"tadi" poems
Palembang, 3 November 2011
Sunyi . . .
Di luar hujan mereda tinggal rintik
Aku duduk terlemas terpaku
Otak ku berputar "mengapa ini selalu terjadi kepada ku?"
Aku menangis...
Aku menyesal...
Aku meronta...
Di dalam hati
Aku bertanya. . .
Apa salah ku?
Ya, andai aku bisa lebih sabar
Allah pasti kan memberiku hadiah
Namun tadi aku belum beruntung
Aku kecewa . . .
Pada diriku sendiri
Mengapa tak ku dengar kata hatiku?
Seakan inilah takdir ku
Tidak pernah beruntung
Baiknya, Allah selalu mendengar doa ku
"Maafkan aku, boleh ku minta hadiah ku?"
Nov 3, 2011
Nov 3, 2011 at 10:55 AM UTC
Palembang, 11 Juni 2012
Debu ini sudah lengket, tak bisa hilang
Meski ku usap dengan kain dari ulat sutra
Angin sudah terlanjur tertiup
Aku tak sempat lagi tuk pakai penutup
Petir sedari tadi mengamuk
Aku hanya bisa bersembunyi di bawah selimut
Banjir belum juga surut
Hujan tak pernah berhenti sedetikpun
Lampu belum juga padam
Padahal lilin dan api telah aku siapkan
Aku sudah siap menekan tombol Stop
Padahal lagu masih panjang untuk dinyanyikan
Aku belum juga tertidur
Padahal aku sudah menentukan mimpiku
Aku masih terjaga menunggu pagi
Meskipun malam belum akan berakhir
Jun 11, 2012
Jun 11, 2012 at 10:45 AM UTC
pukul empat sore tadi
seorang pria tua penuh keriput diwajahnya
pergi melangkahkan kaki rentanya
keluar dari pondok jati tempat semalam ia terlelap
lengkap dengan pakaian rapih kebesarannya, sepatu boot dan tak lupa topi baret miliknya
diambilnya sepeda jengki bercat kusam
dengan sedikit bercak karat pada besi besinya
yang disandarkan oleh empunya pada pagar kayu depan pondok
digiringlah sang sepeda jengki menuju jalan sambil melangkah
menuju tempat tujuannya
selang beberapa saat, ia tunggangi sepeda jengki itu
ia kayuh sambil berpeluh pada dahi sampai ke tubuh
berbulir menetes tak ada ragu
lirih ia dendangkan lagu
yang telah ia hafal selama hidupnya
saat ia masih muda
yang dapat memacu semangatnya dulu
saat akan hendak pergi berperang bersama kawan-kawannya dulu
sesampainya ia di Jalan Kusumanegara
di depan taman berpagar tembok putih
di-remnya sepeda jengki kusam itu
tepat di tepi seorang wanita yang sudah terduduk rapi menggelar dagangannya
"Saya beli kembangmu, cukup lima ribu saja." itu katanya
sang wanita penjual lekas membungkuskan permintaannya dengan senyum dibibir
sembari memberikan bungkusan kembang kepada pria bersepeda jengki itu, ia lalu bertanya "Kalau boleh saya tahu, untuk siapa kembang ini Bapak beli?" ujarnya santun hormat
sang pria bersepeda jengki terdiam, ia lalu tertawa kecil
tawa khas seorang di usia senjanya
"Saya mau jenguk kawan seperjuangan saya, hari ini 20 Desember, tepatnya 68 tahun yang lalu, ia berpamitan ingin menuju dunia Qadim milikNya saat kami sedang berjuang untuk Negara" jawabnya
Pria bersepeda jengki itu lalu undur diri, dititipkannya sepeda tua miliknya
pada sang wanita penjual kembang, ia lalu berjalan kaki
memasuki gerbang tembok bercat putih
bertuliskan Taman Makam Pahlawan Kusumanegara
Daerah Istimewa Yogyakarta
dengan langkah mantap dan juga senyum mengembang di wajah keriputnya
" Assalamu'alaikum, Aku njaluk sepuro yo Di Mas, Kepriye kabarmu? Ayo gek tak ceritani kabar Indonesia saiki! "
Sep 23, 2016
Sep 23, 2016 at 12:19 PM UTC
Selamat pagi
Aku kira hari ini berbeda
Aku kira hari ini kita berdua
Akan kembali
Bersatu lagi
Tapi venus pergi
Meninggalkan hampa
Dan secerca air mata
Kamu berkata ingin berhenti
Untuk sementara
Selamat pagi
Mungkin tadi hanya mimpi
Tentu saja tidak
Semuanya asli
Semuanya benar terjadi
Seperti ombak yang memecah karang
Rusak dan terhanyut
Ke dasar laut
Aku tenggelam terdiam
Dan engkau berlari pergi
Selamat malam
Cukup sudah
Aku tidak ingin hariku lagi
Selamat malam
Bangunkan aku
Bila kamu tlah kembali
Oct 8, 2016
Oct 8, 2016 at 12:16 AM UTC
Tadi pagi kumakan anggur ungu
Buah kesukaanku
Asam manis rasanya
Tapi kulahap langsung semuanya
Taksadar ku gigit bijinya
Kecil dan tak nampak
Bergizi pun tidak
Dan kecut ternyata
Seperti rasa ini
Yang tak dihirau orang banyak
Juga kecut dihati kurasa
Tak berigizi memang
Tapi kalau tak dimakan mentah-mentah
Rasa itu takkan ada matinya
Malah hanya terbuang dan terinjak
Dan berakhir dipembuangan
Jun 30, 2014
Jun 30, 2014 at 11:43 AM UTC
Palembang, 7 September 2012
Apa kau bilang?
Seenaknya memerintah!
Tuk apa Tuhan menciptakan raga yang sehat,
kaki yang kuat.
Bila kau tak mau menggerakkannya.
Kau hanya membuat mereka terdiam.
Mereka akan mati!
Mati mengurangi ***** di tubuhmu.
Apa kau bilang tadi?
Bukannya ku ini babu mu!
Seenaknya memerintah!
Menganggap yang muda mudah diperdaya.
Kau ini pintar!
Tapi tak cukup pintar.
Untuk apa kau sekolah tinggi?
Jika mulutmu tak dijaga.
Masih bilang apa kau tadi?
Kau memang lebih tua,
sudah banyak menghasilkan uang.
Tapi aku tidak bodoh!
Aku muda tapi bisa menghasilkan uang.
Aku terpelajar!
Ku akan miliki pekerjaan yang buat kau berkata WOW!
Aku balas apa yang kau katakan.
Terus, kau mau apa?
Sep 7, 2012
Sep 7, 2012 at 12:42 PM UTC
terbalas pertemuan singkat tadi siang
dengan sedikit berdebah dengan ego
malu menukik dan gemetar beramai gaduh
sulit juga, berjuang dengan lara yang
kian runyam
kian dalam
kian menepis dalam malam
aku yakin dia bertanya
"kenapa dia?"
haha.. apa aku harus jawab aku rindu
aku rindu seperti dulu
bukan apa-apa
tidak ada lugas kata atau tindakannya
hanya saja aku sudah terlajur menyukainya
menyukai derap langkahnya
lemah gemulai tubuhnya beradu dengan udara sekitar
aku juga suka saat matanya bertemu dengan mataku
sisi lainnya muncul
lebih hangat dari yang kubayangkan
bolehkah juga aku berseru ?
aku menyukaimu ! sangat..
lungai sudah jika itu terucap
pasrah..
tapi tenang, aku masi pandai menyimpan
masih pandai menukik ego
tapi tetap
aku rindu,.,.,.,.
-rindu,mengenang-
May 22, 2018
May 22, 2018 at 12:18 PM UTC
Malam
Belahan rindu memebelai malam sunyiku..
Tak dapat kutolak..
Bagai tetes hujan yang hanay dapat ditunggu hingga selesai
tak dapat ku hentikan..hanya dapat kunikmwaktu yang hanya
Pagi
Malam tadi aku ingin secepatnya menyelesaikan..
Menyelesaikan segala kesunyian yang dialandasi oleh
malam penuh kerinduan..
Berharap pagi dapat menopang rindu ini..
tapi ternyata pagi pergi meninggalakanku bersama rindu-rindu
yang menyiksa..
Dan melimpahkan segala kerinduan ini kepada siang..
Siang yang membakar hampa sunyiku...
pagi..
Tak dapat menyelesaikan rindu ini..
Siang pun begitu..
waktu hanya membuatku kecewa melewatinya..
Sore..
membawa pelangi indah nan menyejukkan mata..
Tanpa hujan yang mendahuluinya..
May 5, 2017
May 5, 2017 at 1:22 PM UTC
Tadi , si penjaga bintang berbisik kepada ku
Seperti biasa
Sesi bercerita yang kami adakan setiap malamnya
Dia bercerita tentang betapa cantik nya bintang bersinar setiap malam
Aku bercerita tentang kamu
Sama persis dengan si penjaga bintang
Aku mengatakan betapa tadi mata ku tak bisa teralihkan dari kamu
Yang penting sekarang
Pejamkan matamu
Semoga ucapan rindu ku membuat mu terlelap
Selamat tidur sayang
Feb 28, 2017
Feb 28, 2017 at 10:49 AM UTC
Jam tujuh pagi tadi Ibu mengetuk pintu
Bunyi ketukan itu sampai empat kali terulang
Di ketukan empat setengah,
Pintu terbuka setengah juga
“Ya?”
“Mandi, Mbak.”
“Pingin tidur lagi.”
“Tapi hari ini hari kemenangan.”
Raut wajahnya yang telah menjadi warisanku tak sedikitpun menunjukkan bahwa dia telah memenangkan apapun.
Tidak seperti kebanyakan orang,
Untuknya hari ini bukanlah tentang seberapa kental kolam santan yang menyimbahi santapan-santapan
Bukan juga tentang berpeluk-rindu dengan orang-orang sambil sesekali bertukar kabar
Lelah mengutuk dirinya karena seumur hidup merasa kalah,
Aku tahu bahwa sehari saja ia ingin merasa menang.
Ia sendiri tahu betul saat hari ini berakhir dan tamu berpamit untuk pulang setelah semua habis terkunyah; ia akan kembali merasa kalah.
Menang atas dan untuk apa?
Seribu kata maaf pun ia telan begitu saja tanpa mencerna kata tersebut keluar dari mulut siapa
Tanpa adanya hari kemenangan yang dibanjiri oleh teks bersampul maaf,
Hidupnya memang sudah tentang meminta maaf dan memaafkan
Tak ada pilihan lain.
Hanya saja hari ini sinar sendu wajahnya menunjukkan bahwa akhirnya,
Setidaknya untuk dia,
Harapan pahitnya terhadap ‘maaf dan memaafkan’ akan diselebrasikan;
Dan seperti dirinya, lebih dari sejuta orang akan melakukannya walaupun untuk sehari saja.
Kepada siapa lagi ia harus meminta maaf dan meminta dimaafkan?
Jun 5, 2019
Jun 5, 2019 at 8:40 AM UTC
tadi aku melihat kamu
dengan perempuan
aku tau dia teman mu
tapi aku cemburu
aku cemburu hampir ingin menangis
sesaat aku berpikir
akankah kamu cemburu juga nanti?
bisakah kamu cemburu pada ku?
bisakah kamu merasa sangat membutuhkan ku?
aku sangat tak keberatan saat nanti kau cemburu
aku sangat tak keberatan saat nanti kau menyusahkan aku saat kamu membutuhkan ku
ingat
jangan sungkan-sungkan ya
aku disini
masih
Nov 22, 2016
Nov 22, 2016 at 7:56 AM UTC
Rumah joglo di tengah sawah.
Dengan cahaya remang yang berasal dari pojok ruangan ini.
Pemutar piringan hitammu baru selesai kau perbaiki.
Ku memilih untuk mendengarkan album Chet Baker Sings dengan vokalnya, seingatku itu milik mendiang kakekmu.
Gelas-gelas tinggi sudah kau siapkan, sebotol anggur dari Bordeaux sudah ku buka.
Makan malam kita sudah tandas, dua piring penuh berisi daging sapi yang sore tadi ku panggang, hampir matang penuh, bersama hancuran kentang yang sedikit dibubuhi garam dan lada, dengan saus krim jamur.
Jasmu sudah kau tanggalkan dan sampirkan di sisi sofa coklat tua itu.
Gaun hitamku masih rapih melekat pada tubuhku, namun rambutku, yang hanya sepanjang bahu, sudah ku urai, agar kau bisa menghirup harum bunga sakuranya.
Kita menari, pelan, sembari menengguk asam dan manisnya anggur Bordeaux itu.
Ku kira Chet Baker telah letih bernyanyi dan bermain trumpet, suaranya perlahan hilang, digantikan oleh suara jangkrik dari luar sana.
Aku pun lelah, ku rebahkan tubuhku di sofa coklat itu, menyandarkan kepala di dekat sampiran jasmu, menghirup bau cendana yang hampir hilang.
Kau menghampiriku, memelukku erat, menghirup leherku, pipiku, dan mengecup bibirku.
Pelan-pelan, satu per satu pakaian kita tanggal, di bawah cahaya temaram, ditemani suara jangkrik, kita melebur, melebur jadi satu.
Tanah Ubud, tak pernah gagal membuatku jatuh cinta, sengaja maupun tidak.
Jun 5, 2020
Jun 5, 2020 at 1:57 PM UTC
Hai! senang sekali kau kemari
Uhh kedua kalinya kau merasuk tanpa permisi
Jangan hanya lewat, kuingin lagi
Alunan rintikmu yang sudah kutunggu sedari tadi
Namun sayang, kau begitu cepat untuk pergi
Jul 12, 2019
Jul 12, 2019 at 3:40 AM UTC
pasal V: tentang rasa sesal; dan sebuah penyesalan.
-sebenarnya bukan salahku semua ini terjadi, hanya saja, memang benar aku juga ikut andil membiarkan semua ini terjadi. dan dikarenakan semuanya telah terjadi begitu saja, maka kini yang tersisa dan muncul ada lah rasa sesal. penyesalan.
- faktanya, kau juga turut andil dalam permasalahan ini, apapun itu, yang jelas, semua yang terjadi diantara kita, kau juga bertanggung jawab. sebab ketika dahulu hal itu pernah terjadi, kau dan aku dulu, adalah kita.
-dan tentu seperti tadi yang telah kukatakan, tidak hanya dirimu yang salah, nyatanya diriku juga turut ikut dalam masalah ini. walau tentu saja, tak bisa sepenuhnya kukatakan bahwa hanya satu orang yang bertanggung jawab di antara kita. sebab sekali lagi, kau dan aku, pernah terikat satu sama lain.
- sebab penyesalan selalu diakhir, maka kau harus tau salahku, yang mana salahku adalah membiarkan semua itu terjadi begitu saja, sementara entah merasa sungkan ataupun malu, hanya kutatap semua itu terjadi, kau mundur perlahanlahan, sementaraku masih ingin menggenggammu.
-dan kau juga hars tau kesalahanmu, walau dari sudut pandangku. adalah ketika aku masih ingin menggenggammu, kau justru merenggangkan genggamanku, melepasnya dengan lembut, kemudian pergi dengan perlahan. kau seolaholah melihatku sebagai bukan lagi prioritasmu, namun tetap saja, masih tak kuikhlaskan kepergianmu setelah semua ini. dan rasa sesal ku yang teramat sangat adalah, ketikaku pernah memilih berbahagia; denganmu.
prdks.
Sep 26, 2017
Sep 26, 2017 at 11:58 AM UTC
'fah masa bla bla bla bla.. bangsct.'
'cowo emang bangsct lu..
santuy, kita juga harus bangsct.'
begitulah
percakapan dua gadis
belum bisa bercakap dengan manis
di sela sela kuliah siang
sembunyi bunyi dari pengawasan sang dosen
terhalang dua ruang kelas
pertanyaannya :
satu, apakah semua laki laki seperti itu ?
dua, apakah kami berdua harus ikut seperti itu ?
ya betul sekali, dua pertanyaan tadi sangatlah retoris.
pastilah jawabannya...
tentu.
gakdeng, saya berusaha melawak saja.
dan untuk kamu, semoga tidak seperti itu ya sayang.
Sep 3, 2019
Sep 3, 2019 at 6:53 AM UTC
•SEMPURNA SAMA DENGAN MALAPETAKA#
SEDANG MENGGILAI **** SEDANG MENYENANGI **** SEDANG SANGAT **** MENCINTAI DICINTAI SEORANG PEREMPUAN YANG RUMIT, tuhan#
"TADI MALAM AKU DIKELUARKAN DI DALAM KAMAR#
AKSI REAKSI#⊙UH
• PERFECT SAME WITH DESTRUCTION # ARE ASSESSING *** FUN FOR *** IS VERY **** LOVED LOVED A HOUSEHOLD WOMEN, god # "THEN NIGHT I WAS EXITED IN ROOM # ACTION REACT # ⊙UH
Jul 19, 2019
Jul 19, 2019 at 10:22 PM UTC
sayup sayup
'ding ding'
terlihat, saya terkejut
segera, saya melaju
buru buru
'ding ding'
diam, saya kira membisu
terpaksa, saya masuk
gusti.
tadi itu sangatlah manis
sudah diperbolehkan, terimakasih.
Sep 9, 2019
Sep 9, 2019 at 11:26 AM UTC
Hari ini tadi,
dokter bantu keluarkan empat buah batu dari empeduku.
Suatu hari nanti,
mana tahu dokter atau entah siapa itu
akan bantu keluarkan sebuah nisan dari tubuhku?
May 31, 2024
May 31, 2024 at 11:33 AM UTC
Akwai wani mutum da baya karya
A cikin al'amuransa baya karaya
A kowanne yanayi baya kada garaya
A duk wahala baya juya baya
A yanayin fushi baya jayayya
A cikin daji ya kan dauki kaya
Bashi da yaudara ko kifadi
Baya tsoron ta kife in ya fadi
Baya ja da baya wajen tadi
Baya tsoro ko da za'ayi shadi
Baya rowa wajen bada madi
Baya taka rawa duk dadin kidi
Cikakken adali ne shi kowa yabi
Cikin jama'a kuwa baya harbi
Cincirundon jama'a sunyi masa lakabi
Farar aniya laya sai muyi ta bi
Saboda yaja raganar kowa sai muyi tabi
Tafi-tafi dai GAWUNA kowa ya bi
Nov 28, 2022
Nov 28, 2022 at 5:44 PM UTC
KAMU MENGAKU CINTA AKU-Oklasasadu, yang seisi ruh berdiri melamun.
Oklasasadu, yang biasanya menaruh tangan kananmu di telinga kiriku.
Oklasasadu, pendek pun kali luas menguap berbisa tubuh bukan lagi ruh.
Oklasasadu, mana guna jika mungkin tersisa iri, ruh ini sebagai bukti, HANYA tuhan YANG MEMBENCIKU.
Tadi adalah mimpi, saat Oklasasadu terdapat sapa.
Keluar masuk tanpa rasa, Oklasasadu di saat masa yang hening lagi menyapa dia.
Melihat Oklasasadu sepertinya berubah mentega diantara saya.
Setahuku Oklasasadu hanya benci padanya.
Dia pikir Oklasasadu tidak pernah sadar, adanya dia berulah saja.
Bangun siang di tengah malam, ada Oklasasadu berbunyi (a ku la mu nan mu) diulang hingga benar-benar tenang dalam dirinya. Him. Membunuh dengan halusnya empati.
Apr 9, 2020
Apr 9, 2020 at 12:00 PM UTC
aku tahu jawabannya
tapi jika belum ditanyakan, ada yang mengusik di dalam sana. tadi, aku mengumpulkan tekad–haha terdengar lebay mungkin. izin bertanya kepada si pujaan hati, are you by any chance have a girlfriend? and he said yes.
pasti bertanya-tanya darimana aku tahu itu, dia pikir aku tidak melihat semua status di instagram tentang pacarnya.
someone said it's very rare for two people liking each other in the same time..
saat ini pesannya belum kubalas, kadang ada rasa kesal karena dia datang saat kesusahan saja. sudah mencoba meninggalkan tapi, susah ya. harus ada pelampiasan tapi tidak mungkin singgah di hati orang untuk melupakan orang lain, itu jahat, menurutku.
Apr 15, 2020
Apr 15, 2020 at 10:29 AM UTC