Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"mudah" poems
Palembang, 14 Januari 2014 Apa yang susah? Menguasai diri sendiri memang susah Melakukan ini tapi takut, takut salah Tapi tidak dilakukan akan menyesal, juga salah Apa yang mudah? Memerintah orang memang mudahnya Menyuruh orang melakukan kehendaknya Entah siapa yang untung dan rugi di antaranya Apa yang gampang? Menghakimi orang juga gampang Tak peduli tampang Mau presiden, mau pejabat, mau gembel asal hati senang Apa yang gampil? Menasehati orang juga gampil Tinggal ucapkan kalimat kecil Berlagak bak orang yang terbiasa nan terampil Apa yang sukar? Menyadarkan orang itu yang sukar Meski hati sudah dongkol dan mulai terbakar Apa daya orang itu tak sadar-sadar #miris
0
Jan 14, 2014
Jan 14, 2014 at 11:42 AM UTC
Apa Yang Sukar?
Palembang, Kamis 6 Januari 2011 Aku tak mengerti apa arti dari Cinta Sejati Yang ku tahu hanya cinta itu membuat kita sakit hati Tapi, mengapa rasa ini lain, tak seperti yang lalu Ku cemas bagaimana bila aku jatuh cinta dengan nya? Jatuh cinta... Cukup umurkah aku tuk mengenalnya? Aku takut itu akan berujung penyesalan Tapi, selama ini aku hanya diam tak ada gairah Diakah yang akan membuatku bangkit dan berdiri? Cinta... Cinta... Cinta... Hanya cintakah yang paling mudah di dunia ini? Mudah untuk mencintai, mudah tuk menyayangi Mudah tuk melukai, mudah tuk menyakiti Dan mudah-mudah lainnya... Aku heran, mengapa aku harus kenal cinta Bila ujung-ujungnya ku harus menyesal Semoga cepat ku dapatkan jodoh ku Supaya penyesalan, penantian, semuanya! Tidak berlaku lagi dan ku hidup bebas Cepat katakanlah cintamu Mungkin itulah yang ku tunggu Mungkin? Ya, bisa iya Bisa juga tidak I'm waiting all alone here
0
Nov 4, 2011
Nov 4, 2011 at 1:52 AM UTC
Tentang Cinta 1
Palembang, Selasa 29 November 2011 Maaf,,, Maaf hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan Sungguh,,, Kalian tahu sendiri aku terlalu bodoh tuk berbuat Dan aku terlalu bodoh tuk bicara Yakinlah,,, Aku selalu berusaha menjadi orang yang lebih baik lagi Jadi orang yang mudah senyum dan menyapa Tapi kalian tahukah? Tuk melakukannya itu terlampau sulit bagiku Bila hidup ini ku kurung sendiri Ku kunci sendiri Tanpa interaksi Aku tahu kalian pun bertanya Mengapa aku terpilih bila aku tak bisa apa-apa? Jawabannya adalah beruntung Ya, terkadang Keberuntungan mau berteman dengan ku Tapi lebih banyak ia meninggalkan ku Kalian pasti tahulah mengapa ia meninggalkan ku Karena aku tak pandai berteman Karena bakat ku melukai perasaan orang Meski aku tak bermaksud Terkesan begitulah di hati kalian Sekali lagi Maaf aku tak bisa menjadi yang kalian mau Inilah aku apa adanya Yang ku mau kalian bisa sabar Sehingga terbiasa menghadapi aku yang sekarang
0
Nov 29, 2011
Nov 29, 2011 at 8:05 AM UTC
Untuk Kalian
perjalananmu pasti cukup melelahkan, bahkan menjadi buta pun bisa melihatnya dengan baik. ini, disini, rebahkanlah kekhawatiranmu yang semakin hari menjadi gusar dalam doa-doa yang tabah. akan kuganti dari setiap amin yang kamu titipkan pada malam diam-diam. hati yang kemarin kamu pertaruhkan untuk menemukanku dalam mereka laut yang kesulitan kamu pelajari siapa Tuhannya, yang telah bersusah payah kamu coba taklukkan. tidak apa-apa. tenggelamlah sesekali, mungkin lima, teguk pilunya, dan pelajari dengan bijak. pada akhirnya, jiwamu yang diberi nama manusia akan piawai membawa diri. paling sedikit, penjaga yang tahu kapan dan untuk apa waktunya sepadan dengan raga yang tersedia. aku akan menerima sebutan sialan, menyebalkan! dalam hidup bagai keputusasaan jarum dalam jerami dengan senang hati, malah. setidaknya, kamu adalah pelaut yang cukup handal karena aku, dari jatuh-bangun-tenggelam-terbentur-salah nama dan angkatan telepon yang kesalnya harus diangkat. bahkan, syukurku akan terpenuhi menjadi sebuah tetes melengkapi lautanmu. aku adalah satu tetes yang akan cukup membuatmu rumpang kapan saja, yang akan kamu kejar dengan bodohnya kapan saja. katakan saja terdengar ganjil. siapa peduli. aku tidak akan menjadi mudah karena aku adalah pembalut kulit dan hati terlukamu dan akan selamanya menjadi tugasku. namaku lebih dari sebuah harap. aku tak akan pernah dan ingin menjadi harap, sebab payah adalah nama kedua dari harap. aku adalah, “kamu bisa mempunyai bagian besar dari kue ini.” atau, “tentu saja. aku punya alasan untuk mengemudi dengan hati-hati dan kembali.” namaku sederhana. sederhana dan akan selalu nyaman. setelah hari itu yang penuh prasangka dan tanda tanya dari dunia yang kamu kenal dan tidak. namaku adalah seorang pelindung dan pahlawan yang gigih nafasnya, nama yang ketika rindumu akan lapar dan kehausan menemui pelepasnya. aku adalah kemenangan dan hadiah kemurahan hati. rumah.
0
Jan 18, 2019
Jan 18, 2019 at 8:53 AM UTC
Akan Ku Peluk Apa yang Berantakan Darimu
perjalananmu pasti cukup melelahkan, bahkan menjadi buta pun bisa melihatnya dengan baik. ini, disini, rebahkanlah kekhawatiranmu yang semakin hari menjadi gusar dalam doa-doa yang tabah. akan kuganti dari setiap amin yang kamu titipkan pada malam diam-diam. hati yang kemarin kamu pertaruhkan untuk menemukanku dalam mereka laut yang kesulitan kamu pelajari siapa Tuhannya, yang telah bersusah payah kamu coba taklukkan. tidak apa-apa. tenggelamlah sesekali, mungkin lima, teguk pilunya, dan pelajari dengan bijak. pada akhirnya, jiwamu yang diberi nama manusia akan piawai membawa diri. paling sedikit, penjaga yang tahu kapan dan untuk apa waktunya sepadan dengan raga yang tersedia. aku akan menerima sebutan sialan, menyebalkan! dalam hidup bagai keputusasaan jarum dalam jerami dengan senang hati, malah. setidaknya, kamu adalah pelaut yang cukup handal karena aku, dari jatuh-bangun-tenggelam-terbentur-salah nama dan angkatan telepon yang kesalnya harus diangkat. bahkan, syukurku akan terpenuhi menjadi sebuah tetes melengkapi lautanmu. aku adalah satu tetes yang akan cukup membuatmu rumpang kapan saja, yang akan kamu kejar dengan bodohnya kapan saja. katakan saja terdengar ganjil. siapa peduli. aku tidak akan menjadi mudah karena aku adalah pembalut kulit dan hati terlukamu dan akan selamanya menjadi tugasku. namaku lebih dari sebuah harap. aku tak akan pernah dan ingin menjadi harap, sebab payah adalah nama kedua dari harap. aku adalah, “kamu bisa mempunyai bagian besar dari kue ini.” atau, “tentu saja. aku punya alasan untuk mengemudi dengan hati-hati dan kembali.” namaku sederhana. sederhana dan akan selalu nyaman. setelah hari itu yang penuh prasangka dan tanda tanya dari dunia yang kamu kenal dan tidak. namaku adalah seorang pelindung dan pahlawan yang gigih nafasnya, nama yang ketika rindumu akan lapar dan kehausan menemui pelepasnya. aku adalah kemenangan dan hadiah kemurahan hati. rumah.
Continue reading...
11
Palembang, 7 September 2012 Apa kau bilang? Seenaknya memerintah! Tuk apa Tuhan menciptakan raga yang sehat, kaki yang kuat. Bila kau tak mau menggerakkannya. Kau hanya membuat mereka terdiam. Mereka akan mati! Mati mengurangi ***** di tubuhmu. Apa kau bilang tadi? Bukannya ku ini babu mu! Seenaknya memerintah! Menganggap yang muda mudah diperdaya. Kau ini pintar! Tapi tak cukup pintar. Untuk apa kau sekolah tinggi? Jika mulutmu tak dijaga. Masih bilang apa kau tadi? Kau memang lebih tua, sudah banyak menghasilkan uang. Tapi aku tidak bodoh! Aku muda tapi bisa menghasilkan uang. Aku terpelajar! Ku akan miliki pekerjaan yang buat kau berkata WOW! Aku balas apa yang kau katakan. Terus, kau mau apa?
0
Sep 7, 2012
Sep 7, 2012 at 12:42 PM UTC
marah
Palembang, 6 Januari 2011 Dewasa ini Awan hampir menipis Takkan lagi menyelimuti langit Tak mampu lagi menutupi terik Di masa ini Udara tak bersahabat lagi Tak ingin didekati Dan selalu berlari-lari Sekarang ini Penjahat bagai belut yang licin Tak mampu tersentuh dengan tangan kosong Selalu bisa lolos dari jeruji Dunia ini, hari ini Semakin tidak adil menghakimi Tak berdaya, miskin, mudah tuk dijatuhi Tinggal menunggu dunia ini berakhir
0
Jan 6, 2012
Jan 6, 2012 at 1:34 AM UTC
Dunia Ini
hembus aku nafas kelelahan membaca bait cinta yg ditulis para muda masing-masing melempar rasa namun siapalah aku mengatakan tidak pada rasa indah itu? resah kamu mungkin tenang untuk aku tatkala dunia goncang berebut harta aku disini masih keliru tentang rasa kemudiannya, aku melihat lirik mata anak muda yang sedang bebas teroka dunia indah dan segar matanya bersinar umpama harapan cerah sentiasa menanti mereka sempat aku pesan anak muda, teruslah berjuang demi rasamu sematkan cinta kepada setiapnya agar mudah kita kemudian hari kelak kerana aku pasti cinta yang tumbuh itu akan bersemi dan terus ramai... hingga satu hari, kan seluruh dunia tersenyum. maka, teruslah. teruslah...menulis.. 944pm oct 2nd 17
0
Oct 2, 2017
Oct 2, 2017 at 9:49 AM UTC
Kepada setiap hati
Palembang. 26 Juni 2012 Kalau udara tak bisa dibeli Mengapa aku tidak bisa bernafas tanpamu? Kalau cinta membuat orang bahagia Mengapa aku menangis setiap kali mengingatmu? Kalau berkata begitu mudah Mengapa sangat susah tuk bilang I Love You?
0
Jul 6, 2012
Jul 6, 2012 at 9:04 PM UTC
Kalau
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
0
Dec 9, 2017
Dec 9, 2017 at 9:34 AM UTC
satu lagi kisah singkat yang sempat terbuang
kau putar lagi satu lagu bernada manis dan mudah didengar itu, sederhana. berbeda dengan musik-musik yang biasa kusimpan di playlist-ku, yang nadanya keras dan isinya tak mudah dicerna. kumpulan seni berisi teka-teki. sejenis indie, mereka bilang. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda; kamu yang begitu lembut dan aku yang mereka beri label seorang laki-laki berwajah datar, tak berperasaan. salah. kukatakan sekali lagi, salah. aku dan kamu tak lain hanyalah dua kutub magnet yang berbeda, yang juga saling tarik-menarik tak pernah mau lepas pada waktu yang sama. dengan segala perbedaan yang mereka pikir terlalu sulit untuk dipersatukan, logika dan imajinasi, bagai minyak dan air, aku dan kamu memilih untuk saling membenahi satu sama lain. isi pikiranmu adalah buku berjalan bagiku dan ruang kosong dalam sudut otakku yang biasa kau sebut sebagai ‘ruang khayal’-ku, kau jadikan ia sebagai salah satu guru dalam hidupmu. dari sana kau pelajari bagaimana caranya mengenali berbagai nada musik dan segala makna dari balik kiasannya yang beresonansi, kisah-kisah yang hanya dapat hidup dalam dimensi imajinasi, serta inspirasi-inspirasi yang dapat kau cari dari peristiwa sehari-hari. aku dan kamu tak pernah sama, kamu satu perempuan berambut lembut dengan suara yang lembut, isi pikiran yang berjalan mulus. orang-orang bilang kamu perempuan berpendidikkan, jenis perempuan berwawasan luas, berjiwa luas. sementara aku laki-laki penggila musik yang menganggap seni adalah satu hal yang perlu ditekuni seuntuhnya. menjadi musisi adalah satu impian besar yang membuatku tak pernah berhenti berlari untuk mencapainya dan kamu pendukungnya, nomor satu. kamu ingin jadi jurnalis dan aku ingin jadi pemusik. aku dan kamu berasal dari ranah yang jauh berbeda, namun disatukan karena cinta.
Continue reading...
1
Lupakan luka itu Memori usang telah berubah menjadi debu Aku memang pernah merasa kecewa Semesta bahkan tahu Tapu Sadarilah bahwa ada sesuatu yang hilang Sekarang aku jatuh ke dalam perasaan abstrak Aku tak tahu kemana takdir akan membawaku Sampai akhirnya kamu mendekat Aku tak bisa menjadi kekasihmu Jujur pada diri sendiripun aku tidak mudah Karena aku terlalu sibuk, Sibuk untuk pura pura tidak mengenalmu Mencoba terus mengabaikanmu Sebenarnya kali ini aku tidak bisa mengenali diriku sendiri Tapi aku tidak butuh bantuanmu Aku memilih untuk terjebak dalam kegelapan, di tempat persembunyianku Menyembunyikan perasaan rahasiaku Aku sama kuatnya dengan egoku Aku memang pengecut, aku cukup tahu itu Aku tak tahu sampai sekarang atau nanti Sampai sekarang atau nanti
0
Aug 20, 2017
Aug 20, 2017 at 12:36 PM UTC
Rasaku
Halo Tuan, Masih ingatkah waktu kita tersesat? Dilabirin Waktu bersama Kau seolah paham dengan alurnya Menuntunku Aku tersenyum dari belakang Mengikuti tapak kakimu Ditengah jalan, kau berhenti “Aku sadar” katamu. Mari kita berpisah Dan jika memang benar alurnya, Kita akan bertemu di ujung labirin ini Aku berhenti dan menabrak punggungmu “Mengapa?” “Apa?” Aku masih tidak bisa berpikir jernih Hanya kalimat tanya yang ku pikirkan Kau tau aku tak paham dengan labirin ini kan? Dan kau suruh aku berjalan sendirian, Dengan hadiah “jika benar kita akan bertemu di ujung labirin” Tidak Tuan, lebih baik kita tak bersama dari awal Akan sangat mudah bagiku untuk memahami alur ini jika aku sendiri saja Terimakasih untuk setengah perjalanan ini Dan untuk ujung labirin, Ku harap aku menemukan ujung labirin lain, Dan kau pasti tau alasannya.
0
Feb 14, 2019
Feb 14, 2019 at 10:53 AM UTC
Tuan Labirin
Katanya, tak baik untuk memendam Tetapi, tak semua rasa mudah memadam Katanya, janganlah selalu dipendam Nyatanya, tak semua cakap bisa meredam Mereka, bisa menuntut Tetapi, haruskah hati selalu menurut? Mereka,  bisa bertindak sebagai penuntut Tetapi, rasanya.. jiwa tak perlu selalu berlutut Ada masa.. untuk menarik diri Untuk bersimpuh, dan memberi diri afeksi Ada masa... untuk menangis, memendam semua emosi Untuk menyadari semua hanya proses menjadi asri Terima kasih, sudah selalu kuat Berdiri dan menjalani semua walau terasa berat Terima kasih, sudah selalu kuat Untuk kamu, yang terhebat..
0
May 29, 2023
May 29, 2023 at 10:01 AM UTC
Terima Kasih, Untuk yang Terhebat
Kalau saja kau sempat. Pandang, bagaimana mulut ini bisa saja menegur, tersenyum? Tapi otak membeku bungkam bagai impuls macat karena motor neuron salah menghantar ke jalur yang tak seharusnya Aku coba pulang, balik bak kala kau amati sosokku yang periang dan sayang Bukannya aneh waktu dulu semua lihat ku dan kamu serupa kawan tanpa ada salah tingkah didalamnya Ceritakan sekali lagi bagaimana diriku yang dulu Agar aku kembali, jadi kita, aku yang mudah, kau yang tak ada apa-apa. Tiap pertama bertemu, doaku kutak lagi buat kesalahan yang sama. Semata-mata memang karena, kau teman yang begitu berharga.
0
Mar 12, 2018
Mar 12, 2018 at 11:36 PM UTC
Lewat kita
Perihal bertanya Terkadang aku bingung Aku ini siapa sampai boleh meragu Tapi setiap perjuangan butuh alasan Lalu jika jawaban bahkan tak menyelesaikan Apa yang kamu lakukan? Melukai atau mengobati? Menyakiti atau mencintai? Terdengar seperti wacana ya Lagipula semesta kadang ingin becanda Kamu tahu kenapa bumi bulat? Karena semesta ingin dicintai tanpa rasa bosan Iya, sudut yang membuatmu berhenti mencinta Membuat semesta murung Begitu juga aku disini Masih berperasaan karena memiliki tujuan Jika ingin melihatmu bahagia Atau sekedar nafsu belaka Omong kosong namanya Aku mencinta dengan mudah Hanya untuk tumbuh bersama Masih terdengar wacana kan? Makanya ayo lakukan Semesta sudah mengijinkan kok
0
Mar 24, 2019
Mar 24, 2019 at 11:34 AM UTC
Bertanya sampai memaksa
Aku suka kata-kata ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ begitu pun kamu tapi bukankah Seno pernah mengutuk kata-kata karena mereka sudah terlalu banyak di dunia?* .kata-kata tak punya makna apalagi jiwa kata-kata mudah menguap sampai kita harus (mengurungnya) sebelum terevaporasi entah-berentah tak lagi dipahami! Apa arti 'kita' jika kata-kata tak punya makna? Aku cukup payah mencari kata 'kita' di antara tumpukan buku yang tak selesai kubaca. Kamu pernah bilang aku membiusㅡmembisukan tapi bukankah kata hanya sampai bila diutarakan? tidak ke selatan, 'kan? Kata-kata memang tak punya makna apalagi yang tak tersampaikan kata-kata mudah dilupakan meski kamu pandai meramu kata menjadi sajak-sajak cinta, dan menyuapiku: semua terasa getir, aku tak punya selera. Aku hanya bisa menelan perasaan penasaran yang tak kunjung habis. Hingga aku kepayahan merapal kata-kata 'kita,' entah-berentah Aku belum paham.
0
Dec 13, 2019
Dec 13, 2019 at 9:44 AM UTC
padam rasa
bagaimana kau masih bisa percaya waktu itu berjalan maju jika engkau dapat dengan mudah mematahkan detik-detiknya dan kenangan adalah salah satu kemunduran yang kita percayai sebagai sebuah kemajuan?
0
Oct 31, 2018
Oct 31, 2018 at 10:49 AM UTC
Nostalgia
Hai kenangan dulu kau meninggalkanku begitu amat berat, tapi mengapa kau begitu mudah muncul kembali?
0
Apr 3, 2017
Apr 3, 2017 at 7:32 PM UTC
Hai
ku tau ini tak mudah, kau yg membuat ini sulit seperti benang yg terlilit tak ada alasan, namun kau datang tak ada penjelasan, namun kemudian kau pergi apa harus ku biarkan saja? ah tidak! sudah muak rasanya begini saja terus rasa hatiku membelit-belit seperti benang, yang jika dipaksakan untuk ditarik, akan mati —f.r
0
Feb 19, 2018
Feb 19, 2018 at 3:46 AM UTC
•benang•
Aku mengikuti intuisi jiwaku intuisi jiwaku, kemana masa depan membawaku? sejenak kuberpikir kita hanya menari di bumi ini hanya untuk sementara. aku tahu impian ini cukup besar, maka perkecil ekspetasi akan hal itu tentang menjadi ayah yang baik rumah yang luas dan nyaman, kacamata coklat gagang yang patah, itu tidak bertahan selamanya. Aku keras seperti batu tebing, aku melihat daun yang layu hingga mekar mudah percaya dan naif tentang banyak hal, banyak hal yang kutentang tetapi aku hanya diam dan lebih banyak mendengarkan. dihantui perasaan kehilangan berlebihan dan perasaan bersalah tentang banyak hal, dan aku benci film romance yang berkendara di tepi pantai, anak kecil yang nakal, berita hoax, kedai kopi yang memutar lagu terlalu keras, sate yang belum matang, semut, dan wanita yang menari di tempat umum, tabel - tabel membuatku bingung, drama tentang pria ideal juga membuatku muak, Netanyahu keparat dan pembunuh. 2025 reydmh
0
May 3, 2025
May 3, 2025 at 11:03 AM UTC
Dari kekacauan sampai {KEDAMAIAN}
Semoga kamu masih ingat. Seperti aku yang ingat betul suhu tubuhmu pada pukul 3 pagi saat hujan turun dan tubuhku sibuk mencari kehangatan yang kau tawar. Semoga kamu masih ingat. Caraku menciummu, dengan segala isi yang aku punya. Tunggu, Cukup dengan pembahasan “semoga kamu masih ingat” ini. Apa nyatanya kau sudah lupa semua ? Kalau begitu lebih baik ajari aku. Bagaimana pilihan menjadi lupa begitu mudah untuk semua ?
0
Nov 21, 2019
Nov 21, 2019 at 1:38 PM UTC
Semoga Kamu Masih Ingat
sememangnya dunia sedang menghukum aku atas segala kata kata, janji manis aku untuk menjadi yg terbaik sentiasa mudah aku alpa tentang sifat kita yang mana mungkin kita bisa sempurna Tuhan, doa aku sentiasa satu untuk diberkati sepanjang hidup ini
0
Apr 1, 2018
Apr 1, 2018 at 7:54 AM UTC
Untitled
Sudah tau kenapa tuhan menciptakan gravitasi? Pada hakekatnya semua yang diciptakan-Nya akan jatuh Itu akan mementukan mau jadi apa kita Jadi telur di atas lantai Jadi bola tenis di atas sofa Jadi bola tenis di atas lantai Atau mau coba jadi telur di atas sofa? Yang mudah goyah lalu jatuh ke lantai Semuanya sama sama pernah jatuh
0
Jul 11, 2017
Jul 11, 2017 at 11:30 PM UTC
Gravitasi
mati {4x}, tersiksa {13x}. Senang melihat orang{2-keduanya} mati dengan mudah. aku kapan? tersiksa {666x}.
0
Jun 19, 2020
Jun 19, 2020 at 4:52 PM UTC
OKLASASADU