Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menyepi" poems
“I am just not afraid of being alone,” Dia datang dari bumi sebelah sana, jauh ke sini untuk mencari lupa pada dunia. Pada suatu sore menjelang senja, dia menyari bahwa bentuk ganda muncul karena rasa takut pada tunggal semata. Menjadi sendiri bisa membawa resah, terlebih ketika semua berkata ini sudah waktunya. Harga diri bisa membantah, namun di dalam hati takut memang menjadi jawab untuk sebuah tanya; ketika kondisi belum menyajikan jalan untuk berpasangan, apa yang sebenarnya di khawatirkan? Bila sendiri berupa satu kalut yang perlu dihindari, adakah untuk meraih tenang memang lewat menjadi dua? Bila bahagia adalah satu titik yang telah dilimitasi, apakah untuk mencapainya harus melalui sebuah jika? Para pendaki bisa menemukan damai pada puncak walau tanpa kawan, petapa sengaja menyepi demi bertemu tenang, biksu bisa merasa teduh walau tanpa sandingan, mereka yang khusyuk menemukan tentram dalam sujudnya yang panjang. Sendiri, walau secara manusiawi. "Now, I’m just enough with myself," Melihat keberpasangan sebagai sebuah hasrat memang tak akan pernah bertemu lengkap, karena bersua dengan damai hanya lewat kata cukup. Setelah kata cukup dipungut, menjadi sepasang bukanlah lagi sekedar penawar kalut. "So, isn’t this enough?"
0
Mar 6, 2015
Mar 6, 2015 at 4:14 AM UTC
self
Kemana kau tuan,hilang tanpa pesan Meninggalkan hamba dengan sejuta kerinduan Boleh hamba mengatakan? Bahwasanya kehilangan tuan,tidak pernah hamba inginkan Bahkan,sejak kepergian tuan Hamba masih berdiri disini,mempertahankan,berharap tuan akan merubah arah pijakan Dan kembali ke sisi di pangkuan Semenjak tuan pergi, Desau angin mulai menyepi, Kicau burung tak terdengar lagi Berganti dengan sesak nafas hamba,dan suara tangis yang kian menusuk telinga Hamba masih belum bisa menerima kenyataan, Bahkan,merelakan tuan pergi saja masih terasa menyakitkan
0
Jun 21, 2019
Jun 21, 2019 at 1:11 PM UTC
Cipta tuan
pergi pergi yang menyepi menyendiri di tengah sunyi sunyi sunyi yang mati terlelap dalam lamunan diri siapa peduli? sayup sayup yang menderu menyatu khidmat dalam sendu sendu sendu yang biru membisikan kata rindu apakah itu kamu? yojana yojana yang dalu torehkan gelak berbalut sedu sedu sedu yang maksum mengantarkan kamu kepadaku lantas siapa aku?
0
Sep 22, 2016
Sep 22, 2016 at 11:58 AM UTC
Ran·tai
kapan kamu mau menyadari bahwa bentuk ganda muncul karena rasa takut pada tunggal semata? menjadi sendiri memang bisa membawa resah, terlebih ketika semua berkata ini sudah waktunya harga diri bisa membantah, namun di dalam hati takut memang menjadi jawab untuk sebuah tanya bila sendiri berupa satu kalut yang perlu dihindari, adakah untuk meraih tenang hanya lewat menjadi dua? tapi kamu lupa; petapa sengaja menyepi demi bertemu tenang, biksu bisa merasa teduh walau tanpa sandingan, mereka yang khusyuk menemukan tentram dalam sujudnya yang panjang sendiri, walau secara manusiawi karena bersua dengan damai hanya lewat kata cukup setelah kata cukup dipungut, menjadi sepasang bukanlah lagi sekedar penawar kalut
0
Nov 27, 2020
Nov 27, 2020 at 5:55 AM UTC
Ini, Kan, Yang Kamu Takutkan?