Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menyejukkan" poems
Ayahku adalah Cahaya Yang menerangiku dalam perjalanan di dunia Menuntunku tuk memilih arah yang tepat Menyayangiku sepanjang doanya Memelukku dari jauh dalam sholatnya Menciumku melalui ayat-ayat suci yang dibacanya Ibuku adalah Udara Yang memberikanku kehidupan ini Yang menyentuhku dengan hati Menyayangiku sepanjang kuku yang akan selalu tumbuh Merangkulku dengan hati dan pikirannya Merawatku sepenuh hati dan segenap raganya Adik-adikku adalah Air Yang menyejukkan dengan senyuman mereka Motivasiku tuk meraih impian mereka Alasanku bekerja keras tuk membangun bahtera Dengan mereka aku sangat bahagia Dengan suara mereka aku kuat . . . Namun aku hanyalah Aku Yang tak mampu memiliki mereka seutuhnya Yang tak miliki cukup banyak waktu tuk mengenal mereka Yang jarang bersua dan menanam rindu pada mereka Aku hanyalah pejuang di Samudera Seberang Aku hanyalah Aku Yang memiliki perasaan dan pikiran Tuk memilih jalan hidupku sendiri Yang membutuhkan seorang teman Teman sejati yang sejak dulu kun anti Teman yang benar-benar tean Yang ada di sampingku saat susah senang Selamanya …
0
Jan 20, 2014
Jan 20, 2014 at 9:53 AM UTC
Aku Hanyalah Aku
Palembang 27 Maret 2017 Untuk diriku sang penikmat kopi Aku telah bangun saat fajar masih terlelap Kemudian aku membuka jendela agar embun menatapku Ku biarkan tamu pagi nan sejuk menyapu rambutku yang pirang Seketika itu aku teringat tuk menyeruput kopi di gelas favoritku Segelas Capuccinno hangat di tanganku sekarang Mulai ku teguk sambil ku pejamkan mata Ku rasakan manisnya krimer di lidahku Mengingatkanku pada kamu Pemanis di dalam hidupku Aku hendak bekerja seperti biasanya Kini mentari menantangku untuk menakhlukkannya Ku pasang perisaiku dengan lengkap Kemudian ku berpikir tuk mendapatkan segelas Caramel Frappe tuk menyejukkan hari ini Tak terasa mentari kini telah lelah tuk bersinar Sehingga membuat dunia kian gelap Aku seduh Black Coffee tanpa gula Tak ku hiraukan rasa pahitnya ketika menyentuh lidahku Lebih pahit mana dengan kenyataan aku hidup tanpa cintamu?
0
Mar 27, 2017
Mar 27, 2017 at 12:49 AM UTC
Dear Me, Sang Penikmat Kopi
Malam Belahan rindu memebelai malam sunyiku.. Tak dapat kutolak.. Bagai tetes hujan yang hanay dapat ditunggu hingga selesai tak dapat ku hentikan..hanya dapat kunikmwaktu yang hanya Pagi Malam tadi aku ingin secepatnya menyelesaikan.. Menyelesaikan segala kesunyian yang dialandasi oleh malam penuh kerinduan.. Berharap pagi dapat menopang rindu ini.. tapi ternyata pagi pergi meninggalakanku bersama rindu-rindu yang menyiksa.. Dan melimpahkan segala kerinduan ini kepada siang.. Siang yang membakar hampa sunyiku... pagi.. Tak dapat menyelesaikan rindu ini.. Siang pun begitu.. waktu hanya membuatku kecewa melewatinya.. Sore.. membawa pelangi indah nan menyejukkan mata.. Tanpa hujan yang mendahuluinya..
0
May 5, 2017
May 5, 2017 at 1:22 PM UTC
Waktu yang menyiksa hingga menyisa
Daun kuning berjatuhan Angin dingin menghantarkan salam dari Tuhan Aku melihat pepohonan yang menari Semua tampak indah menyejukkan hati Aku hanya diam.. Diam tak tahu harus kemana Kabut putih menutup mataku Mendorongku yang berdiri terpaku Imajinasiku kabur Aku akan jatuh Dan... Dimanakah aku? Diruangan serba putih aku terbangun Menatap dengan pandangan memudar Siapakah kamu? Gadis kecil berlari dan tertawa Berlari menjatuhkan bunga-bunga Membuka pintu diujung ruangan Aku berjalan... Berjalan membuka pintu yang sama Wanita cantik berambut pirang Cantik rupawan mengalahkan Godiva Seorang gadis kecil memeluknya erat Dia... Dia yang selama ini kucari Dia yang selama ini kunanti Aku mencoba... Mencoba untuk menyentuhnya Jari-jarinya yang ramping menepisku Aku berpikir dia membenciku Namun tidak tidak... Dia berkata padaku, "Kembalilah, ini belum saatnya" Kematian bernegosiasi dengan kemungkinan Kemungkinan untuk meraih kehidupan Di alam bawah sadar Aku akan kembali menemukannya -Kediri, 18 Maret 2018
0
Mar 25, 2018
Mar 25, 2018 at 11:22 PM UTC
Koma
Burung mengepakkan sayapnya di langit, padi tumbuh subur bersama, kelapa melambai sarat buah, orang berlalu dalam tujuan. Di awal tahun ini, kita menanam keindahan, berharap gema kebaikan tersebar; Bukan sekadar kebebasan, tapi menjadikan setiap jiwa lebih bijak, damai, dan sadar. Kumimpikan kualitas diri, antara harap dan asa, ku evaluasi langkah-langkah, sebab setiap hari adalah perjuangan. Para insan berotasi, sendiri, berdua, atau bersama, melebarkan sayap, meniti arus, meneguk manisnya perjalanan. Hidupkan harap, suburkan asa, resonansi yang menyejukkan jiwa, menuntun langkah, meraih mimpi.
0
Feb 23, 2025
Feb 23, 2025 at 3:30 AM UTC
Resonansi
RODA BERPUTAR KESANA KEMARI MENGIKUTI ALUNAN HATI DAN ENGKAU TETAP DIAM MENATAP KECERMELANGAN YANG MENGHAMPIRIMU SEKETIKA MENYEJUKKAN ENGKAU KEMBALI ALANGKAH BESAR LUAS SAMUDERA RAYA MENCOBA MENGUTARAKAN INDAHNYA DIRIMU SAYAP-SAYAP MENAUNGI DIRIMU DENGAN ENGKAU TERJAGA BAGAIKAN MAHKOTA YANG TERINDAH
0
Oct 12, 2018
Oct 12, 2018 at 3:24 PM UTC
PERNAK-PERNIK KEHIDUPAN