Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
tuanku telah meninggal sudah tak dapat lagi ia ucap sajak-sajak getir perlawanan atas tuhan apalagi senandung bintang atas kita tuanku telah meninggal sentuhannya dingin tubuhnya kaku sajaknya menjadi pisau dan gurauannya antarkan duka ia tetap tertawa dalam kematiannya karena jasadnya dapat terus hidup sebagai manusia lain yang bagiku, entah siapa yang bahkan tak kukenali danurnya jika bisa aku ingin mengembalikan tubuh itu padanya akan kugali kuburan dalam hatinya kutarik keluar jenazahnya dan kubangkitkan, dalam sebuah peluk dan angan akan kubiarkan ia merasuk pada tubuh tak berhati, tak berjiwa itu pada tubuh hidup gentayangan itu
0
Dec 6, 2020
Dec 6, 2020 at 6:24 AM UTC
Jasad Mana Tempat Ragamu Kini Bersemayam?
tuanku telah meninggal sudah tak dapat lagi ia ucap sajak-sajak getir perlawanan atas tuhan apalagi senandung bintang atas kita tuanku telah meninggal sentuhannya dingin tubuhnya kaku sajaknya menjadi pisau dan gurauannya antarkan duka ia tetap tertawa dalam kematiannya karena jasadnya dapat terus hidup sebagai manusia lain yang bagiku, entah siapa yang bahkan tak kukenali danurnya jika bisa aku ingin mengembalikan tubuh itu padanya akan kugali kuburan dalam hatinya kutarik keluar jenazahnya dan kubangkitkan, dalam sebuah peluk dan angan akan kubiarkan ia merasuk pada tubuh tak berhati, tak berjiwa itu pada tubuh hidup gentayangan itu
billamrw
Written by
Dec 6, 2020
Dec 6, 2020 at 6:24 AM UTC
Request permission to use this poem