator (pemaksa);& atas kehendak Allah masa itu akan datang; lalu Allah akan menghapusnya jika berkehendak menghapusnya.
Kemudian,datanglah masa Khilafah ‘ala Minhaaj al-Nubuwwah (Khilafah yang berjalan di atas kenabian). Setelah itu, beliau diam".
[HR. Imam Ahmad ]
Saudaraku,
Telah tiba saatnya satukan langkah satukan perjuangan,
Menyongsong kembali janji Allah Sang Penggegam Kehidupan,
Tegaknya kembali Daulah Khilafah ∂ι atas jalan kenabian..
Takbir !!
Allahuakbar !
SalamPerjuangan!
#3RDMARCH1924
#melawanLupa
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 11:20 PM UTC
*ada kalanya dimana aku akan duduk tersungkur di pojok ruangan
memandangi selembar foto dirimu
tersenyum bahagia disebelahnya
kau sangat cocok bersamanya
bahkan, tangan yang dulu rasanya pas disela-sela tanganku itu
terlihat lebih cocok bersamanya dibandingkan denganku
sudah beberapa kali aku mencoba untuk merelakanmu tanpa pernah memilikimu
ikatan batinku terlalu kuat
tidak bisa begitu saja aku melepasnya
4 tahun bukanlah waktu yang sebentar, bukan?
aku sudah tidak menunggumu pulang lagi
karena aku tahu
kau tidak akan pernah pulang lagi kepadaku
dan aku harus belajar melepasmu*
Aug 14, 2014
Aug 14, 2014 at 8:53 PM UTC
*absolutely scandalous the way you are..
you treat me mercilessly for feeling cheerful ..
so cruel attitude you are ..
thou silent throughout my sense of my disappointment to smile ..
truly evil your touch ..
you whip my heartbeat pounding and carefree ..
indeed bear your concern ..
you fill up my weak with politely invincible ..
really sneaky way you are ..
you stole my heart a dozen years ago to freeze and harden ..
indeed savage your sincerity ..
you satisfy and pamper me until i could not walk on the mainland ..
because you are the villain of heart of mine..!*
┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈
sang penjahat hati..!
sungguh keji caramu..
engkau perlakukan perasaanku tanpa ampun untuk ceria..
sungguh kejam sikapmu..
engkau bungkam seluruh rasaku kecewaku hingga tersenyum..
sungguh jahat sentuhanmu..
engkau cambuk detak jantungku berdegup kencang dan riang..
sungguh tega perhatianmu..
engkau jejali lemahku dengan santunmu hingga tak terkalahkan..
sungguh licik caramu..
engkau curi hatiku belasan tahun lalu hingga membeku dan membatu..
sungguh biadab ketulusanmu..
engkau puasi dan manjakan asaku hingga tak sanggup kupijak daratan..
karena enkau adalah sang penjahat hatiku..!
Jan 11, 2014
Jan 11, 2014 at 12:30 AM UTC
Palembang 2 Januari 2012
Mark,
Kamu adalah satu-satunya orang yang buat ku kesal sepanjang akhir tahun
Membuatku selalu ingin menangis,
Bila ku dengar suaramu,
Bila ku lihat raut wajahmu
Tetapi Mark,
Kamu juga orang pertama yang hadir di awal tahun baru
Membuatku tersenyum bahagia
Membuatku menangis haru
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:54 AM UTC
Palembang, Sabtu 2 Oktober 2010
Hari ini terjadi lagi
Kakak ku yang indah bertambah usia
Kini ia berbeda dari 29 tahun kemarin
Yang mana masih muda dan polosnya
Tak bisa ku berikan apa-apa
Kecuali doa yang tak henti ku panjatkan
Supaya kakak ku panjang umur
Sehat selalu dan cepat menikah
Pesanku untuknya, adalah
Teruslah ciptakan lirik indah
Karena ku suka saat kau berkata
Dalam bentuk nada yang indah
Pesanku kan ku sampaikan
Melalui sinyal-sinyal batin kita
Semoga Allah SWT melindunginya
Dan biarkan ia hidup bahagia
Created By. Aridea Purple
To Arlonsy M.
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:43 PM UTC
Inilah Proses Kematian dan Hancurnya Tubuh Kita!
Sesaat sebelum mati, Anda akan merasakan jantung berhenti berdetak, nafas tertahan dan badan bergetar. Anda merasa dingin ditelinga. Darah berubah menjadi asam dan tenggorokan berkontraksi.
0 Menit
Kematian secara medis terjadi ketika otak kehabisan supply oksigen.
1 Menit
Darah berubah warna dan otot kehilangan kontraksi, isi kantung kemih keluar tanpa izin.
3 Menit
Sel-sel otak tewas secara masal. Saat ini otak benar-benar berhenti berpikir.
4 – 5 Menit
Pupil mata membesar dan berselaput. Bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah.
7 – 9 Menit
Penghubung ke otak mulai mati.
1 – 4 Jam
Rigor Mortis (fase dimana keseluruhan otot di tubuh menjadi kaku) membuat otot kaku dan rambut berdiri, kesannya rambut tetap tumbuh setelah mati.
4 – 6 Jam
Rigor Mortis Terus beraksi. Darah yang berkumpul lalu mati dan warna kulit menghitam.
6 Jam
Otot masih berkontraksi. Proses penghancuran, seperti efek alkohol masih berjalan.
8 Jam
Suhu tubuh langsung menurun drastis.
24 – 72 Jam
Isi perut membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri.
36 – 48 Jam
Rigor Mortis berhenti, tubuh anda selentur penari balerina.
3 – 5 Hari
Pembusukan mengakibatkan luka skala besar, darah menetes keluar dari mulut dan hidung.
8 – 10 Hari
Warna tubuh berubah dari hijau ke merah sejalan dengan membusuknya darah.
Beberapa Minggu
Rambut, kuku dan gigi dengan mudahnya terlepas.
Satu Bulan
Kulit Anda mulai mencair.
Satu Tahun
Tidak ada lagi yang tersisa dari tubuh Anda. Anda yang sewaktu hidupnya cantik, gagah, ganteng, kaya dan berkuasa, sekarang hanyalah tumpukan tulang-belulang yang menyedihkan. Jadi, apa lagi yg mau disombongkan org sebenarnya????
BAGUS UNTUK DIRENUNGKAN.....
Kita tak membawa apapun juga saat kita meninggalkan dunia yg fana ini..
Mar 27, 2015
Mar 27, 2015 at 5:20 AM UTC
Aku memiliki seribu mimpi tapi ibu bilang aku tak tahu diri
Tak mengerti keadaan dan kondisi, akupun berhenti membicarakan itu dengannya.
Kopi panas yang ku seduh dengan kekecewaan kemarin pagi diseruput lega olehnya.
"Jadikan perkataan mereka cambuk bagimu"
Salah seorang teman pernah berkata begitu padaku.
Tapi kepalaku ini berisi setan-setan bengal!
Mereka hanya mengerti kesedihan dan kemarahan.
Aku tidur dengan tangan penuh tinta merah setiap malam,
berusaha memindahkan kotak-kotak terlarang dari sudut mimpi ke ruang kegagalan.
Mereka berhenti mencoba membunuhku tapi kali ini mereka menaruh racun disetiap gelas yang akan ku teguk
Bukan! Bukan racun mematikan
tapi cukup membuat jiwaku lumpuh untuk waktu yang tak menentu
Aku berhenti membicarakan mimpi-mimpiku kepada siapapun
Aku tak ingin mimpi yang tersisa hancur diinjak-injak oleh kaki yang bahkan tak peduli berapa lama aku membangunnya 'kembali'
Tahun-tahun tak bernyawa
Meludah kata-kata serapah seakan hatiku dinding beton dingin
Kecukupan seperti apa yang membuat mereka bahagia!
Atau biarkan aku tergeletak di kasur lembut itu
Jangan! Jangan coba bangunkan aku
Mungkin ketenangan di dalam sana mampu meredam kekacauan di kepala malamku
Jan 23, 2016
Jan 23, 2016 at 12:53 AM UTC
Pada hari yang baik di bulan yang baik ini;
Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan;
Di balik bulirnya seorang pujangga termenung;
Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya:
Wahai imaji hujan di masa lalu;
Pernah kulupa namun mengapa belum kurela?
Wahai melodi hujan di masa lalu;
Kembali kau ketuk palung paling dalam;
Kehalusan suara wanita yang pernah ada;
Mengapa tak lenyap bersama kejatuhanmu?
Apakah lagi-lagi aku berdiri pada persimpangan yang sama?
Penuh kabut, memudar namun seyogianya belum sirna;
Tahun demi tahun telah berlalu bersama kejatuhan hujan;
Namun mengapa kesepian tak pernah berlalu?
Walau kesedihan menolak segala kefanaan;
Yang belum berubah menjadi sebuah kejadian;
Yang menolak segala bentuk pengulangan;
Apakah kekosongan merupakan bentuk realita tertunggal
Yang selamanya akan terus berbahasa dalam kebisuannya?
Mengapa masih aku mengaku yang tertabah;
Jika musibah tak mampu melenyapkan;
Segala terpaan angin rindu yang pernah berhembus?
Jika segala ketakuan masih menjadi ada dalam tiada;
Mengapa pernah juga kau lepas ikatan kita?
Perlahan kata-kata itu meresap kepada perakaran;
Sebolehjadinya ujung pena tak mampu memahami;
Segala makna yang tersirat dalam rampaian puisinya;
Bila kepergianmu adalah kesenduan dari berkat kehidupan;
Ajarkanlah aku berdamai dengan segala bentuk prasangka;
Yang datang bersama bayanganmu di kala hujan.
Jun 19, 2017
Jun 19, 2017 at 6:45 AM UTC
Palembang, 31 Desember 2011
Ku tak berharap malam ini akan spesial
Mengingat kembang api tak mau memperlihatkan sinarnya
Terompet pun enggan mengumandangkan suara nyaringnya
Apalagi, arang bersumpah takkan membara malam ini
Jahat sekali mereka padaku
Aku sudah mengira malam ini akan menjadi bosan
Ditinggal sendirian di rumah
Dilarang pergi ke rumah teman
Ditambah modem tak mau konek
Jahat sekali kalian padaku
Baiklah
Aku hanya bisa bermimpi saja
Mendengar gemuruh kembang api
Melihat cahaya indahnya
Menghirup wangi jagung bakar
Menyantap ayam panggang
Dan ketika aku kenyang, aku tertidur
Esok pagi
Yang ku temui hanya sepi
Jan 2, 2012
Jan 2, 2012 at 4:39 AM UTC
Desember bersambut hujan, menderas berlukiskan mendung. Sejuk menusuk tulang, yah hujan desember memang tak main
- main dan tak tanggung - tanggung, serius. Memelukmu dingin bertubi - tubi.
Belajar dari 'hujan desember'
Pengorbanan seperti apa yang akan kau ukir untuk membuka pintu kemenangan dakwah ?
Setergenang jalan setapak kah, dengan guyuran hujan ?
Atau, sesemangat hujan desember kah ? Dengan turunnya susul menyusul melembabkan tanah tahun depan, menyusun rencana agar tanah tak mengering dan gugurlah dedaunan karena cuaca tak menentu ..
Segemuruh deras hujan kah ? Berirama dan memberi isyarat bahwa lagi - lagi akan menggenang walau ada saja suara sumbang "aah, hujan turun lagi, sampai kapan "
Dan entah akan kembali kah ia, dengan desember yang sama atau justru tertelan waktu dan mati ..
Maka, prestasi apa yang telah terukir setahun ini dan rencana - rencana apa yang telah tersusun rapi untuk mendobrak peradaban kelam ini ?
Mengembalikan peradaban gemilang "KHILAFAH ISLAMIYAH" ..
Mengubur Demokrasi Kapitalisme Sekularisme dan tak bergairah lagi untuk bangkit ..
Jangan sampai waktu tak menggenapkan umur .
Jangan sampai terlanjur gigit jari, menyesal.
Dan, jangan pernah bosan untuk tetap menyeru walau terus dihujat . Demi terterapkannya syari'at islam dan hidup sejahtera dalam naungannya ..
Maka, jangan lupa sedekapkan kedua tangan dan berdoalah akan kemenangan islam dipercepat ..
Karena hidup adalah IBADAH, AMANAH, dan MUHASABAH ..
Allahumma Shayyiban Naafi'an ..
Feb 23, 2015
Feb 23, 2015 at 4:51 AM UTC
pukul empat sore tadi
seorang pria tua penuh keriput diwajahnya
pergi melangkahkan kaki rentanya
keluar dari pondok jati tempat semalam ia terlelap
lengkap dengan pakaian rapih kebesarannya, sepatu boot dan tak lupa topi baret miliknya
diambilnya sepeda jengki bercat kusam
dengan sedikit bercak karat pada besi besinya
yang disandarkan oleh empunya pada pagar kayu depan pondok
digiringlah sang sepeda jengki menuju jalan sambil melangkah
menuju tempat tujuannya
selang beberapa saat, ia tunggangi sepeda jengki itu
ia kayuh sambil berpeluh pada dahi sampai ke tubuh
berbulir menetes tak ada ragu
lirih ia dendangkan lagu
yang telah ia hafal selama hidupnya
saat ia masih muda
yang dapat memacu semangatnya dulu
saat akan hendak pergi berperang bersama kawan-kawannya dulu
sesampainya ia di Jalan Kusumanegara
di depan taman berpagar tembok putih
di-remnya sepeda jengki kusam itu
tepat di tepi seorang wanita yang sudah terduduk rapi menggelar dagangannya
"Saya beli kembangmu, cukup lima ribu saja." itu katanya
sang wanita penjual lekas membungkuskan permintaannya dengan senyum dibibir
sembari memberikan bungkusan kembang kepada pria bersepeda jengki itu, ia lalu bertanya "Kalau boleh saya tahu, untuk siapa kembang ini Bapak beli?" ujarnya santun hormat
sang pria bersepeda jengki terdiam, ia lalu tertawa kecil
tawa khas seorang di usia senjanya
"Saya mau jenguk kawan seperjuangan saya, hari ini 20 Desember, tepatnya 68 tahun yang lalu, ia berpamitan ingin menuju dunia Qadim milikNya saat kami sedang berjuang untuk Negara" jawabnya
Pria bersepeda jengki itu lalu undur diri, dititipkannya sepeda tua miliknya
pada sang wanita penjual kembang, ia lalu berjalan kaki
memasuki gerbang tembok bercat putih
bertuliskan Taman Makam Pahlawan Kusumanegara
Daerah Istimewa Yogyakarta
dengan langkah mantap dan juga senyum mengembang di wajah keriputnya
" Assalamu'alaikum, Aku njaluk sepuro yo Di Mas, Kepriye kabarmu? Ayo gek tak ceritani kabar Indonesia saiki! "
Sep 23, 2016
Sep 23, 2016 at 12:19 PM UTC
Pertengahan tahun aku kenal dia
Tepat saat kenaikan kelas 9
Ku berteman dengan nya
Hingga kami menjadi sahabat
Ku beri dia segalanya
Termasuk contekan
Saat ada masalah sama guru
Aku membelanya
Hingga awal bulan tahun kedua
Kami terus bersama
Seiring waktu berjalan
Ku masih baik dengannya
Ku selalu menjaga perasaannya
Tapi… di pertengahan bulan tahun kedua
Aku konflik dengannya
Ternyata sahabatku selama ini
Seorang munafik yang berkata lebay
Ku sedih, ku kecewa, ku marah!
Dan ku bersumpah tak ingin mengenalnya lagi
SELAMANYA
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:10 AM UTC
Mereka hanya terduduk di lantai berlumut
Halaman belakang rumah tuanya yang berupa puing belaka
Bekas-bekas kekalahan
Tidak berucap akan siapa yang mati
Dan siapa yang berhak hidup
Mereka terlambat, tak ada satupun orang hidup di sini
Mereka jadi ingin ikut-ikutan mati
Yang disayangi sudah tiada
Mereka jadi menyesal
Pergi jauh tak kunjung balik
Mendadak ditatapnya sebuah sumur
Tempatnya menimba air dahulu
Katanya sudah mengering berpuluh tahun lalu
Dan bibirnya bergerak perlahan, teringat; "Riak air yang tinggal di dasar sumur
Tidak pernah membenci roh yang berkeliar singup
Di atasnya.
Hantu-hantu wanita sejak dahulu
Kekal bersolek di atas sumur
Meskipun telah mengering airnya
Dan pantulan mereka fana adanya.
Mereka hanya terduduk di lantai berlumut
Halaman belakang rumah tuanya yang berupa puing belaka
Bekas-bekas kekalahan
Tidak berucap akan siapa yang mati
Dan siapa yang berhak hidup
Mereka terlambat, tak ada satupun orang hidup di sini
Mereka jadi ingin ikut-ikutan mati
Yang disayangi sudah tiada
Mereka jadi menyesal
Pergi jauh tak kunjung balik
Mendadak ditatapnya sebuah sumur
Tempatnya menimba air dahulu
Katanya sudah mengering berpuluh tahun lalu
Dan bibirnya bergerak perlahan, teringat; "Riak air yang tinggal di dasar sumur
Tidak pernah membenci roh yang berkeliar singup
Di atasnya.
Hantu-hantu wanita sejak dahulu
Kekal bercermin di atas sumur
Meskipun telah mengering airnya.
Konon karena mereka menyukai
Kehangatan yang dirasakan
Dari dalam rumah senyap kala ada kehidupan
Sesederhana bagaimana mereka tak lagi
Dapat hidup
Lantas mengapa lepas mereka pergi
Tak dijaga kekekalannya dari serentetan ledakan pilu dan kepulan asa?
Hantu-hantu cuma pembohong
Pelindung tak berdaya
Mereka menghargai bising dan jerit tangis
Itulah alasan mereka
Terus tinggal dan bersolek
Menunggu sakit dalam sakit
Karena air matalah yang sebenarnya menjaga agar dasar sumur tetap terisi
Agar mereka dapat bercermin
Agar kekal bayang mereka
Air mata, menggenang bersama darah
Bukan mata air yang merasuk dari qalbunya."
Jadi dipanggillah
Segenap jiwa gugup gelisah itu
Dalam kesunyian dan sesal mereka
Hantu-hantu wanita
Kembali besolek di atas sumur
Mereka melompat,
Untuk lebur
Dalam ketiadaan.
Menyusulmu
Mencarimu.
Jun 23, 2016
Jun 23, 2016 at 8:21 AM UTC
Jumat, 13 Agustus 2010
Sekarang aku makin dewasa
Bapak... Mamak... Aku...
Anakmu kini 15 tahun
Ya Allah Terima Kasih atas Rahmat-Mu
Bapak, maaf bila esok ku tak berguna
Mamak, maaf bila esok ku gagal
Ya Allah, ampuni Hamba
Semakin dewasa, semakin ku berdosa
Tak sanggup aku melawan rasa itu
Aku telah bercinta...
Bercinta dengan nya
Ku tahu dia tak pernah di sini
Tuhan... Tuntunlah aku pada-Mu
Aku merasa hina di hadapan-Mu
Aku merasa hina di belakang orang tua ku
Ampuni Hamba Ya Allah...
Ku tahu t'lah berdosa
Oh Tuhan, Aku bercinta dengannya di dalam khayal
Creates by. Aridea .P
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 11:38 AM UTC
Serasa haru , campur bahagia , sedih , kesal senang juga . bercampur menjadi satu ketika aku mendengar bahwa sahabat tercintaku akan menikah dengan kekasih pujaannya . Haru kenapa? Terharu saja , disisi lain aku kagum akan usahanya memperjuangkan cintanya trhdp org yg dia cinta sejak bbrpa tahun lalu. padahal , jika boleh menengok kebelakang , kisah cinta mereka terbilang sangat rempong . Yaaa... beberapa kali sebut saja novi kerap menghubungiku utk meminta petuah2 apa saja yang bisa membuat dia gak cemburu buta lagi hanya karena si cwoknya ketemu mantan via jalur reuni .
Dan kesalnya adalah , mereka menikah dengan jalan pacaran . Padahal , Dalam islam tdk menganjurkan pacaran ,meskipun kegiatan itu sudah menjadi budaya seluruh dunia . Tidak melihat dari sisi buruk . aku hanya bisa mendoakan saja , agar ALLAH memudahkan segala hajat . menjadikan kalian sepasang suami istri yg saling mencinta di dunia sampai meggapai jannahNYA . Semoga Bahagia selalu sahabatku NOVI APRIANI ,
Mar 6, 2015
Mar 6, 2015 at 4:09 AM UTC
Ulang tahun singkat ku
Ingin ku rayakan di Surga-Mu
Yang indah penuh warna pelangi
Yang panjang, ku harap bagai usia ku
Ku yakin kamu tak kan tau
Hari ulang tahun ku
Namun, melihat senyummu dari jauh
Adalah hadiah terindah di Hari Ulang Tahun ku
Kue tinggi tidak ada
Lilin pun tak menyala
Hanya ku tusuk di atas tanah
Ku ucapkan harap ku selamanya
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:58 PM UTC
Jakarta, Selasa 3 Februari 2009
Tahun baru t'lah berlalu
Tak ada rasa senang sedikitpun di hati ku
Terasa sedih awal kehancuran
Yang kan menimpa awal hidupku
Bulan pertama t'lah berlalu
Terlihat kesibukan dalam hidupku
Hingga ku lupakan kewajibanku
Amarah pun datang dari Ibu
Ku merasa bersalah..
Tapi... Tak terasa ada salah
Bulan ini penuh derita
Februari sumber derita
Ku harap di esok kelak
Ku bisa terlepas dari derita
Ku tak ingin menderita
Ku rela awal ini saja menderita
Created by. AP
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:39 PM UTC
Setahun yang lalu kupikir kita akan bersama
Menjadi satu persahabatan yang tak terkalahkan
Walaupun jalanmu berbeda
Aku tetap mengikuti dengan senyuman
Berharap kita memang untuk selamanya
Dua tahun yang lalu aku masih rabun
Berjalan tanpa suara
Berhenti hanya untuk menangis
Tanpa istirahat, terus saja
Menyalahi diri sendiri
Tiga tahun yang lalu aku sendiri
Meluapkan amarah
Dan mau menangnya sendiri
Masih buta akan siapa yang salah
Masih berdarah luka di hati ini
Dari semua jalan yang kutempuh
Kehilangan seperti mati
Tanpa rasa tanpa cahaya
Kemarin tersenyum sekarang bisu
Kemarin bersama sekarang sendiri
Apakah adakah
sedikit saja di pikiranmu
keinginan untuk memelukku,
sebelum kau pergi?
Mar 6, 2016
Mar 6, 2016 at 9:47 AM UTC
Aku ingat awalnya
Mimpi itu aku simpan
Mimpi itu aku timbun
Aku tidak berasumsi
Aku tidak berekspektasi
Tapi kau datang
Di malam yang tidak kusangka
Mencari celah untuk masuk
Mencari cara untuk dekat
Ya, kamu waktu itu
Saat awal mula tahun ini
Secepat angin ku ada di pelukmu
Ku terbaring di kasur
Ku merasa hangatmu
Ku ada di sisimu
Ku memilikimu
Mungkin memang benar,
kata Kafka waktu itu
"He who seeks does not find, but he who does not seek will be found."
Memang mungkin,
tak perlu susah payah
tak perlu menunggu
apalagi mencari
Karena bila takdir
Ia akan datang sendiri
Sep 24, 2016
Sep 24, 2016 at 8:16 AM UTC
Jakarta, 25 April 2009
Kampung halamanku
Di mana tempatku dilahirkan
Di pagi hari di bulan Mei
Tanggal 20 tahun 1995
Aku diberi nama Erika
Ku dibesarkan
Sampai aku berumur 7 tahun, aku pindah ke Ibu Kota
Dengan keluargaku
Ayah, Ibu, dan adik-adikku
Aku tumbuh menjadi seorang remaja
Dan mulai merasakan jatuh cinta
Jatuh cinta pada seorang remaja pria di sekolah
Dia sangat hebat dan pintar
Dia adalah motivatorku
Tuk meraih semua mimpiku
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:48 PM UTC
Selamat ulangtahun anakku
Sudah dewasa kau kini....
Bertambah2lah kau bijak
Pandai2lah kau bergaul
Biarlah ucap dan lakumu baik
Orang akan memperhitungkan engkau
Selamat ulangtahun anakku
Dewasa bukanlah jumlah umur
Bukan pula besar tubuh
Apalagi tinggi badanmu
Rendahkanlah hati
Berbagi dan peduli yang lain
Itulah dewasa yang sesungguhnya
Selamat ulangtahun anakku
Terbanglah tinggi setinggi citamu
Lepaskalah segala belenggu
yang mencekam dan menahanmu
Untuk maju dan maju
Menapak dikesuksesan yang menunggu
Selamat ulangtahun anakku
Ingin kuucapkan kata2 ini
Sampai usiaku tinggi
Menggapai Sang Khalik
Mar 22, 2017
Mar 22, 2017 at 9:32 PM UTC