"pikirkan" poems
Palembang, 2 Februari 2011
Yang mereka tahu, aku hidup enak.
Yang mereka tahu aku tak ada masalah.
Yang mereka tahu juga, aku selalu bersenang-senang.
Tapi tahukah mereka bahwa aku terluka?
Bahwa aku sakit, tak berdaya?
Saat aku jatuh, saat aku sendiri?
Tahukah mereka?
Tahukah mereka aku ingin menangis?
Tahukah mereka aku selalu terpaksa tersenyum?
Yang mereka tahu hanya aku selalu diam melamun
Tapi tahukah mereka apa yang aku pikirkan?
Mereka tak tahu apa-apa
Tetapi mengapa mereka menghujaniku kritikan yang tidak benar?
Semua yang mereka tahu hanya bagaimana mengkritik seseorang
Tanpa tahu apa yang menimpa orang tersebut.
Nov 21, 2011
Nov 21, 2011 at 7:36 AM UTC
T'lah kumiliki nurani bopok dan renta
Warisan ibu ayah
Membungkus kasih, dengki, segan,
damai, resah, amarah
Begitu bancuh dan arau
Sang aku berbagi pada kekasihnya
Sosok gagah terpercaya
Aku dan gagah melanglang
Beriringan menggandeng nurani
Nurani amat bahagia
Demikian puas ceria
Hingga sosok gagah itu mulai muak
Jemu, bosan katanya
Menghempas jemari aku
Dan mencampakkan nurani serupa buangan
Cakapnya aku bersalah
Tak jago mengenyangkan
Tak tega setilik pun menengok nurani
Menepis muka, aku bertanya
"Apa nurani tak apa-apa?"
Dengan terisak, nurani menyinyir menjawab
"Terlihat nestapa dan pilu dari matamu
Aku tak seberapa
Pikirkan saja dirimu"
Jul 1, 2016
Jul 1, 2016 at 2:21 PM UTC
Suatu hari saya akan bertanya kepada kamu, apa yang menjadi ketakutan terbesar kamu?
Saya sadar, kamu terlalu idealis.
Saya tidak berpikir kita akan menjadi hebat bersama karena kita sempurna tetapi karena kita cacat.
Anehnya kita masih saling mengerti satu sama lain.
Suatu hari saya akan bertanya kepada kamu, apa itu cinta?
Dan kata-katanya akan membuat tubuhku kaku, mengapa kamu begitu takut mencintaiku?
Suatu hari kita akan bertemu lalu saya akan bertanya kepada kamu, apakah kamu ingin tahu apa yang selama ini saya pikirkan?
Kamu ketakutan lalu mengacaukannya.
Suatu haru saya akan menemui kamu lalu saya akan bertanya, mengapa kamu meninggalkan saya?
Kamu tidak bisa menjawab lalu kembali bersembunyi.
Apr 26, 2019
Apr 26, 2019 at 4:39 PM UTC
Halo Tuan,
Masih ingatkah waktu kita tersesat?
Dilabirin Waktu bersama
Kau seolah paham dengan alurnya
Menuntunku
Aku tersenyum dari belakang
Mengikuti tapak kakimu
Ditengah jalan, kau berhenti
“Aku sadar” katamu.
Mari kita berpisah
Dan jika memang benar alurnya,
Kita akan bertemu di ujung labirin ini
Aku berhenti dan menabrak punggungmu
“Mengapa?”
“Apa?”
Aku masih tidak bisa berpikir jernih
Hanya kalimat tanya yang ku pikirkan
Kau tau aku tak paham dengan labirin ini kan?
Dan kau suruh aku berjalan sendirian,
Dengan hadiah “jika benar kita akan bertemu di ujung labirin”
Tidak
Tuan, lebih baik kita tak bersama dari awal
Akan sangat mudah bagiku untuk memahami alur ini jika aku sendiri saja
Terimakasih untuk setengah perjalanan ini
Dan untuk ujung labirin,
Ku harap aku menemukan ujung labirin lain,
Dan kau pasti tau alasannya.
Feb 14, 2019
Feb 14, 2019 at 10:53 AM UTC
kakiku gemetar di seberang sini
di bibir jurang yang menghisap memori
tiap kali kugumamkan padamu
apa yang kau pikirkan?
bayang samar langkahmu menjauh
dengan bunga di sebrang sana
enggan menungguku menerka
apa yang kau rasakan?
kuharap sisa waktumu masih ada
karena masih ada jurang diantara kita
yang memohon tuk direnungkan
apa yang telah kita lakukan satu sama lain? apa yang akan kita lakukan?
Mar 24, 2018
Mar 24, 2018 at 10:40 AM UTC
Seperti biasanya gelisah malam ku kambuh
Datang mengendap-endap lalu tertawa dalam pikiranku, langkah jauh apa lagi yang ku pikirkan, seakan takut akan masa depan, menyendiri menutupi emosi-emosi, bagai bendungan bak meluap, ah jalan konyol apa lagi yang akan ku ambil???, terbenam lah bulan, aku ingin tidur!!!, lampu-lampu dari atas sini ikut menertawakanku!!!, sial.
Ada apa ya disana? negara yang ku impikan, dingin yang akan menusuk tulang-tulangku, bekerja paruh waktu sambil menyelesaikan pendidikanku, ah ternyata perjalananku masih panjang, gelisahku setiap malam.
aku hanya ingin kembali & berdoa dengan tenang.
Jan 15, 2023
Jan 15, 2023 at 3:46 PM UTC
Tidak dicintai adalah anugerah
Kode 10148122
Pikirkan.
Kode 1620999411
SAKSI
Kode 21823A496
Jun 16, 2020
Jun 16, 2020 at 1:17 PM UTC
Tak ingin hilang,
tak ingin juga berpetualang.
Seakan tak rela,
Namun juga tak ingin menyesal nantinya.
Kau yang berdiri diujung jalan
Dibaliknya terdapat penyesalan
Dia yang berjalan disisi
Angannya yang tak pasti
Temanku berkata, “sudahlah jangan kau pikirkan yang belum pasti”
Tapi kenyataannya aku yang tak tau bagaimana caranya berhenti
“Nanti kau juga capek sendiri”, sahutnya.
Dec 21, 2020
Dec 21, 2020 at 11:48 AM UTC