Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"musik" poems
Inderalaya, 27 Agustus 2014 Seorang gadis kebingungan di antara kerumunan orang dewasa yang asyik menikmati pesta dansa yang diadakan penguasanya Matanya biru terang, namun jauh di lubuk hatinya, ia begitu kelam Seorang yatim yang ditinggalkan ibundanya tuk melayani pria yang bukan pasangannya Gadis itu terpaku, hanya sendiri di tengah-tengah manusia lain berdansa berpasangan Namun dia hanya sendirian Musik telah terlalu lama menyeberangi gendang telinganya Otot-otot di kepalanya mulai berontak tuk membuat gadis itu pergi meninggalkan tempat ia berada Namun ia hanya diam, matanya memancar sorot sangat kebingungan Pikirannya terbang jauh menelusuri kenangan saat ia masih balita dibawa Ayahnya pergi ke taman paling indah di negaranya Dentuman keras kaki-kaki manusia yang masih berdansa tanpa lelah dan tanpa jeda Menyadarkan sekali lagi bahwa gadis itu masih sendirian Kaki gadis itu serasa tak mampu lagi tuk melangkah Maka ia mulai membuat gerakan tak berarti pada kedua tangannya. ke kanan dan ke kiri, mengitari tubuhnya Semakin lama gerakan tangannya semakin cepat dan kini gadis itu menari pada akhirnya Sekali lagi, ia menari sendiri, berputar-putar bagai roda yang diputar pedal sepeda Kini semakin cepat gadis itu berputar-putar Semakin cepat Semakin cepat Semakin makin cepat Gadis itu menutup matanya, ia bahkan dapat merasakan detakan jantungnya Ia memutar makin cepat dan sangat cepat Sampai akhirnya di antara putaran yang cepat itu, ia berteriak AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH Ia kemudian terjatuh di pelukan Ayahnya Sang Ayah yang telah lama pergi meninggalkannya Sang Ayah kini kembali, namun tiada satupun manusia di sana menyadari kehadirannya Pesta dansa terhenti dan semua pasang mata tertuju pada pemandangan tak biasa di tengah-tengah mereka Sang Gadis sedang berdansa dengan Ayahnya Suasana menjadi hening, hentak kaki manusia yang sedang berdansa kini benar-benar sunyi Oh kelamnya hidup ini
0
Aug 27, 2014
Aug 27, 2014 at 12:43 AM UTC
Berdansa Lagu Sedih
Inderalaya, 27 Agustus 2014 Seorang gadis kebingungan di antara kerumunan orang dewasa yang asyik menikmati pesta dansa yang diadakan penguasanya Matanya biru terang, namun jauh di lubuk hatinya, ia begitu kelam Seorang yatim yang ditinggalkan ibundanya tuk melayani pria yang bukan pasangannya Gadis itu terpaku, hanya sendiri di tengah-tengah manusia lain berdansa berpasangan Namun dia hanya sendirian Musik telah terlalu lama menyeberangi gendang telinganya Otot-otot di kepalanya mulai berontak tuk membuat gadis itu pergi meninggalkan tempat ia berada Namun ia hanya diam, matanya memancar sorot sangat kebingungan Pikirannya terbang jauh menelusuri kenangan saat ia masih balita dibawa Ayahnya pergi ke taman paling indah di negaranya Dentuman keras kaki-kaki manusia yang masih berdansa tanpa lelah dan tanpa jeda Menyadarkan sekali lagi bahwa gadis itu masih sendirian Kaki gadis itu serasa tak mampu lagi tuk melangkah Maka ia mulai membuat gerakan tak berarti pada kedua tangannya. ke kanan dan ke kiri, mengitari tubuhnya Semakin lama gerakan tangannya semakin cepat dan kini gadis itu menari pada akhirnya Sekali lagi, ia menari sendiri, berputar-putar bagai roda yang diputar pedal sepeda Kini semakin cepat gadis itu berputar-putar Semakin cepat Semakin cepat Semakin makin cepat Gadis itu menutup matanya, ia bahkan dapat merasakan detakan jantungnya Ia memutar makin cepat dan sangat cepat Sampai akhirnya di antara putaran yang cepat itu, ia berteriak AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH Ia kemudian terjatuh di pelukan Ayahnya Sang Ayah yang telah lama pergi meninggalkannya Sang Ayah kini kembali, namun tiada satupun manusia di sana menyadari kehadirannya Pesta dansa terhenti dan semua pasang mata tertuju pada pemandangan tak biasa di tengah-tengah mereka Sang Gadis sedang berdansa dengan Ayahnya Suasana menjadi hening, hentak kaki manusia yang sedang berdansa kini benar-benar sunyi Oh kelamnya hidup ini
Continue reading...
31
Aku berdosa, Telingaku bunuh diri. Sudah baru-baru ini Aku sepenuhnya tuli Aku tak tahu lagi   Apa kata dedaunan Pada tanah yang terantuk lemas dibawah Atau ceracau yang diteriakkan Bunga keparat Untuk mayat dingin si kumbang. Bahkan di restoran tua Yang setiap sela kayunya berdarah dingin, Tempat rintihan musik bisumu selalu dialunayunkan Semuanya hanya tertawa hening lalu mati begitu saja. Dan meskipun duduk menghadapmu Aku masih tak dapat mendengar Suara mengaji jam setengah mati Yang kerap menceritakan Dongeng gelap kita Dari lampau sampai me— La lala la la       lala la lala La la la la la lala            La la la lalala la la La —Lampaui Pemakaman hati yang mati dipancung Di pekarangan rumah tiap senja gulana Yah, baru-baru ini aku tuli Bisu lagi, Mampunya cuma mengumpat dalam tulis. Dan dihadapkan denganmu, Sesekali dalam terkadang Aku anehnya dapat mendengar Serintikan isak tangis yang Sama sekali tidak kita cucurkan Lalu ini semua salah siapa, Kalau aku baru tuli Lalu kamu sudah bisu? Apa memang ini dosaku? Di palangnya tertulis; Nama: Siapapun yang menangis Di sela-sela pengakuan dosa Kematian telinga gila Dan kelumpuhan bibir hambar Kita tiba-tiba melongo, Tuhan tertawa Sabar lagi bahagia, Mengisyaratkan untuk Sudah, ya, Simpul mati saja senyum satu sama lain.
0
Aug 30, 2015
Aug 30, 2015 at 8:46 AM UTC
Pengakuan Dosa Penyair Tuli Pada Sebuah Film Bisu
sore itu dingin. kupandangi tetes-tetes air yang perlahan hinggap di atas permukaan kaca jendela secangkir teh dalam genggaman, berbalut tabahnya menahan rindu. kutunggu kabar namun tak juga kunjung datang duduk di atas kursi teras, menanti suaramu hadir di ujung pesawat. teleponku lagi-lagi kau abaikan, seperti tak pernah sekalipun terlintas minat untuk kau angkat. terlalu sibuk atau apa? biar kunanti lagi bersama rintik hujan. semenit lima menit sepuluh menit dua puluh menit lima puluh menit kutunggu telepon balasanmu namun belum juga kau izinkan aku mendengar suaramu aku diam bersama alunan musik yang dimainkan hujan, air mataku turun biarkan! aku letih berpura-pura merasa tidak sakit hati bersama lantunan rintik hujan, serta guntur yang belum pula lelah bersahutan, pada dunia mereka seolah mengatakan; alam pun bisa menyuarakan air matanya, dan memiliki jeda jujur yang panjang, berhenti berusaha ceria. kemudian aku sadar; seperti alam yang sedang menangis, aku benar-benar letih berpura-pura.
0
May 22, 2016
May 22, 2016 at 7:20 AM UTC
untuk segala hal yang letih berpura-pura
julemusikken går i ring på mc D Julen er musik på en fastfood restaurant Platte pop numre blusser glæden frem i mig Og selvom jeg ikke vil, nynner jeg med i mit hoved Hvad er jul uden plastik og dårlig samvittighed? Hvad får bjælder til at ringe hvis ikke de blev spillet i radioen? Jeg sidder her på det falske lædersæde og drikker cola Og venter på sne For for mig og alle andre på mc D er sne det eneste der mangler
0
Dec 10, 2014
Dec 10, 2014 at 3:00 AM UTC
MC. D
Bapak, aku ingin pulang Aku rindu dengan rumah atau ide akan rumah Tapi kau telah mempunyainya. Aku rindu disambut harum masakan buah tangan sang Ibu Tapi kau tak pernah menyicipinya, Ibu tak bisa masak. Aku rindu berduduk diatas kursi kayu yang terletak di ruang makan Tapi kau bahkan tak pernah melakukannya. Kau, tak pernah makan. Aku rindu akan ruang sesak penuh sayang Akan kentalnya keakraban yang melekat di dinding-dinding bisu; yang dalam diam mendengar isak tangis setiap manusia yang menjajalkan diri dalam rumah ini Akan hangatnya cinta kasih yang tergurat diantara bisingnya suara televisi yang kau nyalakan setiap Minggu jam tujuh pagi dan gaduhnya percakapan seorang diri yang terproyeksi dalam tiap benak manusia, lagi-lagi, dirumah ini. Kau tak akan menemukannya disana Aku dan Ibumu ini hanyalah tamu Kau adalah rumahmu Tapi kau adalah bukan tempat singgah Badanmu bak ruang luas tak terbatas Tamu-tamu tak bisa lalu-lalang melalui satu pintu saja Banyak pintu-pintu lain didalamnya namun tak terbuka Ribuan pintu tersebut tertutup adanya Terkunci dengan rapat Namun kuncinya telah kau telan   Dibalik pintu itu, Lagi-lagi ribuan misteri Teka-teki tentang dirimu yang tersimpan dalam boks berbagai macam ukuran Tersimpan terlalu aman Jiwamu adalah fondasi Kebaikanmu harum masakan yang mengundang setiap orang Keingintahuanmu benda mahal; memikat tamu untuk ingin bertualang ke setiap ruang Kenekatanmu—sisi Sang Pembangkang yang kusayang—menantang mereka untuk tinggal lebih lama Empatimu alunan musik yang menyodorkan kenyamanan Namun parasmu, anakku sayang, Matras termahal yang membuat mereka ingin menginap Hati-hati dalam memberi izin Jaga rumahmu Bersihkan Bagiku Istana terbesar di Dunia tak ada nilainya jika disandingkan dengan Rumah yang kau punya.
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 1:23 AM UTC
RUMAH
Bapak, aku ingin pulang Aku rindu dengan rumah atau ide akan rumah Tapi kau telah mempunyainya. Aku rindu disambut harum masakan buah tangan sang Ibu Tapi kau tak pernah menyicipinya, Ibu tak bisa masak. Aku rindu berduduk diatas kursi kayu yang terletak di ruang makan Tapi kau bahkan tak pernah melakukannya. Kau, tak pernah makan. Aku rindu akan ruang sesak penuh sayang Akan kentalnya keakraban yang melekat di dinding-dinding bisu; yang dalam diam mendengar isak tangis setiap manusia yang menjajalkan diri dalam rumah ini Akan hangatnya cinta kasih yang tergurat diantara bisingnya suara televisi yang kau nyalakan setiap Minggu jam tujuh pagi dan gaduhnya percakapan seorang diri yang terproyeksi dalam tiap benak manusia, lagi-lagi, dirumah ini. Kau tak akan menemukannya disana Aku dan Ibumu ini hanyalah tamu Kau adalah rumahmu Tapi kau adalah bukan tempat singgah Badanmu bak ruang luas tak terbatas Tamu-tamu tak bisa lalu-lalang melalui satu pintu saja Banyak pintu-pintu lain didalamnya namun tak terbuka Ribuan pintu tersebut tertutup adanya Terkunci dengan rapat Namun kuncinya telah kau telan   Dibalik pintu itu, Lagi-lagi ribuan misteri Teka-teki tentang dirimu yang tersimpan dalam boks berbagai macam ukuran Tersimpan terlalu aman Jiwamu adalah fondasi Kebaikanmu harum masakan yang mengundang setiap orang Keingintahuanmu benda mahal; memikat tamu untuk ingin bertualang ke setiap ruang Kenekatanmu—sisi Sang Pembangkang yang kusayang—menantang mereka untuk tinggal lebih lama Empatimu alunan musik yang menyodorkan kenyamanan Namun parasmu, anakku sayang, Matras termahal yang membuat mereka ingin menginap Hati-hati dalam memberi izin Jaga rumahmu Bersihkan Bagiku Istana terbesar di Dunia tak ada nilainya jika disandingkan dengan Rumah yang kau punya.
Continue reading...
36
Dengarkan ketika kau merasa takut, akan semua ketulian, Gosip dan kata-kata tak bermakna, Semua berita peperangan Maupun musik tanpa nada. Telingamu seharusnya takut. Lihatlah ketika kau merasa takut, akan semua kebutaan, Kebajikan yang munafik, Imajinasi yang berlebihan Terlebih jika kau tampik Matamu selayaknya takut. Ucapkan ketika kau merasa takut, akan semua puisi dan syair, Mantra yang mereka panjatkan, pada setan dimana mereka lahir Semua bisu yang kau nyanyikan Bibirmu seharusnya takut. Cintai ketika kau merasa takut akan semua iba dan nestapa, Mabuk dengan segelas kasih, Mereka yang bertelanjang jiwa Sehingga matipun tertatih Hatimu selayaknya takut Pikirlah ketika kau merasa takut akan semua yang dungu, dimana nuklir-nuklir itu mereka sesap, dan kebijaksanaan para ***** dituju Ketika para pendeta tergagap. Otakmu seharusnya takut Rasalah ketika kau merasa takut akan semuanya yang berbentuk, menyerupakan tawa dengan doa, Yang menyayat hiruk pikuk Derap dan tangis yang fana Dirimu selayaknya takut Maka biarkan aku berani Karena kau hidup, dan aku tak punya diri.
0
May 7, 2016
May 7, 2016 at 2:26 PM UTC
Takut
bitter kaffe, salte tårer, rodet værelse, rodede tanker, sprukne læber, en ufortjent karakter, nøgne træer, nøgne kroppe, ****** musik, adskillige vabler, lykkeønskninger fra nogle bekendte, manglede lykkeønskninger fra nogle venner, udspilede øjne, tunge øjenlåg, forsvundet hårnåle, krakeleret neglelak, kortvarig latter, kortvarig solskin, lektier jeg ikke fik lavet, fladt baghjul, velbehag, ubehag, løbende sminke, ukomfortable kram, ulovlig film-streaming, længsel, oprigtige smil, påtagede smil, ubesvarede e-mails, tiltrængte gensyn, sammenbrud over en matematisk ligning, sammenbrud på min fødselsdag, sammenbrud over min farmor, sammenbrud
0
Feb 25, 2015
Feb 25, 2015 at 2:17 PM UTC
opsummering af de sidste par dage:
Dalam kerlap kerlip dunia malam Debuman musik keras menggema dalam telinga Menggeliat diantara tubuh para adam Mengumbar buah dada Menebar wewangian erotis Menarik para lebah mendekat Jalang bukan sembarang jalang Mendesah indah hanya bermodalkan tubuh molek Selembar uang sengaja tersangkut dalam lingerine Senyuman diberikan Membuat libidoku tak terbendung lagi Mengoyak pakaian minim yang menghalang akses untuk menjelajah tubuhmu Kau mendesah lagi Melodi indah mengiringku menuju surga dunia Peluh yang menyatu malam itu menjadi saksi Betapa indahnya tubuhmu bak bidadari Kuhantam titik titik nikmat dalam tubuhmu Kau bernyanyi, nyanyian erotis terindah yang pernah kudengar Kutatap wajahmu, rona merah dan peluh menyatu Wajah sempurna Penglihatanku berkabut Sekelebat cahaya putih menyilaukan terlihat Ketika kita bersama menikmati indahnya surga dunia Benih benih janin tak sanggup kubendung lagi Kau pun mendesah lagi Ah, kau memang bukan sembarang jalang
0
Dec 30, 2016
Dec 30, 2016 at 10:38 PM UTC
MALAM
Disana, Diantara bisingnya kerumunan kota, Aku berdiri sejenak, Mendengar alunan musik mengendus sajak. Beberapa pasangan mata menoleh, Menutur, menyinyir, Mengikuti bayangan dosa lama Yang telah tenggelam, Dilahap oleh manisnya senyum Dan tawa para badut malam. Lepuh, rasanya. Lilin-lilin yang menginduk di kulitku kian meletih Teriak pedih tak kunjung hari Terhambur sudah harapan palsu ini.
0
Jan 19, 2018
Jan 19, 2018 at 10:53 AM UTC
Kecemasan Tak Kunjung Kala
Jeg gemmer mig bag alt. Her for tiden, er det somom der intet forhæng er, foran mig. Jeg kan kun gemme mig bag mennesker jeg elsker, mange ting er ved at gå op for mig nu. Tingene bliver seriøse. Jeg bliver ældre, uden min egen vilje. Og så dog ja. Jeg vil gerne blive ældre, opleve verden, møde nye artsfæller og musik skal spille forbi mig i en **** Jeg vil være lært. Bekræftet. Elsket, ikke af alle, men af nogen. Men lige nu er jeg ikke den jeg vil være, endu. Lige nu skal jeg gemmes væk fra det skæmmende og tænke frem. Ikke være i nuet som alle andre. Ikke kigge tilbage på de gamle billeder. Kun frem. Kune frem. Kun frem. Jeg er der snart. Jeg består ikke det der ****** Men når lige at hoppe med inden det kører fra mig, mod det hvide, uklare lys. Hent mig. Fra dette skræmmende sted. Læg dig ved siden af mig og sig ingen lyd. Kun dig og dit åndedræt, har jeg brug for. Kun dit nærvær. Kun nærvær. Nærvær. Og gem mig væk.
0
Jan 31, 2015
Jan 31, 2015 at 7:06 AM UTC
Gem mig
Er legt die Nadel auf die Ader und bittet die Musik herein zwischen Hals und Unterarm die Melodie fährt leise ins Gebein Los! Los! Los! Bop bop shu bop Er hat die Augen zugemacht in seinem Blut tobt eine Schlacht ein Heer marschiert durch seinen Darm die Eingeweide werden langsam warm Los! Los! Los! Bop bop shu bop Nichts ist für dich nichts war für dich nichts bleibt für dich für immer Er nimmt die Nadel von der Ader die Melodie fährt aus der Haut Geigen brennen mit Gekreisch Harfen schneiden sich ins Fleisch er hat die Augen aufgemacht doch er ist nicht aufgewacht Nichts ist für dich nichts war für dich nichts bleibt für dich für immer - He lays the needle in the vein and he asks the music to come inside between his throat and forearm the melody travels softly in the bones Go! Go! Go! Bop bop shu bop He has closed his eyes a battle rages in his blood an army marches through his bowel the intestines become warm slowly Go! Go! Go! Bop bop shu bop Nothing is for you nothing was for you nothing remains for you forever He takes the needle from the vein the melody travels out of the skin violins burn with shrieking harps cut the flesh he has opened his eyes but he is not awake Nothing is for you nothing was for you nothing remains for you forever
0
Jun 30, 2013
Jun 30, 2013 at 6:32 AM UTC
Adios - Rammstein
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
satu lagi kisah singkat yang sempat terbuang
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Continue reading...
1
Endnu en aften Hvor jeg sidder og skriver digte Som jeg aldrig bliver tilfreds med Bruger aftnen på tumblr og de andre sociale medier Hører  musik Kigger på snapchat  og ser hvad mine snapchat venner laver De er sammen og hygger sig Det føltes som om jeg er den eneste der er alene Men Jeg kan godt lide at være ensom Det er ikke en dårlig ting at være ensom Eller det bilder jeg mig selv ind
0
Jan 9, 2015
Jan 9, 2015 at 7:40 PM UTC
Ensom
jeg så dig danse på en lørdag nat. jeg har aldrig set dig danse før. det var allerførste gang jeg så dig danse. du dansede til et nummer komponeret af en mand med et uforglemmeligt og krøllet navn. og hele rummet summede af lyden af et klaver der blev slået an af en rystende finger og violin strengene der dansede rundt i luften, efterlod rummet i en skygge af pulver drømme og stjerner der faldt ned omkring dine fødder. du dansede noget der kunne minde om en vals. men du dansede den alene. vil du ikke danse lidt med mig i stedet for at gøre det helt alene? det ser så ensomt ud. smukt, dog ensomt. du trak på smilebåndet. men så ej på mig. så kom herhen. du tog mig pludselig i dine arme og scenen var din, min, og vores. jeg har aldrig danset. kun i stuen som lille i min mors gamle balletskørt. og det gik op for mig hvor perfekt min spinkle krop passede i den silhuet der før var udfyldt af noget ingen andre end du kunne se. og scenen var din, min, og vores. verden forsvandt omkring os mens vi dansede mellem stjernerne. jeg forsøgte at få del i dine tanker ved at lade mig suge ind i dit blik....men du havde travlt med at koncentrere dig om dine trin. ikke bare for dansens skyld, men det blik du anstrengte dig for ikke at sende mig handlede ikke blot om dansen men angsten for at træde forkert. hvad ville der ske hvis du så mig i øjnene? jeg kunne mærke din kropsvarme helt ind i sjælen mens du snurrede mig rundt. let og elegant og tilbage i dine arme. se på mig. stjernene var for længst faldet ned men var ikke længere at finde for mine fødder. for du så på mig. du så mig lige ind i øjnene, længe nok til at det  begyndte at gøre ondt da du trådte et skridt tilbage men ikke længe nok til at jeg kom ind under huden på dig. tak for dansen. følelserne... var de ikke lige der? og før jeg vidste af det var der ikke længere andet end mig og den sørgelige musik der nu fyldte rummet med opløste håb og tusind fejl og mangler. på en lørdag nat så jeg dig danse for første gang. jeg havde aldrig set dig danse før. og på en lørdag nat så du mig i øjnene for første gang. du havde aldrig set mig i øjnene før.... .... og jeg har ikke danset siden
0
Mar 2, 2015
Mar 2, 2015 at 3:57 PM UTC
hvis jeg mærkede efter II
jeg så dig danse på en lørdag nat. jeg har aldrig set dig danse før. det var allerførste gang jeg så dig danse. du dansede til et nummer komponeret af en mand med et uforglemmeligt og krøllet navn. og hele rummet summede af lyden af et klaver der blev slået an af en rystende finger og violin strengene der dansede rundt i luften, efterlod rummet i en skygge af pulver drømme og stjerner der faldt ned omkring dine fødder. du dansede noget der kunne minde om en vals. men du dansede den alene. vil du ikke danse lidt med mig i stedet for at gøre det helt alene? det ser så ensomt ud. smukt, dog ensomt. du trak på smilebåndet. men så ej på mig. så kom herhen. du tog mig pludselig i dine arme og scenen var din, min, og vores. jeg har aldrig danset. kun i stuen som lille i min mors gamle balletskørt. og det gik op for mig hvor perfekt min spinkle krop passede i den silhuet der før var udfyldt af noget ingen andre end du kunne se. og scenen var din, min, og vores. verden forsvandt omkring os mens vi dansede mellem stjernerne. jeg forsøgte at få del i dine tanker ved at lade mig suge ind i dit blik....men du havde travlt med at koncentrere dig om dine trin. ikke bare for dansens skyld, men det blik du anstrengte dig for ikke at sende mig handlede ikke blot om dansen men angsten for at træde forkert. hvad ville der ske hvis du så mig i øjnene? jeg kunne mærke din kropsvarme helt ind i sjælen mens du snurrede mig rundt. let og elegant og tilbage i dine arme. se på mig. stjernene var for længst faldet ned men var ikke længere at finde for mine fødder. for du så på mig. du så mig lige ind i øjnene, længe nok til at det  begyndte at gøre ondt da du trådte et skridt tilbage men ikke længe nok til at jeg kom ind under huden på dig. tak for dansen. følelserne... var de ikke lige der? og før jeg vidste af det var der ikke længere andet end mig og den sørgelige musik der nu fyldte rummet med opløste håb og tusind fejl og mangler. på en lørdag nat så jeg dig danse for første gang. jeg havde aldrig set dig danse før. og på en lørdag nat så du mig i øjnene for første gang. du havde aldrig set mig i øjnene før.... .... og jeg har ikke danset siden
Continue reading...
22
I saw what's a writtters block words accummulated on a bubble in complete disorder big smalll and all kindsofonts like a back pain or a sore tooothh trying to go thrugh a funnell with no musik to push them through there are no imaginary worlds it is all real
0
Aug 21, 2014
Aug 21, 2014 at 12:30 AM UTC
Words
- en at kigge på når jeg vågner søndag morgen - en der vil tage min hånd og danse rundt med mig - en at dele de ting der gør mig lykkelig med - en at dele de ting der gør mig bedrøvet med - en som vil have et godt forhold til min familie - en der får tiden til at stoppe i stressede morgner blot ved et kys - en at tage med ud at se på kunst - en at diskutere politik og læse avis med - en som kigger på mig som om jeg var den eneste i verden - en der ville tage med mig til Paris - en som vil kysse min nakke blidt i søvne - en at drikke morgenkaffe og ryge morgensmøger med - en der kan få mig til at grine når jeg har mindst lyst til det - en der vil fortælle mig at jeg er en tåbe når jeg opfører mig ligeledes - en der vil fortælle mig at jeg er kærlig når jeg opfører mig ligeledes - en at læse mine digte højt for - en som vil tage med mig på eventyr og ikke være bange - en der får mig til at føle som den bedste version af mig selv - en at lytte til lækker musik med - en at tænke på når man hører dårlige kærlighedssange - en som tør dele sine tanker og følelser med mig - en at lytte til - en at leve for - en at elske med - en at kysse på - en at have tillid til - en som elsker mig på trods af mine fejl - en der kan se mine kvaliteter som kvaliteter - en som syntes at disse ting også er væsentlige
0
Dec 4, 2015
Dec 4, 2015 at 7:42 PM UTC
alt jeg ønsker..
Burn it **** it **** it HATE IT spray it with blood, shards of teeth and broken bones, ripping flesh like paper, the guts coil out like loops of rope, intestines spilling on the floor with fractal red reflekted rain in the moonlight, broken beams & dust collected on shelves left over from behind when there was a then, I gathered my thoughts and ran for the safety of death, where nothing can hurt, where it's safe and white and empty of mind DEATH where it's all over and everything is uncovered for what it was, just NOTHING, an illusion fleeting by, but don't you lust for LIFE, what's between her warm wet thighs, the sensation of *********** and the gasp of ****** it's a ******* SIN, it's how it begins and how it's perpetuated, afflikted on this world, this plain (PAIN) of existence. HOW TO GET WHAT I WANT? And not this endless WANTING, not the coward's way out but SATISFACTION, drugs, ****** ******* MUSIK, MUSICK, you make me sick and I am reviled by mine own self, in sickness and in health, DEATH, why won't you come for me, when I pray on bended knees, for this DISEASE called life to END, send me on to whatever's next, the Abyss or one last kiss from a ***** who never loved me to begin with, WHY AM I HERE?! And what is there to fear when nothing could be worse than this, torture me forever in lakes of fire, it's what I deserve, I'm cursed in any case and I hide my face in shame, who's to blame but me for existiing the first place, IT'S MY FAULT and I tear at my skin and I rip out my hair and of course it's not fair, NOTHING IS FAIR, that's the extent of existence and WHAT THE **** DID YOU EXPECT?
0
Dec 8, 2013
Dec 8, 2013 at 4:54 PM UTC
Caged Rage
Burn it **** it **** it HATE IT spray it with blood, shards of teeth and broken bones, ripping flesh like paper, the guts coil out like loops of rope, intestines spilling on the floor with fractal red reflekted rain in the moonlight, broken beams & dust collected on shelves left over from behind when there was a then, I gathered my thoughts and ran for the safety of death, where nothing can hurt, where it's safe and white and empty of mind DEATH where it's all over and everything is uncovered for what it was, just NOTHING, an illusion fleeting by, but don't you lust for LIFE, what's between her warm wet thighs, the sensation of *********** and the gasp of ****** it's a ******* SIN, it's how it begins and how it's perpetuated, afflikted on this world, this plain (PAIN) of existence. HOW TO GET WHAT I WANT? And not this endless WANTING, not the coward's way out but SATISFACTION, drugs, ****** ******* MUSIK, MUSICK, you make me sick and I am reviled by mine own self, in sickness and in health, DEATH, why won't you come for me, when I pray on bended knees, for this DISEASE called life to END, send me on to whatever's next, the Abyss or one last kiss from a ***** who never loved me to begin with, WHY AM I HERE?! And what is there to fear when nothing could be worse than this, torture me forever in lakes of fire, it's what I deserve, I'm cursed in any case and I hide my face in shame, who's to blame but me for existiing the first place, IT'S MY FAULT and I tear at my skin and I rip out my hair and of course it's not fair, NOTHING IS FAIR, that's the extent of existence and WHAT THE **** DID YOU EXPECT?
Continue reading...
1
Schade. Echt schade. Schade um dich für dich auf dich. Schaden bei dir von dir in dir. Du bist schade für mich. Wie schade. Echt zu schade. Jeder wer dich liebt wird geschadet sein; ist heute froh wird morgen leiden. So ist es gewesen, also wird es immer sein. Ich hab es miterleben, hatte ihr zugehören, war glücklich genug zu ihr zugehören, und hab seit damit aufgehört; und hab seit selbst davon angehört- Stell dir das vor! Zu schade. Echt schade. Stell dir das vor! Du hast uns als Spielzeuge angesehen. Du hast uns als verzichtbar angesehen. Stell dir das vor! War selbst glücklich genug dazu zugehören. Jeder, wer dich liebt wird geschadet sein wird im Arsch gebissen wird vergiftet sein Jeder, wer dich liebt, wird Mitleid kriegen, doch nicht von dir doch ja dienetwegen. Tanz. Tanz zu der Musik. Tanz zu der Musik deiner Exen. Tanz zu der Musik du anregtest. Leider, sie sind nicht Liebelieder. Nein, sie sind nicht Liebelieder. Leid, sie sind doch Leidlieder. Wegen Seelenqual geschrieben. So ist es gewesen, so wird es immer sein. Stell dir das vor!
0
Sep 15, 2013
Sep 15, 2013 at 10:09 PM UTC
Schade
Dari dalam diri Dali dan Dada datang menghampiri ke daftar orang-orang mati. Meyakinkan manusia manapun yang mau mendengar musik merdu melodi mimpi. Yang lalu lalang bergentayangan malang di terang liang lawang-lawang. Luapan oli di lobang lintasan lalu lintas layaknya di lorong-lorong lupa. Obrol diobral, diobok-obok oleh organisasi olahraga oportunis yang jadi objek operasi. Jalanan yang jelas-jelas jelek jangan dijadikan juga sebagai jaminan judi dan jamban di jaman sekarang. Sebab itu saudara sekalian sudah sanggup kah simpanan saudara selamat sampai sasaran?
0
Sep 18, 2018
Sep 18, 2018 at 3:01 PM UTC
Dada Manusia yang Lupa Obrolan Jalan Saudara
55 and very alive my legs be a kickin in the main in the game my beatin heart still tickin outta bed to clear my head the pace of life jus quickens open eyes can see the sky another day I'm winnin stuff to do, jus movin through de pop of life is trippin me be bop rocks in non-stop dis musik track be flippin last dime spent, I still be bent a mash up life o whippin been to school, so now its cool into the grave to be slippin Music Selection: Bird and Diz, Ko Ko Oakland 1/29/11 jbm
0
Mar 17, 2013
Mar 17, 2013 at 10:06 AM UTC
55
diskolysets skær strejfer henover mine blødende fingrespidser, mens hvert evig eneste lille ord fra sangen, så fint lader sig skære dybt ind under min hud, og efterlader mørkerøde blodaftryk på det ellers så hvide lagen. dog tvivler jeg på, om det kan være værre end den knugende tomhed, der finurligt forfører sig ind mellem de lydløse skrig og misantropiske tankegange, når ikke kassettebåndets søde klang af musik udløser rotationen af drømmescenarier, rundt i mine efterhånden slidte tankestrømme. for ja, kærligheden til dig ramte mig som en syngende lussing, og mine våde kinder er stadig tydeligt afmærket fra slaget. jeg tror aldrig jeg lærer, at leve med din signifikante tilstedeværelse, og dets påvirkninger på mig. hver gang du vender hovedet, har du mine øjne i nakken, strålende af fascination, over dit æteriske jeg. for smuk, er du altså ikke kun - du er nærmere en spiritistisk ektoplasma, og jeg frygter altid, at det hele blot var en række af illusioner, der fuldstændigt uplanlagt, men gang på gang, plantede sig helt inden i mig. jeg tager mig selv i at ønske ved hvert et stjerneskud, for ikke at nævne alle de gange jeg har siddet og pillet enkelte rosenblade af ad gangen, i et ihærdigt håb om, at ende med; "han elsker mig" men som virkeligheden afspejler sig i denne latterlige metafor, så ender jeg altid med det forkerte sidste blad, hvorefter jeg med en apatisk bevægelse, smider alle de afrevne rosenblade ned på den kolde jord - som var de alle håbende, der dalede. i en elegant slutning, afspiller jeg den hjerteskærende sang igen, mens jeg ganske nydeligt danser let henover rosenbladende,  som en ironisk præsentation af, at livet burde være en dans på roser
0
Sep 5, 2016
Sep 5, 2016 at 5:42 PM UTC
[en dans på roser]
diskolysets skær strejfer henover mine blødende fingrespidser, mens hvert evig eneste lille ord fra sangen, så fint lader sig skære dybt ind under min hud, og efterlader mørkerøde blodaftryk på det ellers så hvide lagen. dog tvivler jeg på, om det kan være værre end den knugende tomhed, der finurligt forfører sig ind mellem de lydløse skrig og misantropiske tankegange, når ikke kassettebåndets søde klang af musik udløser rotationen af drømmescenarier, rundt i mine efterhånden slidte tankestrømme. for ja, kærligheden til dig ramte mig som en syngende lussing, og mine våde kinder er stadig tydeligt afmærket fra slaget. jeg tror aldrig jeg lærer, at leve med din signifikante tilstedeværelse, og dets påvirkninger på mig. hver gang du vender hovedet, har du mine øjne i nakken, strålende af fascination, over dit æteriske jeg. for smuk, er du altså ikke kun - du er nærmere en spiritistisk ektoplasma, og jeg frygter altid, at det hele blot var en række af illusioner, der fuldstændigt uplanlagt, men gang på gang, plantede sig helt inden i mig. jeg tager mig selv i at ønske ved hvert et stjerneskud, for ikke at nævne alle de gange jeg har siddet og pillet enkelte rosenblade af ad gangen, i et ihærdigt håb om, at ende med; "han elsker mig" men som virkeligheden afspejler sig i denne latterlige metafor, så ender jeg altid med det forkerte sidste blad, hvorefter jeg med en apatisk bevægelse, smider alle de afrevne rosenblade ned på den kolde jord - som var de alle håbende, der dalede. i en elegant slutning, afspiller jeg den hjerteskærende sang igen, mens jeg ganske nydeligt danser let henover rosenbladende,  som en ironisk præsentation af, at livet burde være en dans på roser
Continue reading...
7
jeg stirrer på uret mens tonerne hvirvler rundt i mit hovede tempoet er hurtigt stemmen er forførende og hvisker til mig at jeg spilder mit liv på at side og kigge fortabt ind i en rød væg for intet er godt her jeg er ikke glad for alle de bøger og regler jeg ville hellere male og tegne til lyden af glasdråber der spiller på trommer som når regn rammer husets blanke tag vandrer fortabt rundt på sorte gader oplyst af stjerner der står oprejst langs breden af de kolde sten lukker mine øjne og åbner mit sind tænder en cigaret flammen fra lighteren giver den liv og røgen danser i mund mine blå konger med tomme hjerter hvor er min hvide prins? jeg er alene min blå konge forlader mig ligesom de mange før ham skoder jeg ham han dør tavst på den kolde sorte vej hvor jeg før dansede rundt til høj musik men jeg nåede at blive afhængig så jeg finder min magiske flamme frem og giver en ny blå konge liv lader ham kysse mig gøre mig glad og tilfreds indtil han ikke er der mere og jeg må starte helt forfra
0
Nov 11, 2014
Nov 11, 2014 at 4:57 AM UTC
blå konger
udprintede ord at finde tilbage til sin kerne, noget autentisk, noget egentligt sort sengetæppe, forudbestemt uduelighed - skæbnens skrøbelighed menneskelig fornægtelse og sorte huller i sokkerne, i universet at forsvinde fra det hele, fra alt det planlagte bare tage afsted, ud i himmelrummet, alene producere nostalgisk eller glad eller forelsket musik   fra en komet i rummet tage sig en rundtur i stjernetegn, stjernetåger, astrofysisk kigge på livets vidundere ikke sige farvel, ikke sige på gensyn bare flygte, fordufte efterlade alle folk med alle deres forvirrende følelser til at rode sig selv ud som barn ville jeg altid drømme om rumrejser aeronautisk hjerte, dagdrømmer som altid det mægtige, det endeløse, det u-udforskede vægtløshed, universet! så meget mere end bare moder jord så meget mere end blot det konkrete og forståelige per aspera
0
Nov 22, 2015
Nov 22, 2015 at 9:28 AM UTC
ad astra
men tanken om at det i stedet er hende der får din varme uskyldige kys i nakken i mørke soveværelser hendes fingre flettet ind i dine hende, der fjerner dit tøj og rører dig hende, der hører dig når du så passioneret spiller blid musik hende, der hører dine inderste tanker på dovne søndagsmorgener jeg håber *** ved at *** ligner mig og jeg håber *** er klar over at det før var mig der før hørte dine historier delte din musik og arret over dine læber jeg håber *** ved at jeg var der først at det var mig der sov i dine arme holdt dine hænder kyssede dine læber samlet i timevis jeg håber du husker de magiske stunder stille nætter i stormvejr kys under fyrværkeri og i nattens mørke efter ungdommens fester bliver jeg mon hos dig bliver jeg gammel med dig i dine tanker som du vil blive i mine for du var der først
0
Mar 16, 2015
Mar 16, 2015 at 9:17 AM UTC
Tanker#1