Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"sebab" poems
Aku suka kamu, Dalam diam, sejak dulu lagi. Aku terpikat dengan puisi kamu. Tiap coretan indah kamu buat aku tersenyum. Sungguh aku teringin bercakap dengan kamu, Apakan daya rezeki belum nak ada, Entah bila kita boleh berjumpa lagi. Surat khabar sahaja yang buat aku rasa aku dekat dengan kamu, Itu sudah cukup buat aku tersenyum, bahagia. Maaf,puisi tidak cukup hipster tapi ni saja yang ku mampu tulis untuk kamu sebab kamu suka puisi deep lahanat melayu.
0
Nov 2, 2015
Nov 2, 2015 at 7:26 AM UTC
Suka Dalam Diam.
perjalananmu pasti cukup melelahkan, bahkan menjadi buta pun bisa melihatnya dengan baik. ini, disini, rebahkanlah kekhawatiranmu yang semakin hari menjadi gusar dalam doa-doa yang tabah. akan kuganti dari setiap amin yang kamu titipkan pada malam diam-diam. hati yang kemarin kamu pertaruhkan untuk menemukanku dalam mereka laut yang kesulitan kamu pelajari siapa Tuhannya, yang telah bersusah payah kamu coba taklukkan. tidak apa-apa. tenggelamlah sesekali, mungkin lima, teguk pilunya, dan pelajari dengan bijak. pada akhirnya, jiwamu yang diberi nama manusia akan piawai membawa diri. paling sedikit, penjaga yang tahu kapan dan untuk apa waktunya sepadan dengan raga yang tersedia. aku akan menerima sebutan sialan, menyebalkan! dalam hidup bagai keputusasaan jarum dalam jerami dengan senang hati, malah. setidaknya, kamu adalah pelaut yang cukup handal karena aku, dari jatuh-bangun-tenggelam-terbentur-salah nama dan angkatan telepon yang kesalnya harus diangkat. bahkan, syukurku akan terpenuhi menjadi sebuah tetes melengkapi lautanmu. aku adalah satu tetes yang akan cukup membuatmu rumpang kapan saja, yang akan kamu kejar dengan bodohnya kapan saja. katakan saja terdengar ganjil. siapa peduli. aku tidak akan menjadi mudah karena aku adalah pembalut kulit dan hati terlukamu dan akan selamanya menjadi tugasku. namaku lebih dari sebuah harap. aku tak akan pernah dan ingin menjadi harap, sebab payah adalah nama kedua dari harap. aku adalah, “kamu bisa mempunyai bagian besar dari kue ini.” atau, “tentu saja. aku punya alasan untuk mengemudi dengan hati-hati dan kembali.” namaku sederhana. sederhana dan akan selalu nyaman. setelah hari itu yang penuh prasangka dan tanda tanya dari dunia yang kamu kenal dan tidak. namaku adalah seorang pelindung dan pahlawan yang gigih nafasnya, nama yang ketika rindumu akan lapar dan kehausan menemui pelepasnya. aku adalah kemenangan dan hadiah kemurahan hati. rumah.
0
Jan 18, 2019
Jan 18, 2019 at 8:53 AM UTC
Akan Ku Peluk Apa yang Berantakan Darimu
perjalananmu pasti cukup melelahkan, bahkan menjadi buta pun bisa melihatnya dengan baik. ini, disini, rebahkanlah kekhawatiranmu yang semakin hari menjadi gusar dalam doa-doa yang tabah. akan kuganti dari setiap amin yang kamu titipkan pada malam diam-diam. hati yang kemarin kamu pertaruhkan untuk menemukanku dalam mereka laut yang kesulitan kamu pelajari siapa Tuhannya, yang telah bersusah payah kamu coba taklukkan. tidak apa-apa. tenggelamlah sesekali, mungkin lima, teguk pilunya, dan pelajari dengan bijak. pada akhirnya, jiwamu yang diberi nama manusia akan piawai membawa diri. paling sedikit, penjaga yang tahu kapan dan untuk apa waktunya sepadan dengan raga yang tersedia. aku akan menerima sebutan sialan, menyebalkan! dalam hidup bagai keputusasaan jarum dalam jerami dengan senang hati, malah. setidaknya, kamu adalah pelaut yang cukup handal karena aku, dari jatuh-bangun-tenggelam-terbentur-salah nama dan angkatan telepon yang kesalnya harus diangkat. bahkan, syukurku akan terpenuhi menjadi sebuah tetes melengkapi lautanmu. aku adalah satu tetes yang akan cukup membuatmu rumpang kapan saja, yang akan kamu kejar dengan bodohnya kapan saja. katakan saja terdengar ganjil. siapa peduli. aku tidak akan menjadi mudah karena aku adalah pembalut kulit dan hati terlukamu dan akan selamanya menjadi tugasku. namaku lebih dari sebuah harap. aku tak akan pernah dan ingin menjadi harap, sebab payah adalah nama kedua dari harap. aku adalah, “kamu bisa mempunyai bagian besar dari kue ini.” atau, “tentu saja. aku punya alasan untuk mengemudi dengan hati-hati dan kembali.” namaku sederhana. sederhana dan akan selalu nyaman. setelah hari itu yang penuh prasangka dan tanda tanya dari dunia yang kamu kenal dan tidak. namaku adalah seorang pelindung dan pahlawan yang gigih nafasnya, nama yang ketika rindumu akan lapar dan kehausan menemui pelepasnya. aku adalah kemenangan dan hadiah kemurahan hati. rumah.
Continue reading...
11
Sebab hari tak beraut mentari Sinar malam yang di curi teknologi Senyum anak cucu tanpa gigi Mari pukul tifa deng menari.. Biarpun tanah adat sudah jadi kali hutan ruba kulit laut tinggal ari-ari mari pukul tifa deng manari biarpun suku tinggal hitung jari id,02/april/2014, tegalrejo, bantul
0
May 6, 2014
May 6, 2014 at 5:29 PM UTC
Mari pukul tifa deng manari
Basah, ku lihat pipimu. Katanya kau kelelahan, Tapi yang ku lihat bukan keringat. Kata nenekku, itu air mata, Karena matamu merah. Mana mungkin, kau berkeringat dengan mata merah dan sedikit bengkak? Lusuh, ku lihat mukamu. Katanya kau tak menyentuh air seharian. Debu yang kemarin kau dapatkan ketika menjemputku di Taman Kota masih menempel, katamu. Lusuhmu bukan karena debu, Kata Ibuku, itu karena lapar. Ternyata kau sudah berhenti makan, Sejak dua hari sebelum kita bertemu. Kenapa memang? Memang aku tidak berhak tahu kalau kau sedang tidak baik saja? Alih-alih kau tidak ingin menambah bebanku, Kau selalu mengatakan kalimat-kalimat yang tidak benar adanya. Kenapa memang? Memang aku tidak berhak untuk paling tidak, membuat mu merasa lebih baik? Ah benar saja, Aku kan tidak pernah mampu, Sebab, siapa aku? Hanya tempat pelampiasan nafsu.
0
Nov 30, 2020
Nov 30, 2020 at 12:46 AM UTC
Salatiga
Disini aku masih di bawah langit milik bumiku Tapi berbeda tempat dan aroma tanah Aku merasa di atmosfer era abad pertengahan Melihat banyak kastil dengan arsitektur tua Pemandangan yang indah di Montmartre, sebuah kerajaan seni yang siap memanjakan mataku seketika Musim gugur menciptakan lukisan indah secara alami Tempat itu seperti kanvas Diciptakan oleh kuas ajaib anugrah yang kuasa Meski Claude Monete dan Renoir sudah tidak ada lagi Aku bisa melihat perpaduan warna cantik di musim gugur dengan mata telanjang kuning, oranye, merah dan coklat Lukisan yang begitu indah Biarkan aku memakai jaket hari ini Sebab udara membuatku cukup dingin Aku berjalan-jalan di pedesaan Prancis Pohon-pohon gugur di sepanjang jalan ditemani oleh nyanyian burung yang menyemarakan hariku Ini sudah waktunya panen Aku menyukai labu di ladang Memilih apel dan pir di kebun dekat benteng Talcy Prancis seperti harta karun emas Paris di musim gugur bulan ini Menara Eiffel sudah menungguku kali ini aku berjalan di atas dedaunan Begitu renyah di bawah kakiku Pohon maple di atas saya memayungi meski hari tak hujan Daunnya yang tersentuh angin berputar-putar Mengirim mereka untuk menari di udara Sangat romantis Aku sedang duduk di bangku kayu Ah jika September tiba...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:24 PM UTC
Jika September tiba
Sebab hari tak beraut mentari Sinar malam yang di curi teknologi Senyum anak cucu tanpa gigi Mari pukul tifa deng menari.. Biarpun tanah adat su jadi kali hutan ruba kulit laut tinggal ari-ari mari pukul tifa deng manari.... biarpun suku tinggal hitung jari di bunuh tamu: dari pulau mati id,02/april/2014, tegalrejo, bantul
0
May 6, 2014
May 6, 2014 at 4:48 PM UTC
Mari pukul tifa deng manari
dua insan yang risau akibat memaksakan lupa akan adanya sebab akibat di butakan oleh rasa menghikayatkan sebuah perpisahan membiarkan sang waktu bekerja di tengah hingar bingar kehidupan
0
Mar 4, 2019
Mar 4, 2019 at 11:51 AM UTC
•Batas•
akan kubuat sebuah puisi bertajuk namamu berbentuk tubuhmu sedang kubuat sebuah puisi bertema sifatmu berirama nafasmu telah gagal diriku membuat sebuah puisi berisi hatimu sebab tak lagi ada suara dan aksara sejak kau tak lagi ada.
0
Feb 2, 2022
Feb 2, 2022 at 11:20 PM UTC
puisi bertajuk namamu
andai, dan kalau orang boleh jenguk hati orang lain seorang seorang, naluri nya atau mungkin periksa tahap remuk jantung nya. aku rasa, itu sudah cukup buat mereka untuk diam mungkin sentap seketika sebab, sebalik setiap insan, remuk hati, mati jiwa, setiap perasaan yg berkecai, tidak akan mampu didefinisikan dgn sebuah 'insan' di luar roh dan nalurinya. ada yg gigih sembunyi. ada yg kecundang. lalu mati bersama jiwa.
0
Jan 23, 2015
Jan 23, 2015 at 8:44 AM UTC
Andai aku-- kita
Jakarta, 30 Maret 2009 Jangan takut musuh negeri ini Jangan takut penguasa negeri ini Takutlah pada air bah yang mengalir Takutlah pada penyapu kota ini Jangan percaya kata mereka Jangan percaya janji mereka Percayalah pada diri sendiri Percayalah pada Allah SWT Maret pertandakan akhir Pembayaran hutan akan janji Amuk amarah alam negeri ini Sebab tak satupun pemimpin peduli
0
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:59 PM UTC
Situ Gintung
~a letter for you Kita, Dari daerah melangsir ke kota Dari kota berbalik ke daerah Dan takkan dapat lagi ke kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kendatipun impresi memberontak kita Kota, Kita ingat tentang kota Kota takkan ingat kita Sebab kita tak miliki tahta Lain sebab apa, lain sebab kenapa Apa daya reminisensi meronta Kota, Kita ingat tentang kota Kawanan sutet di kota kita Menari menawan menara kota Dekorasi dari kita, gradasi ufuk dunia Persuasi para penguasa kota Prasasti Suwarnadwipa, pula Visualisasi ragam abiotik Tuhan Yang Esa Kota, Kita ingat tentang kota Hamparan ladang pabrik di kota Riasan pipa asap terus-menerus menyala, gradasi ufuk dunia Luas menggugah animo di daerah Meski honorarium tak seberapa Kita duga cukup tuk besar di kota Manalagi di daerah Kita, Telah lama tak singgah pada kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Kita takkan abaikan memori tentang kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Dari pengagummu di daerah Tuk segenap kenangan kota yang hampa.
0
May 14, 2020
May 14, 2020 at 10:40 AM UTC
KOTA KITA
ada udara dingin menyeruak kedalam sepi yang tak mau beranjak dan disini, saya coba melawan rindu yang sulit jinak sebab diantara kita terbentang jarak sembari menulis sajak
0
May 14, 2018
May 14, 2018 at 5:13 AM UTC
rindu, satu.
Aku tak mampu mencintaimu serupa sosok yang kau kasihi lalu Tak mampu pula mencintaimu ibarat kau menyayangi belah jiwamu Cintaku sebesar surya Lamun cintanya seolah semesta Maka izinkan aku menjadi langit yang membuatmu hirau akan buana Terbanglah dengan tinggi Rujuklah saat kau tak mungkin bernapas di bimasakti yang luas Pulanglah ketika semua yang kau rasa gelita Rindulah pada rumah yang tak suah kau cinta Sebab aku mencintaimu tanpa khawatir akan cintamu berlabuh pada siapa
0
Sep 16, 2018
Sep 16, 2018 at 8:06 AM UTC
Salamku dalam Senyap
Andaikata aku adalah seekor burung Terbang membentangi praja Menapaki ribuan ruang impian Melekang langit senja nan dekat Tak akan kulakukan Andaikata aku adalah seekor burung Yang tentu ialah Aku rindu dengan potret otentikku Kedua kaki, kedua tangan, akal dan pikiran Andaikata aku adalah manusia Menyandang kedua sayap putih bak malaikat Tanpa lelah, tanpa sakit, tanpa keluh Peran satria menjaga fisik juga hati Angan jauh sebab manusia itu aku Andaikata aku berjaya nanti Ada di puncak emas dengan berlian sebagai udaraku Seraya senyum lagak hormat Akankah aku merindu sosokku yang sederhana kala itu?
0
Jun 4, 2018
Jun 4, 2018 at 12:01 PM UTC
Realitas Bunga Tidur
silahkan jika menganggapnya tidak penting kalimat ini dibuat atas dasar jatuh cinta kok, 'saya menyukaimu' dan saya harap, menyukaimu bukanlah hal yang akan dilupakan. sebab mencari cara lupa adalah pekerjaan yang paling merepotkan.
0
Jun 11, 2019
Jun 11, 2019 at 5:18 AM UTC
kalimat, untuk kamu.
Laki-laki itu menangis Tidak ada seorang pun tahu Atau mau tahu Sebab sekian juta jiwa berucap Sejatinya lelaki tidak menangis. Dan di sana seorang gadis Terpaksa menutup mata dan mulut Buta akan pemandangan getir di hadapannya Bisu akan kalimat pereda lara Sebab sekian ribu jiwa berucap Sejatinya lelaki tidak lemah. Yang sama dari keduanya Hati dan perasaan tak kian menutup Akal tak kelabu layaknya Ribuan orang yang mengutuk mereka. Lalu akan sangat tidak adil bagi adam Jika tangis dilarang dalam kamus hidup Yang kuat juga menangis Yang menangis bukan arti lemah
0
Aug 5, 2018
Aug 5, 2018 at 8:34 AM UTC
Stigma
kadang-kadang tensi kerana aku ada tiga puluh tiga sebab menyayangi engkau. susah nak lupa. tapi nasib baik akhirnya aku jumpa tiga puluh empat sebab untuk berhenti. tapi bukan membenci.
0
Oct 11, 2013
Oct 11, 2013 at 8:26 AM UTC
matematik
pasal III; tentang berpisah, memisahkan diri, dan sebuah perpisahan. -sampailah rasa ini di titik paling akhir perjuangannya, dimana setelah semua usaha bermuara, dan nyatanya tak terbalas sesuai ekspektasi. akhirnya, aku (dan kamu) memilih untuk mundur dari pengharapan masingmasing, memilih memisahkan diri, untuk kemudian bersamasama mencari jalan hidup pribadi. - mungkin saja di satu sisi, ada pihak yang merasa terberatkan, dan tentu saja yang memberatkan, mengingat perihal perpisahan adalah suatu fase, dimana 2 pribadi yang dulunya saling dan berusaha terikat mengikat, kini harus mulai merenggangkan ikatan masingmasing. dan pasti ada yang tak sanggup, dan ada yang terburuburu berpisah. tapi tak apa, aku terbiasa menopang perkara berat ini. - namun ada kalanya, kau lah yang terberatkan dengan proses ini, jadi mulai sejak dinilah, kumohonmaaf untuk apa yang akan terjadi di kemudian hari, atau mungkin saja esok hari, ketika ku mulai merasa, bahwa perpisahan adalah cara terbaik untuk melanjutkan hubungan ini. - plot twist; adalah ketika kita masih tetap berusaha saling menyatakan setia dan menjaga keberadaan masingmasing kita, tapi, kita tetap saja terpisahkan, karena sebab masa depan masih terlalu gelap untuk diterawang sekarang, mengingat kodrat yang bernyawa akan mati, yang dekat akan jauh, dan yang jauh, tak penah lagi kembali. maka nanti kemudian masa, jika saja kita memang terpisahkan oleh takdir, maka sekali lagi maafkanku, juga terima kasih, untuk mu, dan untuk hadirmu. - karena berpisah, bukan sematamata hanya sekedar ego, melainkan sebuah komitmen. semoga kau mengerti, jika kelak kita berpisah, dirimu tetaplah dirimu, kau tetap saja begitu, dan jangan berubah, sebab kisah kita yang berakhir tragis, tak layak mengubah senyummu yang manis. prdks.
0
Aug 6, 2017
Aug 6, 2017 at 12:39 PM UTC
sajaksajakrasa
pasal III; tentang berpisah, memisahkan diri, dan sebuah perpisahan. -sampailah rasa ini di titik paling akhir perjuangannya, dimana setelah semua usaha bermuara, dan nyatanya tak terbalas sesuai ekspektasi. akhirnya, aku (dan kamu) memilih untuk mundur dari pengharapan masingmasing, memilih memisahkan diri, untuk kemudian bersamasama mencari jalan hidup pribadi. - mungkin saja di satu sisi, ada pihak yang merasa terberatkan, dan tentu saja yang memberatkan, mengingat perihal perpisahan adalah suatu fase, dimana 2 pribadi yang dulunya saling dan berusaha terikat mengikat, kini harus mulai merenggangkan ikatan masingmasing. dan pasti ada yang tak sanggup, dan ada yang terburuburu berpisah. tapi tak apa, aku terbiasa menopang perkara berat ini. - namun ada kalanya, kau lah yang terberatkan dengan proses ini, jadi mulai sejak dinilah, kumohonmaaf untuk apa yang akan terjadi di kemudian hari, atau mungkin saja esok hari, ketika ku mulai merasa, bahwa perpisahan adalah cara terbaik untuk melanjutkan hubungan ini. - plot twist; adalah ketika kita masih tetap berusaha saling menyatakan setia dan menjaga keberadaan masingmasing kita, tapi, kita tetap saja terpisahkan, karena sebab masa depan masih terlalu gelap untuk diterawang sekarang, mengingat kodrat yang bernyawa akan mati, yang dekat akan jauh, dan yang jauh, tak penah lagi kembali. maka nanti kemudian masa, jika saja kita memang terpisahkan oleh takdir, maka sekali lagi maafkanku, juga terima kasih, untuk mu, dan untuk hadirmu. - karena berpisah, bukan sematamata hanya sekedar ego, melainkan sebuah komitmen. semoga kau mengerti, jika kelak kita berpisah, dirimu tetaplah dirimu, kau tetap saja begitu, dan jangan berubah, sebab kisah kita yang berakhir tragis, tak layak mengubah senyummu yang manis. prdks.
Continue reading...
7
Dari dalam diri Dali dan Dada datang menghampiri ke daftar orang-orang mati. Meyakinkan manusia manapun yang mau mendengar musik merdu melodi mimpi. Yang lalu lalang bergentayangan malang di terang liang lawang-lawang. Luapan oli di lobang lintasan lalu lintas layaknya di lorong-lorong lupa. Obrol diobral, diobok-obok oleh organisasi olahraga oportunis yang jadi objek operasi. Jalanan yang jelas-jelas jelek jangan dijadikan juga sebagai jaminan judi dan jamban di jaman sekarang. Sebab itu saudara sekalian sudah sanggup kah simpanan saudara selamat sampai sasaran?
0
Sep 18, 2018
Sep 18, 2018 at 3:01 PM UTC
Dada Manusia yang Lupa Obrolan Jalan Saudara