"sajaknya" poems
Pada tiap bait puisiku
berisikan lantunan merdu
perihal dia dan suka.
Larik-larik sajaknya dirancang manis
menyurat rasa yang tersirat.
Pada tiap bait puisiku
kuingat tatapnya yang hangat dan malu-malu
membuat aku gugup melulu.
Dipuisi ini, kutulis rayu dalam kata
tuk ramu gugupku jadi haru.
Pada Rabu di sorenya
bernada, mendera, bergelora
berbicara perihal harinya yang gembira.
Oct 25, 2022
Oct 25, 2022 at 12:50 PM UTC
Jikalau bisa
Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta
Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar
Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur
Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?"
Tanyakan pada nyanyian malam
Yang dilantunkan angin membelai rambutmu
Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan
Yang mangecap dingin kening dan bibirmu
Tanyakan pada rintik hujan
Yang menemanimu melewati sore
Yang mengajarimu melupakan malam
Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang.
Rayulah bulan dan bawalah pulang
Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam
Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu,
Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu
Namun malam tak perlu bulan
Ketika seribu lilin berpendar sendu
Samar melampiaskan jingga
Menyala atas bara apimu
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Bulan kembali memutari bumi
untuk ke-enam kalinya di tahun ini.
Bersyukur, hanya itu yang dapat kulakukan
untuk segala nikmat yang masih kurasakan.
Kalau kata Pak Sapardi, dalam sajaknya
« Hujan Bulan Juni ».
Ia itu tabah, bijak, dan arif.
Namun, akankah ia turun kali ini?
untuk merahasiakan, menghapus, dan membiarkan––
––segala sesuatu perbuatan manusia, pun baik dan buruk.
Jun 1, 2020
Jun 1, 2020 at 2:25 PM UTC
tuanku telah meninggal
sudah tak dapat lagi ia ucap
sajak-sajak getir perlawanan atas tuhan
apalagi senandung bintang atas kita
tuanku telah meninggal
sentuhannya dingin
tubuhnya kaku
sajaknya menjadi pisau
dan gurauannya antarkan duka
ia tetap tertawa dalam kematiannya
karena jasadnya dapat terus hidup
sebagai manusia lain
yang bagiku, entah siapa
yang bahkan tak kukenali danurnya
jika bisa
aku ingin mengembalikan tubuh itu padanya
akan kugali kuburan dalam hatinya
kutarik keluar jenazahnya dan kubangkitkan,
dalam sebuah peluk dan angan
akan kubiarkan ia merasuk
pada tubuh tak berhati, tak berjiwa itu
pada tubuh hidup gentayangan itu
Dec 6, 2020
Dec 6, 2020 at 6:24 AM UTC