Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"rela" poems
Bila memang AKU BUKAN PILIHAN HATI MU Biar ku pendam CINTA DALAM HATI ku Sungguh, yang akan ku berikan UNTUKMU SELAMANYA Pergilah kau SEJAUH MUNGKIN membawa LAGUKU Ke TEMPAT TERINDAH di SURGAMU RASA SAYANG ini hanya untukmu Dan ku akan menunggu DI SINI UNTUKMU Berharap kau bawa LAGU CINTA yang TERCIPTA UNTUKKU WAKTU YANG DINANTI akankah datang? DEMI WAKTU ku kan berubah Tak akan SEPERTI YANG DULU Yang hanya berkhayal melihat wajahmu Di BAYANG SEMU Sungguh indah kau bagiku TIADA YANG SEPERTI DIRIMU Yang ku kagumi sepanjang waktu Ku rindu SAAT INDAH BERSAMAMU Walau di mimpiku aku mencintaimu Namun, APALAH ARTI CINTA tanpa hadirmu Kumohon IZINKAN AKU Member CIUMAN PERTAMA KU untukmu Karna saat indah itu mungkin TAKKAN TERULANG BERJANJILAH kau tuk selalu menghiasi ku Karena tak satupun SAHABATKU yang indah seperti mu Ku ingin terbang MELAYANG UNTUK TEMUKAN dirimu yang SESUNGGUHNYA Ku sadari memang BUKAN AKU untukmu Tapi, aku hanya ingin kau BERIKAN AKU CINTA Meski sedikit, walau terpaksa Tak lelah SUARA HATI ku memanggilmu Yang ingin menjalani CERITA BERSAMAMU DOA ku panjatkan selalu Memohon tuk bertemu kamu Meskipun kamu punya CINTA YANG LAIN Ku rela melepasmu untuknya Kau TAK PERLU mengaku bahwa kau cinta aku Memang, tak pernah kau cinta aku Yang ku kenang kini adalah Ku bahagia mengenal LAKI-LAKI seperti kamu
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:33 AM UTC
Ungu
Kini belum dipertemukan Aku dengan soulmate yang dinanti Teman ku menjauh Aku sendiri di sini Tapi biar Aku jalani sendiri hidup ini Toh di pulau seberang Ku cari lagi teman sejati Memang tak jodoh Aku berteman dengan semua Di Jakarta ini aku berbuat kesalahan Hingga tersakiti oleh mereka Mereka membuat ku cemburu Tapi aku rela asal mereka bahagia Biar aku diam di sini Agar mereka tak tersakiti Oleh sikap ku yang tak sengaja Melukai hati mereka Maaf aku teman, ku tak ingin menyakiti Asal kalian bahagia, siksa saja aku ini Created by Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:39 PM UTC
Mencari Teman
First you need to learn that they are blocks compressed meaning and solid like rocks individual meaning expressed but combined a new thought is expressed with a suffix sometimes they merge and become other classes of words thus relate becomes rela -tion and added a ship to relate something becomes rela-tion-ship the prefixes un-, post-, and de- , be-,for-, and re- alter words and direction, you see but the real tricky thing is keeping track of the strings of meaning and –fixes, and inflectional endings
0
Mar 2, 2013
Mar 2, 2013 at 3:48 PM UTC
A Lesson In Morphemes
kursi di bawah pohon kenari masih dengan setia duduk disana tidak peduli siapa yang mendudukinya atau siapa yang lewat di depannya ia tetap setia menunggu kedatangannya burung-burung dengan bebas menyuarakan nada-nada indah berisi pesan untuk diberikan kepadamu, tuan tanpa nama jangan berpura-pura tidak peduli kepada dunia di lubuk hatimu yang terdalam, sial, aku sangat yakin kau kesepian kau membutuhkan seorang teman yang rela mendengar ocehan mautmu sampai matahari tenggelam di ufuk barat nantinya kemarilah, tuan tanpa nama duduk bersamaku di bawah pohon kenari dan menikmati indahnya matahari senja
0
Aug 2, 2014
Aug 2, 2014 at 7:14 PM UTC
kau mendengarku
Biar ku sendiri Ku rela semua hilang Dari pada ku sakiti Biar aku yang menderita Lirik indah idolaku Cukup sejuk melindungi aku Dari panas ocehan semua Atas salah ku kepada mereka Ku tutupkah mulut ini Agar sepatah kata menyakiti Tertahan bahkan mati Haruskah ku sendiri Memang tiada teman untuk ku YAng baik dan mengerti Kekurangan pada diri ini Jika memang tidak ada Ku siap hidup sendiri Dengan merantau ke pulau seberang Ku jalani hidup yang tenang Created by Aridea Purple
0
Oct 19, 2011
Oct 19, 2011 at 12:44 PM UTC
Derita Hati
Jakarta, Selasa 3 Februari 2009 Tahun baru t'lah berlalu Tak ada rasa senang sedikitpun di hati ku Terasa sedih awal kehancuran Yang kan menimpa awal hidupku Bulan pertama t'lah berlalu Terlihat kesibukan dalam hidupku Hingga ku lupakan kewajibanku Amarah pun datang dari Ibu Ku merasa bersalah.. Tapi... Tak terasa ada salah Bulan ini penuh derita Februari sumber derita Ku harap di esok kelak Ku bisa terlepas dari derita Ku tak ingin menderita Ku rela awal ini saja menderita Created by. AP
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:39 PM UTC
Awal Februari Derita
*Ini aku, gambaran hatiku Kusertakan padamu, kusisipkan untukmu* Sejenak aku rebah, luka tanpa daya Aku didera puluhan cabikan Aku kalah dalam perang Perang melawan hatiku Gersang namun hujan Tandus namun ranum Itulah hatiku Malam demi malam kulalui Dengan mata terjaga Hari demi hari kulewati Ditemani gundah gulana *Aku yang hanya menunggu, bagaikan menantang murka laut* Tiang layarku patah dihantam ombak Kain layarku robek diterjang badai Aku terombang-ambing antara suka dan duka Ombak bergulung-gulung menanti di depanku Aku menoleh ke belakang, Menimang untuk merubah haluan Kutak rela
0
Aug 29, 2017
Aug 29, 2017 at 1:47 PM UTC
Gambaran Hatiku
esensi sebuah cinta bukanlah pelampiasan perasaan kepada seseorang. esensi sebuah cinta adalah saat [ia] rela meminjamkan kebahagianya hanya untuk melihat [dia] tersenyum. kemudian seseorang bertanya, "lalu mengapa [mereka] harus berpisah?" sungguh, hanya semesta yang tau mengapa mereka harus berpisah. mungkin ideologi cinta yang selalu mereka gengam tidaklah memliki arti yang sama lagi, biarlah semesta yang menjawabnya. tetapi, jika semesta ini melukis dirinya dengan sebegitu indahnya, bisa apa kita selain jatuh cinta?
0
Feb 5, 2019
Feb 5, 2019 at 6:12 AM UTC
Esensi sebuah Cinta
Meski berlainan tempat Ku tahu satu hal yang tepat Pengkhianatan sang Sahabat Yang rela menjatuhkan laknat Dunia tak berarti Piker saja nanti akhirat Mengumpulkan dosa yang banyak Begitu pun aku yang tak sempurna Doa selalu terpanjatkan Agar surge terasa nikmatnya Berhiasan hari dan suasana yang indah Namun neraka tempat yang tepat
0
Oct 16, 2011
Oct 16, 2011 at 10:05 AM UTC
Pengkhianat Sahabat
APA KAU TAK DENGAR ?? Sebuah nyanyian gerakan melingking lurus tajam ke arah penguasa yang menusuk hati rakyat. Para pemuda dan mahasiswa yang berada dalam pusaran arus kerusakan Maka tiada lagi, kita harus melawan ! Disaat buku hanya berada dikantong saku berdebu Disaat pena tak lagi mengeluarkan goresan tajamnya Disaat megaphonemu tak lagi bersuara karena usang Disaat tongsismu membunuh sikap kritis ! Mana raunganmu wahai Pemuda ? Keluarlah dari barak kos dan sekretariatanmu Mahasiswa ! Apa kau tak dengar ?? Mana raunganmu wahai Pemuda ? Keluarlah dari barak kos dan sekretariatanmu Mahasiswa ! Apa kau tak dengar ?? Sungguh ibumu tak kan rela melihat dapur rumahnya yang tak lagi mengepul Apa kau tak dengar ?? Sungguh bapakmu tak kan rela melihat kau menderita karena miskin tenaga Apa kau tak dengar ?? Sungguh jalan raya merindukan berbagai aksi aksimu disetiap hentakan langkah kakimu Apa kau tak dengar ?? Sungguh engkau adalah Generasi yang diharapkan ummat Muhammad ! Wahai Mahasiswa.. Kau pembebas dunia Wahai Mahasiswa.. Kau penerus negeri Wahai Mahasiswa.. Dikepalmu Khilafah ! Wahai Mahasiswa.. Dikepalmu Khilafah ! Wahai Mahasiswa.. Dikepalmu Khilafah ! ‪#‎RinduPergolakan‬
0
Mar 18, 2015
Mar 18, 2015 at 12:15 AM UTC
ICMS 2014
Pernah aku melihat sebuah keikhlasan dari gugurnya daun pohon jati itu Relakah dia meranggas untuk menghargai waktu. Pernah aku melihat sebuah kerahasiaan dari kata-kata manis seorang ibu Matikah dia menangis untuk menjadi hantu. Tapi seumur hidup aku baru melihat sebuah kejujuran, dari ujung jarimu Yang membelai untaian benang biru kusut, tanpa keluh Berpeluh namun tak mengenal sendu Lalu apa artinya ikhlas tanpa rela ditengah rahasia tanpa kata dibasuh hujan air mata yang tak jatuh Membasahi rona merahmu *Doa kita sampaikan pada awan Nimbus dan bintang Polaris Berharap, berdua kita mendapati senyap Bersama nyala lilin.*
0
Oct 9, 2016
Oct 9, 2016 at 3:30 PM UTC
Merelakan Senyap
katamu, aku hanya butuh percaya. katamu, aku tak perlu menyita waktuku dengan adanya kamu di tiap detikku. katamu, aku pun sudah fasih memahami isi kepalamu. dan, ya, aku memilih untuk percaya. nyatanya, tidak semudah bak sang matahari yang rela menyembunyikan teriknya sepanjang malam untuk memikat sang bulan. kamu hanya tidak tahu seberapa dalam lukaku, kemarin. kamu hanya tidak tahu seberapa besar rasa sakitku, hingga saat ini. entah bagaimana, entah karena apa, terbesit oleh pikirmu untuk melakukan itu. apa ini karenaku? atau memang suratan takdir untukku? bagaimana dengan semua katamu? bagaimana dengan semua percayaku? semukah?
0
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:12 PM UTC
koma
Orang gila mana yang rela memberi semuanya untuk cinta? Orang gila mana yang rela menangis setiap malam hanya untuk satu wanita? Orang gila mana yang rela menunggu cinta untuk datang kembali dengan perempuan yang sama? Aku tau jawabanya, . . Akulah jawabanya.
0
Oct 21, 2018
Oct 21, 2018 at 9:27 AM UTC
Untitled
Hey buddy Engkau yang tak pernah mungkin kembali Kau yang membuatku terjebak dalam sebuah ironi Kita dihadapkan dengan sebuah hukum pasti Semua yang terlahir pasti akan mati Pada masanya 10 tahun penuh makna Bersamamu ku dapat melihat indahnya dunia Ya, indahnya dunia Walaupun sekarang engkau sudah di alam baka Dan sosokmu hanya tergambar dalam sebuah berkas kamera Kehadiranmu kala itu bak seberkas cahaya Yang membuatku tetap ingin bertahan di tengah ketidakadilan dan penindasan yg bermakna Di saat aku tidak bisa lagi melihat sisi baik 'manusia' Ketika aku pulang dari kandang ilmu dengan penuh tangisan Seakan engkau menanyakan 'apa yg sedang terjadi?' Ketika aku hanya ingin berhenti Berhenti dari segalanya Bahkan untuk sekedar bersinggungan dengan udara Engkau seakan tak rela Aku tak pernah ingin mengulang waktu Walaupun itu bersamamu Waktu yang begitu berat bagi hidupku Waktu yang membuat semua yg kucita-citakan seakan tabu Waktu yang telah membentukku sebagai sosok pemalu Malu dalam segala hal Bahkan terlalu malu hanya untuk sekedar mengatakan 'aku' Aku hanya ingin menambah waktuku bersamamu Agar aku bisa membagi kisahku denganmu Aku yang sudah bisa pergi jauh Yang sudah banyak mengenal Medan baru Yang sedikit banyak telah mendapat penerimaan waktu Dulu, saat aku jatuh Engkau selalu ada didekatku Dengan untaian kata motivasi dan semangat alamu Tapi, di usia rentamu Aku terlalu peduli dengan sibukku Hingga ku lupa hanya sekedar menyapa keadaanmu Entah apa yg ada dipikirku Sungguh egois memang Tapi, apa mau dikata Semua telah tertulis rapi dicatatan-Nya Aku hanya bisa menjalankan Dengan tetap menjagamu dalam lamunan
0
Jan 4, 2019
Jan 4, 2019 at 10:20 PM UTC
Memori
Hey buddy Engkau yang tak pernah mungkin kembali Kau yang membuatku terjebak dalam sebuah ironi Kita dihadapkan dengan sebuah hukum pasti Semua yang terlahir pasti akan mati Pada masanya 10 tahun penuh makna Bersamamu ku dapat melihat indahnya dunia Ya, indahnya dunia Walaupun sekarang engkau sudah di alam baka Dan sosokmu hanya tergambar dalam sebuah berkas kamera Kehadiranmu kala itu bak seberkas cahaya Yang membuatku tetap ingin bertahan di tengah ketidakadilan dan penindasan yg bermakna Di saat aku tidak bisa lagi melihat sisi baik 'manusia' Ketika aku pulang dari kandang ilmu dengan penuh tangisan Seakan engkau menanyakan 'apa yg sedang terjadi?' Ketika aku hanya ingin berhenti Berhenti dari segalanya Bahkan untuk sekedar bersinggungan dengan udara Engkau seakan tak rela Aku tak pernah ingin mengulang waktu Walaupun itu bersamamu Waktu yang begitu berat bagi hidupku Waktu yang membuat semua yg kucita-citakan seakan tabu Waktu yang telah membentukku sebagai sosok pemalu Malu dalam segala hal Bahkan terlalu malu hanya untuk sekedar mengatakan 'aku' Aku hanya ingin menambah waktuku bersamamu Agar aku bisa membagi kisahku denganmu Aku yang sudah bisa pergi jauh Yang sudah banyak mengenal Medan baru Yang sedikit banyak telah mendapat penerimaan waktu Dulu, saat aku jatuh Engkau selalu ada didekatku Dengan untaian kata motivasi dan semangat alamu Tapi, di usia rentamu Aku terlalu peduli dengan sibukku Hingga ku lupa hanya sekedar menyapa keadaanmu Entah apa yg ada dipikirku Sungguh egois memang Tapi, apa mau dikata Semua telah tertulis rapi dicatatan-Nya Aku hanya bisa menjalankan Dengan tetap menjagamu dalam lamunan
Continue reading...
44
Bersama suara tawa Terdengung hasrat hati sedikit kata Dia yang berbaik hati Dan saya yang bersakit sakit Merangkak dibawah kebaikannya Menggumam kala dia tertawa Gapai senyumnya yang tak kasat hati Bahkan, rela tenggelam dalam pasir khayalnya Hm, apakah ini saatnya? Pengakuan akan hasrat hati sebenarnya? Mengenai rasa dan karsa Di akhir petang ini, Bersama riakan air dan sapaan ombak Bahkan ditemani oleh anak kepiting lucu Dan lembayung surya sebagai saksi Saya, sang khalayak yang tengah berdiri Memintanya untuk berhenti Baik dalam melangkah, ataupun berlari Karena saya akan mencari sisi ujung lembayung surya yang lain Dan dia tak perlu tahu jika memang tak ingin Terima kasih
0
Aug 7, 2019
Aug 7, 2019 at 11:56 AM UTC
Ujung Lembayung Surya
Lihat.. Kamu hanya berdiri seorang sendiri Tak takut dan tetap berani Bahkan api merah itupun melelehkanmu Angin menyentuhmu dengan lembut Tapi itu akan membunuhmu Namun kau masih bahagia Kau menerimanya dengan senang hati memutuskan dengan percaya dirimu Memberikan cahaya di tempat yang gelap dan dingin Kamu rela dibakar habis Meskipun kamu sudah tahu bahwa kamu .. Tidak akan mendapatkan apapun, mungkin hanya sakit yang kau dapat Bahkan kamu tau akan dilupakan dan lenyap Tapi ini adalah pilihanmu Ingin tetap diam atau bertindak Memberikan cahaya ajaib pada kegelapan ..
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:05 PM UTC
sebuah lilin
Nyatanya aku masih terjaga Disaat kuucapkan selamat tidur untukmu Setiap jengkal serat tubuhku tak ingin berpisah darimu Sekalipun malam telah membelaimu dengan lembut, siap sedia menyanyikan lagu tidur untukmu Aku tak rela Nyatanya aku masih bermimpi, di pagi hari kau membangunkanku Tak ingin kulepaskan genggaman tanganku Tak ingin kusudahi wajah kita yang saling menatap Takkan kubiarkan hangat tubuhmu menguap Aku tak ingin terjaga Nyatanya aku merindukan dirimu Saat aku mengurungkan niat untuk berkabar Saat amarah memberi mata pada cinta, hingga ia tak lagi buta Ketika tawa tak lagi terdengar Ketika kata tak mampu terucap Aku tak ingin berpisah Nyatanya kau tetap setia Sekalipun cintamu berlayar dalam diam Kala sumpah serapah yang membabi buta, mengawali malam kejam yang tak membiarkanmu terlelap Meskipun air mata telah menggantikan suara Dan dua surga yang tak bisa bersatu Maafkan aku
0
Sep 9, 2018
Sep 9, 2018 at 9:21 PM UTC
Nyata Kita
Dropping crops in the hottest bus stops riding in a drop top actin like I’m the Rock White skin shinning at the shin dig with my dawg Jim, I’m grinning cause I’m winning and my life is just beginning. Don’t let the grey hair fool ya, I be a cool brah with a tool kit fix your drain pipe in the rain won’t complain, **** I don’t even need paid. sound insane? Then run away, but if you stay you just may see the day when money fades away Replaced with face to face interpersonal rela –tionships… spinach dip? Kung-Foo grip… Please don’t trip cause I’m I be ripped like Snoop in the ‘09 coup de ville, I still drive an old ride But its paid off and is environmentally soft, I mean it don’t pollute unless I have my boot and sweet vermouth… that ain’t the truth I was a drinking youth left that **** back at the booth now I only smoke on the herb and swerve through the herd not a star wars nerd but I no like the beep beep beep, **** ain’t cheap gotta work too reap the benefits of this nation rise above your station and start with contemplation, make a plan and take a stand be the man like the marvel cat Stan see that’s a little nerdy but we all have those traits I just keep mine at bay saying praying is gay middle finger swinging both this and that a-way. Truly do not give one **** bout your luck of the rims on your truck, more impressed with duck eggs and the ruckus made when a barn gets raised like I’m an Amish Bruce Wayne. Getting paid in meager wages still rocking a pager never wager on sport teams and smudge with white sage.
0
Jan 11, 2016
Jan 11, 2016 at 4:23 PM UTC
16 bar ******** take two
Dropping crops in the hottest bus stops riding in a drop top actin like I’m the Rock White skin shinning at the shin dig with my dawg Jim, I’m grinning cause I’m winning and my life is just beginning. Don’t let the grey hair fool ya, I be a cool brah with a tool kit fix your drain pipe in the rain won’t complain, **** I don’t even need paid. sound insane? Then run away, but if you stay you just may see the day when money fades away Replaced with face to face interpersonal rela –tionships… spinach dip? Kung-Foo grip… Please don’t trip cause I’m I be ripped like Snoop in the ‘09 coup de ville, I still drive an old ride But its paid off and is environmentally soft, I mean it don’t pollute unless I have my boot and sweet vermouth… that ain’t the truth I was a drinking youth left that **** back at the booth now I only smoke on the herb and swerve through the herd not a star wars nerd but I no like the beep beep beep, **** ain’t cheap gotta work too reap the benefits of this nation rise above your station and start with contemplation, make a plan and take a stand be the man like the marvel cat Stan see that’s a little nerdy but we all have those traits I just keep mine at bay saying praying is gay middle finger swinging both this and that a-way. Truly do not give one **** bout your luck of the rims on your truck, more impressed with duck eggs and the ruckus made when a barn gets raised like I’m an Amish Bruce Wayne. Getting paid in meager wages still rocking a pager never wager on sport teams and smudge with white sage.
Continue reading...
17
"Bahwa bukan kesedihan yang nyala Di ruang mata, melainkan hakikat rela" (Kisah Soe Harry, 2 - Astrajingga Asmasubrata) aku datang padamu dengan surah yasin dan rasa ingin bertemu yang tak bisa dicukupkan oleh simpuh sujud seorang anak yang imannya sedang runtuh. ayat demi ayat menjelma percakapan kita tentang hakikat hidup dan mati: tentang hidup adalah seluruhnya ibadah dan mati adalah nikmat tertinggi. mad dan waqaf menjelma tempatku berhenti: tempat aku meluruhkan air mata saat terbayang wajahmu yang tak bisa lagi kupandangi. aku bertanya seberapa rindukah tuhan padamu tetapi tak ada jawaban meski telah aku cari di setiap lembar yang sebentar lagi menuju akhir. aku bertanya akankah kau bangun untuk sekadar menyapaku tetapi tak ada jawaban meski aku telah sampai di ayat kun fayakun.
0
Aug 3, 2017
Aug 3, 2017 at 9:47 AM UTC
ziarah
Tak ingin hilang, tak ingin juga berpetualang. Seakan tak rela, Namun juga tak ingin menyesal nantinya. Kau yang berdiri diujung jalan Dibaliknya terdapat penyesalan Dia yang berjalan disisi Angannya yang tak pasti Temanku berkata, “sudahlah jangan kau pikirkan yang belum pasti” Tapi kenyataannya aku yang tak tau bagaimana caranya berhenti “Nanti kau juga capek sendiri”, sahutnya.
0
Dec 21, 2020
Dec 21, 2020 at 11:48 AM UTC
Sudahlah