Dengarlah gemuruh hujan pada malam hari ini;
Dengan irama tetesannya kebisuan dicurahkan;
Dalam kegelapan jua para pencari melangkah;
Menyusuri persimpangan jalanan yang basah;
Mungkinkah sudah keraguan mereka terhapuskan?
Ataukah praduganya telah menjadi satu bentuk prasangka,
Yang sekiranya kembali menolak untuk lagi-lagi berbicara?
Dengan satu sapuan halusnya kembalilah dikau sunyi menjadi hening,
Hening menjadi tiada, seperti tiada memunculkan hampa;
Lalu hampa pergi meninggalkan luka yang menganga pada dikau;
Hanya kesembuhan dari hujan yang dinanti mereka yang terluka;
Seperti juga berkat yang dinantikan dikau yang tak lelah menanti;
Memegang erat setiap butiran yang mungkin tak mampu dimiliki;
Mendengar irama yang selamanya tak mampu dimengerti;
Bersabdalah hujan pada semesta di malam hari ini;
Hanya kesunyian yang terus ia ajak bicara dalam isyarat;
Hanya kegelapan yang selamanya tak mampu ia lihat;
Pengheningan resah telah menjadi gundah sang hujan;
Seperti gundah itu sendiri menjadi gulana dikau;
Seperti dikau yang hadir dan hilang dalam rimbanya hujan,
Kembali dicari namun tak mampu dihilangkan.
Jun 24, 2017
Jun 24, 2017 at 5:55 AM UTC
Pada hari yang baik di bulan yang baik ini;
Hujan turun lagi membasahi segenap pertanahan;
Di balik bulirnya seorang pujangga termenung;
Menuliskan kembali lirik-lirik tersedih dalam puisinya:
Wahai imaji hujan di masa lalu;
Pernah kulupa namun mengapa belum kurela?
Wahai melodi hujan di masa lalu;
Kembali kau ketuk palung paling dalam;
Kehalusan suara wanita yang pernah ada;
Mengapa tak lenyap bersama kejatuhanmu?
Apakah lagi-lagi aku berdiri pada persimpangan yang sama?
Penuh kabut, memudar namun seyogianya belum sirna;
Tahun demi tahun telah berlalu bersama kejatuhan hujan;
Namun mengapa kesepian tak pernah berlalu?
Walau kesedihan menolak segala kefanaan;
Yang belum berubah menjadi sebuah kejadian;
Yang menolak segala bentuk pengulangan;
Apakah kekosongan merupakan bentuk realita tertunggal
Yang selamanya akan terus berbahasa dalam kebisuannya?
Mengapa masih aku mengaku yang tertabah;
Jika musibah tak mampu melenyapkan;
Segala terpaan angin rindu yang pernah berhembus?
Jika segala ketakuan masih menjadi ada dalam tiada;
Mengapa pernah juga kau lepas ikatan kita?
Perlahan kata-kata itu meresap kepada perakaran;
Sebolehjadinya ujung pena tak mampu memahami;
Segala makna yang tersirat dalam rampaian puisinya;
Bila kepergianmu adalah kesenduan dari berkat kehidupan;
Ajarkanlah aku berdamai dengan segala bentuk prasangka;
Yang datang bersama bayanganmu di kala hujan.
Jun 19, 2017
Jun 19, 2017 at 6:45 AM UTC
A Poet always fools himself
Say he loves, but he doesn’t
Even when his words are gone
Will he accept to let them go?
He ends up being lonely
Many times he dazzled, the more he realized
Each pain is being written through reality
Why won’t it be eased by his poem?
If love is all that means to him
Happiness is the only reason to stop writing
At the end he sets all free beyond metaphors
Why doesn’t he just let it flow through time?
Words only keep growing stronger
Sentences were born from metaphors womb
She’s the gap in ballad of this poet.
But why do his feelings stuck on this poem?
Jun 19, 2017
Jun 19, 2017 at 6:27 AM UTC
*No matter how painful the words I write,
or how perfectly beautiful they rhyme,
no phrase, no line, no verse, no time
or poetry in the world could bring you back.
And I'll miss you forever, like how the shore
unspeakably misses the kisses of the tides
as they recede;
and like the corals on the ocean beds,
you are all I need.*
Mar 2, 2016
Mar 2, 2016 at 8:58 AM UTC
*Stars are so high,
nevertheless they couldn't be grab by me;
Moon is so brilliant,
however I could only stare at it;
The most beautiful is you,
but I could only admire you every night.*
Feb 24, 2016
Feb 24, 2016 at 3:39 AM UTC
*If only I could be aware,
that I'm not the one that you want to possess;
Is it wrong, if I yearn you in my heart?
If only it could be accepted,
that our love does never exist;
Do I ever exist in your heart?*
Feb 22, 2016
Feb 22, 2016 at 7:43 PM UTC
The moon is the only witness of my longing for you;
However you're the reason of my sleepless nights...
Feb 16, 2016
Feb 16, 2016 at 11:40 AM UTC
Playing with unrequited affection,
Thoughts of her have lingered around.
Is it too late to ask for her love;
When colours have been so dull without her?
Jan 24, 2016
Jan 24, 2016 at 4:49 PM UTC
*''In spite of apprehending every detail of you in each poetry;
Keep pretending to tell countless lies on you.
Serendipity has guided me gently to your gravity.
Is it a probability or a fantasy?
You seem real, in the place you don't exist.''*
Jan 17, 2016
Jan 17, 2016 at 3:42 PM UTC
*For those who want to loved but have been tired to be afflicted;
Who have been longing so long, but ended pathetically;
Who have always been being hurt , but heart wouldn't be tired to bear it,*
Being aware, that the end of each apologue is neither sweet as fairytale nor embodied as lyrics of love songs.
Trying to negotiate with genuineness of the world and never finding any sorrow for falling in love again.
Is it alone facade or naivety of lovers?
Or could it be a circumvention for an old ballad?
Coffee will remain to be bitter as before, despite thou addest thy tears within.
Rain will remain to fall, even though thou cravest it to stop.
And memoir will be framed in the pasts with beloved.
''Nevertheless will the love stay the same although thou play'dst with it again?''
Jan 10, 2016
Jan 10, 2016 at 11:00 AM UTC
