Hello Poetry
Submit your work and get some sparkles! Create free account
"menyala" poems
Ulang tahun singkat ku Ingin ku rayakan di Surga-Mu Yang indah penuh warna pelangi Yang panjang, ku harap bagai usia ku Ku yakin kamu tak kan tau Hari ulang tahun ku Namun, melihat senyummu dari jauh Adalah hadiah terindah di Hari Ulang Tahun ku Kue tinggi tidak ada Lilin pun tak menyala Hanya ku tusuk di atas tanah Ku ucapkan harap ku selamanya
0
Feb 18, 2012
Feb 18, 2012 at 10:58 PM UTC
Ulang Tahun Ku
/1/ Merindu berarti meranggas Bak guguran detik demi detik Pada tangan pedih di petang hari Merindu berarti meradang Saat senandung semu Dari semua kisahmu Menorehkan luka Pada jejak lisanku Yang tak kunjung bermuara Karena kita yang bertualang Hanyalah jiwa dalam deru Jerit /2/ Siapa yang tinggal dalam gelap Jika bukan sekumpul hantu Dan kepulan sisa ragamu Yang denyut nadinya Sangat susah untuk kuraba Untuk apa membunuh diri Bila ternyata Tak pernah hidup Di cinta hingar bingar Di pilu tak berpijar Sumbu tubuhmu Akankah menyala lagi Apabila ku dekap dalam ratap? /3/ Terbitnya kabut Setelah fajar Takkan bisa Gantikan Kenanganmu dalam redup
0
Mar 19, 2016
Mar 19, 2016 at 3:43 AM UTC
Petuah Kuntum Kemarau
~a letter for you Kita, Dari daerah melangsir ke kota Dari kota berbalik ke daerah Dan takkan dapat lagi ke kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kendatipun impresi memberontak kita Kota, Kita ingat tentang kota Kota takkan ingat kita Sebab kita tak miliki tahta Lain sebab apa, lain sebab kenapa Apa daya reminisensi meronta Kota, Kita ingat tentang kota Kawanan sutet di kota kita Menari menawan menara kota Dekorasi dari kita, gradasi ufuk dunia Persuasi para penguasa kota Prasasti Suwarnadwipa, pula Visualisasi ragam abiotik Tuhan Yang Esa Kota, Kita ingat tentang kota Hamparan ladang pabrik di kota Riasan pipa asap terus-menerus menyala, gradasi ufuk dunia Luas menggugah animo di daerah Meski honorarium tak seberapa Kita duga cukup tuk besar di kota Manalagi di daerah Kita, Telah lama tak singgah pada kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Kita takkan abaikan memori tentang kota Lain sebab apa, lain sebab kenapa Kota kita indah katanya Kota, bilamana kita berjumpa pula? Dari pengagummu di daerah Tuk segenap kenangan kota yang hampa.
0
May 14, 2020
May 14, 2020 at 10:40 AM UTC
KOTA KITA
Aku selalu suka caramu menceritakan dunia, dengan barisan kata yang asing, membuatku harus memutar otakku yang rendah kapasitasnya ini. Aku selalu suka caramu bahagia, bahkan kamu tidak tersenyum ketika bahagia. Hebatnya kamu, bahagiamu bisa sampai ku rasa tanpa senyumanmu yang hadir. Aku selalu suka caramu bersedih, kamu selalu kehabisan kata. Melampiaskannya dengan hal yang bisa mematikanmu, namun pada akhirnya kamu juga butuh pelukanku. Aku selalu suka caramu marah, kamu selalu terdiam. Sampai pada akhirnya kata maaf terucap, karena kamu takut aku akan terganggu dengan marahmu. Aku selalu suka caramu optimis, membanggakan dirimu sendiri sampai lupa kalau di dunia ini ada orang sehebat Pak Habibie. Aku selalu suka caramu pesimis, tidak henti menyalahkan diri sendiri, tapi tidak memakan waktu lama. Setelah itu kamu bangkit lagi. Tapi satu yang tidak aku suka, caramu yang selalu mematikan rasa. Kamu tidak pernah membiarkan rasa-rasa dalam dirimu menyala. Kamu benci rasa. Sama seperti aku membenci diriku sendiri. Tapi tidak apa, Nanti kita sama-sama belajar untuk merasa lagi, ya? Namun, akan lebih baik jika pada akhirnya kita yang bisa saling menumbuhkan rasa.
0
Feb 26, 2020
Feb 26, 2020 at 2:16 PM UTC
02.16
kemudian menyala kembali keributan ombak laut yang dirasa gaduh sangaAAAAAAT di wajahmu ketika melihat sesuatu yang mengecewakan.
0
Jun 23, 2020
Jun 23, 2020 at 8:21 AM UTC
Cemb u r u
Di dalam tulang belulangku ini Ada diriku yang terpendam; Ia sudah bergejolak Saat lampu padam, Seakan memanggilku Dengan suara lantang. Dan saat aku melihat sebatang rokok Yang menyala di genggamanku, Aku menjadi ingat, Kalau diriku yang gelap ini, Tidak muncul saat senja datang.
0
Nov 1, 2018
Nov 1, 2018 at 6:35 AM UTC
Alter Ego
Deru dan hening turun ke hilir Ingatan kita hanyut menuju muara Angin meniupkan wangimu Rindu menyala di perapian Melahirkan kehidupan tanpa suara Sedang awan berdusta tentang hujan Yang tak seindah dari balik jendela Namun aku lebih membenci jarak Yang membangun antara sebelum kita
0
Nov 22, 2017
Nov 22, 2017 at 12:44 AM UTC
Untitled
Jikalau bisa Aku ingin menuliskan untukmu sebuah puisi cinta Tiap baitnya kupetik dari bunga-bunga layu sebelum mekar Tiap sajaknya sendu layaknya angsana musim gugur Dan kaupun akan bertanya "cinta apakah ini begitu menyiksa?" Tanyakan pada nyanyian malam Yang dilantunkan angin membelai rambutmu Yang melukis garis wajahmu selembut sinar rembulan Yang mangecap dingin kening dan bibirmu Tanyakan pada rintik hujan Yang menemanimu melewati sore Yang mengajarimu melupakan malam Yang membawakanmu aroma hangat padang seberang, degup berdebar dari sela-sela ilalang. Rayulah bulan dan bawalah pulang Renggutlah cahaya terakhir milik sang malam Sembunyikan untaian puisinya yang sepekat hatimu, Rangkaian kisahnya yang sehitam langitmu Namun malam tak perlu bulan Ketika seribu lilin berpendar sendu Samar melampiaskan jingga Menyala atas bara apimu
0
Jul 7, 2018
Jul 7, 2018 at 2:09 AM UTC
Kau Memilih Hujan
Kertas putih kosong, Cat putih kosong Cat merah menyala Cat hitam yang kelam Warna-warni Langit dalam hati Tangis tawa Ruang hampa penuh maaf Tak dihargai Diulangi lagi Berkali-kali Lemas terkulai Hati ragu Langkah berhenti Pergi saja Pergi Ingin saya pergi Atau kamu yang pergi Kemudian berlalu Berlabuh Garis pantai dan pohon rindang Hangat Cerah Dalam rangkulnya Matahari bernyanyi Satu ruang penuh tawa Ruang hampa bersajak cinta Penuh harapan penuh asa : Jatuh cinta.
0
Mar 1, 2018
Mar 1, 2018 at 9:29 AM UTC
tembalang, 3 maret 2018
Semua begitu suram, Semua begitu kelam, Semua begitu buram. Kupu-kupu tak lagi berkumpul di kebun, Lebah tak lagi menghasilkan madu, Burung tak lagi berkicau merdu. Ditanyakan pada alam, "Apahal semua ini?" Ditanyakan pada malam, "Apa yang terjadi?" Ditanyakan pada siang, "Mengapa seperti ini?" Tapi percuma saja, Semua hanya bisa membisu. Bagai abu sisa bara yang masih menyala.
0
Jul 20, 2019
Jul 20, 2019 at 12:47 PM UTC
End