Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"rasanya" poems
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
0
Mar 13, 2016
Mar 13, 2016 at 9:12 AM UTC
sepucuk senja januari
*lagi, aku menulis untukmu. tidak pernah bosan jemari ini menari diatas kertas putih merangkai kata hanya untukmu, seseorang yang lebih berharga dari sebutir berlian termahal di duna ini. teruntuk seseorang yang namanya masih belum mampu aku tulis diatas kertas ini, selamat hari minggu. semoga minggu depan lebih baik dari minggu ini. tenang saja, aku sudah meminta kepada Tuhan untuk menukar seluruh kesedihanmu selama seminggu ke depan dengan kebahagiaanku. ah, tenang saja. aku bisa menahan rasa sedih sebanyak apapun itu. apa kabar? bagaimana senjamu kemarin? apakah mengesankan? ah, sangat disayangkan. bagiku, setiap senja datang mengunjungi mengintip dari sela-sela jendela kamar, sinarnya selalu mengingatkanku kepadamu. aneh, bukan? hah, mengapa setiap hal yang aku lihat selalu mengingatkanku padamu? mau sampai kapan kamu tetap bersarang dibenakku? tapi aku berjanji, setelah kamu selesai membaca surat usang ini, aku sudah melupakanmu dan seluruh kenangan indah tentangmu. tujuanku kali ini adalah untuk mengucapkan terima kasih. terima kasih telah mengajariku bagaimana rasanya dijaga dan diperhatikan. bagaimana rasanya jatuh hati. bagaimana rasanya ditinggalkan begitu saja. bagaimana rasanya mengukir rindu diatas batu. aku ingin berterima kasih kepadamu. dan aku berterimakasih kepadamu. karenamu, aku dapat paham bagaimana rasanya mencintai seseorang tanpa timbal balik. aku hendak pergi. maka itu, aku menulis surat ini sebagai tanda perpisahan denganmu. aku akan pergi meninggalkanmu di belakang. aku akan melepasmu pergi, membiarkanmu mencari kebahaigaanmu sendiri. karena aku akan berkelana mencari kebahagiaanku. aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku. aku ingin bebas leluasa mencari penggantimu. tidak mungkin selamanya aku akan hidup di dalam bejanamu. sudah cukup banyak air mata yang tertahan karena diam mengagumi dari jauh. hal itu sudah cukup membuat hati tersayat sangat dalam. bahkan dengan kecupan macam apapun tidak akan memperbaikinya. satu hal yang aku minta darimu. berbahagialah dengan siapapun itu perempuan pilihanmu. hargai dia dan perlakukan dia seperti dia adalah perempuan terakhir yang akan kamu lihat. aku tidak akan pernah berhenti mendoakan kebahagiaanmu. dimanapun kamu berada, berbahagialah. selamat tinggal. terima kasih untuk 1.700 hari ini. aku belajar sangat banyak. aku tidak akan melupakanmu seutuhnya. aku akan selalu mengingatmu sebagai senja favoritku.*
Continue reading...
10
Waktu aku kecil Dunia adalah kubus empat belas inci Yang menayangkan gambar warna-warni Penuh imajinasi Waktu aku kecil Dunia adalah permen loli warna pelangi Merah jingga kuning hijau biru nila ungu menari Rasanya manis seperti senyum mentari Waktu aku kecil Dunia adalah bulir-bulir air hujan Yang jatuh mengaliri selokan Disambut riang tawa kawan-kawan Waktu aku kecil Dunia adalah daun-daun kering Tertiup angin ketika fajar menyingsing Lalu berputar seperti gasing Waktu aku kecil Apalah arti politik dan ekonomi Tak mengerti sengketa dan perang sana-sini Yang aku mau boneka Barbie! Sekarang.. Waktu dan Aku sudah tidak kecil lagi Waktu tambah berisi Aku bertambah tinggi Harus lalui gejolak emosi Tak bisa bicara seenak hati Harus menyadari Banyak tanggung jawab masih menanti Waktu.. maukah berputar bersamaku? Biarkan angin bertiup Kembali ke masa itu
0
Jul 17, 2013
Jul 17, 2013 at 10:13 AM UTC
Waktu Aku Kecil
Kau ini siapa? Aku berbicara seakan sangat mengenalmu Menyebut namamu penuh kerinduan, seakan dua sahabat yang sudah lama tak bertemu Aku serius bertanya, Kau ini siapa? Menceritakanmu ke teman-teman ku di sekolah, seakan kau ini seseorang yang ku kenal di dekat rumah Aku sekali lagi bertanya, Kau ini siapa? Tahukah kamu aku mencintaimu tidak sengaja, mengenalmu memandangmu hanya dari kata-kata Kau ini terbuat dari apa? Mencintaimu sungguh menyakitkan Ingin rasanya aku mati saja Terkubur bersama rasa ini Rasa sakit yang entah mengapa, sakit karena mencintaimu terlalu dalam
0
Jun 11, 2012
Jun 11, 2012 at 3:01 AM UTC
Kau Ini Siapa?
*ada kalanya dimana aku akan duduk tersungkur di pojok ruangan memandangi selembar foto dirimu tersenyum bahagia disebelahnya kau sangat cocok bersamanya bahkan, tangan yang dulu rasanya pas disela-sela tanganku itu terlihat lebih cocok bersamanya dibandingkan denganku sudah beberapa kali aku mencoba untuk merelakanmu tanpa pernah memilikimu ikatan batinku terlalu kuat tidak bisa begitu saja aku melepasnya 4 tahun bukanlah waktu yang sebentar, bukan? aku sudah tidak menunggumu pulang lagi karena aku tahu kau tidak akan pernah pulang lagi kepadaku dan aku harus belajar melepasmu*
0
Aug 14, 2014
Aug 14, 2014 at 8:53 PM UTC
tanpa judul
Sifat jahat kembali lagi Hancur hidup ku saat ini Karena ucapan kali ini Dan aku pun menangis Gerah rasanya hidup ini Aku di sini hanya lirih Apa yang bisa aku akhiri Bila semua takkan terakhiri Akankah ku pergi lagi? Diam tanpa harus bicara lagi? Menangis di malam lagi? Dan mendengar lagunya kembali? Aku kangen Arlonsy lagi Aku ingat Arlonsy lagi Aku menangisi Arlonsy lagi Dan aku mimpi Arlonsy lagi Aku dengar suara dia Aku dengar melodi dia Aku dengar detak jantung dia Dan aku dengar segala tentang dia Aku menangisi dia lagi Aku rindu dia lagi Aku kenang dia lagi Dan aku ingin dia kembali
0
Oct 22, 2011
Oct 22, 2011 at 10:19 AM UTC
Aku Ingin Dia Kembali
Palembang, Rabu 26 Juli 2011 Aku sayang dia Aku jaga dia sejak pertama ku milikinya Ku genggam erat dia seakan tak ingin berpisah Ku selalu awasi dia tak ingin kehilangannya Dia selalu ada di setiap ku butuh Kawan terbaik mencurahkan inspirasiku Tak terbayang jika dia pergi tinggalkan ku Atau hanya hilang tanpa jejak atau pesan sekalipun Yang pertama, tak bisa terganti Sekali sayang, dan akan terus selamanya Perasaanku tak tercurah tanpanya Berhari-hari aku bersamanya dengan setia Namun di hari itu aku kecewa Yang aku sayang yang terus aku jaga Dia mati di kala waktunya belum tiba Aku kecewa ketika mereka membunuhnya Aku marah, aku kesal Aku minta mereka mengembalikannya Tapi yang ku dapat hanya heningan Tanda mereka tak mau berbuat apa-apa Aku sudah tahu jawaban mereka Meskipun belum terucap, hanya bahasa gerak Mereka tidak mengerti rasanya kehilangan Mereka tidak peduli dengan perasan orang Ku hanya ingin pertanggungjawaban Dan kembalikan dia kembali ke genggamanku Tolong sekali saja Kalian mngerti perasaan seseorang Dia adalah pena ungu yang paling ku sayang "Pena Ungu ku tinggal kenangan"
0
Oct 28, 2011
Oct 28, 2011 at 1:40 AM UTC
Pena Ungu
sedikit demi sedikit, aku sudah tidak merasakan kamu di cangkir kopiku setiap pagi. entah rasanya mengapa sangat sangat habar. seakan kamu sudah benar-benar pergi dari sini. tidak ada yang membuat jantung ini seakan sudah tidak berada di tempatnya lagi ketika mataku menangkap sosokmu. aku tahu, nantinya memang kamu akan pergi. mencintai pilihanmu yang lebih sempurna dariku. aku hanya manusia, mi querido. aku bukan dia yang lebih dari manusia normal. dia spesial untukmu. sedangkan aku tidak. oh, tidak. aku tidak pernah kemana-kemana. aku tidak pergi. aku tetap disini dan menunggu. hanya sepertinya kamu saja yang tidak pernah sadar jika aku disini. sudah menerka-nerka. semua ini akan berakhir tidak berbalas. semua ini berakhir sia-sia. tapi apakah kamu tahu? semenjak kamu bersama dia, aku sangat menikmati hobiku merangkai aksara tentangmu. walau kadang maknamu sudah terasa hambar. kamu tahu mengapa? karena tangan ini tidak akan pernah mampu meringkuh wajahmu dan mulut ini akan kaku ketika bertatapan denganmu. aku membiarkan tangan ini menari-nari diatas papan kata dan merangkai karangan tentangmu.
0
Aug 11, 2014
Aug 11, 2014 at 7:09 PM UTC
tidak terucap
Palembang, 25 Juli 2011 Ketika kita sangat mencintai seseorang, kita akan melakukan apa saja untuk dia. Ketika kita tak bisa bertemu orang yang kita cinta, rasanya sedih sekali hati kecil kita. Ketika yang kita miliki terluka atau diambil orang lain, pasti kita akan merasa sangat marah. Ketika orang-orang yang kita cintai sedih, kita pasti ikut menangis. Ini bukan tentang mencintai satu orang saja. Tetapi semua orang dan benda juga. Perasaan itu hanya bisa dirasakan oleh orang yang memahami arti cinta sesungguhnya dan orang yang mencoba mengerti arti hidup sebenarnya
0
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 7:09 AM UTC
Perasaan
Jumat, 27 Agustus 2010 Satu lagi momen tak terelakkan Aku jatuh cinta lagi Lebih dari seorang kali ini Tak bisa aku memilih Hanya bisa menjalani hingga henti Menguap rasanya hatiku Hingga kini ku tak mampu berdiri Hanya terpaku dan terlarut dalam lamunan Yang begitu tinggi dan tak pantas ku lamuni Kini ragaku mulai mencair Sedikit demi sedikit mulai bercerai Mengarah sendiri tanpa tujuan Meninggalkan jiwaku yang tersiksa Jiwa ku sakit... sakit... Ragaku lenyap, perih, perih Datanglah... Sembuhkanlah... Ku mohon, Ku tak mampu hidup sendiri Created by. Aridea .P
0
Oct 17, 2011
Oct 17, 2011 at 12:53 PM UTC
Cinta Yang Lain
Palembang, 11 Januari 2015 Aku jatuh cinta lagi Benarkah ini cinta? Mengapa rasanya begitu berbeda? Tak ada rasa takut saat aku menatap matanya Tak ada rasa sungkan untuk menyentuh kulitnya Dan aku sangat menyukai bau tubuhnya Aku suka bersandar di punggungnya Menyandarkan keningku di tengkuknya Memainkan jemariku menyentuh punggungnya Mencium aroma parfumnya Aku suka berjalan di belakangnya, menunduk Memandangi langkah kakinya ketika berjalan Sangat lebar dari langkah kakiku Aku tak mampu menyusulnya Di saat seperti itu aku membutuhkan tangannya Tuk menggenggam tanganku Menuntunku tuk berada di sampingnya Agar aku tidak tertinggal Apa benar aku mencintainya? Tapi tunggu dulu Apa itu cinta? Bagaimana rasanya mencintai seseorang? Apa yang akan aku lakukan ketika mencintai seseorang? Inikah cinta?
0
Jan 10, 2015
Jan 10, 2015 at 12:34 PM UTC
Inikah Cinta?
31 Oktober 2016 Dini hari, Jakarta-Surabaya, Pukul 00.45 30 menit yang lalu, kau bertanya kepadaku, "apa yang membuatmu bahagia?" secangkir kopi, malam dan hujan jawabku lalu kau mengernyitkan kedua alismu dan bertanya, "kenapa? kopi itu pahit, malam itu sendu dan hujan hanya membawa pilu" "Karena aku menyukai kejujuran pada kopi, Ia jujur akan dirinya. ia yang pahit rasanya. ia yang hitam parasnya. tanpa bersandiwara. tapi itulah hal yang mencandu darinya. Karena aku menyukai kesederhanaan malam, Ia tak perlu harus bersinar, ia cukup indah dengan bintang di dalamnya tanpa dengki ingin menjadi siang. Karena aku menyukai keikhlasan hujan, Ia tetap ikhlas menjatuhkan dirinya meski banyak yang memaki dirinya dan berharap ia tak pernah datang." kau termenung kembali, dahimu berkerut memikirkan sesuatu "apakah hanya itu?" tuturmu lagi dan aku hanya tersenyum, "aku hanya ingin menjadikan diriku seperti mereka, tidak berlebih pun tidak mengapa, hanya ingin menjadi dan merasakan kejujuran seperti kopi, kesederhanaan seperti malam dan keihklasan seperti hujan." kau tersenyum mengejek "Kau terlalu naif" tandasmu dan aku hanya tergelak, seperti itulah aku, jawabku pada akhirnya, kau turut tergelak jua bersamaku menutup pembicaraan dini hari kita kala itu.
0
Oct 30, 2016
Oct 30, 2016 at 2:05 PM UTC
Jakarta - Surabaya
berdiri aku di tengah sibuk pasar kelihatan ragam manusia -bermacam ada yang berpaut berpegangan tangan aku tahu rasanya indah dan sentiasa selamat di kedai kecil sana ada anak menangis meminta untuk dibelikan --umpama masalah dunia, paling besar tersenyum aku hai anak, andai kau tahu apa itu resah remaja dan getir si tua pandangan aku terkunci pada yang keliru ditangan nya penuh dengan pilihan dan aku kenal rasa itu dimana cuma mahu yang sempurna sekali lagi aku tersenyum --mana mungkin ada yang cukup keluh aku pada dunia pentas paling besar dan ramainya pemain pentas ini ada yang yakin dengan watak nya yang biasa sahaja juga ada aku? aku cuma memerhati dan syukur kerana masih punya nikmat untuk rasa riuh pasar -f 611am 3rd oct
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 8:21 PM UTC
bising dan riuh
waktu tidak serta merta memberi salam maupun pamit ia berjalan saja mengikuti poros dan terkadang aku tak merasanya cepat.. kemarin rasanya aku baru akrab denganmu, setalah kebungkaman yang berbicara menahun aku hanya bisa tertawa, jika aku ingat dulu. kamu dan aku kemudian dibawa waktu untuk saling bicara untuk pertama kali sebenernya aku dipaksa karena aku membutuhkan bantuanmu aku memanfaatmu..agar kita dekat mungkin itulah cara-Nya maaf.. sampailah kita diakhir studi kuliah topi bertali dan jubah sudah mantap kita kenakan tapi dihari itu aku tak melihatmu mauku melihatmu dengan jas hitam dan kemeja merah mudamu yang manis tapi aku senang. semoga kamu gapai maumu selalu dan selamat.. aku masih merepotkanmu hingga detik ini
0
Nov 30, 2018
Nov 30, 2018 at 9:44 AM UTC
Untitled
Tadi pagi kumakan anggur ungu Buah kesukaanku Asam manis rasanya Tapi kulahap langsung semuanya Taksadar ku gigit bijinya Kecil dan tak nampak Bergizi pun tidak Dan kecut ternyata Seperti rasa ini Yang tak dihirau orang banyak Juga kecut dihati kurasa Tak berigizi memang Tapi kalau tak dimakan mentah-mentah Rasa itu takkan ada matinya Malah hanya terbuang dan terinjak Dan berakhir dipembuangan
0
Jun 30, 2014
Jun 30, 2014 at 11:43 AM UTC
Biji Anggur
berawal dari waktu memaksaku menyeret kakiku melangkah gontai sambil pergi aku merengek, terisak ! dan mengadu pada-Nya tunggu ini secepat aku berkedip barusaja ya, dulu memang aku kecil nyaliku memang masih payah masih terjerat pada keduanya bahkan sekarangpun.. keduanya ingin aku yang terbaik aku tak tahu yang dirasa mereka tapi aku sendiri berontak menyalahkan waktu yang jelas tak akan berhenti aku kutuk waktu mengapa begitu kilat ragaku masih ingin tetap dirumah tunggu, sejenak aku merasa keliru bukankah ini baik aku juga ingin membuat keduanya senang mimpi harus coba kupanjat tangga itu sudah dihadapanku aku termasuk yang beruntung bersyukurlah! batinku melerai aku meyakinkan diriku sekuat tenaga "ini bukan rumahku" gertakku saat aku tiba ditempat asing itu akupun terpaksa tinggal demi pengetahuan yang ingin kuraup iya, jika belum paham akan kujelaskan aku seorang mahasiswa sekarang predikat yang melekat padaku kini berat.. pandangan semuanya akan berbeda terhadapku sungguh aku menemui teman baik berjuang sama sama, namun tetap harus sendiri aku menarik nafas.. waktuku kini juga telah memaksaku rasanya pagi sudah menjadi sore agaknya aku harus selesaikan hariku mengerjakan tugas akhirku disana...
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 11:28 PM UTC
GARIS WAKTU
Palembang, 27 Maret 2017 Hari ini aku tak ingin berhenti menulis Bagiku menulis itu sangat berarti Aku bisa mencurahkan isi pikiranku tanpa aku harus berucap Ucapanku terkadang tak didengar orang, kau tahu? AH, bukan! Ucapanku bahkan tak pernah didengar orang Aku hanya batu, yang hanya dilangkahi orang setiap kali berjalan Hari ini mentari bersembunyi di balik awan mendung Namun panas teriknya masih bisa ku rasakan dikulitku Aku hanya bisa berteduh di bawah atap kamarku Padahal jiwa ini ingin sekali menari di bawah mentari Padahal kaki ini ingin sekali tenggelam di pasir pantai yang kasar Ingin sekali rasanya membawa diri ini ke air laut biru nan luas Aku ingin sekali mengapung di air garam yang bening Namun yang kulakukan hanya mengetik tulisan tak berarti Hujan mulai turun Apa daya aku hanya bisa menunggu Aku terkurung di dalam dunia sendiri AKu belum berani tuk berkelana sendiri
0
Mar 27, 2017
Mar 27, 2017 at 1:11 AM UTC
Untitled #4
Aku ikut tertawa Aku ikut tersenyum Tapi rasanya berbeda Aku bersama mereka Tapi aku tidak bisa menggapai Dan tidak ada yang menggapai..ku Ku kira aku air Ternyata aku hanya embun Ku kira aku cahaya Ternyata aku hanya bayangan Aku berada di kotak ilusi Berdinding fatamorgana Bersama tapi terpisah Hanya aku Hanya aku yang dipisahkan Haruskah ku pergi? Atau mereka yang ternyata berbeda?
0
Nov 3, 2018
Nov 3, 2018 at 12:10 AM UTC
Beda Rasa
Palembang, 20 Januari 2013 Rasanya kalau sudah bicara denag-Nya, Seperti menempelkan goresan luka di hati dengan hansaplas Pedih, tapi lekas sembuh Tak berdarah, tak berbekas Rasanya kalau selesai mengadu pada-Nya, Seperti membersihkan darah yang menetes dari ujung jari Perih, dan darah kan berhenti Luka tertutup kembali Rasanya kalau belum menghadap-Nya, Seperti menunggu pengumuman juara kelas di sekolah Detak jantung berirama kencang Perut mual bak naik Halilintar Malah tangis memecah
0
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 10:02 AM UTC
Rasanya
Di saat ku termenung Dia selalu ada untukku Di saat aku sedih Dia selalu menghiburku Sahabatku sangat sayang padaku Aku pun begitu, Tak ingin rasanya aku menyakitimu Mari kita bermain, bercanda sesuka hati Agar persahabatan kita akan selalu abadi
0
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:59 PM UTC
Persahabatan Abadi
aku ini bagai puisi usang bukan? yang kian terlupakan seiring berjalan nya waktu. hingga akhirnya, dianggap telah lenyap dari bumi. tapi sebenarnya, aku tidak benar-benar lenyap, aku hanya sedang menghilang, dan tidak ingin di temukan. bagaimana rasanya kini? setelah aku mencoba tuk sembunyi. adakah kau berbalik mencari? hei, bahkan untuk sekedar melirik pun kau enggan bukan? aku ini seperti tengah berharap kepada batu. karna kamu akan tetap diam, dan tidak akan pernah berubah. apa kau tahu?, puisi yang dulu kau campakkan, kini telah berubah menjadi syair lembut yang mematikan.
0
Nov 23, 2018
Nov 23, 2018 at 3:21 AM UTC
Puisi usang
Rasanya tubuhku seperti ditikam jutaan kali Ragaku,perlahan mati Rasaku hancur tak bertepi Dan kau si bajingan,yang ku dambakan Yang selalu ku beri pujian Yang detik ini masih pertahankan Tapi malah membunuh ku secara perlahan Aku benci hadirmu yang selalu membayangi diri Disaat ku mulai melangkah kan kaki Sejauh mungkin, melupakan kau Dan rasa kita yang perlahan mati Tolong,untuk kali ini Jadilah bajingan yang sedikit punya rasa baik hati Bantu sedikit aku memulihkan raga ini Bantu aku sedikit percaya diri Bahwa kau memang sudah sepantasnya tak di sisi Pergilah jauh dan tak perlu lagi kau kembali disini Rasaku sudah mati Sejak kau memilih berlalu pergi Aku benci Tapi aku mencintai
0
Jun 9, 2019
Jun 9, 2019 at 11:09 AM UTC
Kau si bajingan yang ku cintai
ini ceritanya jejak si bucin 'dasar bucin !' 'mau mauan aja, bucin !' 'jangan bucin kenapasih !' salah menyampaikan sayang ? salah menyuarakan cinta ? salah mengekspresikan kasih ? itu semua salah ? terlebih terhadap pasangan sana sini memandang, bucin kenapa ? berlebihan ? ya. demi botol nestle kemarin mungkin berlebihan tapi tidak juga apakah lebih baik pistol dan pisau daripada bunga dan pita ? iya saya juga bingung bucin dianggap remeh seperti benda yang harus dilepeh ada apa si dengan bucin ? makhluk hidup yang mengekspresikan rasanya kan ? ah tidak tau tapi semenjak aku bertemu dia aku tidak apa disebut bucin karena membuat lengkung di bibirnya salah satu pencapaian sudah ya, pokok pikirannya tidak dapat. sudah pusing. hahaha. salam bucin !
0
Dec 1, 2018
Dec 1, 2018 at 7:01 AM UTC
bucin