Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menyambut" poems
Cinta bukan melulu soal siapa yang lebih dulu. Yang telah lama singgah bisa jadi sama rapuhnya dengan yang sekedar lalu-lalang. Cinta bukan melulu soal detak jantung yang berdegup kencang, bukan melulu soal pupil yang melebar. Yang telah kehilangan nafasnya bisa jadi yang semenjak dahulu telah menyimpan asa. Cinta bukan melulu soal hukum tawar-menawar. Saat sudah kehabisan apa yang ditawarkan, terkadang cinta dengan naifnya tetap menyambut dengan tangan terbuka. Persetan dengan hukum ekonomi, yang memberi kurang bisa jadi telah memberi seluruh yang mereka miliki. Cinta bukan melulu soal mengabaikan ketidaksempurnaan. Justru cinta menerima seutuhnya, segala kesempurnaan maupun ketidaksempurnaan. Setiap gores dan luka, bukalah mata dan terimalah mereka dengan utuh. Yang terlihat baik bisa jadi membuatmu menutup mata atas keburukan mereka. Cinta bukan melulu soal apa yang terlihat, karena bisa jadi indera kita dibuatnya luluh lantak di hadapannya.
0
Apr 6, 2016
Apr 6, 2016 at 11:13 AM UTC
Cinta Bukan Melulu Soal Cinta
*when the moon  writhe and crawling the silent night.. it was time to layover yearning  who clotted for sweetheart.. when the sun excited to greet the morning .. it was time to embed cheerfulness on the idol of conscience.. sprinkle knitted heart turmoil and dew drops each cavity of jasmine petals .. i greet to you,  my dearest sister.. each twist will crease beautiful crowded heart longing .. so that  relieved you feel full carefree breathing.. with the presence of me, i will fulfill your every drought in the lake of your worries .. i will treat every your petulant  in lap with more  excellent attention ... return back to you  as always,  my dearest sister.. to pulling  the curtain  the recesses of the heart that always hiding .. to wrapping blush smolder desire in your heart arms .. because your bliss,  my dearest sister.. it's  most beautiful thing that can i enjoy ever ..* -the poetry is dedicated to a sincere friend of mine, Ha- ┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈ adinda kala sang rembulan menggeliat merayapi malam sunyi.. tibalah waktu untuk menyinggahi gigilnya kerinduan sang kekasih sanubari.. kala sang mentari bersemangat menyambut pagi .. tibalah waktu untuk menyematkan kecerian pada sang pujaan nurani.. menyemaikan untaian gejolak kalbu dan meneteskan embun disetiap rongga kelopak melati.. kusambut darimu, adinda... setiap simpul lipatan hati yang sesak akan indahnya kerinduan.. agar terasa lega engkau bernafas penuh riang.. bersama hadirku, kan kupenuhi setiap kekeringan ditelaga keresahanmu.. kan kumanjakan setiap rajukanmu dipangkuan perhatian nan syahdu... berpulang selalu kepadamu, adinda.. untuk menyibakan tirai pada relung hati yang selalu bersembunyi.. untuk membalut rona kerinduanmu yang membara dalam dekapan hati .. kerena bahagiamu, adinda... adalah merupakan hal terindah yang dapat kunikmati..
0
Jan 13, 2014
Jan 13, 2014 at 1:32 AM UTC
dearest sister
*when the moon  writhe and crawling the silent night.. it was time to layover yearning  who clotted for sweetheart.. when the sun excited to greet the morning .. it was time to embed cheerfulness on the idol of conscience.. sprinkle knitted heart turmoil and dew drops each cavity of jasmine petals .. i greet to you,  my dearest sister.. each twist will crease beautiful crowded heart longing .. so that  relieved you feel full carefree breathing.. with the presence of me, i will fulfill your every drought in the lake of your worries .. i will treat every your petulant  in lap with more  excellent attention ... return back to you  as always,  my dearest sister.. to pulling  the curtain  the recesses of the heart that always hiding .. to wrapping blush smolder desire in your heart arms .. because your bliss,  my dearest sister.. it's  most beautiful thing that can i enjoy ever ..* -the poetry is dedicated to a sincere friend of mine, Ha- ┈┈┈┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ ƦУ »̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈ adinda kala sang rembulan menggeliat merayapi malam sunyi.. tibalah waktu untuk menyinggahi gigilnya kerinduan sang kekasih sanubari.. kala sang mentari bersemangat menyambut pagi .. tibalah waktu untuk menyematkan kecerian pada sang pujaan nurani.. menyemaikan untaian gejolak kalbu dan meneteskan embun disetiap rongga kelopak melati.. kusambut darimu, adinda... setiap simpul lipatan hati yang sesak akan indahnya kerinduan.. agar terasa lega engkau bernafas penuh riang.. bersama hadirku, kan kupenuhi setiap kekeringan ditelaga keresahanmu.. kan kumanjakan setiap rajukanmu dipangkuan perhatian nan syahdu... berpulang selalu kepadamu, adinda.. untuk menyibakan tirai pada relung hati yang selalu bersembunyi.. untuk membalut rona kerinduanmu yang membara dalam dekapan hati .. kerena bahagiamu, adinda... adalah merupakan hal terindah yang dapat kunikmati..
Continue reading...
35
Awan hitam tersenyum telak Hujan datang menyambut Jari jemari yang biasa menari Terlelap dalam dingin Membeku membiru Sinarnya telah hilang Dibawa oleh lamunan Dikandaskan oleh waktu Api yang dulu merah meradang Kini hilang ditelan sunyi Bercak emas itu bukanlah dia Dibiarkanlah semua membeku Dengan begitu ia tak perlu tertatih berjalan Biar waktu yang membunuhnya perlahan
0
Feb 24, 2016
Feb 24, 2016 at 4:28 AM UTC
Terbujur Dingin
Orang-orang bilang Burung hanya datang untuk bernyanyi, Membangunkan setiap jiwa dan menghancurkan alam mimpi, Tapi bagiku Nyanyian burung menandakan kebahagiaan tersendiri, Mereka datang untuk menyambut pagi, Bukan sebagai alarm alami, Bukan juga untuk menghancurkan alam mimpi, Tapi untuk menyambut pagi, Memanggil mentari Cahaya pun datang menyingsing Senyum mentari lantas menari-nari, Menghiasi langit bumi, Secercah senyum penuh cinta tiba mengawali, Ada sebuah lembaran baru yang menanti kami, Yaitu hari ini. s.g.
0
Oct 13, 2013
Oct 13, 2013 at 5:05 AM UTC
Hari Ini
Ketika sore mengayunkan cahaya terakhirnya Kutahu saatnya akan tiba Kusiapkan diriku menyambut malam, Sang tirai gelap selimut jiwaku Hitam membentang sunyi meresap Cahaya-cahaya dipadamkan, disisakan yang redup Kumainkan kenangan-kenangan lampau di atas panggung pekat Kulantunkan kisah-kisah dalam alunan bisu Anganku berkelana dalam diam Khayalku liar bercabang-cabang Dengan tenang malam menemaniku Kesunyiannya memberanikan diriku Ratusan kisah dan kenangan kupentaskan dalam ribuan malam yang selalu kunikmati Walau tanpa bintang, ditemani sang rembulan Aku berkawan dengan malam
0
Aug 28, 2017
Aug 28, 2017 at 1:48 PM UTC
Nyaman Dengan Malam
Venus pukul 5 pagi Berpendar sendu di ujung timur Hatinya meraung bergema Lengannya memeluk kenangan yang mulai buyar Matanya menerawang kisah-kisah lampau Pasrah dirinya hanyut, bermuara ke alam sadar Jiwanya hampir roboh Beruntai-untai tali penopang mulai usang Seutas tetap bertahan Yang terbuat dari cintanya, Yang dirajut oleh sang terkasih Mengikat rohnya tetap dalam raganya Berderai senyap air mata yang tak pernah kering Mengecup pelan bibir yang tak mampu berkata Membalas tatap mata yang tak pernah terlelap Memeluk hangat tubuh yang tak lagi merasakan hangat Menyambut lembut mimpi yang tak pernah selesai, Mimpi yang tak ingin disudahi
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 2:46 AM UTC
Venus 5 Pagi
resah menyambut kala pagi. terbalut kabut yang menghantui. aku tersadar, raga kita terpisah oleh jarak. menciptakan rindu sebesar jagat, dan ragu seluas semesta. benarkah kau hanya pergi bersama temanmu, atau malah hilang bersama gadis manis yang menggodamu itu. benarkah hanya namaku yang tertancap dibenakmu? aku meragu, tapi aku cinta kamu.
0
Mar 20, 2017
Mar 20, 2017 at 2:30 PM UTC
spasi
Semalam Lagu - lagu kuno itu aku mainkan Seakan aku hidup di zaman victoria Berperan rapih, layaknya seorang bangsawan. Menunggu Menyambut dirimu yang kupanggil “Lady” Nona berparas cantik Pula berdarah biru Seorang putri di umum Seorang ratu di hati Berdansa ditengah Ballroom Membuat malam ini milik kita berdua Mimpi yang indah !
0
Oct 12, 2017
Oct 12, 2017 at 2:02 AM UTC
Kuno.
Silau mobil menabrak kelopak mataku Bersandar pada jendela kenangan Sambil tangan berpeluk pada ruang hampa Aku melewati bekas tapakan kita, lagi Aku langsung mengembara melewati waktu Masa itu, kita duduk berdampingan Sangat jelas diingatanku Didalam bis, kita mengobrol Kau duduk bersandar di bangku mu Dan aku yang bersandar di jendela Kau hanya fokus padaku Menatap ku dengan sabar sambil mendengarkan cerita ku Bahkan, kalau boleh jujur, pada masa sekarang pun aku masih ingin tatapan itu, lagi Bagaimana kau tersenyum melihatku berimajinasi Menyambut segala harapanku Tuan, aku ingin melihatmu lagi Adakah celah kesempatan itu? Masihkah kau sama seperti isi memori ku?
0
Sep 6, 2019
Sep 6, 2019 at 10:40 AM UTC
Tuan, Rinduku Mengusikku
Langit sore memerah malu Saat ia menatap ketat lembayung senja Sejurus angin bertiup lembut Menggoda tiap helai rambutnya Untaian awan paham akan isi hatinya Melepaskan dahaga penikmat rindu Pelipur lara di kala sendu Tumpah ruah menghujani bumi Rintik hujan memancing senyum di bibirnya Butiran awan menggantung malas Di antara bulu matanya yang lentik Turun menyusuri sudut matanya Pipinya merona tak peduli dinginnya senja Tangannya terulur menyambut sang malam Gadis hujan yang ingin mencintai malam Malam yang menciptakan badai dari hujan
0
Apr 24, 2018
Apr 24, 2018 at 3:11 AM UTC
Gadis Hujan
Obrolan ceria menyambut pagi Memaksaku menguap untuk terakhir kalinya Suaramu bergetar lembut melalui sambungan telepon Kau menceritakan mimpi semalam Sambil menyanyikan sebuah lagu Tak kau biarkan dunia melihatmu bersedih Walau aku tahu, Semalam tak sedikitpun kau mampu pejamkan mata Derik jangkrik bertukar dengan kicau burung Namun aku tak ingin apapun menukar dirimu Kau adalah malaikat kala mimpi burukku Kau layaknya bintang di siang hariku, Surya pada malam-malamku Kau nyanyikan sebuah lagu cinta Suaramu menghangatkan sejuknya embun Nafasmu menghidupkan diriku Memberi warna pada duniaku Membirukan langitku yang selalu hitam Memerahkan hatiku yang biru Kita akhiri percakapan hari ini Kau menutup panggilan telepon dan melanjutkan harimu Aku meresap sisa-sisa suaramu yang menggema dalam kepalaku Kubawa suara itu dalam doa-doaku Semoga suara itu masih bisa kudengar lagi nanti Semoga masih ada lagu cinta untukku
0
Sep 13, 2018
Sep 13, 2018 at 1:40 AM UTC
Lagu cinta
Tawa renyahmu di sela-sela bisikan lembut Menghangatkan malam yang dingin Ingin kumiliki sepasang sayap di belakang pundakku Agar bisa kubawa tubuhku ke hadapanmu, kapanpun kau katakan rindu Kupasrahkan seluruh ragaku atas senyummu yang menyihir Kurelakan setiap jengkal kata yang kuucapkan, setiap detik yang kulewatkan, setiap nafas yang kuhembuskan, setiap detak dari jantungku, Untuk kau kuasai Malam-malam yang membelaiku dengan lembut Memberiku alasan untuk terlelap dengan nyaman Namun kau datang meretas mimpiku Suaramu selembut angin memetik dedaunan musim gugur, menggema dalam kepalaku Senyummu semanis madu mengaliri relung-relung hatiku Sentuhanmu sedahsyat guntur menggelegar Memaksaku terbangun seketika dan menyadari Kaulah mimpi yang tak ingin kusudahi Kau menumbuhkan taman bunga di tengah padang pasirku Kau memaksa bulan muncul di saat pagi hariku Kau memutar badai pada lautku yang tenang Kau memancing senyum saat hari-hari kelam Kau bara apiku yang terus meradang Kau kicau merdu yang menyambut sejuknya pagi Kau bintang-bintang yang menutup dinginnya malam Kau cinta yang mengisi hatiku hingga memerah
0
Aug 28, 2018
Aug 28, 2018 at 9:26 AM UTC
Mimpi Yang Tak Ingin Kusudahi
sulutan api mengubah abu menjadi seikat amarah rembesan air dari balik kelopak mata disulap menjadi rintik air hujan dan bumi pun berdansa pada mereka yang bersenang-senang bergembira menepuk-nepuk tanah melalui kaki riang suka cita dalam pesta pora satu ruang sesak berisi terompet seruan hura-hura menjerit dan meronta lalu tertawa dalam kebohongan tersedak dan tersedu ketika bintang pergi dan hilang hanya untuk punah sementara untuk datang dan terlempar kembali ke dunia nyata menyambut kesolekan-kesolekan dan kemunafikan-kemunafikan kepura-puraan topeng-topeng dalam sandiwara, seluruh umat manusia.
0
Feb 24, 2020
Feb 24, 2020 at 12:10 PM UTC
bumi & kepalsuan
Sore itu senyum mu merekah, menyambut aku yang sangat mengulur waktu. Apakah kau tahu saat itu? Aku seolah tersihir oleh mata coklat mu. lelucon kecil yang kau ucapkan, membuat ku nyaman dalam tawa. Kau habiskan 2 gelas es kopi susu. Seolah masih jelas di bayang ku berapa banyak batang rokok yang kau hisap untuk mendengar cerita ku. Aku selalu rindu sore itu, Sore dimana rasa kagum ku mendengar suara merdu mu masih menjadi sebuah teka-teki.
0
Sep 7, 2018
Sep 7, 2018 at 2:16 PM UTC
suatu sore di salihara
Kuukir semua bayangan tahun-tahun lalu, menetes air mata ini, melihat indahnya, harunya, dan betapa beraninya diriku kala itu. Sekalipun sekarang aku adalah aku, namun aku tak lagi sama. Ada luka yang mengendap, ada tawa yang tak sekeras dulu, ada mimpi yang berubah wujud, ada langkah yang kini lebih hati-hati. Tahun ini berbeda, bukan karena dunia berubah, tapi karena aku yang tak lagi melihatnya dengan mata yang sama. Mungkin aku kehilangan sesuatu, atau justru menemukan sesuatu yang baru? Entah itu harapan yang lebih tenang, atau kenyataan yang lebih jujur. Tapi satu hal yang pasti, aku masih di sini, melangkah lagi, menyusun ulang yang patah, menyambut hari yang belum kutemui.
0
Mar 2, 2025
Mar 2, 2025 at 3:15 AM UTC
Tahun Ini Berbeda